Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2018

Lenjongan dan Berambang Asem Membawa Timlo Solo Menjadi Juara III di Arisan Rasa

Arisan biasanya kan identik dengan yang namanya emak-emak sosialita, rempong, yang dikit-dikit ngebahas lakinya, rengking anaknya, KB, atau ngatain orang sambil ketawa-ketawa. Tapi acara ini beda kok. Ini acara Arisan Rasa. Bukan tentang pengumpulan rasa, terus diundi, dan namanya yang keluar jadi pemenang, bukan. 


Di event yang diadakan @travellingyukcom ini, para peserta diajak berdiskusi tentang bagaimana menghasilkan uang lewat travelling. Jadi istilahnya travelpreneur, semoga tulisannya bener. Pematerinya ada dua orang, Mas Rero Rivaldi selaku Head of Creative Content Travelingyuk, dan Mas Wira Hardiyansyah yaitu seorang Travelling Chef yang sangat berprestasi. Acara dipandu oleh Mbak Lidya, dan diawali dengan presentasi dari Mas Rizky Kurniawan. Lalu diakhiri dengan acara tanya jawab dalam suatu mini talkshow


Hasil bincang-bincangnya adalah informasi tentang Gastronomi. Saya pribadi masih sangat asing dengan istilah ini. Menurut hemat saya, gastronomi ini adalah cara kita unt…

Pengalaman Belanja Online Seberat 10 Kilogram dan Free Ongkir

Sejak euforia belanja online marak di Indonesia, saya jadi salah satu penggunanya yang sangat memanfaatkan teknologi ini. Sejauh ini ada beberapa benda elektronik, perlengkapan dapur, pakaian, buku, dan sebagainya yang sudah saya beli via online. 


Dari yang awalnya iseng, lalu coba-coba, kemudian jadi kebiasaan juga belanja online. Tapi untungnya, sampai sejauh ini saya belum begitu brutal belanja ini itu via internet. Yang penting yang dibeli adalah barang yang dibutuhkan, toh yang make juga saya sendiri, ya saya pikir gak apa-apa lah. 
Lagi pula, dalam benak saya dengan melakukan belanja online saya bisa lebih menghemat. Misalnya, jika saya harus mencarinya di toko reguler, iya kalau dalam satu toko saya langsung menemukan barang yang saya mau. Kalau gak kan, artinya saya perlu keliling lagi. Dalam hal ini saya pun sudah menghemat waktu, menghemat tenaga juga menghemat emosi karena gak perlu nawar ini itu. Belum pula kalau pas lagi ada diskon, saya bisa mendapatkan barang incaran s…

Cerita ABG Seksi

Seorang teman nanya ke saya tentang definisi perempuan seksi. Saya jadi berpikir lama. Di umur sekarang saya terlalu sukar untuk berpikir singkat. Lalu saya bilang kepadanya sambil menatapnya lekat-lekat. 
Perempuan itu baru bisa dikatakan seksi kalau dia hobi menyesap kopi. Itu kata orang-orang di sana. Tapi bagi saya, cewek seksi itu adalah dia yang suka ngomong sendiri. Bukan karena dia gila. Tapi karena hal lain yang tak pernah kita tahu.  Dia bingung. Lalu menoleh ke saya. Ada kerutan di keningnya, yang kemudian saya jelaskan sebelum dia bertanya lagi ke saya dengan pertanyaan yang lebih ngaco lagi. Saya memberikan dia permen sebentar, lalu dia terima. Saya bilang begini,  "Coi, cewek itu, lo lihat cewek yang lagi ngomong sendirian itu?"  Dia menatap ke arah perempuan yang saya tunjuk. "Iya gua lihat! Terus kenapa?"

Saya sudah menduganya kalau dia bakalan bingung. Kemudian saya membuka sebungkus permen, dan memasukkan ke mulut saya, lalu saya jelasin lagi. &quo…

Hai, Semua Orang, Teriaklah ke Telingaku!

Saya rasa saya kali ini menjadi orang yang paling sedih sedunia. Saya tidak berguna. Saya tidak tau mesti bagaimana. Saya tidak punya ide. Saya diam di tempat. Saya hidup tapi kayak mati. Dan semuanya tampak sangat menyedihkan. 
Huh! 
Bagaimana tidak? Seorang pria seumur saya ini, yang sudah cukup dewasa, walau masih muda,  tapi tidak melakukan apapun.  Tidak melakukan inovasi apapun. Egois. Terlalu banyak santainya. Tidak belajar dari pengalaman. Lalu apa yang bisa saya banggakan setelah ini? 
Ayolah, Man. Bangkit! Saya harus berbuat sesuatu nih. Iya, saya tahu, saya harus melakukan banyak hal di usia ini. Tapi apa? Akal saya seperti tumpul. Saya tidak tahu lagi mesti gimana. Saya bahkan masih senang berdiam diri di rumah, ketimbang bersosialisasi.  
Oh, mau jadi apa saya ini? Apa yang bisa saya pertanggung jawabkan? Apa yang bisa saya katakan kepada ibu saya jika belio bertanya, sedang apa kamu nak? Saya tidak mungkin bilang kalau saya lagi gegoleran di kasur, Bu. Saya bahkan berkali ka…

4 Cabang Olahraga Tradisional di Asian Games 2018

Asian Games 2018, sebentar lagi akan berakhir. Namun percayalah, ajang olahraga yang paling besar se-Asia ini euforianya pasti akan terasa sampai kapanpun! Sebab, ada banyak perjuangan yang telah ditunjukkan serta diraih oleh para altet kebanggaan bangsa dalam ajang ini. Namun, ada banyak pula hal lain yang tidak kalah menariknya, dan akhirnya menjadi viral. Seperti cabang-cabang olahraga tradisional yang diperlombakan dalam ajang tersebut, beberapa malah baru pertama kali diadakan dalam Asian Games 2018. Inilah beberapa Cabang-cabang olahraga tradisional di antaranya!

KABADDI
Kabaddi merupakan olahraga tradisional yang berasal dari negara India. Permainan yang pada dasarnya mengutamakan kontak fisik ini dimainkan oleh dua tim yang beranggotakan tujuh orang. Sekilas permainan ini mirip dengan permainan jaman dulu, Gobak Sodor, anak 90an pasti tidak asing dengan ini. 
Permainan ini dapat dimainkan oleh Pria maupun Wanita. Namun ada perbedaan ukuran lapangan antara keduanya, jika pada kate…