Asus Zenfone 2 ZE550ML, Ponsel Berkemampuan Tinggi


www.asus.com

Langit kota Lubuklinggau hari ini biru. Sebiru hati Indra Bekti yang kini tengah berbunga.  Beberapa hari yang lalu Indra menyaksikan iklan ponsel keren di televisi. Hari Selasa ini dengan tabungan yang sudah lama dikumpulkannya, Indra berhasil membelinya. Indra tak menyangka, upayanya mengumpulkan recehan dua puluh ribuan selama ini bisa berbuah manis.  Semanis mukanya yang bulat. Dan sangking manisnya mungkin nanti malam akan banyak semut yang mengerumuni. 

Indra baru saja masuk ke kamar kosnya, ketika Lalu Gigih  Arsanofa terlihat asik dengan ponselnya. Gigih duduk di depan kamar kosnya sendiri yang berada di samping kamar kos Indra. Gigih mainan Pou sambil ngemut permen lolipop. Melihat Indra yang membawa bungkusan, membuat Gigih penasaran. 

Gigih pun memutuskan untuk mendekat ke kamar Indra.  Bintit yang ada di matanya tiba-tiba terasa gatal. Gigih menggaruk matanya pelan, sambil menatap Indra yang terlihat sibuk. 

Gigih enggan menggubris. Hingga lollipop yang menyumpal di mulut Gigih habis, Indra masih terlihat sibuk. Gigih pun penasaran dan menghampiri Indra. Tanpa mengetuk pintu kamar Indra, Gigih langsung masuk begitu saja. 

“Lagi ngapain sih?” Gigih duduk di samping Indra.  Mata Gigih nanar menatap satu kotak ponsel merek Asus. 
“Wuih, hape baru ya!” Tanpa menunggu Indra menyahuti pertanyaannya Gigih langsung mencomot kotak ponsel itu. 
Indra tersenyum simpul. 

Gigih membolak-balikan wadah ponsel baru milik Indra. Dengan suara halus dan pelan, Gigih membaca merek yang berada pada kotak itu. “ASUS ZENFONE 2.”

www.asuszenfoneblog.com
“Iya. Ini adalah salah satu ponsel terbaru keluaran Asus!” sahut Indra ramah. Indra mengembangkan senyumannya dan membuat behelnya nongol. 

Gigih tiba-tiba menunjukkan sikap sinis. “Ah, bagusan juga hape aku,” celetuknya seraya melanjutkan permainan Pou yang tadi sempat dihentikannya. Kasihan, Pounya sedang sakit. Gigih segera memandikan Pounya, menyabuninya hingga bersih, lalu memberikannya obat. “Pasti harganya mahal ya,” celetuk Gigih lagi. Masih sambil mainan Pou. 
“Nggak mahal kok,” jawab Indra. 

“Masa?” Gigih masih menunjukkan reaksi sinisnya. “Berapa?” 
Indra diam sejenak. “Sebelum aku jawab, aku boleh tahu nggak harga hape kamu berapaan?” 
“Hampir dua juta. Emang kenapa?” Gigih tampak tidak bersahabat. 
Operating Systemnya apa?” Indra bertanya lagi. 

“Hih! Kamu ini ditanyain harga hape kamu berapa kok malah interogasi hape aku sih! Sebel!” Gigih pun sewot. “Hape aku Jelly Bean. Sama kan kayak hape kamu?” 
Indra tertawa kecil. “Maaf-maaf. Aku cuman pengen ngebandingin. Hape aku ini harganya dua jutaan. Nggak beda jauh kan sama harga hape kamu? Tapi spekulasinya, berada jauh di atas hape kamu.” 

“Masa?” Gigih tampak merasa tidak senang. Posisi duduknya tidak tenang. Pou di ponselnya malah kasihan, tampak kelaparan dan menciut. 

“Dih, nggak percaya? Nih aku kasih lihat. Ini operating systemnya sudah Android jenis Lollipop dan direncanakan dapat diupgrade ke atasnya lagi yang jenis Marsmallow. RAMnya dua gigabyte. Chipsetnya sudah Intel Atom Super Quad Core, itu setara dengan processor yang terletak pada Notebook, dan masih banyak lagi.” Untung Indra pernah ngepoin spekulasi ponsel ini di web resminya Asus Indonesia, sehingga dapat dengan muda menjawab pertanyaan Gigih. 

“Terus apa lagi?” Gigih mencibir. 
“Ya, seperti yang aku bilang tadi kan, Prosesornya sudah Intel Atom Super Quad Core. Jadi cocok buat kamu yang suka main game.” Indra melanjutkan seraya tersenyum. Behelnya pun nongol kembali. 

Gigih tiba-tiba tersadar kalau sudah menelantarkan Pounya. Kemudian dengan merasa bersalah, Siandia memberikan makanan untuk Pounya. “Cuman itu aja?” 

“Tentu saja masih banyak lagi dong. Karena hape aku ini adalah jenis hape yang punya banyak sekali fitur yang menarik, dan dijual dengan harga yang terjangkau.  Bandingin aja, hape kamu yang harganya hampir sama pun, spekulasinya masih jauh di bawah ini kan? Pokoknya hape  Asus Zenfone 2 ZE550ML ini punya kemampuan tinggi lah. Kameranya juga punya resolusi yang tinggi.” 

“Idih, tinggi?” Gigih tertawa. “Naik ke atas ranjang tuh, baru namanya tinggi.” Gigih menjulurkan lidahnya. Naik ke atas ranjangnya Indra, kemudian take a selfie. CEKREK. 

Tapi tak lama setelah itu, Gigih meringis. “Yah, baterainya habis.” Gigih tampak murung. Lantas perlahan-lahan turun dari atas ranjang. 

“Itu tuh yang paling penting, Asus Zenfone 2 ZE550ML punya kapasitas baterai yang cukup besar. 3000 mAh, sehingga bakalan awet. Semestinya kamu ganti hape ini juga deh, biar hobi kamu selfie dan main game itu dapat tersalurkan.” 

“Ah masa? Coba dong selfie sekali aja. Peliiiiisss!” Gigih merengek.
“Oh boleh banget. Ini kameranya sudah 13 Megapixel untuk yang belakang, dan 5 Megapixel untuk yang di depan. Kita cobain kamera belakangnya aja dulu ya.” 
Cekrek. 

Mereka berdua pun berpose cantik. 
“Udah? Lihat dong hasilnya.” 
“Udah nih. Hasilnya juga cantik. Sama kayak kamu yang tampak cantik meski sedang bintitan.” Indra ngeledek dengan memperbesar potret mereka.  Sehingga hanya menampilkan bintit di mata Gigih dengan ukuran besar. 

“Ah, kamu mah salah fokus. Oh kalau begitu aku mau buka lapak deh, mau jual hape dulu biar bisa beli hape kayak kamu. Apa tadi mereknya?”
Asus Zenfone ZE550ML.” Indra tersenyum. 
“Oh ya udah, aku balik ke kamar aku dulu ya. Mau isi baterai.” 
Indra tersenyum manis seraya menggeleng-gelengkan kepalanya. 

www.asus.com



Comments

  1. Yeaaay! aku Beluummm hihui

    ReplyDelete
  2. Waaah ...
    Take a selfie en Cekreeek!

    ReplyDelete
  3. Ikutan GA juga ya, Di? Semoga menang. :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Saya menghargai setiap komentar yang kamu berikan. Maka jangan pernah sungkan untuk meninggalkan komentarmu. Untuk kepentingan bisnis, silakan hubungi saya via email di hadisujatman@gmail.com

Salam!

Popular posts from this blog

8Share Indonesia Alternatif Mengumpulkan Duit di Internet

Cara Paralel Propana Reload ke Jabber

Decolsin Solusi Flu Batuk yang Menyebabkan Kantuk