2018 - Hadi Ku
News Update
Loading...

Thursday, 1 November 2018

We Have a Winner!

Hai... Ampuni saya karena telah terlambat lama untuk memberikan pengumuman pemenang Give Away. Saya mau mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada segala pihak yang telah mendukung terselenggaranya event ini.  Kepada Universal Nikko yang telah memilih saya sebagai bagian dari host di BlogTour ini. Temen-temen pembaca blog ini yang masih setia membaca meskipun jarang komentar. 

Lalu setelah mempertimbangkannya agak lama, saya membatalkan pengambilan pemenang melalui random.org. Pemenang akan saya pilih dari komentar terbaik dari alasan kenapa sangat menginginkan buku Semangkuk Rendang dari Negeri Paman Sam.



Selamat kepada HANAT FUTUH


Hanat saya pilih karena alasannya cukup menarik. Berikut saya kutip alasannya mengapa ingin membaca buku Semangkuk Rendang dari Negeri Paman Sam. 

Pertama, saya adalah bookholic. Saya hobi baca buku, terutama novel. Apapun novelnya, siapapun pengarangnya. Saya selalu menghargai setiap novel yang dilahirkan oleh penulis. Entah saya kenal dengan penulisnya ataupun tidak. Namanya juga hobi, tidak pandang bulu.

Kedua saya adalah pencinta Rendang. Entah seminggu berapa kali, saya selalu makan rendang bersama nasi Padang. Makanya pas tahu ada giveaway buku dengan judul yang ada rendangnya, saya langsung dong tancap gas! Hehe

Selain itu, saya memang sangat tertarik dengan novel tersebut. Saya membayangkan bagaimana perjalanan seorang Adit survive hidupnya, melewati cobaan demi cobaan. Saya jamin novel ini bakalan bikin saya baper berkepanjangan dan susah move on 😭 tapi begitu lah novel yang luar biasa bagi saya, novel yang mampu mempermainkan emosi pembaca.

Saya juga sangat senang sekali mendengar cerita tentang rendang dan Minang. Dulu saya pernah membaca sebuah cerita pendek tentang aturan menikah orang Minang. Menarik, berbeda meskipun rumit. Makanya, saya penasaran dengan setiap latar yang diceritakan dalam novel Semangkuk Rendang di Negeri Paman Sam. 


Untuk itu saya ucapkan kepada Hanat Futuh, kamu berhak mendapatkan sebuah novel Semangkuk Rendang dari Negeri Paman Sam. Silakan klaim hadiah kamu dengan mengirimkan identitas diri serta alamat lengkapmu ya.

Mohon maaf atas semua kesalahan, kepada Allah saya mohon ampun, dan sampai ketemu di lain kesempatan. Bye! 

Friday, 26 October 2018

Blog Review & Give Away Semangkuk Rendang di Negeri Paman Sam

Semangkuk Rendang di Negeri Paman Sam ini adalah peraih pemenang pertama dalam lomba Young Adult Locality Novel 2015 yang diselenggarakan oleh Universal NikkoDari judul kita bisa menemukan kata Rendang, artinya nuansa Minang sudah dapat ditebak, jadi wajar jika kita menemukan nuansa Minang yang kental di seluruh adegan. Termasuk penggunaan bahasa yang dipakai penulis, budayanya, adat, tapi jangan risau sodara-sodara, karena selalu ada catatan kaki di setiap dialog yang berbahasa Minang.

Semangkuk Rendang di Negeri Paman Sam

Bercerita tentang jungkir balik dunia Adit. 
Jungkir balik dunia Adit ini sangat rumit.  Ibunya meninggal saat  dia melahirkan Hanif, adiknya. Kemudian disusul dengan kepergian ayahnya akibat kecelakaan saat kerja. Belum lagi sang adik punya penyakit penurunan fungsi otak.  Pokoknya penuh drama banget. Itu juga masih ditambah pula dengan keadaan hidup yang serba pas-pasan, dikisahkan bahwa Adit mesti membiayai  kuliahnya senditi, makin menyedihkan waktu tau adiknya di kampung ditinggal sendiri karena nggak ada saudara yang mau mengurusinya.

Beh... saya nggak kebayang gimana kalau kejadian ini menimpa di kehidupan saya. hiks. 
***
Identitas Buku
Judul                                     :  Semangkuk Rendang di Negeri Paman Sam
Penulis                                 : Ryan Maulana
Editor                                   : Zya Verani dan Astuti Parengkuh
Penyelaras kata                 : Eva Sri Rahayu
Proofreader                       : Richa Miskiyya
The layouter                      : Fuan Fauzi
Desainer cover                  : Dadan Erlangga
Penerbit                              : Universal Nikko
Terbit                                    : Agustus 2018
Tebal                                     : 430 hlm.
ISBN                                      : 978-602-9458-24-4
***

Cara bertutur penulis dalam buku ini sangat lugas dan jelas. Saya suka dangan caranya bercerita. Semua deskripsi yang diciptakan oleh penulis tampak sangat nyata. Seperti keadaan kuliahnya, kejadian waktu KKN, eh kemudian dia cinlok.  Lalu, waktu dia harus kerja serabutan sebagai kuli untuk menyambung hidup. Semua cerita menyedihkan dan penuh drama itu diramu dengan gaya bahasanya yang apik, sehingga menjadi sangat dekat dengan pembaca.

Saya nggak berhenti ngebatin seraya bilang, behhh kasihannya. Dan itu terus berulang, tapi masih terus saya baca.

Adalah ketika saya membaca bagian cerita Adit yang mesti berurusan sama Uni-uni pemilik kontrakan kemudian berujung pada diusirnya Adit karena nggak bisa bayar bulanan. Lalu saat Adit ditinggal nikah sama Siti, padahal mereka sudah pacaran delapan tahun.

Ya pokoknya kasihan banget deh menurut saya. Tapi penulis menuturkannya dengan cara yang menarik, jadi lagi-lagi saya tetap penasaran buat ngerampungkan buku ini.

Banyak pesan moral yang bisa kita ambil dari buku Semangkuk Rendang di Negeri Paman Sam ini.  Kita bisa belajar cara menyayangi saudara yang hakiki dari kisah Adit dan Hanif, yang ternyata Hanif punya keahlian memasak rendang. Lalu Taufan sosok sahabat yang solid dan tanpa pamrih membantu Adit. Dan masih banyak cerita menarik lainnya, jadi kamu mesti baca.

****
Pengen dapetin buku ini secara gratis?
Nah, dalam blog tour kali ini, bakalan ada GiveAway buat pembaca postingan ini yang beruntung. Jadi buat kamu yang pengen membaca kisah seru Semangkuk Rendang di Negeri Paman Sam, ikutan langsung aja GiveAwaynya. Caranya gampang kok!
1. Peserta adalah WNI, dan harus tinggal di Indonesia.
2. Follow akun instagram  penulisnya @ryanadammaulana, dan penerbit @universalnikko. Follow saya sekalian juga boleh, nanti difolback @hd.kurniawan
3. Follow akun twitter @UNIVERSALNIKKO. Karena kamu harus bikin cuitan dengan tagar  #SemangkukRendangDiNegeriPamanSam
4. Tulis di kolom komentar nama akun instagram kamu, dan alasan kenapa kamu kok pengen banget baca buku ini.
Contoh: Hi, akun gue @hd.kurniawan, gue pengen buku ini karena kisahnya gue banget, gue abis ditinggal kawin mantan gue. Jadi kasih gue aja, Pls.

NOTES: GiveAway #SemangkukRendangDiNegeriPamanSam akan berlangsung di blog ini pada 27-30 Oktober 2018. Pemenang akan dipilih secara acak via www.random.org dan diumumkan sehari setelahnya. Jangan lupa ikutan. Tetap semangat, dan good luck, Guys!

Saturday, 22 September 2018

Lenjongan dan Berambang Asem Membawa Timlo Solo Menjadi Juara III di Arisan Rasa

Arisan biasanya kan identik dengan yang namanya emak-emak sosialita, rempong, yang dikit-dikit ngebahas lakinya, rengking anaknya, KB, atau ngatain orang sambil ketawa-ketawa. Tapi acara ini beda kok. Ini acara Arisan Rasa. Bukan tentang pengumpulan rasa, terus diundi, dan namanya yang keluar jadi pemenang, bukan. 



Di event yang diadakan @travellingyukcom ini, para peserta diajak berdiskusi tentang bagaimana menghasilkan uang lewat travelling. Jadi istilahnya travelpreneur, semoga tulisannya bener. Pematerinya ada dua orang, Mas Rero Rivaldi selaku Head of Creative Content Travelingyuk, dan Mas Wira Hardiyansyah yaitu seorang Travelling Chef yang sangat berprestasi. Acara dipandu oleh Mbak Lidya, dan diawali dengan presentasi dari Mas Rizky Kurniawan. Lalu diakhiri dengan acara tanya jawab dalam suatu mini talkshow



Hasil bincang-bincangnya adalah informasi tentang Gastronomi. Saya pribadi masih sangat asing dengan istilah ini. Menurut hemat saya, gastronomi ini adalah cara kita untuk menggali lebih jauh lagi mengenai bagaimana proses penciptaan suatu masakan. Bisa ditelisik dari bahannya, sejarahnya, juga tentu saja dari rasanya. Kan ini acara Arisan Rasa, Gaes. Nah itu di sesi pertama.

Selanjutnya sesi kedua, kami dikumpulkan di Lt II Pasar Gedhe. Para peserta dibagi menjadi beberapa tim, dan saya kebagian di kelompok Timlo Solo, nama kelompoknya emang menggunakan nama masakan khas Solo. 


Masing-masing peserta diberikan dua nama masakan yang harus dicari tau. Kami Timlo Solo mendapatkan mandat dari Mbak Lidya untuk mengulik masakan yang bernama Lenjongan dan Berambang Asem. Wah makanan apa ini? Kok namanya aneh banget. Di Sumatera nggak ada nih makanan kayak gini. Aduh, saya pokoknya jadi mikir banget. 

Kemudian kami dibebaskan bergerilya, mengembara ke Pasar Gedhe, demi sebuah misi, mencari tau gastronomi masakan yang telah diembankan kepada kami. Tapi sebelum menjalankan tugas negara, wong kami generasi milenial ya, kalau nggak selfi dulu ya nggak milineal banget. Ya udah, selfie deh. Cekrek! 

Padahal ini belum saling kenalan btw.


Jeng jeng jeng! 
Pertama kali melangkah kami langsung bisa mendapatkan apa yang kami cari. Semacam pepatah setali dua uang. Dalam satu warug Yu Sum, kami menemukan penganan Berambang Asem dan Lenjongan sekaligus. Ini sebuah kebetulan yang sangat menyenangkan, bukan? Oh, baiklah, saya bahas satu-satu.

Lenjongan


Jadi ternyata Lenjongan itu artinya adalah tumpukan dari banyak makanan yang dijumput dikit demi sedikit.  Di warungnya Yu Sum tadi penganan yang dijadikan lejongan adalah gethuk, ketan hitam, gatot, tiwul, gendar, cemplon, cenil, lupis ubi, yang kesemuanya dicampur jadi satu dan disantap pakai parutan kelapa yang manis. Wah sebenarnya makanan-makanan ini di mana-mana ada sih, cuma nggak dilenjongin aja. Itulah yang menjadikannya khas, karena hanya ada di Solo dan sekitarnya yang dijual dengan cara Lenjongan. Harganya cuma 5000 gaes. Mantap! 

Berambang Asem


Berambang artinya bawang merah, sedangkan asem artinya masam.  Berambang Asem ini berupa sambal yang mirip pecel, tapi rasanya kayak rujak. Saya mengasumsikannya sebagai perpaduan antara keduanya itu, yang dimakan menggunakan sayur daun ubi jalar. Harus daun ubi jalar, karena kalau menggunakan sayuran lain seperti kangkung malah bisa jadi benyek, dan sangat nggak cocok sama berambang asemnya. Makanya harus daun ubi jalar. Selain itu daun ubi jalar juga memiliki manfaat yang baik bagi penderita kolesterol. Ini juga 5000an gaes. 

Jadi penganan ini sejarahnya sudah ada sejak jaman Belanda. Di mana pada waktu itu, penduduk kesulitan mencari makanan, namun karena tuntutan untuk menyambung kehidupan, maka penduduk makan seadanya, ya makan penganan ini. Siapa yang menyangka kalau makanan seadanya ini kini jadi ladang buat mencari rejeki untuk keluarga Yu Sum. Menurut Belio, seharinya bisa menghasilkan uang Rp 500ribu dari hasil berjualan penganan ini saja nih. Wadaw! Mantap ya?



Acara kemudian diakhiri dengan pengumpulan hasil yang diunggah ke Instagram. Prsentasi hasil yang didapatkan, per tim. Lalu pengumuman juara. Lah... Timlo Solo dapat juara tiga, Gaes. Alhamdulillah, Gaes. Dari awal ekpektasi saya nggak pernah mengira kalau bakalan adak kompetisi seseru ini. Saya hanya meniatkan diri untuk ikutan supaya bisa dapat teman baru, dan tentu pengalaman baru. Nggak pernah kepikiran kalau bakalan ada kejuaraan dan bakalan menang gini. 



Dan ini juga jadinya lucu, Gaes. Pas diumumkan sebagai juara kan saya langsung pamer ke grup keluarga. Lah saya jadi menyesal sendiri, ternyata banyak paparazi yang motretin para juara begitu. Kalau tau gini kan, saya bisa senyum dulu atau dada-dada ke kamera ya. 


Monday, 10 September 2018

Pengalaman Belanja Online Seberat 10 Kilogram dan Free Ongkir

Sejak euforia belanja online marak di Indonesia, saya jadi salah satu penggunanya yang sangat memanfaatkan teknologi ini. Sejauh ini ada beberapa benda elektronik, perlengkapan dapur, pakaian, buku, dan sebagainya yang sudah saya beli via online. 

Source: Pixabay/tumicu


Dari yang awalnya iseng, lalu coba-coba, kemudian jadi kebiasaan juga belanja online. Tapi untungnya, sampai sejauh ini saya belum begitu brutal belanja ini itu via internet. Yang penting yang dibeli adalah barang yang dibutuhkan, toh yang make juga saya sendiri, ya saya pikir gak apa-apa lah. 

Lagi pula, dalam benak saya dengan melakukan belanja online saya bisa lebih menghemat. Misalnya, jika saya harus mencarinya di toko reguler, iya kalau dalam satu toko saya langsung menemukan barang yang saya mau. Kalau gak kan, artinya saya perlu keliling lagi. Dalam hal ini saya pun sudah menghemat waktu, menghemat tenaga juga menghemat emosi karena gak perlu nawar ini itu. Belum pula kalau pas lagi ada diskon, saya bisa mendapatkan barang incaran saya dengan harga yang lebih murah. Hanya saja, saya harus sabar menunggu barang itu sampai, karena terkadang ekpedisi pengiriman bisa sangat lama mengantarkannya. 

Pernah kejadian, saya pada waktu itu lagi butuh dasi, maka saya cari di internet. Harganya benar lebih murah, dan barangnya pas sampai emang lumayan bagus. Tapi pengirimannya sangat lama. Hingga satu hari menjelang saya harus memakainya pun belum kunjung sampai. Mau gak mau saya harus cari dasi lain ke toko reguler. Ya ini sih termasuk pengalaman gak enaknya. 

Sepanjang pengalaman saya, biasanya saya belanja barang yang sekiranya ringan, karena sejauh ini saya hanya mendapatkan subsidi gratis ongkos kirim hanya untuk satu kilo pertama. Tapi, semenjak saya tahu kalau ada jd.id yang memberikan ongkos kirim tida mengandalkan berat. Akhirnya saya pun iseng mencobanya. Lagi-lagi, faktor iseng lah yang menjadi faktor penentu saya melakukan ini. 

Saya mulai mencoba membeli beras 10 kilogram. Saya lupa merknya apa, di sana harganya tertulis 170an ribu, gila mahal amat dalam benak saya, tapi ada potongan 50 ribu, dan saya lihat pengiriman gratis. Akhirnya saya pun nyoba pesan. Saya mentransfernya tak lama setelah itu. Dan beberapa hari kemudian beras pesanan saya itu benar-benar datang. Saya sangat takjub dibuatnya. Ini adalah paket terberat yang pernah saya beli. Setelah pengalaman pertama saya itu, saya melakukan pemesanan lain, ricecooker. Ya kali, masa punya beras tapi gak punya ricecooker. 

Setelah berhasil memesan barang yang berat banget, saya lihat di homepage jd.id, di sana ada barang seharga 2ribuan. Saya kali ini sekali lagi iseng memesan, saya pakai COD, biar saja lah murah ini, jadi saya pikir mendingan bayar di tempat. Semisal barang gak dianter juga gapapa, wong saya gak butuh butuh amat, isinya juga cuma tisu. Lah ya, beberapa hari kemudian kok barangnya beneran diantar. Jadilah saya takjub lagi, dengan jd.id ini. 

doc: pribadi

Dan setelah kejadian itu, saya jadi keranjingan belanja di jd.id. Dari barang-barang yang sebenarnya emang saya butuhin, sampai barang perintilan yang sebenarnya belum begitu saya perluin, tapi saya yakin  bakalan saya perlukan nantinya.  Gambar di atas adalah barang yang sudah saya beli sebelumnya, dan itu belum semuanya, ada beberapa lagi yang sudah saya buang. Sesuai mottonya, jd.id make your journey, saya dibuatnya benar-benar maked my journey. 

Ada fitur shared by di sana yang memungkinkan kita buat belanja bareng sama teman, atau kongsian dengan harga yang sangat murah. Ini sangat cocok buat anak kosan yang memang lagi belajar menghemat demi kehidupan yang lebih baik. 

Tuesday, 4 September 2018

Cerita ABG Seksi

Seorang teman nanya ke saya tentang definisi perempuan seksi. Saya jadi berpikir lama. Di umur sekarang saya terlalu sukar untuk berpikir singkat. Lalu saya bilang kepadanya sambil menatapnya lekat-lekat.  

Perempuan itu baru bisa dikatakan seksi kalau dia hobi menyesap kopi. Itu kata orang-orang di sana. Tapi bagi saya, cewek seksi itu adalah dia yang suka ngomong sendiri. Bukan karena dia gila. Tapi karena hal lain yang tak pernah kita tahu. 
Dia bingung. Lalu menoleh ke saya. Ada kerutan di keningnya, yang kemudian saya jelaskan sebelum dia bertanya lagi ke saya dengan pertanyaan yang lebih ngaco lagi. Saya memberikan dia permen sebentar, lalu dia terima. Saya bilang begini,  "Coi, cewek itu, lo lihat cewek yang lagi ngomong sendirian itu?" 
Dia menatap ke arah perempuan yang saya tunjuk. "Iya gua lihat! Terus kenapa?"


Saya sudah menduganya kalau dia bakalan bingung. Kemudian saya membuka sebungkus permen, dan memasukkan ke mulut saya, lalu saya jelasin lagi. "Dia itu cewek gua, Coi!"
"Serius lu? kok kayak orang gila gitu sih?" katanya. Kali ini saya jadi keselek. 
"Its so seksi meeen. Seksiiiiiii." Saya bilang begitu.
***

Tiba-tiba saya ngulet. Lamat-lamat saya ngeliat hape. Saya kemudian terperanjat. Loh? Udah jam berapa ini? Mampus. Mana lagi ada janji lagi. Anjiir. Saya kesiangan lagi. Hoaam... tidur kali ini nikmat banget deh, sampe kebawa mimpi, mana jauh lagi mimpinya, saya tadi masih ABG, lagi di kantin depan sekolah gitu.

Sunday, 2 September 2018

Hai, Semua Orang, Teriaklah ke Telingaku!

Saya rasa saya kali ini menjadi orang yang paling sedih sedunia. Saya tidak berguna. Saya tidak tau mesti bagaimana. Saya tidak punya ide. Saya diam di tempat. Saya hidup tapi kayak mati. Dan semuanya tampak sangat menyedihkan. 

Huh! 

Bagaimana tidak? Seorang pria seumur saya ini, yang sudah cukup dewasa, walau masih muda,  tapi tidak melakukan apapun.  Tidak melakukan inovasi apapun. Egois. Terlalu banyak santainya. Tidak belajar dari pengalaman. Lalu apa yang bisa saya banggakan setelah ini? 

Ayolah, Man. Bangkit! Saya harus berbuat sesuatu nih. Iya, saya tahu, saya harus melakukan banyak hal di usia ini. Tapi apa? Akal saya seperti tumpul. Saya tidak tahu lagi mesti gimana. Saya bahkan masih senang berdiam diri di rumah, ketimbang bersosialisasi.  

Oh, mau jadi apa saya ini? Apa yang bisa saya pertanggung jawabkan? Apa yang bisa saya katakan kepada ibu saya jika belio bertanya, sedang apa kamu nak? Saya tidak mungkin bilang kalau saya lagi gegoleran di kasur, Bu. Saya bahkan berkali kali menolak panggilan Video Call dari ibu saya lantaran saya malu karena saya baru bangun tidur. 

Mengingat ibu saya, saya jadi merasa sedih sendiri. Saya adalah orang yang bakal menjadi harapan buatnya. Sementara saya hanya diam di satu titik. Tak ada kefokusan. Tidak ada kemajuan. Tidak ada semuanya. Saya ini kerdil. Saya tidak mau seperti ini. Tapi saya mesti bagaimana? Kadang saya masih suka bingung sendiri di umur yang sedewasa ini. 

Saya harus mencari lagi. Apa yang saya kejar harus saya dapatkan. Agar saya tidak menyesal. Namun lagi lagi, saya merasa enggan, rasa malas jauh lebih dominan dibandingkan dengan tekad saya. 

Hai, semua orang! Tolong bantu saya! Teriaklah kencang ke telinga saya. Bahwa saya harus bekerja. Bahwa saya harus bergerak. Bahwa saya harus melakukan seuatu yang berguna. Bahwa saya harus bertindak. Katakanlah! Tolong katakan kepada saya. Teriakkan menggunakan toa bila perlu. Agar saya bisa sadar. Agar saya jadi tahu diri. Agar saya jadi punya malu. Agar saya peka, dengan keadaan saya, siapa saya, dan apa tujuan saya berada di sini. 

Monday, 27 August 2018

Saya Jadi Pengen Nonton Drama Ini


Katanya ini lucu. 


Jadi saya tuh tadu liat statusnya Nikmatus Soliha, yang ngaku kalau acapkali nonton drama, film atau anime paling suka ngamatin quote-nya. 

Jadi dia, maksudnya Nikma, merhatiin kutipan dalam bentuk apapun, gak cuma yang bijak atau yang romantis aja sih, yang koplak kayak gini juga. Maksudnya ya yang kayak di gambar ini.  Ini yang bikin grid juga dia sendiri, hasil tangkapan layar yang dia bikin juga. 

Terus dia bilang langsung spontan ngakak pas dialog satu ini. 

Dia ngebatin, kok isooo... nih cowok bangga banget jadi pengangguran. Saya juga jadi ikutan ngebatin. 

Btw, buat yang gak tau, ini kutipan dari drama Himo Men. Nyertitain tentang apa? 

Nih tak beberin sedikit. Infonya juga dapat dari Nikma. Cerita tentang sepasang kekasih, Sho dan Yoriko yang saling mencintai. Tapiii... si cowok ini pengangguran yang emang sengaja nggak mau kerja alias pemalas banget. Sementara si cewek qerja kerash bagai quda sebagai perawat buat memenuhi kebutuhannya sendiri dan kebutuhan si pacar. Oh, iya, si pacar ini diusir sama orangtuanya sendiri karena nganggur, jadi sementara numpang di tempat si cewek. 

Pas disindir sama si cewek: Yang, tabungan aku udah makin nipis lho. Ntar kalau uangku habis, kita bisa diusir dari kontrakan. Si cowok malah keluar, nyari rumput buat makan mereka. Trus bilang: Mari terus hidup bersama meski menjadi gelandangan

Bikin ketawa sih, tapi bikin jengkel juga. Pengen buang si cowok ke selokan gak sih? 

Monday, 20 August 2018

Suara dari Kamar Sebelah




Saya sebenarnya gak pengen denger. Tapi saya udah denger. Di kamar persis di sebelah kamar saya, ada suara kayak jejak langkah, atau suara orang berlari, atau orang yang iseng mukulin tembok, entah saya tak bisa membayangkan suara apa ini. Dan saya tahu betul, pemilik kamar di samping saya ini lagi pulang ke rumah orangtuanya, karena kuliahnya masih libur.

Saya gak pengen denger ini. Beneran gak pengen. Bagi saya ini mengganggu. Berisik. Maka saya putuskan buat keluar. Saya mau nguping dari luar, atau dari kamar yang menurut saya ada suara. Tapi di luar saya tak mendengar apapun. Saya langsung mikir, ini pasti berasal dari kamar atas. Untuk memastikan, saya pengen naik ke atas.

Saya ke kamar mandi dulu sebentar.  Lalu naik satu anak tangga. Kemudian saya urungkan. Karena saya hanya mendengar suara musik, saya paham, itu kamar teman saya yang lagi garapin tesis. Kayaknya dia lagi lembur. Dan bukan suara itu yang sedang saya cari.

Temen saya tiba tiba chat, dia komentari status saya, foto pas di Bandung. Lalu saya certain kejadian ini. Dia bilang, udah sejak lama apa baru ini? Saya jawab, baru kali ini saya dengar. Kemudian dia ngaco, paling mahasiswa baru. Saya timpalkan sekalian, ngapain maba berlarian malam malam? Dia makin ngaco, biar terlatih dalam expo UKM bla bla bla. Yang akhirnya dia nyuruh saya baca fatehah. Saya kemudian lakuin. Tapi tak semudah itu juga mengusir suara itu.

Saya akhirnya balik ke kamar lagi. Suara itu muncul lagi. Entah suara apa. Saya masih mencoba menebak. Lama. Sekitar setengah jam. Dan sekarang, di malam pukul 12.24, suara berisik itu hilang. 🤔🤔🤔

Saya heran.

Saya tidak pernah menceritakan cerita ini ke tetangga kamar. Saya takut, kalau saya cerita kemudian dia juga menceritakan pengalaman menakutkan lainnya. Lalu saya ingat cerita almarhum bapak saya, yang ketika mudanya sering diganggu semacam hantu. Kata bapak saya, kuncinya hanya satu, jadikan kamar sebagai tempat salat.

Saya ambil wudhu, salat malam, berharap tidak ada lagi suara-suara yang aneh. Apakah kemudian berhasil? Saya rasa iya. Tapi keanehan yang lain muncul. Saya kayak mendengar semacam gending, atau suara gamelan yang kadang terdengar jelas dan kadang terdengar samar. Saya curiga, itu juga suara dari kamar sebelah.



Friday, 3 August 2018

Perbandingan Harga Beras 10 kg di Jd.ID dan Shopee

Tentu kamu pernah dong belanja barang kesukaan di kedua marketplace itu? Jadi menurutmu enakan belanja di mana nih? Untuk membandingkannya, saya perlu barang yang ukurannya sangat besar. Kebetulan saya adalah anak kosan yang baru mencoba masak sendiri, untuk membandingkan lebih murah mana masak ketimbang jajan. Makanya saya putuskan untuk membeli beras ukuran 10 kilo.



 Sebenarnya saya sih bisa saja belanja beras di toko, pasar, atau minimarket. Hanya saja kali ini saya sedang melakukan percobaan kecil kecilan. Ya katakanlah seperti itu. Jadi kita semua tahu kan kalau semua marketplace memberikan fitur ongkos kirim gratis. Baik shopee dan Jd.ID dua duanya punya fitur ini. Namun akan nampak perbedaannya jika kita melakukan pemesanan barang dalam jumlah banyak. Di shopee, subsidi gratis ongkir hanya berlaku untuk 1 kilo pertama. Setelahnya akan diterapkan ongkos kirim yang berlipat. Jadi kalau mau membeli barang dengan ukuran yang sangat besar, misalnya beras 10 kg, di shopee sangat tidak recommended.






Tangkapan layar di atas memberikan bukti bahwa beras merk Topi Koki dijual dengan harga 178rb. Dengan subsidi pengiriman gratisnya sejumlah 20rb untuk 1 kg pertama. Sementara beras ini beratnya 10 kg. Artinya masih ada 9 kg lagi yang belum dihitung ongkos kirimnya. Lalu saat checkout sistem menghitungnya secara otomatis. Menggunakan ekspedisi JNE ongkos kirim yang dibebankan ke saya sebanyak 180rb. Gokils... Mahalan ongkos kirimnya ketimbang harga barangnya. Berikutnya saya akan menunjukan rincian harga beras merk yang sama Topi Koki, dengan berat yang sama 10kg.





Sangat nampak perbedaanya dengan sangat jelas. Bahwa harga produk beras yang sama di jd.ID adalah 173 rb. Sedangkan ongkos kirimnya ada 0 alias gratis ongkos pengiriman hingga ke 10 kg. Belum lagi ada diskon yang jumlahnya cukup mencengangkan. Jumlah diskonnya 53 rb. Maka total akhir yang perlu saya bayarkan adalah sejumlah 120 rb. Ekspedisi yang digunakan di sini adalah JX Express. 




Maka nampak jelas kalau belanja di Jd.iD untuk produk beras ukuran bobot 10 kg saya rekomendasikan sepenuhnya menggunakan marketplace jd.ID 

Pengalaman Belanja Beras Online 


Ini adalah pengalaman pertama saya belanja online beras. Gak tanggung tanggung pula 10 kilo. Banyak amat. Saya pesan beras ini seperti iya atau gak. Maju atau mundur. Ya kali beli beras kok jauh amat. Di pasar ada. Tapi sekali lagi saya lagi nyoba belanja beras online. Maka saya pun memaksakan diri saya untuk mencobanya. Lagi pula beras kan termasuk kebutuhan pokok yang penting untuk dipenuhi. 



Lalu memesan lah saya akhirnya malam hari pada waktu itu tanggal 24 juli. Dan berasnya dikirim pada tanggal 25 juli, yaitu sehari setelahnya. Dalam penantian barang ini saya luar biasa gak sabar untuk segera menerima paketnya. Baru kali ini saya belanja online yang sangat saya tunggu banget. Saya bahkan sampai ngerasa, ya Allah ini lama banget nyampenya. 



Setiap hari kalau saya suntuk buka sosial media, saya buka jd.ID hanya buat ngecekin beras saya ini sampai mana. Sampai tadi pagi atau tadi malam saya akhirnya tersenyum pas tahu beras saya udah sampai Solo. Artinya hari ini beras saya udah bisa saya masak. Tapi hingga pukul 12 siang beras ini belum juga kunjung datang. Pukul 1 siang juga belum. Saya beneran galau kayak lagi nungguin pacar yang gak ada kabarnya. Huh! 



Menunggu itu emang rasanya gak enak banget. Saya pun memutuskan buat 4 rakaat dulu, biar tenang. Lalu saya tiduran, tapi sebentar- sebentar tiap denger motor berhenti saya buka pintu, kali aja itu beras saya. Begitu seterusnya sampai menjelang pukul 4 sore. 





Saya lega banget dah, berasnya udah sampai. Saya pikir saya bakal dikasih beras tanpa packing. Ternyata tetap dipacking dengan rapi menggunakan kardus berwarna merah khas jd.ID Ini dia bentuknya.


Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done