2015 - Hadi Ku
News Update
Loading...

Wednesday, 16 December 2015

Review Buku: Berikutnya Kau yang Mati

Judul: Berikutnya Kau yang Mati
Penulis: Arie F. Rofian
Penyunting: Dyah Utami
Penyelaras Akhir: Sasa
Perancang dan Ilustrasi Sampul: Fahmi Fauzi
Penata Letak: Theresa Greacella
Penerbit: Moka Media
Berikutnya Kau yang Mati


Blurb

Ini adalah kisah enam anak manusia, terpisah ruang dan jarak. Mereka semua tak saling mengenal. Mereka semua tak mengerti. Namun, tanpa pernah mereka sadari, mereka telah terjebak dalam lingkaran takdir kematian. tanpa bisa mereka tolak, kematian mengetuk pintu rumah mereka. Satu persatu, Dan sekarang, mereka harus menghadapi hal yang lebih menyakitkan dari kematian.


***
"Gelap dan hening. Terlampau hening, bahkan. Jantungku mendadak berdegup lebih keras. Tanganku meraba-raba, mencari pegangan untuk kemudian melangkah. Tak ada apa-apa, kecuali permukaan dinding yang memantulkan hawa dingin. Jari-jariku lantas menelusuri permukaan dinding secara perlahan. penelusuran itu baru berakhir ketika jariku mendapati gumpalan cairan yang kental membasahi dinding. Aku mengendus, mencium bau anyir dari jariku yang baru saja menyentuh dinding.

Darah!"

Review

Biasanya kisah Horror tidak lepas dari yang namanya 'kematian'. Awalnya saya menganggap enam kisah kematian yang terjadi di buku ini sebagai kisah-kisah mistis biasa yang menimpa seseorang yang sedang ketiban sial. saya juga bukan seorang penggemar buku horror, bahkan cenderung mencoba untuk menghindarinya. Apalagi setelah mengetahui bahwa isi dari buku ini sepertinya merupakan kumpulan cerpen. saya bukanlah tipe pembaca penggemar buku kumpulan cerita pendek.

Dan saya selalu membayangkan akan bertemu dengan berbagai macam tokoh hantu Indonesia pada buku ini seperti tuyul, genderuwo, kuntilanak, suster ngesot, pocong, dan lain-lain. Sekali lagi dugaanku salah. Pada awalnya saya benar-benar yakin dengan dugaanku ketika disambut oleh kisah Agus yang menegur Johan yang tampak bicara seorang diri, Tetapi menurut Johan dia baru saja berbicara dengan seorang anak kecil berambut panjang.

Kali ini ungkapan apa ya yang bagus untuk dikaitkan dengan buku karya Arie F. Rofian ini? Jangan menilai buku dari genrenya, mungkin?

Satu nilai tambah untuk Penulis, walaupun kisah pada setiap bab berbeda, Tetapi tokoh-tokoh pada satu kisah memiliki hubungan pada kisah selanjutnya yang membuat para pembaca tidak bisa melepas buku yang tidak terlalu tebal ini. Apalagi Penulis membuat 'sesuatu' untuk dijadikan sebagai suatu alasan bagi para pembaca untuk terus membaca bukunya ini, dan alasanku tetap melahap buku ini hingga ke lembar terakhir karena 'sesuatu' itu.

Namun sayangnya, ending cerita yang sempat dipakai oleh Penulis secara beruntun pada beberapa kisah di buku ini membuat feelku terhadap kisah itu sedikit berkurang. Membuatku mudah menebak apa yang akan terjadi pada tokoh utama pada kisah itu.

Penulis sukses merampungkan kisahnya dengan baik. saya sendiri merasa sangat puas setelah selesai membaca buku ini. Perjuangan melahap buku ini hingga lembar terakhir, terbayarkan dengan tuntas. Tidak ada rasa 'kurang tepat' yang sering kali dirasakan ketika selesai membaca beberapa buku stand-alone seperti ini.

Kelebihan

1. Ide ceritanya tidak hanya tentang takdir enam anak manusia yang tidak saling mengenal tapi mengalami keterkaitan takdir yang sama. Yaitu kematian.. Lebih dari itu. Penulis dengan apiknya menyisipkan tokoh di bab pertama ada di bab ke dua. Tokoh di bab kedua ada di bab pertama. Dan seterusnya... Saya yang membacanya juga sampai keheranan. Damn! Keren nih orang nulisnya!!! (baca; pake ekspresi squidward).
2. Alurnya tidak dapat ditebak.
3. Membuat pembaca tidak sabar ingin segera menamatkan bacaannya dan mengetahui bagaimana ending-nya.
4. Ketegangan yang diusahakan oleh penulis dalam narasinya, berhasil. Saya sampai panas dingin membacanya.
5. Tidak hanya tentang kematian. Tapi novel ini juga berisi unsur psikologis yang mengharuskan salah satu tokoh berkonsultasi ke seorang psikiater. Benar-benar  membuat saya lupa bahwa Penulis novel ini lulusan manajemen.

Sunday, 8 November 2015

Isnanto Fitriansyah: 4 dari 5 Buat Novel Long Distance Relationsick

LDR – Sick on everywhere-where
Oke, kenalin: gue Isnanto. Salah satu cowok terbaik di Lubuklinggau yang mempunyai tingkat ketidak-peka-an yang sangat tinggi. Kali ini gue bakal cerita mengenai pengalaman paling berharga dalam hubungan sosial antar sesama manusia, tapi kali ini hubungannya lebih ke masalah hati.  Special One. Who’s that? Beberapa tahun silam, doi-lah yang ngebuat gue ngerasa betah dalam pelajaran Fisika. Sesulit apapun pelajaran itu, ketika sang guru ngasih soal, si doi malah ngejawab soal itu di papan kelas. Super. Kami sekelas merasa lega seketika. Karena kalo sampe nggak ada satu orang pun yang bisa ngerjain, bisa tamat riwayat kami. Itu soal bakal dijadiin PR, bahkan soal pun di perbanyak jumlahnya. Wedan kan?  Kemana lagi kami harus mencari wangsit buat ngejawab soal Fisika itu, satu soal aja nggak kejawab, apalagi ini? Tapi untung aja, ada si doi yang yang baik hati ngasih contekan ke kami, orang sekelas. Doi ngasih contekan, tapi gue malah ngasih hati ke doi. Doi pun nerima. Dan terjadilah serah terima hati. Kelelep Hari berlalu, kian berlalu. Hingga pada akhirnya keadaan yang mengharuskan kita untuk LDR. Do you know? It is Long Distance Relation. Sebuah hubungan jarak jauh. Butuh kepercayaan tingkat internasional buat ngejalanin hubungan jarak jauh ini.  Eits, sampe disitu aja ya gue cerita. Ini udah pindah lapak soalnya. Kali ini gue bakal ngajak lo untuk fokus di novel perdananya Kak Hadi. Nggak fokus-fokus amat sih, karena gue bakal bahasnya secara singkat.  Nama lengkap penulis novel ini adalah Hadi Kurniawan. Seumur hidup gue, udah berapa banyak ya gue nemuin orang yang nama belakangnya itu Kurniawan. Banyak deh. Temen se-prodi aja udah dua orang, yang satu cowok namanya Kurniawan dan yang cewek tinggal ditambah wati, jadilah Kurniawati. Namanya kurnia ya, gue yakin orang tuanya mengharapkan pemberian (kurnia) yang baik buat kehidupan anaknya kelak. Aamiin.

foto diambil dari twitternya 

Nama novelnya LDR, di tambah akhiran sick. Jadilah ‪#‎LongDistanceRelationSick‬. Novel ini berkisah antar sepasang anak muda, sang cowok bernama Minggu dan si cewek bernama Ciska. Nah, keadaannya mereka baru lulus SMA (sepertinya, karena di novel nggak di gubris mengenai kehidupan selama Sekolah Menengah Atas)* akan melanjutkan pendidikan perguruan tinggi. Si Ciska keterima di Palembang, dan si Minggu keterima di Bandung, lebih tepatnya orang tua Minggu dipindah tugaskan ke Bandung jadi Minggu mau nggak mau harus ikut. Si Ciska keterima di jurusan Fisika (Gila, FISIKA? Gue ngebatin. Kok ceritanya sama percis kayak gue? Alamak. Skip)*. Dan si Minggu nggak tau dia masuk jurusan apa. Apakah masuk ke got? Oh tentu tidak, soalnya di got lagi ada syuting LARVA, yang nantinya bakal ditayangin di stasiun tv Indonesia yang ber-tagline oke itu, entah tahun berapa. Suatu ketika Minggu minta dicium oleh Ciska. Ciska spontan menolak. Beberapa saat kemudian Minggu ngajakin Ciska buat LDR-an. Ciska langsung pergi. Butuh perjuangan bagi Minggu memberikan alasan yang jelas kepada Ciska mengenai keputusannya untuk menjalani LDR. Minggu harus berguru ke Ages terlebih dahulu buat ngasih alasan itu. Si Ages ini, Gaes, -- dia adalah temennya Ciska. Bisa dibilang Ages ini punya peranan penting bagi hubungan Minggu dan Ciska. Dan terjadilah LDR di antara mereka.  Hari demi hari mereka lewati, tanpa disadari masing – masing dari mereka mempunyai kenyamanan baru, dimana kenyamanan ini mempunyai setingkat lebih tinggi dari rasa kenyamanan sebelumnya. Ya, inilah lika liku dalam menjalani LDR. Banyak godaannya, gaes! Yakin deh. Pada akhirnya, 9 dari 10 orang memilih untuk putus ketimbang untuk terus menjalani LDR. (Itu survei dari mana ya?)*. Novel ini bergenre komedi cinta-cintaan. Satu hal yang ngebuat gue langsung ketawa ketika baru membaca novel ini. Ya itu tadi, ceritanya hampir menyerupai pengalaman gue dengan doi waktu itu. Ini kalo di sinetron, pas mau baru mulai, pasti ada tulisan kayak gini: Ini adalah cerita fiktif belaka. Bila ada kesamaan cerita, tokoh maupun keadaan, kami mohon maaf”. Tapi sayangnya, di novel ini nggak ada tulisan itu. Yang ada cuma; ‘penulis ngasih ucapan spesial buat kamu. Iya kamu.’ (Sambil nunjukin ke kamu)*. Iya, Kamu. Menurut gue, ini novel pantesnya dibaca untuk remaja tengah s.d. remaja akhir; eh yang udah dewasa juga nggak apa-apa kok. Dikarenakan di novel ini lo bakal nemuin kata cium, mimpi basah hingga bo**p. Mungkin sang penulis lagi memikirkan hal itu pada saat menulis novel ini kali, ya? Oh iya, gue juga nggak nemuin alasan yang pas, baru di halaman 8, Minggu dan Ciska tiba-tiba ngomong pakai ‘aku-kamu’, padahal narasi penulis pakai sapaan ‘lo-gue’, gitu. (Kalian tahu, Gaes? Cara penulisan Hadi Kurniawan ini lah yang menuntun seorang Isnanto menggunakan kata lo-gue dalam penulisan ini. Skip). Nggak cuma ke Ciska aja, tapi Minggu ngomong pakai sapaan ‘aku-kamu’ ke Ifra. Siapakah Ifra itu? Makanya baca ini novel! Nggak butuh waktu banyak buat nuntasin novel ini. Mungkin, lo yang punya hobi baca, sekali duduk langsung abis tuntas. Lumayan menghibur-lah novel ini. Pas buat lo ngabisin waktu di sore hari, sebagai cemilan di akhir pertemuan singkat. Ce’ile. Hahaha. Untuk skor gue kasih 4 dari 5 deh buat novel Long Distance Relationsick. Makanya, buat lo semua yang pengin tahu apa itu LDR, suka dukanya gimana, atau yang udah ngerasain tapi pengin terjebak nostalgia lagi, novel ini pas untuk lo baca.
“Ciska, Sayang. Aku nggak menolak kamu. Dengerin aku. Dengerin isi di hati aku. Aku hanya mengulur waktu aja, Sayang. Karena aku bukan tipe cowok modus yang cuman mau memanfaatkan kamu. Aku tulus... sayang sama kamu.” (Long Distance Relationsick, halaman 64).


Sunday, 1 November 2015

Review Buku: More Than This

Banyak pembaca yang memuji akan kehebatan buku yang bergenre YA Dystopian ini. More THan This ini terbit 2013. Menggabungkan fiksi ilmiah dengan surealisme, memadukan kisah remaja yang familiar dengan cerita futuristik-distopia, More Than This bercerita tentang seorang remaja yang bunuh diri, tenggelam, di samudra, dan terbangun di sebuah dunia yang kosong. Sendirian, dia menjelajahi dunia barunya yang absen dari manusia, namun penuh tanda-tanda peradaban. Perlahan, ia mempelajari kenyataan-kenyataan yang ada – mengenai hidup dan kematian, mengenai nyata dan tidak – dan menemukan keganjilan yang tak terkatakan.

Judul: More Than This
Penulis: Patrick Ness
Tahun Terbit: 2013
Penerbit: Walker Books Ltd
Halaman: 480 lembar 

More Than This

Sinopsis buku More Than This 

Mengisahkan tentang seorang remaja pria, Seth, yang pingsan dan lalu  mendapati dirinya tidak  berada di Amerika Serikat melainkan berada di Inggris, di rumahnya di mana dia dibesarkan.  

Seth dibuat heran dengan apa yang terjadi dan mencoba mencari tahu mengapa dia bisa berada di sana. Seth bukan hanya kesepian, namun juga mendapatkan semacam mimipi-mimpi buruk akankenangan pahit sepanjang hidupnya. 

Review buku More Than This

Alasan yang menjadikan buku berkesan adalah penulis membuka pembukaan dengan mematikan tokoh utama atau lebih tepat lagi, 'bunuh diri'. Karena biasanya di buku-buku yang lain, tokoh akan dibuat mati di akhir cerita. Maka inilah keunikan dari buku More Than This ini (MTT)

MTT terbagi dalam empat bagian di mana bagian pertama dan kedua hanya menceritakan bagaimana Seth pingsan dan mendapati dirinya sendiri di tempat yang menjadi mimpi buruknya sewaktu kecil, yaitu Inggris. Suatu hal buruk terjai kepada adik lelakinya dan dia berefek pada Seth. Kerana itu dia membenci Inggris, lalu dia pindah ke Amerika Serikat. Kemalangan itu menghantui Seth dan membuat dia merasa bersalah sepanjang hidup. 

Patrick Ness - penulis buku ini, mengembangkan konflik cerita di dua bagian terakhir dengan memperkenalkan tokoh Thomasz dan Regine yang terperangkap bersama Seth dalam dunia asing. Kejutan mula terasa di bagian terakhir dan MTT diakhiri dengan akhiran yang dapat membuat pembaca tercengang, dengan kata lain plot-twist!! 

Pembaca seolah-olah sedang menyusun kepingan puzzle dan Patrick Ness memberantakan kepingan-kepingan itu. 

Paling menarik, MTT dilengkapi dengan transisi present dan past di mana ia diselang-selingkan dengan kehidupan Seth sebelum dia pingsan. Di sini pembaca mula mengenal tokoh utama ini tentang bagaimana dia mengalami tekanan hidup sejak kecil dan rasa dikucilkan oleh orangtuanya sendiri. Drama terjadi ketika Seth terpaksa berhadapan dengan orang sekelilingnya jika  rahasia hubungannya dengan Gudmund terbongkar. 

Hampir separuh dari buku ini hanya melibatkan tokoh utamanya, tapi siapa yang menyangka jika hanya dengan satu tokoh saja,  sudah cukup untuk menghidupkan sebuah cerita dalam buku ini?

Setiap bagian dalam MTT diceritakan dengan begitu terperinci membuatkan pembaca seolah-olah berada di tempat tokoh utamanya, Seth. Ketika membaca MTT, pembaca dapat merasakan ketakutan, kebingungan, dan perasaan seperti diasingkan yang dialami Seth. 

Wednesday, 28 October 2015

Kejadian Horror di Sekolah

Happy Halloween Day 2015

Ada yang pernah ikut merayakan Halloween? Gue belum pernah sih. Halloween ini adalah perayaan malam 31 Oktober katanya, Gaes. Biasanya orang-orang bakalan memakai kostum seram. Untuk itu kali ini gue bakal ngereview buku seram deh, terbitan dari Bukune. Sebelumnya gue ceritain, buku yang gue review ini adalah hasil jerih payah gue ngeblog, anggap aja begitu. Karena di tahun 2014 awal lalu, gue terpilih sebagai host di Blogtour Horror yang diadakan oleh penerbit bukune. Ada 9 buku horror yang gue dapetin salah satunya ini.

Cekidot lah!
*** 

Bagi orang biasa, sekolah umumnya merupakan tempat belajar. Namun bagi orang yang tidak biasa sekolah bisa jadi tempat bertemu kejadian yang membingungkan, tempat jatuh cinta, sampai tempat yang menyeramkan sekalipun.

Ciuman pertama – bercerita tentang Dessy yang tiba-tiba saja sakit di sekolahnya yang baru hingga membuatnya dilarikan ke UKS. Di dalam UKS dia mengalami sesuatu yang ganjil. Dia merasa ada kerumunan cowok-cowok yang sedang membekap seseorang di bilik sebelahnya. Dessy bingung antara mimpi atau nyata. Kejadian itu mempertemukannya dengan Evan. Evan menemaninya ke pentas seni yang diadakan sekolahnya malam hari, dan suatu kejadian yang tak terbayangkan terjadi di sebuah kelas hingga membuat lipstiknya berantakan. Betapa terkejutnya Dessy saat teman-temannya masuk ke kelas itu, mereka hanya menemukannya seorang diri. Sebuah kalung yang dikenali oleh Rieka tadinya adalah milik Evan berada di tangan Dessy, gadis itu pun ketakutan, hingga melaporkan kejadian itu kepada dewan guru. Pak Lodang menceritakan bahwa delapan bulan sebelumnya terjadi tawuran hingga membuat seorang siswa koma lalu meninggal. “Siswa kami yang meninggal itu bernama Evan.” (Hal. 15)

Teman Sekamar – bercerita tentang Rina, seorang mahasiswi baru yang tinggal di asrama nomor A-13. Di dalam kamar itu Rina ditemani Asri yang tak pernah dia ketahui bagaimana latar belakang hidupnya. Yang Rina tahu, Asri adalah teman yang baik, yang perhatian, dan Asri selalu saja tahu apa yang ada dipikiran Rina. Asri pernah bercerita kepada Rina, kalau ada seorang mahasiswi yang dirampok sampai mati, selanjutnya Asri memperingatkan Rina untuk tidak keluar malam sendirian. Hingga suatu ketika, Wenny, temannya di kamar sebelah mengatakan sesuatu yang membuatnya berpikir keras dan membuat tubuhnya down. “Kamu tahu kan, di sini satu kamar untuk satu orang? Kalau mau ngajak teman menginap mesti izin dulu ke pengelola,” (Hal. 35)

Terlambat Datang – mengisahkan tentang Lidya yang terlambat datang ke tempat lesnya. Ibu Prita guru lesnya mengernyitkan dahi saat melihat gadis itu dalam keadaan kuyup. Pada saat itu Bu Prita memberikan tugas kepada seluruh muridnya untuk menceritakan kejadian yang mereka alami. Saat Lidya mengumpulkan tugasnya, Bu Prita menangkap sebuah keganjilan pada gadis kuyup tersebut. Di sekitar telinganya ada cairan yang berwarna merah kental. Beberapa menit kemudian, Bu Virgy memberikan kabar yang membuat Bu Prita tercengang. “Bu Prita, murid Ibu ada yang meninggal. Kasihan … ketabrak mobil waktu naik motor menuju ke sini. Meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.” (Hal. 51)

Makalah Remidial – menuturkan cerita Ninda yang harus bolak-balik ke perpustakaan karena mesti mengumpulkan makalah dalam waktu dekat. Beruntung dia bertemu dengan Putri di tempat itu. Sebagai seorang yang merasa terbebani dengan tugas, Ninda menerima tawaran Putri begitu saja, saat Putri menjanjikan akan membantunya. Dua hari kemudian, Putri memberikan sebuah makalah yang selanjutnya diserahkan oleh Ninda kepada Pak Eddy. Betapa terguncang jiwa Ninda saat Pak Eddy mencap Ninda sebagai plagiat. Pada saat yang bersamaan Ninda sadar bahwa Putri yang mendadak menjadi pahlawan baginya itu ternyata bukan manusia. “Dengar baik-baik, ya. Saya masih ingat dengan makalah ini. Ini adalah  makalah mahasiswi saya yang bernama Putri. Makalah ini sebelumnya saya tolak. Tapi sayangnya, mahasiswi itu menunggal dunia akibat kecelakaan, dan Putri belum sempat memperbaiki makalahnya.” (Hal. 72-73)

Penunggu Kamar Kos – Jodi yang merasa beruntung mendapatkan tempat kos memiliki banyak fasilitas seperti TV Kabel, dan wifi gratis bahkan juga bebas biaya listrik. Peninggalan perabotan dari penunggu kos sebelumnya membuat Jodi semakin merasa beruntung mendapatkan tempat kos itu. Namun rupanya, ada sesosok perempuan cantik di kamar kos tersebut yang selalu mengganggu tidur Jodi. Dari obrolannya dengan sesama penghuni kos, Jodi akhirnya tahu kalau kosannya itu adalah tempat yang angker. Beberapa orang yang menghuni kos tersebut sebelumnya pun mengalami kejadian yang tak kalah menyeramkan dari dirinya.

 Playlist Siapa – Sebuah lagu lama yang Dian perkirakan dari tahun lima puluhan tetiba berada di playlist-nya. Anehnya, saat lagu itu berputar, seorang bocah kecil bernama Mimi muncul di depannya. Beberapa hari setelah mengenal Mimi, Dian mengalami ‘tindihan’ dan selanjutnya Dian terlempar ke masa lampau. Kampus yang tadinya dia jejaki, mendadak berubah menjadi Panti Asoehan Kasih Iboe yang tertulis besar dengan ejaan lama. “Di salah satu dahan pohon besar itu, Mimi tergantung dengan tali rafia warna merah.” (Hal. 119)

Di Gazebo Tengah Malam – Sandy menemukan seorang cewek saat tengah malam di sebuah kampus di Jakarta. Gazebo Fakultas Arsitektur itu menjadi saksi, kalau ada seorang cewek bermuka rata hingga membuat Sandy lari tunggang langgang.

Saat Jantung Berdegup Kencang – kisah Dea yang bertemu anak kecil di dalam toilet, kisah Ihsan yang bertemu bapak-bapak berbadan hanya sebatas perut,  dan kisah Yuna yang bertemu dengan sosok perempuan bergaun sedang berjalan zig-zag.

Buku ini menceritakan tentang tujuh cerita-cerita horor yang dikemas dengan gaya teenlit yang menarik. Dalam buku ini, Hana R. Praptini menyatakan bahwa cerita-cerita ini sebagian besar terinspirasi dari kejadian nyata. Penuturannya yang lembut berhasil membuat siapa saja yang membacanya merasa seram dan merinding total.
***
Identitas Buku
Penulis: Nana R. Pratiwi
Penerbit: Bukune
Cetakan: 1, 2013
Tebal: viii+164 halaman
ISBN: 602-220-102-0



After School Horror
Pernah dimuat di Rimanews dengan judul Sisi Lain dari Sekolah http://budaya.rimanews.com/buku/read/20140722/162928/Sisi-Lain-dari-Sekolah?hc_location=ufi 

Tertarik buat membaca buku ini, Gaes? Ayo cari di tokobuku terdekat! 





Monday, 19 October 2015

Review Buku: LONG DISTANCE RELATIONSICK

Judul: LONG DISTANCE RELATIONSICK
Penulis: Hadi Kurniawan
Penerbit: Ragam Media
Editor: Fatimah Azzahrah
Cet: I, Mei 2015
Tebal: 190 hal 13x19 cm
Harga: Rp. 38.000


Blurb

Gue pikir, menjalin hubungan LDR itu sama aja kayak air kopi tanpa gula. Pahit. Banyak sekali cobaan.

Gue seringkali ngalamin yang namanya galau. Kalau setiap Sabtu malam orang-orang nge-date sama pacarnya, sedangkan gue, ya, Tuhaaaan! Gue hanya bengong doang, nungguin anak ayam turun seribu yang mati satu tinggal sembilan ratus sembilan puluh sembilan. Giliran anak ayam tinggal dua dan gue melihat ayam itu gandengan, gue pasti bakalan envy abis. Anak ayam aja gandengan, masa gue enggak?

***


Ini bukan kisah sedih di hari Minggu. Ini kisah sedih yang dialami Minggu (iya, nama orang bukan nama hari). Semenjak terpisahkan oleh jarak dengan pacarnya, cowok itu sering gonta-ganti nada dering yang bikin bermuram durja. Kadang pake lagu Jaga Selalu Hatimu-nya Seventeen, kadang pasang Lagu Rindu-nya Kerispatih.


Semuanya masih baik-baik saja asalkan stok pulsa terjamin atau operator nggak iseng-iseng nyapa doi: “Nomor yang Anda tuju sedang sibuk.” Kalau kedua hal itu udah kejadian, prasangka buruk pun dateng dan seharian bakal annoying. Dia lagi apa? Lagi pergi sama siapa? Udah makan belum? Udah poop belum? *abaikan pertanyaan terakhir*


Dih, ngerasa senasib sepenanggungan? Daripada lo nangis senderan di dalam kamar mandi sambil shower-an, mending lo meratapi nasib bareng Minggu aja deh!


Review

Salah satu jenis tulisan yang sekarang mulai marak adalah personal literature atau disingkat pelit. Sebuah jenis tulisan yang termasuk jenis non-fiksi. Jadi cerita dalam naskah pelit adalah kisah nyata yang benar-benar dialami oleh penulis atau kharakter yang ada di dalam cerita. Terlepas kita mengenal penulisnya atau tidak, jika membaca novel debut Hadi Kurniawan yang ia  tulis dengan sudut POV1 (gue atau Minggu)  maka serta merta kita akan mengira kalau Hadi eh novel-nya ini benar-benar pelit. Tapi untuk kebenarannya silakan tanya pada @hadikurz


Dalam novel yang baik cover dan juga layout-nya sungguh sangat menarik ini, diceritakan sosok seorang Minggu Mahardika. Tokoh utama yang berkharater centil dan pe'a yang sepanjang cerita mengalami kegalauan demi kegalauan yang pada akhirnya malah bisa membuatnya semakin dewasa dan bijaksana. Curhat Minggu tentang LDR-nya dengan Ciska kepada pembaca mengalir sampai jauh (kayak Bengawan Solo aja hihi), enak dinikmati dan bisa mengaduk-aduk rasa. Membuat pembaca larut antara meringis terhibur sekaligus geregetan ingin menjitak penulisnya eh Si Minggu ding.


Novel yang menurut saya termasuk kategori young adult ini ( baca: tidak direkomendasikan untuk pembaca di bawah umur tanpa pendampingan orang dewasa #tsaaah) selain berisi tulisan gaya ngocol sesuai kharakter pe'a  Si Minggu juga ditaburi analogi-analogi yang keren. Dialog-dialognya cukup bernas dan narasinya tergolong tidak membosankan.

    "... Hidup ini layaknya kubus yang memiliki enam buah sisi. Jika kemarin atau beberapa waktu lalu gue merasa sedih, itu artinya gue sedang melihat dari sisi terbawah dari kubus itu. Kenapa gue selalu galau? Karena gue nggak pernah mau berpikir dari sisi yang lain." (hal: 165)

 
Document Pribadi


Meski ada beberapa typo untuk beberapa kata dan tanda baca yang juga sempat membuat sebutan 'gue' mendadak berubah jadi 'aku'. Novel ini tetap recommended untuk dijadikan koleksi karena kisah galau di hati Minggu dijamin bisa menjadi obat galau bagi pembacanya, khususnya bagi yang sedang menjalin hubungan jarak jauh. Sarat pesan kebajikan baik yang tersurat maupun tersirat, tentang bagaimana agar hubungan percintaan baik dengan kekasih ataupun sahabat tetap bisa berjalan dalam proses kebaikan dan perbaikan diri.

***


Arista Devi
HK, Juni 2015

Saturday, 10 October 2015

Give Away Buku 19 Jurus Mabuk Penulis Sukstres

Udah tahu belum kalau gue ikut berkolaborasi dalam pembuatan buku 19 Jurus Penulis Sukstres? Nah, biasanya kalau gue pamer buku baru gini, sering kali gue temuin orang yang nginboks mintain gratisan.

Kebetulan nih, lagi ada GiveAway. Jadi buat para pecinta gratisan, mendingan ikut ini deh. Disediakan dua eksemplar buat yang beruntung.  Tapi sebelumnya gue kenalin dulu buku ini seperti apa.

Cover

Universal Nikko
Blurb
Mau jadi penulis tapi bingung mulai dari mana? Belum menulis sudah pusing duluan. Sudah menulis tapi tata caranya tak beraturan.

Tetapi seribu alasan yang bisa meruntuhkan impianmu menjadi penulis akan terpatahkan dengan mudah sekarang. Buku 19 Jurus Mabuk Penulis Sukstres--alias sukses tanpa stres--akan menjawab tuntas semua pertanyaanmu.

19 Jurus Mabuk Penulis Sukstres memuat jurus menulis beragam genre, fiksi maupun nonfiksi, sehingga kamu bisa mempelajari semua jenis tulisan hanya dalam satu buku.

Jadi, jika kamu ingin menjadi penulis serba bisa, buku inilah jawabannya!

GiveAway

Buat yang pengen ikutan ini caranya gampang banget. Cukup sign in GoodReads menggunakan akun G+ lo, atau menggunakan facebook juga bisa. Selama ini kalau gue sih masuk via facebook. Nah kalau udah, lo cukup klik Enter Giveaway pada tulisan di bawah ini, atau menuju ke widget sebelah kanan atas blog ini. 



Goodreads Book Giveaway

19 Jurus Mabuk Penulis Sukstres by Mayoko Aiko

19 Jurus Mabuk Penulis Sukstres

by Mayoko Aiko

Giveaway ends October 22, 2015.
See the giveaway details at Goodreads.
Enter Giveaway

Mudah bukan?

GiveAway ini berlangsung selama satu bulan penuh. Terhitung sejak 22 September - 22 Oktober 2015. Satu akun hanya bisa enter satu kali. Kayaknya kalau lo punya banyak akun, lebih baik ikutan ini semua. Sah-sah aja sih, nggak ada aturan lain kok, asal klik Enter Giveaway aja. Dan kesempatan buat menangnya juga akan lebih besar kalau makin banyak akunnya. 

Catatan dari gue, pastikan data diri yang lo masukkan itu benar. Karena pemenang akan dipilih oleh mesin, bukan gue, ataupun penulis lain dari buku ini. Sekali lagi, pemenang dipilih mesin. Jadi gue harap, setiap data yang lo masukkin beneran valid, bila perlu bubuhkan nomor yang bisa dihubungi. 

Gue punya pengalaman, satu bulan yang lalu gue bikin GiveAway serupa untuk buku Long Distance RelationSick, tapi sampai sekarang bukunya belum gue kirim karena gue kehilangan kontak si Pemenang. Lo nggak mungkin mau mengalami nasib yang sama kan apabila lo menang?  

Cukup itu aja sih penjelasan dari gue. Kalau ada yang pengen ditanya, boleh mention gue di twitter @had1k, atau penerbitnya @UniversalNikko. Selamat menggantungkan harapan. Mohon maaf lahir batin. Jangan lupa bahagia ya! 

Ada yang mau ikutan GiveAway ini nggak sih, omong-omong? :v

Wednesday, 7 October 2015

Review Buku: Beautiful Regret

Review Buku: Beautiful Regret


Biodata Buku
Penulis                        :   Dion Sagirang
Penerbit                      :   Grasindo
ISBN-13                     :   9786022515203
Tgl Penerbitan           :   2014-05-19
Bahasa                        :   Indonesia
Cover:

Beautiful Regret


Setelah merasa dikekang dan dipaksa menjadi sebuah mesin penghasil uang oleh Kakak kandungnya, Han Seon Mi melarikan diri, dan nekat menenggak minuman keras hingga membuatnya mabuk.

Terkadang seseorang dalam keadaan kalut memang tidak dianjurkan untuk memutuskan sesuatu. Sama halnya seperti Han Seon Mi – tokoh dalam novel ini, agaknya dia harus menyesalkan keputusannya. Dalam keadaan mabuk itu Han Seon Mi diganggu oleh beberapa lelaki yang selanjutnya membuat dirinya tidak sadarkan diri.

Beruntung seoarang pria yang digambarkan sebagai laki-laki muda yang tampan, menolong Han Seon Mi, serta bersedia merawatnya hingga pulih. Namun, keputusan pemuda yang bernama Shin Yong Hee untuk membawa pulang Han Seon Mi itu adalah kesalahan besar. Apalagi, keputusannya untuk membawa Han Seon Mi pulang ke rumahnya, tanpa sepengetahuan Bibi Hyun – ibu kandung Shin Yong Hee.

Awalnya Shin Yong  Hee  panik  ketika  mendapati  respons buruk Kim Min Ji yang menganggapnya telah melakukan hal tidak senonoh terhadap gadis yang baru ia ketahui namanya adalah Han Seon Mi, seorang artis yang namanya sedang bersinar.  Kim Min Ji yang memberitahu siapa gadis itu sebenarnya. Dan, Shin Yong Hee merasa menemukan titik terang untuk memberi kabar Han Seon Mi kepada keluarganya. (Hal. 18)

Adegan berikutnya digambarkan bahwa Kim Min Ji sedang tak ada jadwal kuliah. Seraya bermalas-malasan, wanita belia itu menyalakan televisi. Namun alangkah kagetnya dia, saat mendapati kabar bahwa ada seorang Manajer Artis yang menyebar isu bahwa Artisnya tengah diculik.

Han Tae Ra memaksa adiknya untuk bersandiwara dalam sidang, hingga membuat Hakim menjatuhkan hukuman kepada lelaki itu.

Ahjussi, pemuda ini yang telah memengaruhi adik saya dan menculiknya. Dia juga tengah mencoba memeras ... ya dia mencoba meminta banyak uang kepadaku. Saya harap, hukum segera menyelesaikan kasus ini.” (Hal. 42)


Setelah menjebloskan Shin Yong Hee ke dalam penjara, Han Seon Mi kembali kepada aktivitas lamanya sebagai penyanyi. Dia mengadakan konser dengan penonton yang riuh di Seoul Olympic Stadium.

Kehilangan mata pencaharian sama saja kehilangan penghasilan. Bibi Hyun kini membantu keluarga Kim Min Ji berjualan mie. Yi Jung - seorang pelanggan setia di kedai buburnya dulu membuat Bibi Hyun bersedih lagi.

Bibi Hyun terdiam beberapa saat, seolah berpikir dari mana ia akan memulainya. Kemudian wanita itu menceritakannya dari awal hingga akhir, termasuk mengenai nasib putranya.  Rasanya ia juga tak merasa malu ketika menangis di hadapan Yi Jung, padahal laki-laki itu masih orang asing baginya. Mendengar cerita Bibi Hyun membuat hati Yi Jung terenyuh. Terlebih ketika mendengar cerita tentang putranya yang kini mendekam di penjara. (Hal. 96)

Perjalanan cerita cinta Shin Yong Hee dan Han Seon Mi yang panjang ini ditulis oleh Dion Sagirang dalam sebuah novel yang berjudul Beautiful Regret. Novel setebal 248 halaman ini tidak hanya mengedepankan unsur percintaan, namun juga menampilkan sebuah kekeluargaan yang hangat serta persahabatan yang sangat menyenangkan.

Bersetting di Korea dengan nama tokoh yang juga kekorea-koreaan, dalam buku ini dapat ditemui juga beberapa istilah dan sapaan-sapaan dalam bahasa Korea.
***

Friday, 25 September 2015

Quiz Vonvon Heboh di Facebook

Kalau lo pernah mainan Vonvon, artinya lo gaul bangat, Gaes. 

Tahu kan permainan ini? Sebut saja vonvon, sebuah aplikasi unik yang menyajikan fitur yang lucu-lucu. Akhir-akhir ini di beranda facebook gue ada yang ngeshare permainan ini. Katanya permainan ini dikembangkan oleh developer dari Korea Selatan. Permainan ini gampang banget dimainin, sehingga sempat heboh di Sosial Media, facebook.  

Cara menggunakannya cukup login via facebook doang. Dan kita bakal disajikan dengan beragam permainan unik yang lucu-lucu. 

Salah satunya adalah seperti ini: 
1. Seperti apakah  cinta segitigaku? 

Segitiga
Gue nyoba ini semalam. Sebenernya gue juga bingung ini ngambil hasilnya bagaimana. Kalau menurut temen gue sih, ini diambil dari seberapa sering kita berkomunikasi dengan orang tersebut. Semakin sering kita berhubungan di facebook, maka semakin besar juga kesempatan nama orang itu muncul di permainan vonvon yang kita mainkan. 

Tapi gue bingung juga sih. Kadang orang yang jarang banget gue sapa, bahkan bisa dibilang nggak pernah sama sekali. Seperti gambar ini: 

Gosip
2. Gosip tentang Hadi Kurniawan

Di gambar gosip itu muncul nama Alina, dan gue ceritain deh, ini gue sama sekali nggak pernah hubungan, baik chat maupun komentar. Lantas kenapa muncul nama dia?

Sebuah misteri vonvon, sebut saja begitu. 

Tapi dari semua itu, ada satu yang gue senengin sih. 

3. Apakah kamu mengirim temenmu ke Surga atau Neraka?

Yang ini sekali lagi nunjukkin kalau Alina muncul di vonvon gue. Dan sekali lagi gue mikir, kenapa serta bagaimana nama Alina bisa muncul? Oke, pertanyaan yang tidak perlu dijawab sih. 
Alina Fresila

4 Apakah aku ganteng?

Charlie Charlie
Di permainan ini gue disuruh bikin pertanyaany yang ditujukan kepada Charlie Charlie. Kemudian pensil yang diagonal itu bergerak memutar. Semalam gue bikin pertanyaan untuk Charlie Charlie, apakah gue ganteng, dan Charlie Charlie menjawab kalau gue ganteng. Sekali lagi, gue ganteng katanya, Gaes, gue ganteng!

5. Bagaimana Namamu Terbentuk?

Hadi Ku
Ini salah satu yang gue suka juga sih. Yah, akhir-akhir ini gue emang seneng disanjung gitu. Jadi nggak apa-apalah kalau gue seneng membaca hasil vonvon yang ini. Dalam permainan ini, nama gue dibilang dalam bahasa Roma berarti Pangeran, yang ditambah arti dalam bahasa Arab yaitu  Tampan. Agak nggak masuk di akal sih. Tapi lucu. Jadilah nama gue itu terbentuk dari nama Pangeran Tampan, katanya. 

6. Surat dari Teman

Surat dari Teman
Ini juga gue suka. Surat dari teman ini yang lucu adalah isi suratnya. Dalam foto itu tergambar surat yang seolah-olah berasal dari Bibi gue, sebut aja Arista Devi. Dan, gue sempat ngikik waktu membaca surat yang menyatakan doi barusaja punya kolam renang baru. :D Jadi pengen berenang. 

7. Siapa yang Menyayangimu? 

Hasilnya menyebutkan nama Febri. Bisa dimaklumin sih, akhir-akhir ini gue emang sering banget ngobrol sama orang ini. Kadang bahkan telponan bareng. Gosipan aja sih. Namanya juga anak muda. Hadoooh.
Febri


 8. Siapakah belahan jiwa Anda yang sesungguhnya?

Sejauh ini gue kok mulai bosan ya. Lagi-lagi nama Febri Wulandari yang muncul. Kenapa harus Febri sih? Kenapa nggak yang lain? Kenapa bukan Chelsea Islan? Tiba-tiba Febri nyeletuk, 'Selama ini yang nemenin kamu aku, Di, aku. Bukan Chelsea Islan. Melek wooii! Ngimpi aja bisanya.'

Lalu gue tertegun, dan sadar. Febri benar juga. Lalu ekspresi gue kayak di foto profile facebook gue di bawah ini. Pusing.

Febri
9. Apa alasan kamu muncul di Berita Utama?

Di sini gue bersukur, nama yang muncul buka  Febri lagi. Tapi nama Vindy Putri.
Jurnalis Vindy melaporkan bahwa jalan raya di mana-mana harus diblokir untuk mengontrol kerumunan masyarakat yang menyatakan dukungannya terhadap Hadi. 

Jurnalis Vindy
 10. Pengaruh Baik dan Buruk





 Ini permainan terakhir yang gue coba. Manakah di antara temanmu yang pemberi pengaruh baik/buruk?  Di sini muncul nama Haris Firmansyah dan Isnanto Fitriansyah. Sama-sama cowok, dan sama-sama berakhiran syah. 
*** 

Dari 10 jenis permainan di vonvon ini gue jadi mikir, ternyata temen gue segelintir banget ya :v

Thursday, 10 September 2015

Review Buku: Keluarga Salah Gaul

Keluarga Salah Gaul ini adalah novel bikinan +Caca cungkring, teman saya asal Air Batu yang punya nama pena Vivie Hardika. 

Ngomongin tentang salah gaul mah nggak ada habisnya. Kalau ngomongin novel ini, seru. Bisa bikin ketawa. 

Sebut aja Nikita, yang biasa disapa Kita. Seorang pelajar SMP yang suka keliru dalam menafsirkan kegaulan. Bukan hanya itu, kedua orangtuanya, si Mimi yang ibu rumah tangga, Pipinya yang seorang agen finansial, juga adeknya si Dudung yang masih duduk di bangku SD tapi pikirannya kadang udah tua.  Komplit, sekeluarga aibnya naudzubilah. Wahahaha. 

Lucu, seru, dan menghibur. Cocok buat lo yang seneng membaca buku lucu-lucuan. 

**** 


Review dari saya. 

Sampulnya, oke banget. saya suka nuansa biru tuanya. Dan lagi, aksen salah gaul dari seorang Kita ini tercipta sekali. Ada tampilan android di belakang sampul semakin membuatnya tampak kekinian.

Gaya bahasa yang dipakai Vivie ringan, mudah dipahami. Seru. Jokesnya juga ngena. 

Ditengah-tengah cerita yang syahdu ada komiknya. Kece badai.

Kelebihan buku ini saya tampilin lewat foto aja ya.

Kelebihan

Coba perhatiin ujungnya. Lebih kan? Wahahaa. Iya, Vroh, itulah kelebihannya. 

Intninya ini buku yang kocak. Ada saja lawakan di setiap adegan. Hanya saja, ini seperti kumpulan cerita kalau menurut saya mah. saya akui penulis pandai menemukan jokes yang kreatif. Salut buat Vivie. By the way, makasih udah nulis nama saya di ucapan terimakasih ya, Kring. saya jadi berasa pangeran! Tsaaaaaah.Grab it fast, Guys!

Keluarga Salah Gaul


Penulis:Vivie Hardika
Penyunting: Gari Rakai Sambu
Penerbit: Ragam Media
Ukuran: 13 x 19 cm
Tebal: 180 halaman
ISBN: 978-979-911-534-8
Harga: Rp37.000,- *)




“Tadi kita disuruh ngapain sih, Mil?” tanya Nikita Willy. Bukan. Nikita nggak pake Willy ini emang suka telmi kayak begini. Mili selaku teman sebangkunya kadang-kadang jadi kesal sendiri.
“Mengarang, Kit.”
“Mengarang gimana?”
Tuh kan, tanya lagi.
“Mengarang! Jadi, kita disuruh ngarang tentang keluarga kita. Mama, papa, adik, kalau ada nenek di rumah ya diceritakan juga.”
“Kok nyeritain sih? Kata Mimi kalo nyeritain orang atau keluarga sendiri itu kan dosa, Mil? Bocorin aib keluarga sendiri. Masak Bu Laila nyuruh kita bikin dosa, sih?”
Mili mendadak hening. Hening banget.
*lalu koprol bolak-balik*
                                                          ***
Di antara semua kekurangan Nikita, ada satu kelebihan yang ia miliki. Bakat alami. Tiada yang menandingi: BIKIN ORANG EMOSI JIWA. Kombinasi antara lemah otak, sakit jiwa, dan IQ yang setara dengan batu kali, sukses bikin orang-orang di sekitarnya berniat mengakhiri hidup dengan menelan obat bisul. Sialnya, bukan cuma Nikita, tapi Pipi, Mimi, dan Dudung (adik Nikita) punya “bakat alami” yang sama. Tak terhitung lagi berapa banyak orang yang jadi “korban” keluarga Nikita. Kamu mau jadi “korban” berikutnya?
*kedip-kedip manja*


Sumber: http://www.hadikurz.com/2015/06/ngabuburead-keluarga-salah-gaul.html

Wednesday, 9 September 2015

Review Buku: Gerbang Dialog Danur

Risa Saraswati

Judul: Gerbang Dialog DanurPenulis : Risa Saraswati
Penerbit: Bukune
Tahun terbit: Maret 2015
Cetakan: Pertama
Tebal: 236 halaman
ISBN : 978-602-220-150-0

  Jangan heran jika mendapatiku sedang berbicara sendirian atau tertawa tanpa seorang pun terlihat sedang bersamaku. Saat itu. mungkin saja aku sedang bersama salah satu dari lima sahabatku.

Kalian mungkin tak melihatnya…. Wajar. Mereka memang tak kasat mata dan sering disebut… hantu—jiwa-jiwa penasaran atas kehidupan yang dianggap mereka tidak adil.

Kelebihanku dapat melihat mereka adalah anugerah sekaligus kutukan. Kelebihan ini membawaku ke dalam persahabatan unik dengan lima anak hantu Belanda. Hari-hariku dilewati dengan canda tawa Peter, pertengkaran Hans dan Hendrick—dua sahabat yang sering berkelahi—alunan lirih biola William, dan tak lupa; rengekan si Bungsu Janshen.

Jauh dari kehidupan “normal” adalah harga yang harus dibayar atas kebahagiaanku bersama mereka. Dan, semua itu harus berubah ketika persahabatan kami meminta lebih. yaitu kebersamaan selamanya. Kini aku mulai menyadari bahwa hidup ini bukan hanya milikku seorang….

Namaku Risa. Aku bisa melihat ‘mereka’.



Gerbang Dialog Danur merupakan repackaged dari buku berjudul Danur yang sebelumnya sudah diterbitkan oleh penerbit Bukune pada tahun 2011.

Buku ini berisikan memoar pribadi penulis. Dan melalui buku ini, Risa Sarasvati kakaknya Isyana Sarasvati  - penulis buku ini menceritakan tentang pengalamannya selama mengenal hantu-hantu Belanda sejak jaman dia kecil.

Ada Peter si anak remaja pendek yang sangat nakal, William si pemain biola yang pendiam dan bijaksana, Hans si pembuat kue unggul dan sahabatnya Hendrick sang primadona, juga si kecil Janshen yang bergigi ompong dan sangat cengeng. Kelimanya adalah hantu anak kecil keturunan Belanda yang tinggal bersama Risa dan keluarga, dalam rumah peninggalan zaman Belanda warisan neneknya. Diceritakan bahwa mereka berlima adalah korban pembantaian bangsa pendek bermata sipit, Nippon.

Namun, karena mengingkari janji yang secara tak sengaja dibuat, akhirnya Risa harus kehilangan kelima sahabatnya itu. Kejadian itu menyadarkan Risa bahwa dia sudah terlalu jauh bergaul dengan makhluk halus.

Selain bercerita tentang konflik pertemanannya dengan Peter, William, Hans, Hendrick, dan Janshen; penulis juga menceritakan tentang kisah pertemuan lain. Tentang Samantha, Jane, Ardiah, Edwin, Teddy, Sarah, Elizabeth, sampai Kasih yang menemani alur hidup Risa sampai dia dewasa.

 Walau bergenre horor, tapi buku ini tidak menakut-nakuti para pembaca. Memang ada saat-saat yang membuat bulu kuduk berdiri tapi lebih membuat terhanyut akan kesedihan. Sebab walau mereka hantu, mereka dulunya sama seperti kita, mempunyai kisah yang suram, sedih, punya akhir yang tragis. Kalau kita sedang down pun kita butuh orang lain untuk curhat, menceritakan keluh kesh. Sama halnya dengan kita, mereka hanya ingin berbagi kisah, berbagi kesedihan dan siapa tahu ada yang bisa menolong mereka.


Friday, 26 June 2015

Keluarga Salah Gaul, Apa Keluargamu Juga Seperti Ini?

Keluarga Salah Gaul ini adalah novel bikinan +Caca cungkring, teman gue asal Air Batu yang punya nama pena Vivie Hardika. 

Ngomongin tentang salah gaul mah nggak ada habisnya. Kalau ngomongin novel ini, seru. Bisa bikin ketawa. 

Sebut aja Nikita, yang biasa disapa Kita. Seorang pelajar SMP yang suka keliru dalam menafsirkan kegaulan. Bukan hanya itu, kedua orangtuanya, si Mimi yang ibu rumah tangga, Pipinya yang seorang agen finansial, juga adeknya si Dudung yang masih duduk di bangku SD tapi pikirannya kadang udah tua.  Komplit, sekeluarga aibnya naudzubilah. Wahahaha. 

Lucu, seru, dan menghibur. Cocok buat lo yang seneng membaca buku lucu-lucuan. 

**** 


Review dari gue. 

Sampulnya, oke banget. Gue suka nuansa biru tuanya. Dan lagi, aksen salah gaul dari seorang Kita ini tercipta sekali. Ada tampilan android di belakang sampul semakin membuatnya tampak kekinian.

Gaya bahasa yang dipakai Vivie ringan, mudah dipahami. Seru. Jokesnya juga ngena. 

Ditengah-tengah cerita yang syahdu ada komiknya. Kece badai.

Kelebihan buku ini gue tampilin lewat foto aja ya.

Kelebihan

Coba perhatiin ujungnya. Lebih kan? Wahahaa. Iya, Vroh, itulah kelebihannya. 

Intninya ini buku yang kocak. Ada saja lawakan di setiap adegan. Hanya saja, ini seperti kumpulan cerita kalau menurut gue mah. Gue akui penulis pandai menemukan jokes yang kreatif. Salut buat Vivie. By the way, makasih udah nulis nama gue di ucapan terimakasih ya, Kring. Gue jadi berasa pangeran! Tsaaaaaah. 

Grab it fast, Guys!
Keluarga Salah Gaul


Penulis:Vivie Hardika
Penyunting: Gari Rakai Sambu
Penerbit: Ragam Media

Ukuran: 13 x 19 cm

Tebal: 180 halaman
ISBN: 978-979-911-534-8

Harga: Rp37.000,- *)




“Tadi kita disuruh ngapain sih, Mil?” tanya Nikita Willy. Bukan. Nikita nggak pake Willy ini emang suka telmi kayak begini. Mili selaku teman sebangkunya kadang-kadang jadi kesal sendiri.
“Mengarang, Kit.”
“Mengarang gimana?”
Tuh kan, tanya lagi.
“Mengarang! Jadi, kita disuruh ngarang tentang keluarga kita. Mama, papa, adik, kalau ada nenek di rumah ya diceritakan juga.”
“Kok nyeritain sih? Kata Mimi kalo nyeritain orang atau keluarga sendiri itu kan dosa, Mil? Bocorin aib keluarga sendiri. Masak Bu Laila nyuruh kita bikin dosa, sih?”
Mili mendadak hening. Hening banget.
*lalu koprol bolak-balik*
                                                          ***
Di antara semua kekurangan Nikita, ada satu kelebihan yang ia miliki. Bakat alami. Tiada yang menandingi: BIKIN ORANG EMOSI JIWA. Kombinasi antara lemah otak, sakit jiwa, dan IQ yang setara dengan batu kali, sukses bikin orang-orang di sekitarnya berniat mengakhiri hidup dengan menelan obat bisul. Sialnya, bukan cuma Nikita, tapi Pipi, Mimi, dan Dudung (adik Nikita) punya “bakat alami” yang sama. Tak terhitung lagi berapa banyak orang yang jadi “korban” keluarga Nikita. Kamu mau jadi “korban” berikutnya?
*kedip-kedip manja*

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done