November 2015 - Hadi Ku
News Update
Loading...

Sunday, 8 November 2015

Isnanto Fitriansyah: 4 dari 5 Buat Novel Long Distance Relationsick

LDR – Sick on everywhere-where
Oke, kenalin: gue Isnanto. Salah satu cowok terbaik di Lubuklinggau yang mempunyai tingkat ketidak-peka-an yang sangat tinggi. Kali ini gue bakal cerita mengenai pengalaman paling berharga dalam hubungan sosial antar sesama manusia, tapi kali ini hubungannya lebih ke masalah hati.  Special One. Who’s that? Beberapa tahun silam, doi-lah yang ngebuat gue ngerasa betah dalam pelajaran Fisika. Sesulit apapun pelajaran itu, ketika sang guru ngasih soal, si doi malah ngejawab soal itu di papan kelas. Super. Kami sekelas merasa lega seketika. Karena kalo sampe nggak ada satu orang pun yang bisa ngerjain, bisa tamat riwayat kami. Itu soal bakal dijadiin PR, bahkan soal pun di perbanyak jumlahnya. Wedan kan?  Kemana lagi kami harus mencari wangsit buat ngejawab soal Fisika itu, satu soal aja nggak kejawab, apalagi ini? Tapi untung aja, ada si doi yang yang baik hati ngasih contekan ke kami, orang sekelas. Doi ngasih contekan, tapi gue malah ngasih hati ke doi. Doi pun nerima. Dan terjadilah serah terima hati. Kelelep Hari berlalu, kian berlalu. Hingga pada akhirnya keadaan yang mengharuskan kita untuk LDR. Do you know? It is Long Distance Relation. Sebuah hubungan jarak jauh. Butuh kepercayaan tingkat internasional buat ngejalanin hubungan jarak jauh ini.  Eits, sampe disitu aja ya gue cerita. Ini udah pindah lapak soalnya. Kali ini gue bakal ngajak lo untuk fokus di novel perdananya Kak Hadi. Nggak fokus-fokus amat sih, karena gue bakal bahasnya secara singkat.  Nama lengkap penulis novel ini adalah Hadi Kurniawan. Seumur hidup gue, udah berapa banyak ya gue nemuin orang yang nama belakangnya itu Kurniawan. Banyak deh. Temen se-prodi aja udah dua orang, yang satu cowok namanya Kurniawan dan yang cewek tinggal ditambah wati, jadilah Kurniawati. Namanya kurnia ya, gue yakin orang tuanya mengharapkan pemberian (kurnia) yang baik buat kehidupan anaknya kelak. Aamiin.

foto diambil dari twitternya 

Nama novelnya LDR, di tambah akhiran sick. Jadilah ‪#‎LongDistanceRelationSick‬. Novel ini berkisah antar sepasang anak muda, sang cowok bernama Minggu dan si cewek bernama Ciska. Nah, keadaannya mereka baru lulus SMA (sepertinya, karena di novel nggak di gubris mengenai kehidupan selama Sekolah Menengah Atas)* akan melanjutkan pendidikan perguruan tinggi. Si Ciska keterima di Palembang, dan si Minggu keterima di Bandung, lebih tepatnya orang tua Minggu dipindah tugaskan ke Bandung jadi Minggu mau nggak mau harus ikut. Si Ciska keterima di jurusan Fisika (Gila, FISIKA? Gue ngebatin. Kok ceritanya sama percis kayak gue? Alamak. Skip)*. Dan si Minggu nggak tau dia masuk jurusan apa. Apakah masuk ke got? Oh tentu tidak, soalnya di got lagi ada syuting LARVA, yang nantinya bakal ditayangin di stasiun tv Indonesia yang ber-tagline oke itu, entah tahun berapa. Suatu ketika Minggu minta dicium oleh Ciska. Ciska spontan menolak. Beberapa saat kemudian Minggu ngajakin Ciska buat LDR-an. Ciska langsung pergi. Butuh perjuangan bagi Minggu memberikan alasan yang jelas kepada Ciska mengenai keputusannya untuk menjalani LDR. Minggu harus berguru ke Ages terlebih dahulu buat ngasih alasan itu. Si Ages ini, Gaes, -- dia adalah temennya Ciska. Bisa dibilang Ages ini punya peranan penting bagi hubungan Minggu dan Ciska. Dan terjadilah LDR di antara mereka.  Hari demi hari mereka lewati, tanpa disadari masing – masing dari mereka mempunyai kenyamanan baru, dimana kenyamanan ini mempunyai setingkat lebih tinggi dari rasa kenyamanan sebelumnya. Ya, inilah lika liku dalam menjalani LDR. Banyak godaannya, gaes! Yakin deh. Pada akhirnya, 9 dari 10 orang memilih untuk putus ketimbang untuk terus menjalani LDR. (Itu survei dari mana ya?)*. Novel ini bergenre komedi cinta-cintaan. Satu hal yang ngebuat gue langsung ketawa ketika baru membaca novel ini. Ya itu tadi, ceritanya hampir menyerupai pengalaman gue dengan doi waktu itu. Ini kalo di sinetron, pas mau baru mulai, pasti ada tulisan kayak gini: Ini adalah cerita fiktif belaka. Bila ada kesamaan cerita, tokoh maupun keadaan, kami mohon maaf”. Tapi sayangnya, di novel ini nggak ada tulisan itu. Yang ada cuma; ‘penulis ngasih ucapan spesial buat kamu. Iya kamu.’ (Sambil nunjukin ke kamu)*. Iya, Kamu. Menurut gue, ini novel pantesnya dibaca untuk remaja tengah s.d. remaja akhir; eh yang udah dewasa juga nggak apa-apa kok. Dikarenakan di novel ini lo bakal nemuin kata cium, mimpi basah hingga bo**p. Mungkin sang penulis lagi memikirkan hal itu pada saat menulis novel ini kali, ya? Oh iya, gue juga nggak nemuin alasan yang pas, baru di halaman 8, Minggu dan Ciska tiba-tiba ngomong pakai ‘aku-kamu’, padahal narasi penulis pakai sapaan ‘lo-gue’, gitu. (Kalian tahu, Gaes? Cara penulisan Hadi Kurniawan ini lah yang menuntun seorang Isnanto menggunakan kata lo-gue dalam penulisan ini. Skip). Nggak cuma ke Ciska aja, tapi Minggu ngomong pakai sapaan ‘aku-kamu’ ke Ifra. Siapakah Ifra itu? Makanya baca ini novel! Nggak butuh waktu banyak buat nuntasin novel ini. Mungkin, lo yang punya hobi baca, sekali duduk langsung abis tuntas. Lumayan menghibur-lah novel ini. Pas buat lo ngabisin waktu di sore hari, sebagai cemilan di akhir pertemuan singkat. Ce’ile. Hahaha. Untuk skor gue kasih 4 dari 5 deh buat novel Long Distance Relationsick. Makanya, buat lo semua yang pengin tahu apa itu LDR, suka dukanya gimana, atau yang udah ngerasain tapi pengin terjebak nostalgia lagi, novel ini pas untuk lo baca.
“Ciska, Sayang. Aku nggak menolak kamu. Dengerin aku. Dengerin isi di hati aku. Aku hanya mengulur waktu aja, Sayang. Karena aku bukan tipe cowok modus yang cuman mau memanfaatkan kamu. Aku tulus... sayang sama kamu.” (Long Distance Relationsick, halaman 64).


Sunday, 1 November 2015

Review Buku: More Than This

Banyak pembaca yang memuji akan kehebatan buku yang bergenre YA Dystopian ini. More THan This ini terbit 2013. Menggabungkan fiksi ilmiah dengan surealisme, memadukan kisah remaja yang familiar dengan cerita futuristik-distopia, More Than This bercerita tentang seorang remaja yang bunuh diri, tenggelam, di samudra, dan terbangun di sebuah dunia yang kosong. Sendirian, dia menjelajahi dunia barunya yang absen dari manusia, namun penuh tanda-tanda peradaban. Perlahan, ia mempelajari kenyataan-kenyataan yang ada – mengenai hidup dan kematian, mengenai nyata dan tidak – dan menemukan keganjilan yang tak terkatakan.

Judul: More Than This
Penulis: Patrick Ness
Tahun Terbit: 2013
Penerbit: Walker Books Ltd
Halaman: 480 lembar 

More Than This

Sinopsis buku More Than This 

Mengisahkan tentang seorang remaja pria, Seth, yang pingsan dan lalu  mendapati dirinya tidak  berada di Amerika Serikat melainkan berada di Inggris, di rumahnya di mana dia dibesarkan.  

Seth dibuat heran dengan apa yang terjadi dan mencoba mencari tahu mengapa dia bisa berada di sana. Seth bukan hanya kesepian, namun juga mendapatkan semacam mimipi-mimpi buruk akankenangan pahit sepanjang hidupnya. 

Review buku More Than This

Alasan yang menjadikan buku berkesan adalah penulis membuka pembukaan dengan mematikan tokoh utama atau lebih tepat lagi, 'bunuh diri'. Karena biasanya di buku-buku yang lain, tokoh akan dibuat mati di akhir cerita. Maka inilah keunikan dari buku More Than This ini (MTT)

MTT terbagi dalam empat bagian di mana bagian pertama dan kedua hanya menceritakan bagaimana Seth pingsan dan mendapati dirinya sendiri di tempat yang menjadi mimpi buruknya sewaktu kecil, yaitu Inggris. Suatu hal buruk terjai kepada adik lelakinya dan dia berefek pada Seth. Kerana itu dia membenci Inggris, lalu dia pindah ke Amerika Serikat. Kemalangan itu menghantui Seth dan membuat dia merasa bersalah sepanjang hidup. 

Patrick Ness - penulis buku ini, mengembangkan konflik cerita di dua bagian terakhir dengan memperkenalkan tokoh Thomasz dan Regine yang terperangkap bersama Seth dalam dunia asing. Kejutan mula terasa di bagian terakhir dan MTT diakhiri dengan akhiran yang dapat membuat pembaca tercengang, dengan kata lain plot-twist!! 

Pembaca seolah-olah sedang menyusun kepingan puzzle dan Patrick Ness memberantakan kepingan-kepingan itu. 

Paling menarik, MTT dilengkapi dengan transisi present dan past di mana ia diselang-selingkan dengan kehidupan Seth sebelum dia pingsan. Di sini pembaca mula mengenal tokoh utama ini tentang bagaimana dia mengalami tekanan hidup sejak kecil dan rasa dikucilkan oleh orangtuanya sendiri. Drama terjadi ketika Seth terpaksa berhadapan dengan orang sekelilingnya jika  rahasia hubungannya dengan Gudmund terbongkar. 

Hampir separuh dari buku ini hanya melibatkan tokoh utamanya, tapi siapa yang menyangka jika hanya dengan satu tokoh saja,  sudah cukup untuk menghidupkan sebuah cerita dalam buku ini?

Setiap bagian dalam MTT diceritakan dengan begitu terperinci membuatkan pembaca seolah-olah berada di tempat tokoh utamanya, Seth. Ketika membaca MTT, pembaca dapat merasakan ketakutan, kebingungan, dan perasaan seperti diasingkan yang dialami Seth. 

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done