November 2019 - Hadi Ku
News Update
Loading...

Saturday, 2 November 2019

Apa Saja Persyaratan Sebagai Nazhir Profesional?


Apa saja persyaratan sebagai nazhir profesional?  Pertanyaan ini mungkin sering dipertanyakan oleh banyak orang. Sesuai dengan tugas nazhir, yakni melaksanakan tugas pendistribusian hasil wakaf dengan baik, yang berdasar dari pernyataan wakif melalui akte wakaf, maupun berdasar pendapat fikih apabila terjadi wakaf yang hilang aktenya, juga dengan tujuan yang lain yang berkaitan dengan pengelolaan wakaf, maka seorang nazhir dituntut menjadi lebih professional di bidangnya.



Ada tiga syarat yang harus dipenuhi oleh nazhir secara professional, yaitu: syarat moral, managemen, dan bisnis.

Syarat moral yang harus dipenuhi nazhir meliputi paham segala seluk beluk hukum tentang wakaf dan ZIS (baik dari tinjauan syari’ahnya maupun dari perundang-undangan negara RI), meliki sikap terpuji (jujur, amanah dan adil) sehingga bisa dipercaya dalam kegiatan pengelolaan atas sasaran wakaf, mampu ahan godaan (terutama segala hal yang menyangkut proses pengembanbgan wakaf yang lebih produktif), orang yang terpilih (ditinjau dari sikapnya yang bersungguh-sungguh dan sangat suka dengan tantangan), serta memiliki kecerdasan (emosional dan spiritual).

Sementara syarat manajemen meliputi: memiliki kapasitas dan kapabilitas leadership yang baik, visioner, memiliki kecerdasa (secara intelektual, sosial dan pemberdayaan) yang baik, profesional di bidang pengelolaan benda/harta wakaf, memiliki masa bakti,serta mempunyai  program kerja yang jelas.

Sedangkan syarat bisnis yang harus dipenuhi adalah mempunyai keinginan untuk mebuat wakaf menjadi produktif, berpengalaman dan siap untuk dimagangkan, dan pek saat mencari peluang usaha selayaknya entrepreneur.

Dari uraian di atas maka terjawab sudah pertanyaan ‘Apa saja persyaratan sebagai nazhir profesional’, yaitu: syarat moral, syarat managemen, dan syarat bisnis. Ketiganya harus dipenuhi oleh nazhir agar nazhir mampu melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan baik dalam mengelola wakaf dengan lebih maksimal sesuai harapan wakif dan kaum muslimin. Hal ini bertujuan sebagai refleksi melalui pengalaman-pengalaman pengelolaan harta/benda wakaf yang tidak produktif yang terjadi sebelumnya tidak bakal terulang kembali.

Syarat manajemen nazhir yang harus dipenuhi?


Kok nazhir ada syarat manajemennya? Kemudian muncul pertanyaan di benak nih, apa aja sih syarat manajemen nazhir yang harus dipenuhi? Untuk lebih jelasnya berikut ini adalah penjelasannya.

Nazhir adalah pihak yang menerima harta/benda wakaf dari seorang Wakif untuk dikelola serta dikembangkan, supaya hasilnya dapat digunakan untuk membantu kepentingan umat. Oleh karena itu, agar nazhir dapat mengelola harta/benda wakaf dengan lebih professional, maka nazhir wakaf harus memenuhi syarat manajemen. Berikut ini adalah beberapa syarat manajemen nazhir yang harus dipenuhi:

1.      Mempunyai kapabilitas dan kapasitas leadership yang baik

Leadership dalam mengelola wakaf sangat diperlukan karena memiliki pengaruh yang besar dalam pengembangan wakaf yang dikelola.  Sehingga penting bagi nazhir memiliki kapasitas leadership yang baik. Agar terjalin suatu manajemen yang baik pula. Karena hal ini sangat dibutuhkan untuk menemukan cara yang tepat dalam proses meningkatkan produktivitas wakaf yang dikelolanya.

2.      Visioner

Kamampuan visioner yang diperlukan seorang nazhir dapat diartikan sebagai kemampuan nazhir dalam mengimplementasikan pemikiran yang paling ideal melalui suatu komitmen yang berguna untuk pengelolaan harta/benda wakaf.

3.      Mempunyai kecerdasan berupa intelektual, sosial dan pemberdayaan

Kecerdasan intelektual digunakan untuk mengukur kualitas nazhir. Kemampuan ini seperti kecakapannya dalam berhitung, bernalogi, dan memiliki daya kreasi serta inovasi untuk menjadikan benda/harta wakaf menjadi lebih produktif. Atau yang biasa disebut para pakar psikologis dengan kalimat “What I Think“.

4.      Profesional dalam bidang pengelolaan harta

Seorang nazhir yang memiliki profesionalisme dalam mengelola wakaf senantiasa mendorongnya untuk melakukan pengelolaan dan pengembangan secara lebih profesional. Nazhir yang memiliki profesionalisme dalam bekerja akan selalu menuntut dirinya melakukan pengelolaan wakaf semaksimal mungkin.

5.      Memiliki program kerja yang jelas

Perencanaan program kerja yang jelas sangatlah penting bagi proses pengembangan wakaf. Dengan melakukan perencanaan program, maka akan membantu nazhir dalam melakukan aktivitasnya mengelola wakaf dan bertindak sesuai dengan program kerja yang diharapkan sehingga berlangsung secara terencana serta sistematis. 

Nazhir yang sukses adalah nazhir yang mampu memahami seluk beluk kebutuhan pengelolaan, memanagemen program untuk menjawab kebutuhan pengelolaan, dan melaksanakan program tersebut dengan penuh rasa tanggung jawab.

Itulah syarat manajemen nazhir yang harus dipenuhi. Dalam hal ini seorang nazhir sebisa mungkin harus mampu memenuhi semua syarat yang telah ditetapkan, supaya proses pengelolaan wakaf dapat dikembangkan sebagaimana mestinya untuk mencapai tujuan yang dapat berguna dalam membantu kepentingan umat.


Apakah sebuah lembaga nazhir harus memiliki kompetensi entrepreneurial?





Pernahkah terlintas di dalam hati dan pikiran sobat hasanah pertanyaan “Apakah sebuah lembaga nazhir harus memiliki kompetensi entrepreneurial”? Untuk itu kita akan membahasnya kali ini.

Sebenarnya dalam bidang apapun, di era milenial seperti sekarang ini setiap orang memang dituntut untuk lebih professional. Begitu pula seorang nazhir. Kehadiran nazhir sebagai pelaku yang  diberi kepercayaan untuk pengelolaan harta wakaf sangatlah penting. Para ulama pun sepakat bahwa wakif harus menunjuk nazhir wakaf yang mumpuni, baik itu yang bersifat perseorangan atau pun yang berbadan hukum.

Pengangkatan seorang nazhir wakaf yang mumpuni ini bertujuan supaya harta wakaf yang dikelola bukan hanya dapat terjaga dan terurus dengan baik, melainkan juga dapat dijadikan sebagai harta yang lebih produktif lagi, sehingga harta wakaf itu tidak sia-sia dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan umat. Untuk itu kehadiran nazhir sebagai sosok yang diberi kepercayaan untuk mengelola harta wakaf sangat penting.

Lalu pertanyaanya, Apakah sebuah lembaga nazhir harus memiliki kompetensi entrepreneurial? Jawabannya tentu saja iya. Hal ini sesuai dengan syarat manajemen untuk para nazhir, yaitu memeliki kecerdasan yang baik secara intelektual, sosial dan pemberdayaan.dan  Profesional di bidang pengelolaan harta. Selain itu, nazhir juga semestinya harus mengerti bisnis, supaya harta wakaf yang dikelola dapat dibuat produktif semaksimal mungkin.

Maka dari itu, sebagai nazhir yang telah terpilih seharusnya dapat memenuhi syarat-syarat \ tersebut supaya mampu melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan baik, dalam mengelola wakaf secara maksimal dan juga optimal sesuai dengan harapan para wakif.  Namun dalam proses mengelola wakaf ada hal yang  harus diperhatikan oleh nazhie yaitu transparansi dalam pengelolaan dana tersebut.

Dari uraian di atas, sudah terungkap dengan jelas jawaban dari pertanyaan ‘Apakah sebuah lembaga nazhir harus memiliki kompetensi entrepreneurial?’, dimana lembaga nazhir memang harus memiliki kompetensi entrepreneurial agar dapat mengelola wakaf supaya lebih prouduktif sesuai syarat manajemen yang harus dipenuhi oleh seorang nazhir.



Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done