Selamat Ulang Tahun, Bu

Hari ini ibu saya ulang tahun. Sepagian ini diculik kakak saya ke tempat rekreasi pemandian air panas di luar kota. Ibu saya terlihat bahagia walau di sana tidak mau mandi. 'Cuma nyelupin kaki,' begitu cerita beliau ke saya sepulangnya dari sana. 

Semingguan yang lalu saya bilang ke ibu negara kalau mau pesan kue ulang tahun. Kebetulan temannya bisa diorderin kue. Kemudian saya memberikan usul kalau saya mau bikin kue yang pake topping keju. Browsing lah saya kemudian. Nemu kue yang ada buah kiwinya di atas topping yang dominan keju itu. Jadilah kue ini. 



Ternyata, di tempat penculikan ibu saya di luar kota tadi sudah terjadi peniupan kue ulang tahun. Ibu saya mengenang ceritanya sembari terharu. Saya senang. Sebagai anak laki-laki yang sangat menyayangi ibunya jelas bagi saya kebahagiaan ibu adalah nomor satu. 'Ohya? Terus bahagia gak?' saya menimpali antusias. 'Bahagia sih, tapi juga sedih. Campur aduk dan menyenangkan.' Lalu ibu saya nyengir. 

Saya bilang kalau hari ini belum selesai. Kita masih akan tiup lilin lagi. Ibu saya ketawa. Dikiranya saya becanda. Terus saya ambil kue dari dalam kamar saya. Dan jadilah foto ini.



Harapan saya di usia ibu saat ini, semoga ibu selalu bahagia. Gak usah mikirin anak-anaknya lagi. Biar anak-anaknya aja yang mikirin ibu. Ibu sehat terus. Biar bisa momong anak saya, nanti. Ibu harus lihat saya lebih berkembang lagi di tahun-tahun berikutnya. Dan ribuan doa kecil, doa sedang, serta doa besar yang terselip untuk ibu.

Saya sayang ibu saya.

Sejak bapak meninggal, saya suka ngerasa insecure. Takut. Khawatir. Dan saya bisa mellow sendiri. Karena kepergian bapak kala itu bisa dibilang sangat mendadak. Malamnya dibawa ke RS. 8 jam kemudian bapak dinyatakan udah gak ada. Semuanya berjalan cepat dan singkat. Saya belum siap ini terjadi kepada ibu saya. Saya belum sanggup ditinggal ibu. Meski saya sadar, ibu tidak bakal selamanya nemenin saya. Tapi sekali lagi, saya sayang ibu saya. Saya ingin ada ibu terus. Saya kadang malah pingin jadi anak kecilnya ibu lagi, yang ke mana-mana sama ibu, yang kalau ibu mengajar saya ikut duduk di meja guru. Cuma ya kayaknya gak mungkin. Saya tetap tumbuh dan mendewasa. Sementara ibu saya semakin menua.

Ibu mulai mengeluhkan kesehatannya. Katanya kakinya linu-linu. Pas ngecek kolesterol, ternyata sudah lebih dari 300. Termasuk sangat tinggi. Semoga segera ada solusi. Soalnya ibu tetap susah menghindari makanan yang enak-enak. Maklum, pencinta makan kan gitu. 

Sekali lagi saya mau bilang selamat ulang tahun ke 67, Ibu. I love you.



1 comment:

  1. Jadi kangen ibu saya nih yg jauh di Medan sana, derita anak rantau, hiks..

    Semoga selalu di beri sehat ya untuk ibu ibu semua, aamiin..

    Salam..

    ReplyDelete

Saya menghargai setiap komentar yang kamu berikan. Maka jangan pernah sungkan untuk meninggalkan komentarmu. Untuk kepentingan bisnis, silakan hubungi saya via email di hadisujatman@gmail.com

Salam!

Powered by Blogger.