Perkembangan Janin

Perkembangan janin- Beberapa hari lalu saya baru sadar ternyata banyak juga teman saya yang hamil, atau istrinya yang hamil gegara stay home. Termasuk istri saya.

Senang tentu saja yang dirasain, karena apa sih yang pasangan baru tunggu setelah menempuh hidup baru kalau bukan hadirnya momongan, ya kan? Tapi gegara istri saya hamil ini saya sering dapat ledekan lock down-nya berhasil.

Nggak masalah sebenarnya. Mereka juga niatnya becanda. Ya paling saya jadi tersipu malu, lantaran nggak siap nerima ledekan seperti itu.

Perkembangan Janin
sumber pixabay.com

Sebelum istri saya positif hamil sebenarnya saya sudah yakin kalau bakal isi di bulan itu. Tapi istri saya agak ragu, karena dia baca tanda-tanda orang hamil dari internet dan youtube, nggak ada satupun tanda yang dia rasain.

Lucunya, setelah positif hamil, kita kayak terlalu senang dengan kabar ini. Kemudian memutuskan untuk USG. Terang aja hasilnya zonk, karena janinnya nggak keliatan sama sekali. Bu Bidannya bahkan bilang gini, “Sabar ya, janinnya masih otw.”

Baca Juga Manfaat Vitamin E bagi Pria

USG kedua jaraknya lumayan lama, sengaja nunggu janinnya tampak. Pada waktu itu Bu Bidan bilang istri saya sedang mengandung 14 minggu. Di situ tampak bayinya aktif, kepalanya naik turun ngangguk-ngangguk, gokil juga nih pikir saya. Perkembangan janin di minggu itu juga baik.

Sekarang usia kandungan istri saya sudah masuk 17 Minggu. Video USG sempat saya abadikan dan saya unggah di Youtube berikut:

Ternyata, di usia 17 Minggu kulit janin mulai berkembang pesat, dan terlihat merah transparan karena pembuluh darah masih tampak jelas. Secara fisik, bentuk telinganya juga sudah sempurna dan meski matanya masih terpejam, tapi dia sudah bisa menangkap cahaya terang.

Setelah masuk ke minggu 18, ia mulai bisa mendengarkan suara dari luar tubuh bahkan mampu merespons dengan bergerak apabil mendengar suara. Selain itu, ia juga sudah bisa menendang, meninju serta bergerak aktif dalam kandungan. Pada minggu ke-18 ini, ibu bisa merasakan gerakan putaran anak dalam kandungan untuk pertama kalinya. Berat anak juga semakin bertambah sampai sekitar 150 gr.

Mengetahui fakta itu, akhirnya saya ingat omongan ibu beberapa waktu lalu ketika main ke sana. Ibu bilang, anaknya sering-sering diajakin komunikasi. Ternyata mengajak komunikasi anak yang masih berada di dalam kandungan memiliki banyak manfaat.

couple 1812777 640
Gambar oleh Herney Gómez dari Pixabay

Memupuk Kecerdasan Bayi

Stimulus yang diterima oleh janin ketika ibunya mendengarkan musik, atau berbicara dengannya, atau membacakan buku cerita ternyata bisa merangsang kecerdasan janin. Tidak hanya itu, sering berkomunikasi atau mendengar musik bersama bayi dalam kandungan juga bisa membuat ibu bisa jadi lebih rileks dan mengurangi stres yang dialami selama kehamilan.

Pada awalnya, Ayah dan Ibu yang baru mungkin bakal merasa tidak nyaman atau bahkan merasa aneh karena tampak berbicara sendiri. Namun, teruslah berinteraksi dengannya. Sebab, seiring waktu, bayi dalam kandungan akan dapat merespons dengan gerakan atau tendangan.

Membangun Kedekatan Emosional

Ada beberapa studi yang pernah saya baca yang menyebutkan bahwa rutin mengajak bayi dalam kandungan berbicara, mampu membangun sebuah ikatan emosional antara ibu dan janin itu sendiri.

Supaya setelah lahir nanti, bayi yang sudah terbiasa mendengar suara ibunya yang akan membuatnya merasa lebih tenang dan tidak rewel setiap kali ibu mengajaknya ngobrol.

Membuat Bayi Merasa Nyaman

Saat mendengar suara ibunya, bayi dalam kandungan akan merasa tenang dan nyaman. Pada saat-saat tertentu, ia juga mampu lebih aktif bergerak saat ibu mengajaknya berbincang atau mendengarkan musik. Suara yang didengarkan oleh bayi dalam kandungan dapat membuatnya beradaptasi dengan situasi di sekelilingnya ketika sudah lahir nanti.

Memperkenalkan Bahasa yang Digunakan

Ini menarik, meski belum lahir katanya bayi dalam kandungan juga sudah mulai belajar banyak hal, termasuk mengenal bahasa yang ibunya gunakan sehari-hari. Makanya semakin sering ibunya berbicara atau bernyanyi, maka semakin banyak kata yang dapat ia dengar pula.

Bahasa yang didengar bayi selama dalam kandungan, akan selalu diingatnya sampai ia lahir dan tumbuh besar nanti. Ingatan itu akan membantu bayi lebih mudah mengucapkan kata-kata ketika belajar berbicara dan berkomunikasi setelah ia lahir kelak.

Merangsang Pendengaran Bayi di Perkembangan Janin

Sebagian besar proses perkembangan indera pendengaran bayi terjadi sejak berada dalam kandungan. Selama proses ini berlangsung, ibunya katanya dianjurkan untuk rutin memberikan rangsangan berupa suara kepada bayi. Misalnya: dengan sering berbicara, atau menyanyikan lagu Indonesia Raya (optional) atau memutar musik yang pelan untuknya seperti musik klasik.

Suara-suara yang didengar bayi tersebut dapat merangsang sistem saraf dan otaknya supaya fungsi pendengarannya bisa lebih peka. Dengan begitu, kemampuan mendengar bayi bakal lebih optimal saat dilahirkan.

Nah, informasi mengenai perkembangan janin dan seputar kandungan sekarang bisa diakses dari halodoc. Halodoc adalah aplikasi yang dapat mempertemukan antara dokter dengan pasien atau calon pasien secara online.  Aplikasi halodoc ini memberikan fitur dan beberapa fasilitas tambahan seperti:  

  • Chat online, ini langsung tanya dokter dokter pilihan (baik dokter umum maupun Spesialis, termasuk dokter spesialis kandungan),
  • Beli obat, menggunakan resep online,
  • Booking kunjungan ke Rumah Sakit pilihan.
  • Booking tes laboratorium di lokasi yang diinginkan
  • Integrasi dengan asuransi kesehatan yang kita miliki.
  • Koleksi artikel kesehatan yang bermanfaat.
  • Fitur Wallet Halodoc untuk pengisian saldo yang akan digunakan pada aplikasi.

 411 total views,  5 views today