Review: After School Horror


Bagi orang biasa, sekolah umumnya merupakan tempat belajar. Namun bagi orang yang tidak biasa sekolah bisa jadi tempat bertemu kejadian yang membingungkan, tempat jatuh cinta, sampai tempat yang menyeramkan sekalipun.

Ciuman pertama – bercerita tentang Dessy yang tiba-tiba saja sakit di sekolahnya yang baru hingga membuatnya dilarikan ke UKS. Di dalam UKS dia mengalami sesuatu yang ganjil. Dia merasa ada kerumunan cowok-cowok yang sedang membekap seseorang di bilik sebelahnya. Dessy bingung antara mimpi atau nyata. Kejadian itu mempertemukannya dengan Evan. Evan menemaninya ke pentas seni yang diadakan sekolahnya malam hari, dan suatu kejadian yang tak terbayangkan terjadi di sebuah kelas hingga membuat lipstiknya berantakan. Betapa terkejutnya Dessy saat teman-temannya masuk ke kelas itu, mereka hanya menemukannya seorang diri. Sebuah kalung yang dikenali oleh Rieka tadinya adalah milik Evan berada di tangan Dessy, gadis itu pun ketakutan, hingga melaporkan kejadian itu kepada dewan guru. Pak Lodang menceritakan bahwa delapan bulan sebelumnya terjadi tawuran hingga membuat seorang siswa koma lalu meninggal. “Siswa kami yang meninggal itu bernama Evan.” (Hal. 15)

Teman Sekamar – bercerita tentang Rina, seorang mahasiswi baru yang tinggal di asrama nomor A-13. Di dalam kamar itu Rina ditemani Asri yang tak pernah dia ketahui bagaimana latar belakang hidupnya. Yang Rina tahu, Asri adalah teman yang baik, yang perhatian, dan Asri selalu saja tahu apa yang ada dipikiran Rina. Asri pernah bercerita kepada Rina, kalau ada seorang mahasiswi yang dirampok sampai mati, selanjutnya Asri memperingatkan Rina untuk tidak keluar malam sendirian. Hingga suatu ketika, Wenny, temannya di kamar sebelah mengatakan sesuatu yang membuatnya berpikir keras dan membuat tubuhnya down. “Kamu tahu kan, di sini satu kamar untuk satu orang? Kalau mau ngajak teman menginap mesti izin dulu ke pengelola,” (Hal. 35)

Terlambat Datang – mengisahkan tentang Lidya yang terlambat datang ke tempat lesnya. Ibu Prita guru lesnya mengernyitkan dahi saat melihat gadis itu dalam keadaan kuyup. Pada saat itu Bu Prita memberikan tugas kepada seluruh muridnya untuk menceritakan kejadian yang mereka alami. Saat Lidya mengumpulkan tugasnya, Bu Prita menangkap sebuah keganjilan pada gadis kuyup tersebut. Di sekitar telinganya ada cairan yang berwarna merah kental. Beberapa menit kemudian, Bu Virgy memberikan kabar yang membuat Bu Prita tercengang. “Bu Prita, murid Ibu ada yang meninggal. Kasihan … ketabrak mobil waktu naik motor menuju ke sini. Meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.” (Hal. 51)

Makalah Remidial – menuturkan cerita Ninda yang harus bolak-balik ke perpustakaan karena mesti mengumpulkan makalah dalam waktu dekat. Beruntung dia bertemu dengan Putri di tempat itu. Sebagai seorang yang merasa terbebani dengan tugas, Ninda menerima tawaran Putri begitu saja, saat Putri menjanjikan akan membantunya. Dua hari kemudian, Putri memberikan sebuah makalah yang selanjutnya diserahkan oleh Ninda kepada Pak Eddy. Betapa terguncang jiwa Ninda saat Pak Eddy mencap Ninda sebagai plagiat. Pada saat yang bersamaan Ninda sadar bahwa Putri yang mendadak menjadi pahlawan baginya itu ternyata bukan manusia. “Dengar baik-baik, ya. Saya masih ingat dengan makalah ini. Ini adalah  makalah mahasiswi saya yang bernama Putri. Makalah ini sebelumnya saya tolak. Tapi sayangnya, mahasiswi itu menunggal dunia akibat kecelakaan, dan Putri belum sempat memperbaiki makalahnya.” (Hal. 72-73)

Penunggu Kamar Kos – Jodi yang merasa beruntung mendapatkan tempat kos memiliki banyak fasilitas seperti TV Kabel, dan wifi gratis bahkan juga bebas biaya listrik. Peninggalan perabotan dari penunggu kos sebelumnya membuat Jodi semakin merasa beruntung mendapatkan tempat kos itu. Namun rupanya, ada sesosok perempuan cantik di kamar kos tersebut yang selalu mengganggu tidur Jodi. Dari obrolannya dengan sesama penghuni kos, Jodi akhirnya tahu kalau kosannya itu adalah tempat yang angker. Beberapa orang yang menghuni kos tersebut sebelumnya pun mengalami kejadian yang tak kalah menyeramkan dari dirinya.

 Playlist Siapa – Sebuah lagu lama yang Dian perkirakan dari tahun lima puluhan tetiba berada di playlist-nya. Anehnya, saat lagu itu berputar, seorang bocah kecil bernama Mimi muncul di depannya. Beberapa hari setelah mengenal Mimi, Dian mengalami ‘tindihan’ dan selanjutnya Dian terlempar ke masa lampau. Kampus yang tadinya dia jejaki, mendadak berubah menjadi Panti Asoehan Kasih Iboe yang tertulis besar dengan ejaan lama. “Di salah satu dahan pohon besar itu, Mimi tergantung dengan tali rafia warna merah.” (Hal. 119)

Di Gazebo Tengah Malam – Sandy menemukan seorang cewek saat tengah malam di sebuah kampus di Jakarta. Gazebo Fakultas Arsitektur itu menjadi saksi, kalau ada seorang cewek bermuka rata hingga membuat Sandy lari tunggang langgang.

Saat Jantung Berdegup Kencang – kisah Dea yang bertemu anak kecil di dalam toilet, kisah Ihsan yang bertemu bapak-bapak berbadan hanya sebatas perut,  dan kisah Yuna yang bertemu dengan sosok perempuan bergaun sedang berjalan zig-zag.

Buku ini menceritakan tentang tujuh cerita-cerita horor yang dikemas dengan gaya teenlit yang menarik. Dalam buku ini, Hana R. Praptini menyatakan bahwa cerita-cerita ini sebagian besar terinspirasi dari kejadian nyata. Penuturannya yang lembut berhasil membuat siapa saja yang membacanya merasa seram dan merinding total.
***
Identitas Buku
Penulis: Nana R. Pratiwi
Penerbit: Bukune
Cetakan: 1, 2013
Tebal: viii+164 halaman
ISBN: 602-220-102-0


After School Horror
Pernah dimuat di Rimanews dengan judul Sisi Lain dari Sekolah http://budaya.rimanews.com/buku/read/20140722/162928/Sisi-Lain-dari-Sekolah?hc_location=ufi 

Tertarik buat membaca buku ini, Gaes? Ayo cari di tokobuku terdekat! 





Comments

Popular posts from this blog

Cara Paralel Propana Reload ke Jabber

Decolsin Solusi Flu Batuk yang Menyebabkan Kantuk

Kamus Bahasa Linggau