Gue Mah Begitu Orangnya

They say if you love someone, let them free. But right now I just know for sure, it's time to keep. 

Tahu lirik lagu itu?  Good Morning Love yang dinyanyikan oleh Arlan. Ini lagu yang dipake buat backsound di iklan seluler hape di tivi. Lagunya enak, Cuy. Easy listening. Akhir-akhir ini gue sering muterin ini lagu, berulang-ulang, sampai mungkin ratusan kali.  Sebelum gue tidur, sampai gue terbangung lagi. Semoga ini menandakan kalau gue orangnya setia, walau nggak ada teorinya yang menyebutkn demikian. Maksudnya, katakanlah kalau gue cukup dengan satu, dan diulang-ulang. Eh? Kalau begini kalimatnya malah ketara kalau gue orangnya susah move on ya. Nggak lah, gue bukan begitu. Lantas gue bagaimana?
Hadi Kurniawan

Gue sombong. Begitu kata orang yang belum mengenal gue.
Gue cuek. Kata perempuan yang yang tiba-tiba marah karena ngerasa dapat PHP. 
Gue pea. Entah kenapa banyak yang menyebut begini. Pea itu apa sih? 
Gue omes. Iya, begitu kalau kata Haris Firmasnyah.

Nggak apa-apa. Kita idup itu kan kayak lagi berdiri di panggung sirkus. Di mana kita dikelilingi oleh kaca-kaca besar di segala sudut. Bisa jadi setiap penonton melihat gue dari sisi yang berbeda. Makanya gue nggak mau menyangkal bagaimana penilaian oranglain terhadap gue. Karena sikap itu manusiawi kan ya. Jadi sebisanya kalau ada temen yang laporan, 'Ah kau sombong ya sekarang!' Gue tahu banget ini orang pasti lagi butuh dimanja. Jadi bawaannya pengen aja buat bilang begini: 'Duh, maaf ya. Akhir-akhir ini aku jarang merhatiin orang. Sini-sini peluk!' 

Lahir di Lubuklinggau. Sayangnya masih banyak orang yang nggak tahu tentang Lubuklinggau. Ada teman chat di FB malah mengira kalau kota gue ini ada di Kalimantan. Lebih parah lagi ngira di Papua. Kadang mirisnya ya begini ini. Sebab di buku Geografi emang Lubuklinggau nggak pernah disebut. Di buku Sejarah pun sama. Apalagi di buku Kimia. Nggak bakalan ada. Kalau Haris, malah memelesetkannya menjadi Lubuk Hatiku. Kok gue nyebut nama Haris mulu ya. Emang siapa? Bukan siapa-siapa kok, Cuy. Lupakan saja. Malam ini bintangnya bagus ya... *lol 

Gue bungsu dari empat saudara. Sekarang jadi anak satu-satunya yang idup bareng orangtua gue. Jarak umur gue sama kakak sebelum gue terbilang lama. Sembilan tahun. Dan semua kakak-kakak gue sudah misah karena udah berkeluarga. Jadi nggak heran kalau ada yang mengira gue adalah anak tunggal. 

Ulang tahun setiap tanggal 14 Februari. Dulu cemewew gue di kampus nggak nyangka, lebih tepatnya menuduh gue bohong. Karena menurutnya tanggal itu adalah hari yang romantis. Sementara gue, jauh dari kata itu. 

Sebenernya bisa kok gue romantis. Gue cuma butuh orangnya aja, kalau orangnya banyakan drama, mood ngeromantisin itu langsung menghilang begitu saja. Misal, gue boncengan sama Siti, anu gue yang sekarang. Bukan nama sebenarnya. Gue seneng aja menyebutnya dengan nama Siti. 

Kita boncengan berdua. Lalu di tengah jalan, dianya diem. Gue langsung nyapa. 'Kenapa kok diem? Nyaman ya...' Kemudian Siti mengeluh kecil. Sepertinya dia malu. Lalu gebuk-gebuk tubuh gue dari belakang. 

Apa itu termasuk romantis? 
Belum ya. Oke, gue ada kisah lain sih, 

Waktu jalan sama orang yang berbeda. Gue boncengan, dan dia diem. Kemudian gue nanya ke dia. 'Udah pipis belum?' Orang yang di belakang gue ini langsung dengan malu-malunya teriak. 'Hey!' Dia tertawa kecil seraya menggelitiki gue dari belakang. Yang dikelitikin gue, tapi yang ketawa dia. Jadi dia ngelitikin tapi dia geli sendiri. Romantis banget kan? 

Apa, Cuy? Belum ya? 
Oke deh. Romantis itu relatif kan ya. Jadi kalau menurut lo romantis itu dinner  pakai lilin warna merah. Katakanlah gue gagal. Gue nggak apa. Ntar gue belajar lagi sama Haris Firmansyah. Iya sih, meskipun dia bukan siapa-siapa buat gue. Belajar mah bisa dari mana saja, dan sama siapa saja, Cuy. Malam ini bintangnya masih bagus ya, by the way.  Dudududu... 

Awal bulan Mei lalu gue berhasil nerbitin debut pertama gue. Judulnya Long Distance Relationsick. Gue bakalan seneng banget, kalau suatu saat lo pamer ke gue jika lo sedang membaca buku itu, atau minimal lo sedang selfie lah kayak mbak-mbak yang ada di widget kanan blog ini.

Gue nggak mau bilang kalau gue orangnya asik. Tapi gue cuma mau bilang, kalau ada beberapa teman, yang bahkan sebenarnya nggak gue kenal secara karib. Justru dengan asiknya meyakinkan dirinya untuk mencurahkan isi hatinya ke gue. Ini kejadian sering banget terjadi di gue. Temen diajakin chat tiba-tiba curhat. Lalu drama. Kecuali Haris sih. Kan gue udah bilang, dia bukan siapa-siapa gue.  Sedikit tentang Haris, dia punya buku baru tuh, judulnya Wrecking Eleven. Beli gih kalau ada duit. 

Terakhir, gue cuma mau bilang. Mending mulai sekarang bangga lah lo sama diri lo sendiri. Walau banyak orang yang nggak suka sama lo. Kadang orang-orang yang kayak begitu, membenci lo cuma karena mereka nggak mampu jadi seperti lo yang sekarang ini.

Comments

  1. Eh kita samaan, anak bungsu dari 4 bersaudara! *salim*

    Suka sama paragraf terakhir, "Mending mulai sekarang bangga lah lo sama diri lo sendiri". Iya lah.. klo bukan kita, siapa lagi? :D

    ReplyDelete
  2. wkwkwkwk... jadi geli sendiri mas hadi ngomongin mas haris melulu. Wah hati hati mas wabah LGBT skarang lagi merajalela. Hihihi

    dianexploredaily.blogspot.com

    ReplyDelete
  3. saik tulisannya. Lubuk linggau dibengkulu, sumatera selatan ternyata. Tadi baru gue cari di Google, wkwk. Gue kira di Papua atau di Kalimantan. Gue bangga sama diri gue sendiri, meski banyak yang nggak suka sama gue. Thanks motivasinya :)

    ReplyDelete
  4. #TimAnakBungsuDariEmpatBersaudara!

    ReplyDelete
  5. Eh, itu..., aku ngakak. Wkwkwk..., romantis apaan pertanyaan udah pipis. XD
    Ya, kamu pea. Lubuklinggau? Ada cerita misteri di Bobo edisi Juli, nyebutin kota Lubuklinggau. Berterima kasihlah pada dia, kota kamu dibaca anak-anak kecil. :D Pengenalan Lubuklinggau sejak dini. Bagus.

    ReplyDelete
  6. gue tau kok lubuklinggau, di sumatera selatan kan? provinsi kita bersebelahan wkwk.
    eh, gue pernah denger long distance relationsick wkwk. jadi penulisnya mas hadi ya? hebathebat *prokprok* #maafkandakuyangkudetdankatro

    ReplyDelete
  7. Cuek aja lagi, ga usah mikirin apa pandangan orang lain terhadap diri lu. Yg penting lu nyaman sama diri lu sendiri, apa adanya

    Nanti kalo ke toko buku, gua cari deh bukunya wkwkwk

    ReplyDelete
  8. Kita idup itu kan kayak lagi berdiri di panggung sirkus. Di mana kita dikelilingi oleh kaca-kaca besar di segala sudut. Ah kata2mu mencerahkan pagi ku wkwkw

    ReplyDelete
  9. Owh, ternyata lo begitu,.. hehehe..
    Sukses pojok webe idol nya,..

    ReplyDelete
  10. hadi emang pea :'( kadang-kadang. hahaha . "Siti anunya gue yang sekarang". APALAH ITU ANUNYA pfffttttt hahaha

    ReplyDelete
  11. Please be yourself saja, so ignored it jika dikatain de el el., okay? ☺

    ReplyDelete
  12. Hai Mas Hadi! Salam kenal!

    Yup. Benar sekali paragraf terakhir itu. We have to be the best version of ourself. :D

    ReplyDelete
  13. "Kadang orang-orang yang kayak begitu, membenci lo cuma karena mereka nggak mampu jadi seperti lo yang sekarang ini" <- Ini iya banget kak

    ReplyDelete
  14. Romantis itu saat berada di dekat pacar lalu tiba-tiba kamu kentut, lantas si cewek noleh ke kamu.. itu romantis menurut saya.. :)) hahaha..

    ReplyDelete
  15. dan romantis itu aslinya semua hal yang menyangkut bunga.. bunga bouqe, bungan rampai, bunga kamboja, bunga tidur..yang utamanya bunga deposito.. yg terakhir yg musti kamu inget bae-bae ya Dho..hahahha *emak2 butuh perlindungan :P

    ReplyDelete
  16. Emang semua gara-gara Si Haris. Eh, Haris siapa sih? Bintangnya bagus ya, Di? #komenmacamapaini

    Sukses Idolnya, Di!

    ReplyDelete
  17. Haris Firmansyah. Wkwkwkwkwkwk. :))

    ReplyDelete
  18. Bihhh, sebenernya ada hubungan apa lo sama Haris?? Udah gitu Haris komennya yang kayak tersipu malu. Oh My God, dunia macam apaaaaaa ini. Tapi lumayan lah buat Haris buku terbarunya diiklanij gratis. Haha..

    Jadi ini sebenenrnya mengulas tentang lo. Kalo lo adalah orng yg romantis, dan gue percaya dri contoh contoh yg lo tulis. Percaya kalo lo penipu!! Hahaha
    Tapi keren lah lo, at least punya buku yang bisa dibanggain...iya..keren.

    ReplyDelete
  19. romantis, mungkin itu hanya yang diharapkan dan dibutuhin cewek ja. Kategori buat romantis aja gk bisa ditentuin kan

    sama kyak yg ente bilang, bangga aja sama diri sendri. Orang yang dibilang romantis juga belum tentu bisa dijamin perasaannya.


    btw, saya tahu lubuk linggau
    tapi gk pernah ke sana

    ReplyDelete
  20. ane mending biasa, susah juga dipaksain mesti romantis hahaha...

    ReplyDelete
  21. Lu gak cocok jadi cowok romantis. Pea gitu, cocok! Hahaha

    ReplyDelete

Post a Comment

Saya menghargai setiap komentar yang kamu berikan. Maka jangan pernah sungkan untuk meninggalkan komentarmu. Untuk kepentingan bisnis, silakan hubungi saya via email di hadisujatman@gmail.com

Salam!

Popular posts from this blog

8Share Indonesia Alternatif Mengumpulkan Duit di Internet

Cara Paralel Propana Reload ke Jabber

Decolsin Solusi Flu Batuk yang Menyebabkan Kantuk