Skip to main content

Lenjongan dan Berambang Asem Membawa Timlo Solo Menjadi Juara III di Arisan Rasa

Arisan biasanya kan identik dengan yang namanya emak-emak sosialita, rempong, yang dikit-dikit ngebahas lakinya, rengking anaknya, KB, atau ngatain orang sambil ketawa-ketawa. Tapi acara ini beda kok. Ini acara Arisan Rasa. Bukan tentang pengumpulan rasa, terus diundi, dan namanya yang keluar jadi pemenang, bukan. 



Di event yang diadakan @travellingyukcom ini, para peserta diajak berdiskusi tentang bagaimana menghasilkan uang lewat travelling. Jadi istilahnya travelpreneur, semoga tulisannya bener. Pematerinya ada dua orang, Mas Rero Rivaldi selaku Head of Creative Content Travelingyuk, dan Mas Wira Hardiyansyah yaitu seorang Travelling Chef yang sangat berprestasi. Acara dipandu oleh Mbak Lidya, dan diawali dengan presentasi dari Mas Rizky Kurniawan. Lalu diakhiri dengan acara tanya jawab dalam suatu mini talkshow



Hasil bincang-bincangnya adalah informasi tentang Gastronomi. Saya pribadi masih sangat asing dengan istilah ini. Menurut hemat saya, gastronomi ini adalah cara kita untuk menggali lebih jauh lagi mengenai bagaimana proses penciptaan suatu masakan. Bisa ditelisik dari bahannya, sejarahnya, juga tentu saja dari rasanya. Kan ini acara Arisan Rasa, Gaes. Nah itu di sesi pertama.

Selanjutnya sesi kedua, kami dikumpulkan di Lt II Pasar Gedhe. Para peserta dibagi menjadi beberapa tim, dan saya kebagian di kelompok Timlo Solo, nama kelompoknya emang menggunakan nama masakan khas Solo. 


Masing-masing peserta diberikan dua nama masakan yang harus dicari tau. Kami Timlo Solo mendapatkan mandat dari Mbak Lidya untuk mengulik masakan yang bernama Lenjongan dan Berambang Asem. Wah makanan apa ini? Kok namanya aneh banget. Di Sumatera nggak ada nih makanan kayak gini. Aduh, saya pokoknya jadi mikir banget. 

Kemudian kami dibebaskan bergerilya, mengembara ke Pasar Gedhe, demi sebuah misi, mencari tau gastronomi masakan yang telah diembankan kepada kami. Tapi sebelum menjalankan tugas negara, wong kami generasi milenial ya, kalau nggak selfi dulu ya nggak milineal banget. Ya udah, selfie deh. Cekrek! 

Padahal ini belum saling kenalan btw.


Jeng jeng jeng! 
Pertama kali melangkah kami langsung bisa mendapatkan apa yang kami cari. Semacam pepatah setali dua uang. Dalam satu warug Yu Sum, kami menemukan penganan Berambang Asem dan Lenjongan sekaligus. Ini sebuah kebetulan yang sangat menyenangkan, bukan? Oh, baiklah, saya bahas satu-satu.

Lenjongan


Jadi ternyata Lenjongan itu artinya adalah tumpukan dari banyak makanan yang dijumput dikit demi sedikit.  Di warungnya Yu Sum tadi penganan yang dijadikan lejongan adalah gethuk, ketan hitam, gatot, tiwul, gendar, cemplon, cenil, lupis ubi, yang kesemuanya dicampur jadi satu dan disantap pakai parutan kelapa yang manis. Wah sebenarnya makanan-makanan ini di mana-mana ada sih, cuma nggak dilenjongin aja. Itulah yang menjadikannya khas, karena hanya ada di Solo dan sekitarnya yang dijual dengan cara Lenjongan. Harganya cuma 5000 gaes. Mantap! 

Berambang Asem


Berambang artinya bawang merah, sedangkan asem artinya masam.  Berambang Asem ini berupa sambal yang mirip pecel, tapi rasanya kayak rujak. Saya mengasumsikannya sebagai perpaduan antara keduanya itu, yang dimakan menggunakan sayur daun ubi jalar. Harus daun ubi jalar, karena kalau menggunakan sayuran lain seperti kangkung malah bisa jadi benyek, dan sangat nggak cocok sama berambang asemnya. Makanya harus daun ubi jalar. Selain itu daun ubi jalar juga memiliki manfaat yang baik bagi penderita kolesterol. Ini juga 5000an gaes. 

Jadi penganan ini sejarahnya sudah ada sejak jaman Belanda. Di mana pada waktu itu, penduduk kesulitan mencari makanan, namun karena tuntutan untuk menyambung kehidupan, maka penduduk makan seadanya, ya makan penganan ini. Siapa yang menyangka kalau makanan seadanya ini kini jadi ladang buat mencari rejeki untuk keluarga Yu Sum. Menurut Belio, seharinya bisa menghasilkan uang Rp 500ribu dari hasil berjualan penganan ini saja nih. Wadaw! Mantap ya?



Acara kemudian diakhiri dengan pengumpulan hasil yang diunggah ke Instagram. Prsentasi hasil yang didapatkan, per tim. Lalu pengumuman juara. Lah... Timlo Solo dapat juara tiga, Gaes. Alhamdulillah, Gaes. Dari awal ekpektasi saya nggak pernah mengira kalau bakalan adak kompetisi seseru ini. Saya hanya meniatkan diri untuk ikutan supaya bisa dapat teman baru, dan tentu pengalaman baru. Nggak pernah kepikiran kalau bakalan ada kejuaraan dan bakalan menang gini. 



Dan ini juga jadinya lucu, Gaes. Pas diumumkan sebagai juara kan saya langsung pamer ke grup keluarga. Lah saya jadi menyesal sendiri, ternyata banyak paparazi yang motretin para juara begitu. Kalau tau gini kan, saya bisa senyum dulu atau dada-dada ke kamera ya. 


Comments

  1. Ntap Mas. Keep Blogging. Cerrrrs.

    ReplyDelete
  2. intip2, asik juga bahasa ne

    ReplyDelete
  3. Good! Seru saya melihatnya. Dan sepertinya kamu menikmati arisan rasa ini.

    ReplyDelete
  4. Hadiiiii wadaw ini seru banget. Baiklah, kalo ke Soli aku hunting Lenjongan aahhh. Mihihi ....

    ReplyDelete
  5. BROKER AMAN TERPERCAYA
    PENARIKAN PALING TERCEPAT
    - Min Deposit 50K
    - Bonus Deposit 10%** T&C Applied
    - Bonus Referral 1% dari hasil profit tanpa turnover

    Daftarkan diri Anda sekarang juga di www.hashtagoption.com

    ReplyDelete

Post a Comment

Saya menghargai setiap komentar yang kamu berikan. Maka jangan pernah sungkan untuk meninggalkan komentarmu. Untuk kepentingan bisnis, silakan hubungi saya via email di hadisujatman@gmail.com

Salam!

Popular posts from this blog

#GagasDebut GiveAway | Novel Selamat Datang Cinta by @OdetRahma

Kenapa buku ini harus dimiliki?



Simak Review dan Obrolan saya dengan Penulis Selamat Datang Cinta di postingan saya sebelumnya. Atau, silakan simak review dari Mpok Wuri berikut ini. ENTER!