Review: Petualangan Seperempat Abad - Hadi Ku
News Update
Loading...

Saturday, 12 October 2019

Review: Petualangan Seperempat Abad

Beberapa waktu lalu saya pernah bikin tips nulis outline novel ala Haris Firmansyah. Buat yang belum baca sok dibaca. Nah, Petualangan Seperempat Abad ini adalah buku terbaru yang dibuat oleh Haris Firmansyah. 

Buku persona yag diberi subjudul Sebuah Komedi Ekonom ini detailnya sebagai berikut:



Info Detail

ISBN13: 9786230003912
Terbit: Senin, 26 Agustus 2019
Harga: Rp50.000
Pemutakhiran : Jumat, 30 Ags 2019 00:00:00
Halaman: 180
Dimensi: 11 x 18 cm
Kertas: Satu Warna,book paper 55,

Blurb

Bagi orang-orang kebanyakan, usia dua puluh lima berarti sudah punya pekerjaan tetap dengan gaji lumayan. Bisa ngopi siang-siang di Starbuck tanpa mikirin besok makan sama apa meski punya cicilan mobil sama KPR. 

Punya pasangan yang bakal mengisi rumah impian yang siap sedia memasakkan makan malam yang lezat, dan sosok yang bakal mengisi jok sebelah sambil mendengarkan curhatan-curhatan mumet selama di kantor.

Iya, itu curhatannya orang-orang.

Sebenarnya gue juga orang, tapi sayangnya belum mengarah ke sana.

Boro-boro. Status di kantor masih pegawai kontrak, rumah masih numpang di orangtua, baru saja diputusin sama calon istri minggu lalu gara-gara gue belum semapan yang dibayangkan. Dan sekarang gue sedang berusaha menemukan diri gue dalam menghadapi quarter life crisis di usia sekarang.


Review

Seperti yang tertulis pada subjudul buku, bahwa buku ini adalah sebuah komedi ekonom. Ekonom yang dimaksud di sini adalah si tokoh, dalam hal ini namanya Haris. Bisa jadi memang ini adalah kisah nyata hidupnya Haris yang hidup selama seperempat abad, atau barangkali hanya rekaan yang dibikin seolah persona. 

Jungkir balik Haris dimulai sejak ia remaja, cari beasiswa untuk sekolah D1 sampai S1. Nah ini menariknya hidup sang tokoh. Karena kebanyakan orang-orang langsung S1 setelah lulus SMA. Dia enggak, mulai D1 dulu, lanjut D2, terus D3, sampai akhirnya D4, eh D4 atau S1 sih? Kayaknya S1 kalau gak salah. 

Diceritakan kalau Haris sebenarnya ingin masuk Informatika lantaran pengen jadi penulis. Ini lucunya. Tapi malah jadi cita-cita yang kemudian terwujud. 

Bukunya tembus mayor, produktif, bikin buku lagi, laku keras, dan cetak ulang berkali-kali. Selain itu tulisannya di beberapa platform juga mengalami viral dan lain-lain. Sampai jadi penulis skenario acara komedi di televisi.

Tapi yang namanya jungkir balik, hidupnya ya tidak mulus-mulus amat. Dia juga mengalami yang namanya pengin kawin, dan mengalami masalah layaknya laki-laki lain pada umumnya, takut nikah, lantaran mau gimana dan gimana setelah menikah. 

Giliran udah nemu yang dirasa cocok, pola pikirnya gak sama dengan dia, yang akhirnya putus, ini bagian paling nyesek namun jadi pelajaran paling berharga untuk hidup Haris kedepannya, juga buat para pembaca buku ini.

Kengenesan yang lainnya adalah ketika Haris ingin masuk wikipedia kayak idolanya, Raditya Dika dan Andrea Hirata. Yang bagian ini saya jadi pengin bikinin tulisan tentang Haris di wikipedia deh biar dia seneng.

Haris Firmansyah di Wikipedia Fake



Ah tapi saya bisanya cuma kayak gitu. Wkwkwk
Maaf, Ris.

Tapi kemudian dia gak ngenes lagi sih. Soalnya bisa jalan-jalan ke Thailand. Dibiayai negara? Enggak deng, entah dibiayai siapa, lupa, kayaknya dia menang apa gitu. Mantep-mantep. Jadi banyak cita-citanya yang terkabul di usianya yang mulai masuk seperempat abad ini.


Kelebihan Buku

Ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami. 

Tulisannya santai, berasa baca tulisan sehari-hari di status-statusnya.

Punya catatan selling point dari penerbit elexmedia yang menerbitkan buku ini: 
Penulis aktif di Mojok.co, Basabasi.co, dan salah satu tulisannya viral di Facebook

Share with your friends

Add your opinion
Disqus comments
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done