Begini, Hidup Ini Tidak Mudah Bagi Orang yang Lebih Lemah Daripada Keharusannya



Sudah pernah baca percakapan anak muda galau sama Mario Teguh tentang kehidupan belum? Buat yang belum mungkin ada baiknya saya tarik ke sini. Ini saya ambil dari grup, apa tadi nama grupnya, keburu nutup tab. Huft 


Sebetulnya hidup itu rumit. Tapi rupanya, hidup itu akan rumit jika seperti itu yang kita pikirkan. Kadang saya juga menanamkan prinsip semacam itu untuk mengukur seperti apa diri saya. 



Maksudnya begini, katakanlah saya, orangnya mirip Ubed. Ya, saya akan mengiyakan hal itu hanya jika ada seseorang yang menilai saya begitu. Saya dibilang tampan, saya juga akan mengiyakan, jika itu yang dikatakan. Saya tidak jelas, begitulah saya. Lalu apa lagi? Intinya adalah, saya itu seperti apa yang kamu pikirkan. Sepelenya bilang begitu. 



Nah, dari obrolan ini, Om Mario Teguh rupanya menanamkan pemikiran yang serupa itu. Tapi menyangkut perihal kehidupan. 



Mungkin ada baiknya kalau kamu baca sendiri ini lah. Selamat mengerutkan kening. Nanti kita diskusikan kalau kamu bingung. 

Om Mario, hidup ini khan tidak semudah omongan Om Mario.


He he...


Lho khoq ketawa?



Yah memang itu perasaanmu, masa' saya ikut campur.


Tapi benar gak itu Om?



Apa?


Hidup ini gak semudah omongan Om Mario.



Bagi siapa?


Hmm...



Hayoo, tidak mudah bagi siapa?


Hmmm... bagi aku kali ya?



Nah itu dia. Kalau menurutmu hidup ini tak semudah bicara saya, menurutmu yang mudah menurut siapa?


Hmm... kok jadinya aku kehilangan kata-kata ya?



He he .. begini, hidup ini tidak mudah bagi orang yang lebih lemah daripada keharusannya.


Maksudnya Om?



Kalau keharusanmu lebih besar daripada kemampuanmu, engkau akan kesulitan.


Terus?



Yah kalau begitu, siapa pun yang bicara, engkau akan tetap merasa kehidupan ini sulit.


Terus aku harus bagaimana?



Terserah sepenuhnya kepadamu. Mau tumbuh dengan nasihat, atau mau menghujat nasihat sambil meneruskan cara hidup yang terbukti membuatmu susah.


Yah, aku ngak suka dinasihati.



Kenapa?


Itu khan cuman omongan.



Hmm... tidak semua omongan itu cuman. Hanya orang cuman yang omongannya cuman. Kalau orang pandai, ya omongannya pandai. Kalau orang penyayang, omongannya adalah untuk kebaikanmu.


Tapi khan jalaninya sulit Om?



Memang.


Terus bagaimana?



Jalani saja.


Tapi khan sulit Om?



Memang.


Terus gimana?



Ini khoq ngajak muter-muter? Sesuatu yang sulit itu harus kau jalani, agar menjadi lebih mudah. Kesulitan yang kau diamkan saja, akan menjadi lebih sulit.


Tapi khan sulit Om?



Sini sini... aku mengerti perasaanmu. Adikku, ini semua memang sulit, tapi bukan karena semuanya sulit, tapi karena engkau belum mampu.


Memangnya ada yang hidupnya mudah?



Hmm... kehidupan mereka sebetulnya sama sulitnya atau bahkan lebih sulit daripada kehidupanmu, tapi mereka lebih sabar, lebih cepat bertindak, tidak hanya berdoa - tapi mereka juga pekerja keras, mereka tidak suka membolos sekolah - jadi lebih tahu cara berpikir, dan mereka menghormati orang tua dan guru.


Kalau aku kayak mereka juga, nanti hidupku lebih mudah?



Tidak. Hidupmu akan sama sulitnya, seperti hidup Om juga, tapi kesulitannya sudah tidak terasa lagi, karena engkau menjadi lebih kuat.


Jadi, kalau begitu, sebetulnya kalo aku bener-bener coba, aku bisa ya Om?



Ya.


Mulai kapan ya Om?



Segera.


Tapi gak tahu caranya?



Lha yang selama ini Om-mu ini bicarakan itu apa?


Ooh itu cara buat aku lebih kuat ya Om?



(Garuk-garuk kepala sambil tidak tahu mau senyum apa menangis)... yah mungkin seperti itulah?!


Om khoq kelihatan sedih?



Yah begitulah...


Sabar ya Om. Aku minta maaf ya? Selama ini aku kira Om cuman hobi nyiksa anak muda pake nasihat. Ternyata Om baik juga hatinya.



He eh...


OK dah, memang hidup ini tidak mudah, tapi bisa tidak terasa kesulitannya jika kita memampukan diri.



Wow! Itu bahasa dewa! Super sekali!


Terima kasih Om. Seharusnya Om tahu, banyak anak muda itu sebetulnya super, tapi sedang pakai wajah galau.



Kenapa begitu?


Galau itu sementara dan OK, tapi sukses adalah hak yang harus diupayakan!



Terus saya harus bilang wow! gitu?


Tidak cukup Om. Om harus bilang WOW sambil salto.



He he... you are so cute. I love you.


I love you too, Om. Sudah sana jalan gih Om, aku mau sibuk.



He he... you remind me of myself. The best of success ya?


Aamiin. Bye Om...



Wa'alaikum salaam.

Comments

  1. Eh episode pak Mario yang ini aku ndak tau. Thanks postingan ini menampar halus ketika dibaca pada moment yang pas :D

    ReplyDelete
  2. Super sekali. Ada kata-kata keren lagi. Ini diucapin temen kantor tadi pagi pas abis rapat.
    "Vindy kapan nikah?"
    "Nantilah kalau sudah waktunya. Sekarang belum siap."
    "Jangan nunggu siap, Vin. Nih, kalo kamu siap," dia berdiri tegap, "kamu diem aja. Nggak gerak atau jalan. Diem di tempat. Kamu kudu Bergerak dan jalan. Jawaban kamu salah."

    Lalu aku makan kacang abis dengerin itu. Keren ya?

    ReplyDelete
  3. Ralat, kamu gak mirip Ubed, tapi lebih mirip Spring Bed. Kucing suka eek di spring bed.

    ReplyDelete
  4. kalo ngomongin hidup bikin pusing

    ReplyDelete
  5. Masalahnya gue nggak tau siapa itu Ubed. Parah. Tolong kasih tau saya siapa itu Ubed, wahai Pak Mario Teguh. :(

    Btw, pas diajak muter-muter itu lucu juga. XD

    ReplyDelete
  6. Terima kasih Om. Seharusnya Om tahu, banyak anak muda itu sebetulnya super, tapi sedang pakai wajah galau.

    wkwkwkw

    ReplyDelete
  7. Apa yg kita pikirkan, itu yg semesta berikan. Gitu ya katanya :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Saya menghargai setiap komentar yang kamu berikan. Maka jangan pernah sungkan untuk meninggalkan komentarmu. Untuk kepentingan bisnis, silakan hubungi saya via email di hadisujatman@gmail.com

Salam!

Popular posts from this blog

Cara Paralel Propana Reload ke Jabber

Decolsin Solusi Flu Batuk yang Menyebabkan Kantuk

Kamus Bahasa Linggau