April 2016 - Hadi Ku
News Update
Loading...

Thursday, 28 April 2016

Yuk Nonton Bro & Bray

 Selamat Weekend teman-teman. Akhir pekan ini punya rencana ke mana nih? Jalan jalan sama uhuk uhuk kesayangan kayaknya emang terlihat menyenangkan. Selagi masih muda juga, marilah menikmati masa muda dengan bahagia. Membaca buku di rumah juga bisa dijadikan sebagai pilihan weekend, sambil ngopi dan ngemil makanan ringan kesukaan. Atau menonton televisi.



Kemaren pernah baca sekilas, di mana gitu saya lupa. Katanya, ada surveynya kalau 80% orang masih suka menonton teve saat menghabiskan akhir pekannya.



Nah, kalau kamu adalah orang dengan jenis ini, mending akhir pekannya nyetel Trans TV aja. Karena di hari Sabtu dan Minggu, Trans TV biasanya menayangkan Sitkom Bro & Bray setiap pukul 14.30 WIB. 

sumber: Istimewa




Apakah kamu sedang merasa penat saat kerja sepanjang hari? Mungkin malah pusing sama tugas kuliah yang numpuk? Atau kamu malah lagi ngeluhin gaji yang nggak kunjung naik padahal kerja udah total banget? Atau sedang kesal sama Dosbing yang tak kunjung ngebubuhin tulisan ACC?



Udah, tenangin diri aja dulu. Yang penting tetap semangat. Saya pernah dikasih tahu ibu saya, apapun yang kamu lakukan cobalah kerjain dengan iklas. Saya lagi belajar nerapin nasihat ini juga sih. Karena rupanya menjadi iklas itu tidak mudah. Mangat!



Balik ke Bro & Bray. Ini adalah program komedi pendek yang divisualisasikan secara komikal. Bro dan Bray diambil dari kata sapaan gaul kaum pria dalam pergaulan. Dalam acara ini Bro memiliki watak yang berwawasan luas, tricky, banyak akal, dan juga pintar. Sedangkan Bray memiliki watak kebalikan dari Si Bro, yang ceroboh dan begajulan. Sehingga Bro yang akan lebih sering mengingatkan Bray ketika sedang melakukan kesalahan dan tak jarang pula berujung sial akibat kecerobohannya sendiri.



Acara ini dikemas dengan begitu kocaknya. Seperti episode terbaru yang beberapa pekan lalu tayang.

Bro dan Bray jadi tukang parkir, Bro mau istirahat makan dulu. Giliran Bray jaga parkir, Bray lihat ada orang nguprek-nguprek setang motor, Bray negur, cowok itu kaget, Bray dekatin dan minta uang parkir 2000. Setelah bayar, cowok itu langsung pergi. Tiba-tiba ada orang cari motornya gak ada di parkiran, dia tanya ke Bray, Bray bilang udah dibawa orang. Orang yang kehilangan motor marah, Bro yang datang melerai. Bray bilang kalau dia gak salah karena orang tadi bayar 2000 maka dibiarin pergi. Orang yang kehilangan motornya jitakin Bray. Mentang-mentang bayar 2000 bukan berarti itu motornya, cowok itu narik Bray buat ke kantor polisi, Bray Cuma bisa nangis.  



Ada juga kejadian waktu di mall, Seorang SPB (Sales Promotion Boy) mendekati Bro dan Bray menawarkan produk roti mini. Tapi Bray lebih memilih ngeles dan mendekati SPG cewek. Ketika Bro ditawari produk oleh SPB, Bray sibuk menggoda SPG. Bray bilang mau beli produk yg dijual SPG. Ternyata SPG kosmetik. Bray pun terpaksa beli walaupun nggak tau buat siapa. Sementara itu Bro malah dapat makanan dari SPB yang sedang demo roti mini. Bray minta ke Bro, tapi Bro malah menjejali roti gosong ke Bray.

 Nah, yang di bawah ini adalah yang terakhir tayang 30 April 2016, Bray berjualan di lapak PKL kemudian seorang Bapak beli ke lapaknya dan terjadi tawar-menawar. Bray tetap keukeuh enggak mau ditawar dan bilang gak bakal rugi kalau gak dibeli sama Bapak itu. Akhirnya si Bapak pulang dengan dongkol. CUT TO ketika Bray ngapel ke rumah ceweknya, Bray bilang dia kerja di PT. Tak lama bapaknya datang, Bray kaget karena bapak Pacar barunya itu adalah Bapak yang kemarin berantem sama dia. Akhirnya Bray diusir karena ketahuan bohong udah bilang kerja di PT.   





Pokoknya  ini acara kocak abis. Jadi kalau kamu nggak ada acara saat weekend, mending nonton Sitkom ini aja deh. Bro & Bray, setiap Sabtu dan Minggu pukul 14.30 WIB

Friday, 1 April 2016

Haris Pernah Bikin Naskah Buku Menggunakan Ponsel



Bicara tentang keunikan tulisan Haris, nggak jauh dari batik. Disadari atau tidak, batik adalah sejenis kain yang punya gambar unik dan beragam. Nah, tulisannya Haris seperti itu. Unik dan beragam. Uniknya, kadang orang ini saya anggap canggih, mikir dari sudut pandang yang paling ujung, saya juga kadang takjub, saking nyentriknya orang ini berpikir, mikirnya dari ujung pandang, oh pantesan aja. Mikirnya aja jauh banget.

Beragamnya, karena nggak semua hal yang sebenarnya bisa dijadikan lucu, tapi bisa jadi lucu aja oleh laki-laki ini. Misal saja, status facebook yang pernah dicatatnya berikut ini:

The Voice. Ajang pencarian bakat pakai sistem blind audition. Peserta nyanyi, juri nggak lihat mukanya. Cuma fokus ke suara. Harusnya ada tandingannya, The Face. Peserta nyanyi, juri pakai ear plug. Suara nggak dinilai, yang penting gayanya. Mungkin komentar jurinya bakal begini: "Suara kamu mengingatkan saya sewaktu kerja jadi mandor. Denger kamu nyanyi kayak denger suara mesin pabrik. Tapi wajah kamu asri kayak pepohonan."

Bagus sih.

Dan tulisan Haris juga jadi salah satu alasan saya tertarik ke tulis menulis. Saya pikir, menulis itu harus membuat kata-kata indah, yang seperti puitis, lalu penuh drama di dalamnya. Intrik percintaan pula. Komplikasi.

Rupanya saya menemukan tulisan jenis lain. Ya, tulisan Haris juga dapat dibilang sebagai salah satu yang akhirnya memengaruhi saya untuk ikutan pula menulis.

Haris ini emang aslinya unik sih kayaknya. Dia memerhatikan apa yang tidak pernah diperhatikan oleh orang lain. Pernah kejadian waktu itu zaman kapan, inget iklan anak kecil yang takut banget kehilangan ayam-ayamnya? Yang kemudian jargon pada iklan itu mendadak terkenal. Ituloh, yang kata-katanya begini, “UDAAAAH, MAKAN DULU SAAA NAAA!”

Iklan apa mie instan sih kalau nggak salah.

Nah, Haris berhasil bikin saya nyengir. Waktu itu Haris belum punya blog. Dia nulis apapun di catatan yang ada di facebook. Entah masih ada nggak sekarang tuh notes. Dan itu adalah satu-satunya catatan yang paling saya ingat dari semua catatan yang pernah dibuat oleh Haris.


Dan satu hal yang sempat bikin saya takjub sih, ini orang pernah bikin satu naskah buku lengkap menggunakan ponselnya. Widih.

Saat saya hanya bisa browsing nggak jelas, saat saya hanya mampu nulis status nggak jelas, sat saya hanya ngerandom di twitter yang juga nggak jelas. Haris justeru melakukan aktivitas yang lain. Dia ngetik naskah, yang kemudian terkompersi menjadi buku dalam bentuk cetakan. Dipasarkan ke seluruh Indonesia. Dapat royalty deh. Hebat!

Kemaren waktu baru-barunya ngeblog juga langsung dapat tawaran dari cermati untuk ngereview websiternya. Kece sekali orang ini.

FYI, mantan pacarnya juga banyak sih. Sayang banget, asset berharga gini kenapa kok dimantanin sih?

Eh, buat yang belum kenal Haris. Mungkin ada baiknya saya share apa yang Haris pernah tulis tentang dirinya. Nggak izin sih ini. Biarin deh. Biar dia makin terkenal juga gini.

Hai, nama saya Haris Firmansyah. Saya lahir 13 Mei 1992. Sewaktu emak ngelahirin saya, saya kelilit usus. Emak gak bisa melahirkan secara normal. Akhirnya, caesar. Tapi sejak itu, keluarga saya kelilit hutang. Karena biaya lahiran mahal, apalagi caesar. Bohong deng. Saya lahir di dukun beranak di kampung. Soalnya nggak sempet dibawa ke bidan. Nggak sempet kepikiran oleh orangtua saya. Ya anak-anak kampung yang lain juga lahirinnya pake dukun beranak. Sewaktu baru lahir, kata emak, saya cuma seukuran centong nasi. Matanya sipit, kulitnya putih. Tetangga pada ngatain saya, "anak china". Untungnya, sekarang udah iteman. Walaupun matanya tetep nggak belo-belo amat.

Yaudah, gitu aja. *Nyengir

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done