October 2015 - Hadi Ku
News Update
Loading...

Wednesday, 28 October 2015

Kejadian Horror di Sekolah

Happy Halloween Day 2015

Ada yang pernah ikut merayakan Halloween? Gue belum pernah sih. Halloween ini adalah perayaan malam 31 Oktober katanya, Gaes. Biasanya orang-orang bakalan memakai kostum seram. Untuk itu kali ini gue bakal ngereview buku seram deh, terbitan dari Bukune. Sebelumnya gue ceritain, buku yang gue review ini adalah hasil jerih payah gue ngeblog, anggap aja begitu. Karena di tahun 2014 awal lalu, gue terpilih sebagai host di Blogtour Horror yang diadakan oleh penerbit bukune. Ada 9 buku horror yang gue dapetin salah satunya ini.

Cekidot lah!
*** 

Bagi orang biasa, sekolah umumnya merupakan tempat belajar. Namun bagi orang yang tidak biasa sekolah bisa jadi tempat bertemu kejadian yang membingungkan, tempat jatuh cinta, sampai tempat yang menyeramkan sekalipun.

Ciuman pertama – bercerita tentang Dessy yang tiba-tiba saja sakit di sekolahnya yang baru hingga membuatnya dilarikan ke UKS. Di dalam UKS dia mengalami sesuatu yang ganjil. Dia merasa ada kerumunan cowok-cowok yang sedang membekap seseorang di bilik sebelahnya. Dessy bingung antara mimpi atau nyata. Kejadian itu mempertemukannya dengan Evan. Evan menemaninya ke pentas seni yang diadakan sekolahnya malam hari, dan suatu kejadian yang tak terbayangkan terjadi di sebuah kelas hingga membuat lipstiknya berantakan. Betapa terkejutnya Dessy saat teman-temannya masuk ke kelas itu, mereka hanya menemukannya seorang diri. Sebuah kalung yang dikenali oleh Rieka tadinya adalah milik Evan berada di tangan Dessy, gadis itu pun ketakutan, hingga melaporkan kejadian itu kepada dewan guru. Pak Lodang menceritakan bahwa delapan bulan sebelumnya terjadi tawuran hingga membuat seorang siswa koma lalu meninggal. “Siswa kami yang meninggal itu bernama Evan.” (Hal. 15)

Teman Sekamar – bercerita tentang Rina, seorang mahasiswi baru yang tinggal di asrama nomor A-13. Di dalam kamar itu Rina ditemani Asri yang tak pernah dia ketahui bagaimana latar belakang hidupnya. Yang Rina tahu, Asri adalah teman yang baik, yang perhatian, dan Asri selalu saja tahu apa yang ada dipikiran Rina. Asri pernah bercerita kepada Rina, kalau ada seorang mahasiswi yang dirampok sampai mati, selanjutnya Asri memperingatkan Rina untuk tidak keluar malam sendirian. Hingga suatu ketika, Wenny, temannya di kamar sebelah mengatakan sesuatu yang membuatnya berpikir keras dan membuat tubuhnya down. “Kamu tahu kan, di sini satu kamar untuk satu orang? Kalau mau ngajak teman menginap mesti izin dulu ke pengelola,” (Hal. 35)

Terlambat Datang – mengisahkan tentang Lidya yang terlambat datang ke tempat lesnya. Ibu Prita guru lesnya mengernyitkan dahi saat melihat gadis itu dalam keadaan kuyup. Pada saat itu Bu Prita memberikan tugas kepada seluruh muridnya untuk menceritakan kejadian yang mereka alami. Saat Lidya mengumpulkan tugasnya, Bu Prita menangkap sebuah keganjilan pada gadis kuyup tersebut. Di sekitar telinganya ada cairan yang berwarna merah kental. Beberapa menit kemudian, Bu Virgy memberikan kabar yang membuat Bu Prita tercengang. “Bu Prita, murid Ibu ada yang meninggal. Kasihan … ketabrak mobil waktu naik motor menuju ke sini. Meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.” (Hal. 51)

Makalah Remidial – menuturkan cerita Ninda yang harus bolak-balik ke perpustakaan karena mesti mengumpulkan makalah dalam waktu dekat. Beruntung dia bertemu dengan Putri di tempat itu. Sebagai seorang yang merasa terbebani dengan tugas, Ninda menerima tawaran Putri begitu saja, saat Putri menjanjikan akan membantunya. Dua hari kemudian, Putri memberikan sebuah makalah yang selanjutnya diserahkan oleh Ninda kepada Pak Eddy. Betapa terguncang jiwa Ninda saat Pak Eddy mencap Ninda sebagai plagiat. Pada saat yang bersamaan Ninda sadar bahwa Putri yang mendadak menjadi pahlawan baginya itu ternyata bukan manusia. “Dengar baik-baik, ya. Saya masih ingat dengan makalah ini. Ini adalah  makalah mahasiswi saya yang bernama Putri. Makalah ini sebelumnya saya tolak. Tapi sayangnya, mahasiswi itu menunggal dunia akibat kecelakaan, dan Putri belum sempat memperbaiki makalahnya.” (Hal. 72-73)

Penunggu Kamar Kos – Jodi yang merasa beruntung mendapatkan tempat kos memiliki banyak fasilitas seperti TV Kabel, dan wifi gratis bahkan juga bebas biaya listrik. Peninggalan perabotan dari penunggu kos sebelumnya membuat Jodi semakin merasa beruntung mendapatkan tempat kos itu. Namun rupanya, ada sesosok perempuan cantik di kamar kos tersebut yang selalu mengganggu tidur Jodi. Dari obrolannya dengan sesama penghuni kos, Jodi akhirnya tahu kalau kosannya itu adalah tempat yang angker. Beberapa orang yang menghuni kos tersebut sebelumnya pun mengalami kejadian yang tak kalah menyeramkan dari dirinya.

 Playlist Siapa – Sebuah lagu lama yang Dian perkirakan dari tahun lima puluhan tetiba berada di playlist-nya. Anehnya, saat lagu itu berputar, seorang bocah kecil bernama Mimi muncul di depannya. Beberapa hari setelah mengenal Mimi, Dian mengalami ‘tindihan’ dan selanjutnya Dian terlempar ke masa lampau. Kampus yang tadinya dia jejaki, mendadak berubah menjadi Panti Asoehan Kasih Iboe yang tertulis besar dengan ejaan lama. “Di salah satu dahan pohon besar itu, Mimi tergantung dengan tali rafia warna merah.” (Hal. 119)

Di Gazebo Tengah Malam – Sandy menemukan seorang cewek saat tengah malam di sebuah kampus di Jakarta. Gazebo Fakultas Arsitektur itu menjadi saksi, kalau ada seorang cewek bermuka rata hingga membuat Sandy lari tunggang langgang.

Saat Jantung Berdegup Kencang – kisah Dea yang bertemu anak kecil di dalam toilet, kisah Ihsan yang bertemu bapak-bapak berbadan hanya sebatas perut,  dan kisah Yuna yang bertemu dengan sosok perempuan bergaun sedang berjalan zig-zag.

Buku ini menceritakan tentang tujuh cerita-cerita horor yang dikemas dengan gaya teenlit yang menarik. Dalam buku ini, Hana R. Praptini menyatakan bahwa cerita-cerita ini sebagian besar terinspirasi dari kejadian nyata. Penuturannya yang lembut berhasil membuat siapa saja yang membacanya merasa seram dan merinding total.
***
Identitas Buku
Penulis: Nana R. Pratiwi
Penerbit: Bukune
Cetakan: 1, 2013
Tebal: viii+164 halaman
ISBN: 602-220-102-0



After School Horror
Pernah dimuat di Rimanews dengan judul Sisi Lain dari Sekolah http://budaya.rimanews.com/buku/read/20140722/162928/Sisi-Lain-dari-Sekolah?hc_location=ufi 

Tertarik buat membaca buku ini, Gaes? Ayo cari di tokobuku terdekat! 





Monday, 19 October 2015

Review Buku: LONG DISTANCE RELATIONSICK

Judul: LONG DISTANCE RELATIONSICK
Penulis: Hadi Kurniawan
Penerbit: Ragam Media
Editor: Fatimah Azzahrah
Cet: I, Mei 2015
Tebal: 190 hal 13x19 cm
Harga: Rp. 38.000


Blurb

Gue pikir, menjalin hubungan LDR itu sama aja kayak air kopi tanpa gula. Pahit. Banyak sekali cobaan.

Gue seringkali ngalamin yang namanya galau. Kalau setiap Sabtu malam orang-orang nge-date sama pacarnya, sedangkan gue, ya, Tuhaaaan! Gue hanya bengong doang, nungguin anak ayam turun seribu yang mati satu tinggal sembilan ratus sembilan puluh sembilan. Giliran anak ayam tinggal dua dan gue melihat ayam itu gandengan, gue pasti bakalan envy abis. Anak ayam aja gandengan, masa gue enggak?

***


Ini bukan kisah sedih di hari Minggu. Ini kisah sedih yang dialami Minggu (iya, nama orang bukan nama hari). Semenjak terpisahkan oleh jarak dengan pacarnya, cowok itu sering gonta-ganti nada dering yang bikin bermuram durja. Kadang pake lagu Jaga Selalu Hatimu-nya Seventeen, kadang pasang Lagu Rindu-nya Kerispatih.


Semuanya masih baik-baik saja asalkan stok pulsa terjamin atau operator nggak iseng-iseng nyapa doi: “Nomor yang Anda tuju sedang sibuk.” Kalau kedua hal itu udah kejadian, prasangka buruk pun dateng dan seharian bakal annoying. Dia lagi apa? Lagi pergi sama siapa? Udah makan belum? Udah poop belum? *abaikan pertanyaan terakhir*


Dih, ngerasa senasib sepenanggungan? Daripada lo nangis senderan di dalam kamar mandi sambil shower-an, mending lo meratapi nasib bareng Minggu aja deh!


Review

Salah satu jenis tulisan yang sekarang mulai marak adalah personal literature atau disingkat pelit. Sebuah jenis tulisan yang termasuk jenis non-fiksi. Jadi cerita dalam naskah pelit adalah kisah nyata yang benar-benar dialami oleh penulis atau kharakter yang ada di dalam cerita. Terlepas kita mengenal penulisnya atau tidak, jika membaca novel debut Hadi Kurniawan yang ia  tulis dengan sudut POV1 (gue atau Minggu)  maka serta merta kita akan mengira kalau Hadi eh novel-nya ini benar-benar pelit. Tapi untuk kebenarannya silakan tanya pada @hadikurz


Dalam novel yang baik cover dan juga layout-nya sungguh sangat menarik ini, diceritakan sosok seorang Minggu Mahardika. Tokoh utama yang berkharater centil dan pe'a yang sepanjang cerita mengalami kegalauan demi kegalauan yang pada akhirnya malah bisa membuatnya semakin dewasa dan bijaksana. Curhat Minggu tentang LDR-nya dengan Ciska kepada pembaca mengalir sampai jauh (kayak Bengawan Solo aja hihi), enak dinikmati dan bisa mengaduk-aduk rasa. Membuat pembaca larut antara meringis terhibur sekaligus geregetan ingin menjitak penulisnya eh Si Minggu ding.


Novel yang menurut saya termasuk kategori young adult ini ( baca: tidak direkomendasikan untuk pembaca di bawah umur tanpa pendampingan orang dewasa #tsaaah) selain berisi tulisan gaya ngocol sesuai kharakter pe'a  Si Minggu juga ditaburi analogi-analogi yang keren. Dialog-dialognya cukup bernas dan narasinya tergolong tidak membosankan.

    "... Hidup ini layaknya kubus yang memiliki enam buah sisi. Jika kemarin atau beberapa waktu lalu gue merasa sedih, itu artinya gue sedang melihat dari sisi terbawah dari kubus itu. Kenapa gue selalu galau? Karena gue nggak pernah mau berpikir dari sisi yang lain." (hal: 165)

 
Document Pribadi


Meski ada beberapa typo untuk beberapa kata dan tanda baca yang juga sempat membuat sebutan 'gue' mendadak berubah jadi 'aku'. Novel ini tetap recommended untuk dijadikan koleksi karena kisah galau di hati Minggu dijamin bisa menjadi obat galau bagi pembacanya, khususnya bagi yang sedang menjalin hubungan jarak jauh. Sarat pesan kebajikan baik yang tersurat maupun tersirat, tentang bagaimana agar hubungan percintaan baik dengan kekasih ataupun sahabat tetap bisa berjalan dalam proses kebaikan dan perbaikan diri.

***


Arista Devi
HK, Juni 2015

Saturday, 10 October 2015

Give Away Buku 19 Jurus Mabuk Penulis Sukstres

Udah tahu belum kalau gue ikut berkolaborasi dalam pembuatan buku 19 Jurus Penulis Sukstres? Nah, biasanya kalau gue pamer buku baru gini, sering kali gue temuin orang yang nginboks mintain gratisan.

Kebetulan nih, lagi ada GiveAway. Jadi buat para pecinta gratisan, mendingan ikut ini deh. Disediakan dua eksemplar buat yang beruntung.  Tapi sebelumnya gue kenalin dulu buku ini seperti apa.

Cover

Universal Nikko
Blurb
Mau jadi penulis tapi bingung mulai dari mana? Belum menulis sudah pusing duluan. Sudah menulis tapi tata caranya tak beraturan.

Tetapi seribu alasan yang bisa meruntuhkan impianmu menjadi penulis akan terpatahkan dengan mudah sekarang. Buku 19 Jurus Mabuk Penulis Sukstres--alias sukses tanpa stres--akan menjawab tuntas semua pertanyaanmu.

19 Jurus Mabuk Penulis Sukstres memuat jurus menulis beragam genre, fiksi maupun nonfiksi, sehingga kamu bisa mempelajari semua jenis tulisan hanya dalam satu buku.

Jadi, jika kamu ingin menjadi penulis serba bisa, buku inilah jawabannya!

GiveAway

Buat yang pengen ikutan ini caranya gampang banget. Cukup sign in GoodReads menggunakan akun G+ lo, atau menggunakan facebook juga bisa. Selama ini kalau gue sih masuk via facebook. Nah kalau udah, lo cukup klik Enter Giveaway pada tulisan di bawah ini, atau menuju ke widget sebelah kanan atas blog ini. 



Goodreads Book Giveaway

19 Jurus Mabuk Penulis Sukstres by Mayoko Aiko

19 Jurus Mabuk Penulis Sukstres

by Mayoko Aiko

Giveaway ends October 22, 2015.
See the giveaway details at Goodreads.
Enter Giveaway

Mudah bukan?

GiveAway ini berlangsung selama satu bulan penuh. Terhitung sejak 22 September - 22 Oktober 2015. Satu akun hanya bisa enter satu kali. Kayaknya kalau lo punya banyak akun, lebih baik ikutan ini semua. Sah-sah aja sih, nggak ada aturan lain kok, asal klik Enter Giveaway aja. Dan kesempatan buat menangnya juga akan lebih besar kalau makin banyak akunnya. 

Catatan dari gue, pastikan data diri yang lo masukkan itu benar. Karena pemenang akan dipilih oleh mesin, bukan gue, ataupun penulis lain dari buku ini. Sekali lagi, pemenang dipilih mesin. Jadi gue harap, setiap data yang lo masukkin beneran valid, bila perlu bubuhkan nomor yang bisa dihubungi. 

Gue punya pengalaman, satu bulan yang lalu gue bikin GiveAway serupa untuk buku Long Distance RelationSick, tapi sampai sekarang bukunya belum gue kirim karena gue kehilangan kontak si Pemenang. Lo nggak mungkin mau mengalami nasib yang sama kan apabila lo menang?  

Cukup itu aja sih penjelasan dari gue. Kalau ada yang pengen ditanya, boleh mention gue di twitter @had1k, atau penerbitnya @UniversalNikko. Selamat menggantungkan harapan. Mohon maaf lahir batin. Jangan lupa bahagia ya! 

Ada yang mau ikutan GiveAway ini nggak sih, omong-omong? :v

Wednesday, 7 October 2015

Review Buku: Beautiful Regret

Review Buku: Beautiful Regret


Biodata Buku
Penulis                        :   Dion Sagirang
Penerbit                      :   Grasindo
ISBN-13                     :   9786022515203
Tgl Penerbitan           :   2014-05-19
Bahasa                        :   Indonesia
Cover:

Beautiful Regret


Setelah merasa dikekang dan dipaksa menjadi sebuah mesin penghasil uang oleh Kakak kandungnya, Han Seon Mi melarikan diri, dan nekat menenggak minuman keras hingga membuatnya mabuk.

Terkadang seseorang dalam keadaan kalut memang tidak dianjurkan untuk memutuskan sesuatu. Sama halnya seperti Han Seon Mi – tokoh dalam novel ini, agaknya dia harus menyesalkan keputusannya. Dalam keadaan mabuk itu Han Seon Mi diganggu oleh beberapa lelaki yang selanjutnya membuat dirinya tidak sadarkan diri.

Beruntung seoarang pria yang digambarkan sebagai laki-laki muda yang tampan, menolong Han Seon Mi, serta bersedia merawatnya hingga pulih. Namun, keputusan pemuda yang bernama Shin Yong Hee untuk membawa pulang Han Seon Mi itu adalah kesalahan besar. Apalagi, keputusannya untuk membawa Han Seon Mi pulang ke rumahnya, tanpa sepengetahuan Bibi Hyun – ibu kandung Shin Yong Hee.

Awalnya Shin Yong  Hee  panik  ketika  mendapati  respons buruk Kim Min Ji yang menganggapnya telah melakukan hal tidak senonoh terhadap gadis yang baru ia ketahui namanya adalah Han Seon Mi, seorang artis yang namanya sedang bersinar.  Kim Min Ji yang memberitahu siapa gadis itu sebenarnya. Dan, Shin Yong Hee merasa menemukan titik terang untuk memberi kabar Han Seon Mi kepada keluarganya. (Hal. 18)

Adegan berikutnya digambarkan bahwa Kim Min Ji sedang tak ada jadwal kuliah. Seraya bermalas-malasan, wanita belia itu menyalakan televisi. Namun alangkah kagetnya dia, saat mendapati kabar bahwa ada seorang Manajer Artis yang menyebar isu bahwa Artisnya tengah diculik.

Han Tae Ra memaksa adiknya untuk bersandiwara dalam sidang, hingga membuat Hakim menjatuhkan hukuman kepada lelaki itu.

Ahjussi, pemuda ini yang telah memengaruhi adik saya dan menculiknya. Dia juga tengah mencoba memeras ... ya dia mencoba meminta banyak uang kepadaku. Saya harap, hukum segera menyelesaikan kasus ini.” (Hal. 42)


Setelah menjebloskan Shin Yong Hee ke dalam penjara, Han Seon Mi kembali kepada aktivitas lamanya sebagai penyanyi. Dia mengadakan konser dengan penonton yang riuh di Seoul Olympic Stadium.

Kehilangan mata pencaharian sama saja kehilangan penghasilan. Bibi Hyun kini membantu keluarga Kim Min Ji berjualan mie. Yi Jung - seorang pelanggan setia di kedai buburnya dulu membuat Bibi Hyun bersedih lagi.

Bibi Hyun terdiam beberapa saat, seolah berpikir dari mana ia akan memulainya. Kemudian wanita itu menceritakannya dari awal hingga akhir, termasuk mengenai nasib putranya.  Rasanya ia juga tak merasa malu ketika menangis di hadapan Yi Jung, padahal laki-laki itu masih orang asing baginya. Mendengar cerita Bibi Hyun membuat hati Yi Jung terenyuh. Terlebih ketika mendengar cerita tentang putranya yang kini mendekam di penjara. (Hal. 96)

Perjalanan cerita cinta Shin Yong Hee dan Han Seon Mi yang panjang ini ditulis oleh Dion Sagirang dalam sebuah novel yang berjudul Beautiful Regret. Novel setebal 248 halaman ini tidak hanya mengedepankan unsur percintaan, namun juga menampilkan sebuah kekeluargaan yang hangat serta persahabatan yang sangat menyenangkan.

Bersetting di Korea dengan nama tokoh yang juga kekorea-koreaan, dalam buku ini dapat ditemui juga beberapa istilah dan sapaan-sapaan dalam bahasa Korea.
***

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done