September 2018 - Hadi Ku
News Update
Loading...

Saturday, 22 September 2018

Lenjongan dan Berambang Asem Membawa Timlo Solo Menjadi Juara III di Arisan Rasa

Arisan biasanya kan identik dengan yang namanya emak-emak sosialita, rempong, yang dikit-dikit ngebahas lakinya, rengking anaknya, KB, atau ngatain orang sambil ketawa-ketawa. Tapi acara ini beda kok. Ini acara Arisan Rasa. Bukan tentang pengumpulan rasa, terus diundi, dan namanya yang keluar jadi pemenang, bukan. 



Di event yang diadakan @travellingyukcom ini, para peserta diajak berdiskusi tentang bagaimana menghasilkan uang lewat travelling. Jadi istilahnya travelpreneur, semoga tulisannya bener. Pematerinya ada dua orang, Mas Rero Rivaldi selaku Head of Creative Content Travelingyuk, dan Mas Wira Hardiyansyah yaitu seorang Travelling Chef yang sangat berprestasi. Acara dipandu oleh Mbak Lidya, dan diawali dengan presentasi dari Mas Rizky Kurniawan. Lalu diakhiri dengan acara tanya jawab dalam suatu mini talkshow



Hasil bincang-bincangnya adalah informasi tentang Gastronomi. Saya pribadi masih sangat asing dengan istilah ini. Menurut hemat saya, gastronomi ini adalah cara kita untuk menggali lebih jauh lagi mengenai bagaimana proses penciptaan suatu masakan. Bisa ditelisik dari bahannya, sejarahnya, juga tentu saja dari rasanya. Kan ini acara Arisan Rasa, Gaes. Nah itu di sesi pertama.

Selanjutnya sesi kedua, kami dikumpulkan di Lt II Pasar Gedhe. Para peserta dibagi menjadi beberapa tim, dan saya kebagian di kelompok Timlo Solo, nama kelompoknya emang menggunakan nama masakan khas Solo. 


Masing-masing peserta diberikan dua nama masakan yang harus dicari tau. Kami Timlo Solo mendapatkan mandat dari Mbak Lidya untuk mengulik masakan yang bernama Lenjongan dan Berambang Asem. Wah makanan apa ini? Kok namanya aneh banget. Di Sumatera nggak ada nih makanan kayak gini. Aduh, saya pokoknya jadi mikir banget. 

Kemudian kami dibebaskan bergerilya, mengembara ke Pasar Gedhe, demi sebuah misi, mencari tau gastronomi masakan yang telah diembankan kepada kami. Tapi sebelum menjalankan tugas negara, wong kami generasi milenial ya, kalau nggak selfi dulu ya nggak milineal banget. Ya udah, selfie deh. Cekrek! 

Padahal ini belum saling kenalan btw.


Jeng jeng jeng! 
Pertama kali melangkah kami langsung bisa mendapatkan apa yang kami cari. Semacam pepatah setali dua uang. Dalam satu warug Yu Sum, kami menemukan penganan Berambang Asem dan Lenjongan sekaligus. Ini sebuah kebetulan yang sangat menyenangkan, bukan? Oh, baiklah, saya bahas satu-satu.

Lenjongan


Jadi ternyata Lenjongan itu artinya adalah tumpukan dari banyak makanan yang dijumput dikit demi sedikit.  Di warungnya Yu Sum tadi penganan yang dijadikan lejongan adalah gethuk, ketan hitam, gatot, tiwul, gendar, cemplon, cenil, lupis ubi, yang kesemuanya dicampur jadi satu dan disantap pakai parutan kelapa yang manis. Wah sebenarnya makanan-makanan ini di mana-mana ada sih, cuma nggak dilenjongin aja. Itulah yang menjadikannya khas, karena hanya ada di Solo dan sekitarnya yang dijual dengan cara Lenjongan. Harganya cuma 5000 gaes. Mantap! 

Berambang Asem


Berambang artinya bawang merah, sedangkan asem artinya masam.  Berambang Asem ini berupa sambal yang mirip pecel, tapi rasanya kayak rujak. Saya mengasumsikannya sebagai perpaduan antara keduanya itu, yang dimakan menggunakan sayur daun ubi jalar. Harus daun ubi jalar, karena kalau menggunakan sayuran lain seperti kangkung malah bisa jadi benyek, dan sangat nggak cocok sama berambang asemnya. Makanya harus daun ubi jalar. Selain itu daun ubi jalar juga memiliki manfaat yang baik bagi penderita kolesterol. Ini juga 5000an gaes. 

Jadi penganan ini sejarahnya sudah ada sejak jaman Belanda. Di mana pada waktu itu, penduduk kesulitan mencari makanan, namun karena tuntutan untuk menyambung kehidupan, maka penduduk makan seadanya, ya makan penganan ini. Siapa yang menyangka kalau makanan seadanya ini kini jadi ladang buat mencari rejeki untuk keluarga Yu Sum. Menurut Belio, seharinya bisa menghasilkan uang Rp 500ribu dari hasil berjualan penganan ini saja nih. Wadaw! Mantap ya?



Acara kemudian diakhiri dengan pengumpulan hasil yang diunggah ke Instagram. Prsentasi hasil yang didapatkan, per tim. Lalu pengumuman juara. Lah... Timlo Solo dapat juara tiga, Gaes. Alhamdulillah, Gaes. Dari awal ekpektasi saya nggak pernah mengira kalau bakalan adak kompetisi seseru ini. Saya hanya meniatkan diri untuk ikutan supaya bisa dapat teman baru, dan tentu pengalaman baru. Nggak pernah kepikiran kalau bakalan ada kejuaraan dan bakalan menang gini. 



Dan ini juga jadinya lucu, Gaes. Pas diumumkan sebagai juara kan saya langsung pamer ke grup keluarga. Lah saya jadi menyesal sendiri, ternyata banyak paparazi yang motretin para juara begitu. Kalau tau gini kan, saya bisa senyum dulu atau dada-dada ke kamera ya. 


Monday, 10 September 2018

Pengalaman Belanja Online Seberat 10 Kilogram dan Free Ongkir

Sejak euforia belanja online marak di Indonesia, saya jadi salah satu penggunanya yang sangat memanfaatkan teknologi ini. Sejauh ini ada beberapa benda elektronik, perlengkapan dapur, pakaian, buku, dan sebagainya yang sudah saya beli via online. 

Source: Pixabay/tumicu


Dari yang awalnya iseng, lalu coba-coba, kemudian jadi kebiasaan juga belanja online. Tapi untungnya, sampai sejauh ini saya belum begitu brutal belanja ini itu via internet. Yang penting yang dibeli adalah barang yang dibutuhkan, toh yang make juga saya sendiri, ya saya pikir gak apa-apa lah. 

Lagi pula, dalam benak saya dengan melakukan belanja online saya bisa lebih menghemat. Misalnya, jika saya harus mencarinya di toko reguler, iya kalau dalam satu toko saya langsung menemukan barang yang saya mau. Kalau gak kan, artinya saya perlu keliling lagi. Dalam hal ini saya pun sudah menghemat waktu, menghemat tenaga juga menghemat emosi karena gak perlu nawar ini itu. Belum pula kalau pas lagi ada diskon, saya bisa mendapatkan barang incaran saya dengan harga yang lebih murah. Hanya saja, saya harus sabar menunggu barang itu sampai, karena terkadang ekpedisi pengiriman bisa sangat lama mengantarkannya. 

Pernah kejadian, saya pada waktu itu lagi butuh dasi, maka saya cari di internet. Harganya benar lebih murah, dan barangnya pas sampai emang lumayan bagus. Tapi pengirimannya sangat lama. Hingga satu hari menjelang saya harus memakainya pun belum kunjung sampai. Mau gak mau saya harus cari dasi lain ke toko reguler. Ya ini sih termasuk pengalaman gak enaknya. 

Sepanjang pengalaman saya, biasanya saya belanja barang yang sekiranya ringan, karena sejauh ini saya hanya mendapatkan subsidi gratis ongkos kirim hanya untuk satu kilo pertama. Tapi, semenjak saya tahu kalau ada jd.id yang memberikan ongkos kirim tida mengandalkan berat. Akhirnya saya pun iseng mencobanya. Lagi-lagi, faktor iseng lah yang menjadi faktor penentu saya melakukan ini. 

Saya mulai mencoba membeli beras 10 kilogram. Saya lupa merknya apa, di sana harganya tertulis 170an ribu, gila mahal amat dalam benak saya, tapi ada potongan 50 ribu, dan saya lihat pengiriman gratis. Akhirnya saya pun nyoba pesan. Saya mentransfernya tak lama setelah itu. Dan beberapa hari kemudian beras pesanan saya itu benar-benar datang. Saya sangat takjub dibuatnya. Ini adalah paket terberat yang pernah saya beli. Setelah pengalaman pertama saya itu, saya melakukan pemesanan lain, ricecooker. Ya kali, masa punya beras tapi gak punya ricecooker. 

Setelah berhasil memesan barang yang berat banget, saya lihat di homepage jd.id, di sana ada barang seharga 2ribuan. Saya kali ini sekali lagi iseng memesan, saya pakai COD, biar saja lah murah ini, jadi saya pikir mendingan bayar di tempat. Semisal barang gak dianter juga gapapa, wong saya gak butuh butuh amat, isinya juga cuma tisu. Lah ya, beberapa hari kemudian kok barangnya beneran diantar. Jadilah saya takjub lagi, dengan jd.id ini. 

doc: pribadi

Dan setelah kejadian itu, saya jadi keranjingan belanja di jd.id. Dari barang-barang yang sebenarnya emang saya butuhin, sampai barang perintilan yang sebenarnya belum begitu saya perluin, tapi saya yakin  bakalan saya perlukan nantinya.  Gambar di atas adalah barang yang sudah saya beli sebelumnya, dan itu belum semuanya, ada beberapa lagi yang sudah saya buang. Sesuai mottonya, jd.id make your journey, saya dibuatnya benar-benar maked my journey. 

Ada fitur shared by di sana yang memungkinkan kita buat belanja bareng sama teman, atau kongsian dengan harga yang sangat murah. Ini sangat cocok buat anak kosan yang memang lagi belajar menghemat demi kehidupan yang lebih baik. 

Tuesday, 4 September 2018

Cerita ABG Seksi

Seorang teman nanya ke saya tentang definisi perempuan seksi. Saya jadi berpikir lama. Di umur sekarang saya terlalu sukar untuk berpikir singkat. Lalu saya bilang kepadanya sambil menatapnya lekat-lekat.  

Perempuan itu baru bisa dikatakan seksi kalau dia hobi menyesap kopi. Itu kata orang-orang di sana. Tapi bagi saya, cewek seksi itu adalah dia yang suka ngomong sendiri. Bukan karena dia gila. Tapi karena hal lain yang tak pernah kita tahu. 
Dia bingung. Lalu menoleh ke saya. Ada kerutan di keningnya, yang kemudian saya jelaskan sebelum dia bertanya lagi ke saya dengan pertanyaan yang lebih ngaco lagi. Saya memberikan dia permen sebentar, lalu dia terima. Saya bilang begini,  "Coi, cewek itu, lo lihat cewek yang lagi ngomong sendirian itu?" 
Dia menatap ke arah perempuan yang saya tunjuk. "Iya gua lihat! Terus kenapa?"


Saya sudah menduganya kalau dia bakalan bingung. Kemudian saya membuka sebungkus permen, dan memasukkan ke mulut saya, lalu saya jelasin lagi. "Dia itu cewek gua, Coi!"
"Serius lu? kok kayak orang gila gitu sih?" katanya. Kali ini saya jadi keselek. 
"Its so seksi meeen. Seksiiiiiii." Saya bilang begitu.
***

Tiba-tiba saya ngulet. Lamat-lamat saya ngeliat hape. Saya kemudian terperanjat. Loh? Udah jam berapa ini? Mampus. Mana lagi ada janji lagi. Anjiir. Saya kesiangan lagi. Hoaam... tidur kali ini nikmat banget deh, sampe kebawa mimpi, mana jauh lagi mimpinya, saya tadi masih ABG, lagi di kantin depan sekolah gitu.

Sunday, 2 September 2018

Hai, Semua Orang, Teriaklah ke Telingaku!

Saya rasa saya kali ini menjadi orang yang paling sedih sedunia. Saya tidak berguna. Saya tidak tau mesti bagaimana. Saya tidak punya ide. Saya diam di tempat. Saya hidup tapi kayak mati. Dan semuanya tampak sangat menyedihkan. 

Huh! 

Bagaimana tidak? Seorang pria seumur saya ini, yang sudah cukup dewasa, walau masih muda,  tapi tidak melakukan apapun.  Tidak melakukan inovasi apapun. Egois. Terlalu banyak santainya. Tidak belajar dari pengalaman. Lalu apa yang bisa saya banggakan setelah ini? 

Ayolah, Man. Bangkit! Saya harus berbuat sesuatu nih. Iya, saya tahu, saya harus melakukan banyak hal di usia ini. Tapi apa? Akal saya seperti tumpul. Saya tidak tahu lagi mesti gimana. Saya bahkan masih senang berdiam diri di rumah, ketimbang bersosialisasi.  

Oh, mau jadi apa saya ini? Apa yang bisa saya pertanggung jawabkan? Apa yang bisa saya katakan kepada ibu saya jika belio bertanya, sedang apa kamu nak? Saya tidak mungkin bilang kalau saya lagi gegoleran di kasur, Bu. Saya bahkan berkali kali menolak panggilan Video Call dari ibu saya lantaran saya malu karena saya baru bangun tidur. 

Mengingat ibu saya, saya jadi merasa sedih sendiri. Saya adalah orang yang bakal menjadi harapan buatnya. Sementara saya hanya diam di satu titik. Tak ada kefokusan. Tidak ada kemajuan. Tidak ada semuanya. Saya ini kerdil. Saya tidak mau seperti ini. Tapi saya mesti bagaimana? Kadang saya masih suka bingung sendiri di umur yang sedewasa ini. 

Saya harus mencari lagi. Apa yang saya kejar harus saya dapatkan. Agar saya tidak menyesal. Namun lagi lagi, saya merasa enggan, rasa malas jauh lebih dominan dibandingkan dengan tekad saya. 

Hai, semua orang! Tolong bantu saya! Teriaklah kencang ke telinga saya. Bahwa saya harus bekerja. Bahwa saya harus bergerak. Bahwa saya harus melakukan seuatu yang berguna. Bahwa saya harus bertindak. Katakanlah! Tolong katakan kepada saya. Teriakkan menggunakan toa bila perlu. Agar saya bisa sadar. Agar saya jadi tahu diri. Agar saya jadi punya malu. Agar saya peka, dengan keadaan saya, siapa saya, dan apa tujuan saya berada di sini. 

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done