9 Gejala Awal Penyakit Jantung

Penyakit jantung adalah organ penting yang bertugas memompa darah ke seluruh organ tubuh. Oleh sebab itu, apabila jantung terasa sakit, maka kinerja seluruh anggota tubuh akan terganggu. Sehingga jika tidak ditangani dengan cepat, penyakit jantung ini akan akan berisiko menyebabkan komplikasi, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Ada beberapa fakta tentang penyakit jantung yang perlu diketahui:

  1. Angka Kematian Tinggi – menurut data dari WHO ada sekitar 15 juta orang di dunia yang meninggal akibat penyakit jantung pada setiap tahunnya
  2. Pengetahuan Masyarakat Rendah – ada data yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan RI di tahun 2018 yang menyebutkan bahwa hanya 20% masyarakat yang paham mengenai gejala penyakit jantung.
  3. Penanganan Penderita Jantung Lamban – akibat dari rendahnya pengetahuan tentang penyakit jantung di masyarakat, sehingga membuat banyak orang menganggap gejala penyakit jantung, seperti: nyeri dada, keringat dingin, dan mual, hanya sebagai gejala penyakit ringan.
  4. Pengetahuan Terkait Pencehagan Juga Rendah – Akibatnya, mayoritas orang masih memiliki kebiasaan gaya hidup yang kurang sehat dan dapat menjadi risiko untuk terkena penyakit jantung, misalnya: sering mengonsumsi makanan yang tinggi garam serta lemak, malas berolahraga, juga jarang memeriksakan diri ke dokter (medical check-up).

Dari fakta–fakta di atas, maka wajib hukumnya untuk mengenali apa saja gejala penyakit jantung, agar dapat segera ditangani supaya tidak menyebabkan komplikasi dan kematian.

Gejala Penyakit Jantung

penyakit jantung
Gambar oleh Pexels dari Pixabay

Berikut beberapa gejala awal penyakit jantung yang harus kita waspadai:

Rasa Tidak Nyaman di Dada

Rasa sakit di dada menunjukkan jantung tidak menerima cukup oksigen, pembuluh darah bermasalah atau bisa jadi tanda serangan jantung.

Kelelahan Fisik

Kelelahan fisik bisa menjadi tanda yang patut dicurigai sebagai gejala penyakit jantung, terutama pada wanita. Karena bisa saja kelelahan fisik seperti ini terjadi akibat penumpukan di pembuluh darah atau aterosklerosis, dimna jantung tidak mampu memompa cukup darah ke seluruh tubuh.

Sesak Napas

Jangan sepelekan gejala sesak napas. Jika mengalami sesak napas padahal hanya tidak sedang melakukan aktivitas berat, ini juga bisa menjadi gejala jantung sakit, seperti: aritmia, jantung koroner, infeksi atau gagal jantung.

Bengkak pada Kaki dan Pergelangan Kaki

Gagal jantung dapat menghambat ginjal mengeluarkan air dari tubuh sehingga menyebabkan penumpukan cairan di tubuh. Kondisi ini dapat mengakibatkan menurunnya kadar natrium yang berada dalam tubuh. Sehingga dapat menyebabkan bengkak pada kaki yang disebabkan aliran darah yang memburuk, sering merupakan akibat jantung koroner atau gagal jantung.

Mual dan Sakit Perut

Mual dan sakit perut biasanya kerap terjadi ketika kita masuk angin. Namun hati-hati, karena gejala ini bisa juga menjadi tanda awal penyakit jantung. Umumnya gejala seperti ini lebih sering dialami oleh wanita.

Batuk Terus Menerus

Meskipun batuk bisa juga jadi penyebab penyakit lain. Namun apabila batuk terjadi terus menerus, sebaiknya periksaakan ke dokter, karena batuk terus menerus juga bisa jadi tanda awal penyakit jantung.

Pusing

Pusing dapat juga menjadi gejala awal menandakan sedang terjadi aritmia atau jantung koroner, akibat kurangnya asupan oksigen yang berada di otak akibat tekanan darah rendah atau aliran darah yang buruk. Jika rasa pusing yang dialami disertai dengan rasa tidak nyaman di dada, segera hubungi dokter supaya dapat ditangani.

Nyeri Rahang, Tenggorokan, Leher

Nyeri yang menyebar dari area dada atau perut bagian atas ke arah rahang, tenggorokan atau pada bagian leher bisa menjadi gejala awal serangan jantung.

Kulit Berwarna Pucat atau Kebiruan

Sirkulasi darah yang tidak baik dapat menyebabkan kulit menjadi tampak pucat atau kebiru-biruan. Kulit pucat dan kebiru-biruan juga menjadi tanda awal adanya cacat jantung.

Ciri-Ciri Sakit Jantung

nurse 2141808 960 720

Sebagai langkah pencegahan, perlu juga diketahui ciri-ciri penyakit jantung berikut ini:

Serangan Jantung

  • Nyeri atau perasaan seperti tertekan di bagian dada, di bawah tulang rusuk, dan lengan yang menjalar ke leher, rahang, bahu, atau punggung.
  •  Berkeringat, pusing, mual, dan muntah.
  • Nyeri di perut bagian atas atau nyeri ulu hati.
  • Lemas.
  • Sesak napas.
  • Detak jantung terasa cepat atau berdebar.
  • Perut kembung.

Sakit Jantung Koroner

  • Lemas atau pusing.
  • Jantung berdebar (palpitasi).
  • Berkeringat dingin.
  • Mual.
  • Napas pendek.

Aritmia

  • Jantung berdebar atau palpitasi.
  • Rasa tidak nyaman di dada.
  • Pusing.
  • Lemas.
  • Napas pendek.
  • Pingsan.

Fibrilasi Atrium

  • Jantung berdebar (palpitasi).
  •  Nyeri di bagian dada.
  • Napas sesak saat sedang berakitvitas normal.
  • Tiba-tiba lemas atau pusing.

Gagal Jantung

  • Napas sesak saat beristirahat atau berbaring yang diperberat oleh aktivitas fisik.
  • Batuk dengan lendir putih.
  • Bengkak di perut, kaki, dan pergelangan kaki.
  • Pusing.
  • Letih dan lemas.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Detak jantung tidak beraturan.
  • Tidak nafsu makan.

Perikarditis

  • Demam yang tidak terlalu tinggi.
  • Detak jantung meningkat.
  • Nyeri dada 

Kardiomiopati

  • Nyeri dada yang umumnya terjadi setelah berolahraga dan setelah makan.
  • Kelelahan.
  • Palpitasi.
  • Pembengkakan di lengan atau tungkai kaki.
  • Pingsan.

Penyakit Katup Jantung

  • Nyeri di dada saat beraktivitas atau menghirup udara dingin.
  • Lemas dan pusing.
  • Palpitasi.

Beberapa ciri dan gejala penyakit jantung di atas dikutip dari berbagai sumber. Untuk memastikan tentang gejala dan ciri yang dialami, segera lakukan medical check up ke dokter spesialis jantung terdekat.

Kita juga dapat melakukan pencegahan, seperti:

  • Mengonsumsi makanan sehat dengan jumlah nutrisi yang seimbang yang membatasi konsumsi garam, gula, serta lemak jenuh yang banyak mengandung kolesterol
  • Membuat kebiasaan diri olahraga setidaknya 30 menit setiap hari
  • Tidak merokok, menghindari asap rokok, dan mengurangi konsumsi alkohol
  • Istirahat cukup setidaknya 7–9 jam sehari untuk dewasa dan 8–11 jam sehari untuk anak-anak dan remaja
  • Mengelola stres

 355 total views,  1 views today