Kata Orang, Keberuntungan Itu Hanya Soal Kesempatan

Kata orang, keberuntungan itu hanya soal kesempatan. Jadi tidak perlu mempersiapkan diri, atau akhirnya sibuk menyalahkan takdir atas ketidakberuntungan yang terlanjur dialami. 

http://www.esquire.co.id/

Februari ini kamu mau ngapain?  Kalau ditanyain itu, saya tidak tahu meski menjawab apa. Tahun ini pun saya tidak membuat resolusi. Hanya doa kecil yang saya ucakan dalam hati, saya harap ada peluang besar untuk terwujud. 

Ini sudah tanggal 12. Artinya separuh perjalanan di Februari ini sudah terlalui. Ferbuari ini pula saya bertambah usia. Merayakan ulang tahun? Sepertinya bukan suatu hal yang menarik. 

Wanita yang pernah mencintai saya sudah mengucapkan ucapan selamat ulang tahun. Beberapa hari sebelum hari itu tiba. So fast, and geje. Saya juga sudah menerima satu kado ultah. Apa saya harus senang? Ya, pria mana yang tidak senang ketika mendapatkan kado? *Lol. Saya belum membukanya sih. Sudah janji bakal dibuka pas hari 'itulah'. 

Lalu apa bedanya saya yang sekarang dengan yang sebelum-sebelumnya? Ini yang masih sedang saya gali. Selain pria yang masih saja menyandang predikat pemalas, pria kekanak-kanakan juga sepertinya pantas untuk saya terima.

Hadi Kurniawan

Dengan muka sesangar ini, lalu kelakuan yang sangat childish sekali. Menurut kamu apa dong namanya kalau bukan kekanak-kanakan? 

Boys will be boys. Baiklah, anggap saja saya selamanya akan menjadi anak laki-laki yang tidak akan merasa tua. 

Sebenarnya saya juga merasa tua. Saya juga sedang mengimpikan pernikahan, wanita yang baik hati, pekerjaan yang menyenangkan, keluarga kecil yang bahagia, dan semua apapun yang indah yang mungkin pernah pula kamu khayalkan. Dan saya merasa labil. Saya ini sebenarnya anak laki-laki atau pria yang sudah tua?  
Lupakan!

Sayangnya, sejauh ini saya masih merasa belum beruntung. Wanita yang baik hati, pekerjaan yang menyenangkan, apalagi pernikahan. Saya belum beruntung mendapatkan semua itu di satu tahun terakhir ini. 

Pekerjaan? Saya pernah dapat tawaran interview. Dengan posisi sebagai Bank Assurant Consultant dari AIA Asuransi. Lalu saya abaikan begitu saja, hanya karena saya lebih memberatkan status akreditasi di sekolah tempat saya bermain. Anggap saja bermain, karena saya belum merasa bekerja di sekolah ini.  Saya tidak menyesal. Saya hanya merasa belum beruntung.  Karena saya percaya sih, keberuntungan adalah titik temu antara kesiapan dengan kesempatan, begitu orang bijak berkata. 

Sekilas kalimat di atas itu lucu juga. Tapi iya juga sih. Karena saya tidak punya kesempatan, maka saya tidak beruntung. Saya tidak menyesal sih. Saya sendiri yang memilih ini. 

Saya jadi mikir, apakah saya harus lebih proaktif? Mengambil tanggung jawab atas kehidupan. Jangan menghabiskan energi untuk hal-hal yang tidak akan berubah, lalu fokus pada hal-hal yang berada dalam kendali. 

Terus saya harus memulainya dari mana? Apakah memulai dengan memikirkan hasil akhir itu lebih baik? Saya bahkan tidak tahu apa yang saat ini ingin saya capai dan bagaimana hendak mencapainya.  Geje ya. 

Saya juga masih sering salah memahami falsafah mengalir mengikuti air.  Saya masih mikir, kalau mengikuti air yang mengalir itu ibarat taik yang ngambang, lalu terhanyut. Padahal semestinya bersikap seperti ikan yang mengikuti air dengan terus berenang kan? Sebab, ikan yang berenang jelas menunjukkan usaha, sedang taik yang terapung tidak. 

Mungkin saya perlu mendahulukan yang utama. Seperti orang sukses, katanya mereka biasa berhasil menahan zona yang membuatnya merasa nyaman, untuk mendapatkan tujuan terdekatnya. Berarti lebih ke bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Mungkin sih, saya perlu begini. Sebab sejauh ini saya masih suka menunda waktu, melamun dulu dalam waktu yang lama di kamar mandi tiap pagi sebelum kerja. Dan ini sangat tidak baik. 

Kesimpulannya, saya adalah anak laki-laki yang belum matang. Saya belum berani untuk mengekspresikan diri dan memberikan penghargaan kepada orang lain. Saya juga belum bisa memahami orang lain. Saya belum bisa memahami diri saya sendiri. 

Comments

  1. Jangan galau. Yang penting semangat nggak pernah padam di dada kamu. Jangan biarkan orang lain membuat kamu merasa tidak bisa menggapai apa yang kamu inginkan.

    ReplyDelete
  2. Sedih bacanya, Mas. Yang tabah ya.

    ReplyDelete
  3. Duh, kasian...
    Yang tegar mas, badai pasti berlalu kok :))

    ReplyDelete
  4. tetap berusaha bro... jangan menyerah... :) megutip jargonya pemadam...Pantang Pulang sebelum padam... #hallah apa coba :)

    ReplyDelete
  5. yang penting berdoa bro! Minta restu orang tua. Orang tua itu doanya manjur banget. Kalau Dahlan Iskan sih Orang sukses itu dibentuk dengan usaha keras dan bahkan air mata :-D

    ReplyDelete
  6. Muka sesangar ini. Ini kalimatnya ambigu karena no pic hoax hahahaha

    ReplyDelete
  7. Wealah masih muda mas, jangan keseringan sedih hehe

    ReplyDelete
  8. Dari pada sedih, mendingan nanti ikutan lomba blog dari kami ya, sebentar lagi looh

    ReplyDelete

Post a Comment

Saya menghargai setiap komentar yang kamu berikan. Maka jangan pernah sungkan untuk meninggalkan komentarmu. Untuk kepentingan bisnis, silakan hubungi saya via email di hadisujatman@gmail.com

Salam!

Popular posts from this blog

8Share Indonesia Alternatif Mengumpulkan Duit di Internet

Cara Paralel Propana Reload ke Jabber

Decolsin Solusi Flu Batuk yang Menyebabkan Kantuk