Terimakasih Buat Pembaca Long Distance RelationSick


Long Distance RelationSick: Pernah ngak sih mikir kalau waktu itu berlalu begitu cepat? Inget-inget lah coba, kapan kamu terakhir kali mainin mainan kamu waktu kecil? Kalau lupa, berarti itu udah lama banget. Dan kamu pasti nggak sadar kalau sekarang umur kamu sudah lumayan banyak. 

Ngomongin waktu yang berlalunya kelewatan, nggak nyangka juga ternyata Long Distance RelationSick sudah diterbitkan selama satu semester. Dan selama satu semester ini saya merasa bersyukur, karena bukunya lumayan laku. Ya anggap saja seperti itu, atau anggap saja ini doa, lalu bantuin saya untuk mengamininya bareng-bareng. Aamiin 

Jadi postingan kali ini saya dedikasikan kepada semua orang yang sudah membaca buku saya, Long Distance RelationSick. Terimakasih yang sebesar-besarnya juga setinggi-tingginya, atas apreisasi yang diberikan.


Long Distance RelationSick

Mengingat saya bukan orang yang punya pengaruh yang besar. Saya blogger biasa. Saya juga bukan orang terkenal. Lalu apa lagi? Ini juga debut pertama saya. Maka cukup menyenangkan saat saya tahu kalau buku Long Distance RelationSick ini ada yang beli. 

Pembuatan buku ini dimulai ketika saya merasa punya kegelisahan. tentang skripsi yang tak kunjung acc. Dan saya bingung mau melampiaskannya ke mana. Kebetulan, saya dikasih informasi oleh temen kalau penerbit Media Pressindo sedang mencari naskah komedi. Waktu itu, ketertarikan saya memang sudah ke komedi, meski entah saya berkiblat pada penulis mana, yang jelas kalau saya pengen nulis ya nulis aja.  Geje.

Blurb
Gue pikir, menjalin hubungan LDR itu sama aja kayak air kopi tanpa gula. Pahit. Banyak sekali cobaan. Gue seringkali ngalamin yang namanya galau. Kalau setiap Sabtu malam orang-orang nge-date sama pacarnya, sedangkan gue, ya, Tuhaaaan! Gue hanya bengong doang, nungguin anak ayam turun seribu yang mati satu tinggal sembilan ratus sembilan puluh sembilan. Giliran anak ayam tinggal dua dan gue melihat ayam itu gandengan, gue pasti bakalan envy abis. Anak ayam aja gandengan, masa gue enggak?
***
Ini bukan kisah sedih di hari Minggu. Ini kisah sedih yang dialami Minggu (iya, nama orang bukan nama hari). Semenjak terpisahkan oleh jarak dengan pacarnya, cowok itu sering gonta-ganti nada dering yang bikin bermuram durja. Kadang pake lagu Jaga Selalu Hatimu-nya Seventeen, kadang pasang Lagu Rindu-nya Kerispatih. Semuanya masih baik-baik saja asalkan stok pulsa terjamin atau operator nggak iseng-iseng nyapa doi: “Nomor yang Anda tuju sedang sibuk.” Kalau kedua hal itu udah kejadian, prasangka buruk pun dateng dan seharian bakal annoying. Dia lagi apa? Lagi pergi sama siapa? Udah makan belum? Udah poop belum? *abaikan pertanyaan terakhir* Dih, ngerasa senasib sepenanggungan? Daripada lo nangis senderan di dalam kamar mandi sambil shower-an, mending lo meratapi nasib bareng Minggu aja deh!

Selain itu, dulu banget waktu kuliah, pernah nyeletuk di atas motor. Kalau saya pengen punya buku sebelum lulus kuliah. 

Tuhan Mahabaik, yang selalu mengabulkan permintaan hambaNya. Dan sebelum saya tamat kuliah, saya beneran berhasil punya buku. Kuliah saya molor satu semester gegara ngerjain buku ini. Tidak patut dicontoh, emang. Tapi menjadi dewasa itu kudu bisa menentukan sikap, kalau mau ambil ini jangan setengah-setengah, meski ada resiko lain yang menunggu. 

Terbayar lah. Sedih terlambat sarjananya, karena di tahun yang sama saya wisuda, buku ini juga dipasarkan. 

Beberapa ini juga komentar yang masuk ke Goodreads lumayan baik-baik. Walaupun yang ngasih komentar adalah orang-orang yang mengenal saya, dan masih segelintir sekali. Saya harap sih penilaian mereka kali ini subyektif. 3.91 dari 5 bintang. 22 ratings, dan 8 reviews. 

Ada yang ngasih bintang satu juga di sana. SADIS!!! Sedih sih. Tapi seperti itulah karya, kalau sudah dipubilkasikan, semua orang bebas untuk menilainya. Reviewnya juga beragam. 

Ada yang memuji
Safitri Hirawling

Richa Miskiyya 


Ada yang lega

Rido Arbain 

Ada yang kayaknya senang
Vindy Putri 


Eva Sri Rahayu
Vivie Hardika



Ada yang terkesan sinis



Dan ada juga yang bikin mikir

Haris Firmansyah


Buku ini juga sempat nangkring di beberapa blog kawan dekat saya. Sekali lagi, azas pertemanan sangat berguna dalam hal review, meski ada juga yang tanpa diminta pun sudah mengulasnya. 

http://www.edotzherjunotz.com/2015/06/ngomongin-buku-long-distance.html ~ ulasan Edotz Herjunotz
http://www.ketimpukbuku.com/2015/11/review-long-distance-relationsick-hadi.html ~ ulasannya Inokari
http://www.vindyputri.com/2015/06/review-long-distance-relationsick-bikin.html ~ ulasannya Vindy Putri 
http://www.immanuel-notes.com/2015/09/long-distance-relationsick-by-had1k.html ~ ulasannya Immanuel 
http://www.harisfirmansyah.com/2015/06/long-distance-relationsick-sakit.html ~ ulasannya Haris Firmansyah
http://miafajarani.com/review-long-distance-relationsick-by-hadi-kurniawan/ ~ ulasannya Mia Fajarani
http://www.mis-fil.com/2015/06/review-singkat-cast-prediction-novel.html ~ ulasannya Si Misfiil
http://thejourneyofpurple.blogspot.co.id/2015/06/kisah-galau-di-hati-minggu.html ~ ulasannya Arista Devi
https://www.facebook.com/notes/isnanto-fitriansyah/ldr-sick-on-everywhere-where/930124280357509 ~ ulasannya Isnanto Fitriansyah 
http://peripinus.blogspot.co.id/2015/06/long-distance-rela-nggak-rela.html ~ ulasannya Vivie Hardika

Baru segini doang yang mengulas Long Distance RelationSick, nggak apa-apa. Semoga bakalan nambah lagi. Urutan ini saya ambil dari pencarian google.

Long Distance RelationSick


Sempat ada juga yang nanya, kenapa nggak ngadain GA, Mas? 

Sebenarnya dulu banget saya pernah bikin GA hadiah buku ini. Itu waktu musim PO. Ya, doakan lah kalau saya punya rejeki lagi, saya bakal ngadain GA lagi. Cuma masalahnya, saya bingung mau bikin GA yang model kayak gimana. Takutnya nanti kadung bikin GA, malah nggak ada yang ikutan. Kan sedih juga kesannya.

Punya ide nggak mau bikin GA apa? Coba komen, kali aja seru. :D 

Ya udah, kali ini intinya makasih banyak buat yang udah baca buku Long Distance RelationSick. Buat yang belum baca, semoga ada niatan untuk membaca. Yang nggak punya duit semoga nanti pas punya duit berkenan membeli buku ini. Aamiin

Comments

  1. Geje? Itu kan saya menyesuaikan sama kamu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Uhuy,
      jadi terharu sudah disesuaikan :D

      Delete
  2. Asik responnya baik di terima oleh pembaca, semangat terus ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe iya alhamdulillah
      Makasih ya

      Delete
  3. Hadi Kurniawan, terima kasih dan sama-sama yaa... Semoga naik cetakan kedua!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha kok malah ikut bilang terimakasih sih. :D
      Aamiin aamiin aamiin

      Delete
  4. Yihiii, ada akuu ada akuu :D
    Semoga makin banyak yang beli & ngereview ya kak. Mangaaaat! *bukan mangap :D

    ReplyDelete
  5. ayook bikin buku lagi mas hadi.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayok Dian Eato! *Nyiapin kertas

      Delete
  6. semoga sih bukunya cepet laku bang...
    habis, terus naik ke cetakan berikutnya.... bhahhahahak

    ReplyDelete
  7. wah ada fotoku disana

    ReplyDelete

Post a Comment

Saya menghargai setiap komentar yang kamu berikan. Maka jangan pernah sungkan untuk meninggalkan komentarmu. Untuk kepentingan bisnis, silakan hubungi saya via email di hadisujatman@gmail.com

Salam!

Popular posts from this blog

Cara Paralel Propana Reload ke Jabber

Decolsin Solusi Flu Batuk yang Menyebabkan Kantuk

Kamus Bahasa Linggau