Skip to main content

Balada Anak Kos

Sejak Juli 2018 lalu saya resmi jadi anak kosan. Itu artinya, sejak 4 bulan terakhir saya sudah hidup sendiri dari orangtua. Beberapa respon teman yang saya kabarin ini langsung nyeletuk, “Waw… akhirnya.” Lantas membuat saya menduga-duga, ini obrolannya arahnya ke mana. Saya langsung mengasumsikan bahwa mereka beneran takjub kalau saya akhirnya pergi juga dari rumah. Bukan buat minggat, tapi saya menuntut ilmu. Ya, saya kuliah lagi di sini, Universitas Sebelas Maret, Solo.

Sebelum memutuskan buat kuliah S2 saya cari beberapa artikel buat perbandingan, dan minta pengalaman beberapa teman buat berbagi cerita. Karena saya antara yakin nggak yakin mau lanjut sekolah lagi. Tapi kemudian saya mikir, kalau sebagai cowok jelek saya emang perlu sekolah S2 biar bisa saingan dengan ribuan cowok ganteng. Eaaakkk.. 

Kebanyakan artikel yang saya baca menyebutkan bahwa S2 itu nggak kayak S1. Kita dibebaskan untuk memilih mata kuliah yang kita inginkan. Teman saya juga bilang kalau S2 itu mudah, dan selama menuntut ilmu kita juga jadi mendapatkan predikat sebagai seorang mujahid ilmu. Apaan tuh? Jadi konon, menuntut ilmu itu adalah bagian dari jihad di jalan Allah, hanya saja tidak menggunakan senjata. Dan kita semua tahu, cara menjaga syariat salah satunya ya dengan ilmu, makanya disebut dengan mujahid ilmu. 

Kenyataan ini tentu membuat saya sangat bahagia. Apalagi masuk sebagai bagian dari UNS, salah satu kampus TOP di Indonesia. Namun sayangnya, euforianya langsung berakhir setelah ospek. Karena sejak perkuliahan dimulai, segala upaya dan tenaga, waktu juga pikiran, semua daya yang saya miliki terkuras. Kuliahnya sih nggak seberapa. Tapi tugasnya yang luar biasa.  Keadaan ini agaknya jadi terasa ngeri-ngeri sedap lah.  Seminggu pertama kuliah saya pusing banget. Masuk hari Senin, hari Kamis harus presentasi. Amsyong.

Belum selesai mikirin tugas, masih kudu mikirin mau makan apa. Anak kos mah gitu. Drama terbesar anak kosan tentunya. Tentang pertanyaan mau makan apa hari ini. Bagaimana cara ngatur uang seadanya biar bisa cukup buat belanja kebutuhan, buat makan, dan biaya lain-lain. Pengen jalan-jalan tapi kalau nekat, besok gimana buat makannya. Dan semua itu harus bisa dimanage sepas mungkin supaya kelangsungan hidup tetap bisa terjaga. Misalnya, hari ini bisa aja nih saya jajan ngabisin duit banyak, tapi besoknya saya harus rela makan pake indomie dan kerupuk doang. Dan keadaan ini bikin system pencernaan saya jadi nggak bagus. Beda banget saat saya lagi bareng sama orangtua. Saya kalau mau makan tinggal makan.

Untung, saya selalu diajarkan ibu saya untuk mencari solusi dari setiap masalah yang saya hadapi. Seperti saat pencernaan saya nggak bagus, saya diajari ibu saya buat mengkonsumsi Herbadrink Lidah Buaya. 



Minuman herbal alami ini dibuat dengan menggunakan resep tradisional tanpa pengawet dan tanpa tambahan perisa, jadi sangat Indonesia banget dan aman. Pemprosesannya diproduksi menggunakan teknologi tinggi yang sangat modern sehingga membuatnya bersih dan tanpa endapan. Di kemasannya terdapat tulisan sugar free, yang berarti minuman ini bebas dari gula, jadi aman untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes dan konsumen yang sedang mengurangi gula berlebih, selain itu juga berkhasiat. Yaitu membantu memelihara kesehatan serta fungsi pencernaan dan juga membantu melancarkan buang air besar.  Cara minumnya juga gampang tinggal diseduh aja. 

Selain rasa lidah buaya, herbadrink juga memiliki varian dengan rasa lain, yaitu sari jahe dan sari temulawak. Yang kesemuannya itu memiliki khasiatnya masing-masing. Sari jahe untuk menghangatkan badan, saya selalu mengkonsumsinya ketika musim hujan. Sari temulawak untuk memelihara kesehatan usus. Sedangkan lidah buaya, untuk membantu kesehatan pencernaan dan melancarkan buang air besar. Tiga varian dari herbadrink ini sudah sugar free semua, jadi beneran dijamin aman.

Kemudian membuat saya sadar, ternyata emang Allah itu Maha Kuasa. Dia akan memberikan apapun yang kita butuhkan. Dan semua pertolongan-pertolongan itu benar adanya, ketika kita yakin dan bertakwa. Keadaan ini yang akhirnya menguatkan saya ketika berada di Solo,menjadi anak kos. 

Comments

  1. Herbadrink kusuka yang lidah buaya, seger beuh, apalagi pake es. Ntap beneran

    ReplyDelete
  2. Jelek kalo berpendidikan kan jadi ganteng, eh tapi gak jelek ko, yang jelek tuh cuma orang jahat yang suka mengambil hak orang, contohnya koruptor ^

    ReplyDelete

Post a Comment

Saya menghargai setiap komentar yang kamu berikan. Maka jangan pernah sungkan untuk meninggalkan komentarmu. Untuk kepentingan bisnis, silakan hubungi saya via email di hadisujatman@gmail.com

Salam!

Popular posts from this blog

#GagasDebut GiveAway | Novel Selamat Datang Cinta by @OdetRahma

Kenapa buku ini harus dimiliki?



Simak Review dan Obrolan saya dengan Penulis Selamat Datang Cinta di postingan saya sebelumnya. Atau, silakan simak review dari Mpok Wuri berikut ini. ENTER!

Blog Review & Give Away Semangkuk Rendang di Negeri Paman Sam

Semangkuk Rendang di Negeri Paman Sam ini adalah peraih pemenang pertama dalam lomba Young Adult Locality Novel 2015 yang diselenggarakan oleh Universal Nikko. Dari judul kita bisa menemukan kata Rendang, artinya nuansa Minang sudah dapat ditebak, jadi wajar jika kita menemukan nuansa Minang yang kental di seluruh adegan. Termasuk penggunaan bahasa yang dipakai penulis, budayanya, adat, tapi jangan risau sodara-sodara, karena selalu ada catatan kaki di setiap dialog yang berbahasa Minang.


Bercerita tentang jungkir balik dunia Adit.  Jungkir balik dunia Adit ini sangat rumit.  Ibunya meninggal saat  dia melahirkan Hanif, adiknya. Kemudian disusul dengan kepergian ayahnya akibat kecelakaan saat kerja. Belum lagi sang adik punya penyakit penurunan fungsi otak.  Pokoknya penuh drama banget. Itu juga masih ditambah pula dengan keadaan hidup yang serba pas-pasan, dikisahkan bahwa Adit mesti membiayai  kuliahnya senditi, makin menyedihkan waktu tau adiknya di kampung ditinggal sendiri karena n…