Skip to main content

Review Buku: Keluarga Salah Gaul

Keluarga Salah Gaul ini adalah novel bikinan +Caca cungkring, teman saya asal Air Batu yang punya nama pena Vivie Hardika. 

Ngomongin tentang salah gaul mah nggak ada habisnya. Kalau ngomongin novel ini, seru. Bisa bikin ketawa. 

Sebut aja Nikita, yang biasa disapa Kita. Seorang pelajar SMP yang suka keliru dalam menafsirkan kegaulan. Bukan hanya itu, kedua orangtuanya, si Mimi yang ibu rumah tangga, Pipinya yang seorang agen finansial, juga adeknya si Dudung yang masih duduk di bangku SD tapi pikirannya kadang udah tua.  Komplit, sekeluarga aibnya naudzubilah. Wahahaha. 

Lucu, seru, dan menghibur. Cocok buat lo yang seneng membaca buku lucu-lucuan. 

**** 


Review dari saya. 

Sampulnya, oke banget. saya suka nuansa biru tuanya. Dan lagi, aksen salah gaul dari seorang Kita ini tercipta sekali. Ada tampilan android di belakang sampul semakin membuatnya tampak kekinian.

Gaya bahasa yang dipakai Vivie ringan, mudah dipahami. Seru. Jokesnya juga ngena. 

Ditengah-tengah cerita yang syahdu ada komiknya. Kece badai.

Kelebihan buku ini saya tampilin lewat foto aja ya.

Kelebihan

Coba perhatiin ujungnya. Lebih kan? Wahahaa. Iya, Vroh, itulah kelebihannya. 

Intninya ini buku yang kocak. Ada saja lawakan di setiap adegan. Hanya saja, ini seperti kumpulan cerita kalau menurut saya mah. saya akui penulis pandai menemukan jokes yang kreatif. Salut buat Vivie. By the way, makasih udah nulis nama saya di ucapan terimakasih ya, Kring. saya jadi berasa pangeran! Tsaaaaaah.Grab it fast, Guys!

Keluarga Salah Gaul


Penulis:Vivie Hardika
Penyunting: Gari Rakai Sambu
Penerbit: Ragam Media
Ukuran: 13 x 19 cm
Tebal: 180 halaman
ISBN: 978-979-911-534-8
Harga: Rp37.000,- *)




“Tadi kita disuruh ngapain sih, Mil?” tanya Nikita Willy. Bukan. Nikita nggak pake Willy ini emang suka telmi kayak begini. Mili selaku teman sebangkunya kadang-kadang jadi kesal sendiri.
“Mengarang, Kit.”
“Mengarang gimana?”
Tuh kan, tanya lagi.
“Mengarang! Jadi, kita disuruh ngarang tentang keluarga kita. Mama, papa, adik, kalau ada nenek di rumah ya diceritakan juga.”
“Kok nyeritain sih? Kata Mimi kalo nyeritain orang atau keluarga sendiri itu kan dosa, Mil? Bocorin aib keluarga sendiri. Masak Bu Laila nyuruh kita bikin dosa, sih?”
Mili mendadak hening. Hening banget.
*lalu koprol bolak-balik*
                                                          ***
Di antara semua kekurangan Nikita, ada satu kelebihan yang ia miliki. Bakat alami. Tiada yang menandingi: BIKIN ORANG EMOSI JIWA. Kombinasi antara lemah otak, sakit jiwa, dan IQ yang setara dengan batu kali, sukses bikin orang-orang di sekitarnya berniat mengakhiri hidup dengan menelan obat bisul. Sialnya, bukan cuma Nikita, tapi Pipi, Mimi, dan Dudung (adik Nikita) punya “bakat alami” yang sama. Tak terhitung lagi berapa banyak orang yang jadi “korban” keluarga Nikita. Kamu mau jadi “korban” berikutnya?

Comments

Popular posts from this blog

#GagasDebut GiveAway | Novel Selamat Datang Cinta by @OdetRahma

Kenapa buku ini harus dimiliki?



Simak Review dan Obrolan saya dengan Penulis Selamat Datang Cinta di postingan saya sebelumnya. Atau, silakan simak review dari Mpok Wuri berikut ini. ENTER!

Blog Review & Give Away Semangkuk Rendang di Negeri Paman Sam

Semangkuk Rendang di Negeri Paman Sam ini adalah peraih pemenang pertama dalam lomba Young Adult Locality Novel 2015 yang diselenggarakan oleh Universal Nikko. Dari judul kita bisa menemukan kata Rendang, artinya nuansa Minang sudah dapat ditebak, jadi wajar jika kita menemukan nuansa Minang yang kental di seluruh adegan. Termasuk penggunaan bahasa yang dipakai penulis, budayanya, adat, tapi jangan risau sodara-sodara, karena selalu ada catatan kaki di setiap dialog yang berbahasa Minang.


Bercerita tentang jungkir balik dunia Adit.  Jungkir balik dunia Adit ini sangat rumit.  Ibunya meninggal saat  dia melahirkan Hanif, adiknya. Kemudian disusul dengan kepergian ayahnya akibat kecelakaan saat kerja. Belum lagi sang adik punya penyakit penurunan fungsi otak.  Pokoknya penuh drama banget. Itu juga masih ditambah pula dengan keadaan hidup yang serba pas-pasan, dikisahkan bahwa Adit mesti membiayai  kuliahnya senditi, makin menyedihkan waktu tau adiknya di kampung ditinggal sendiri karena n…