Do It Your Self

Menjadi pribadi yang mandiri bukan berarti antisosial ya, Gais.  Gue gak bakal ngomongin tentang sosial maupun  anti sosial dalam hal ini. Tapi lebih ke do it your self yang orang-orang sering singkat pake DIY. 

Tadinya gue ngira DIY itu adalah akronim dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Gue sih jujur. Karena gak tau, ya nanya orang. Oh rupanya dugaan gue salah. 


Oke, selamat memasuki tahun ajaran baru. Selamat nganggur buat yang barusaja lulus. Selamat kerja buat yang udah dapat. Selamat ngejomblo, buat yang masih ngenes. Selamat belajar buat dedek gemes. :* 

Ini Penampakannya. Diambil dari blognya Vindy. Piringnya cantik ya. Apa ini hadiah sabun?
Ngomongin DIY, ada banyak sekali blog aktif yang membahas tentang DIY. Salah satunya adalah blog yang beralamat www.vindyputri.com. Blog ini diberi judul Vindy Pindy Mindy, empukkkk ..., enak bergiziiii. 


Eh bukan begitu. Yang bagian empuknya gue tambahin sendiri sih. :p 

Ada yang bikin ketawa sih dari blog itu. Misalnya waktu si admin bikin resep ngerujak Jambu Kristal menggunakan Terasi. Sekali lagi, terasi loh, Gaiiis. Kalau di daerah gue terasi disebut sebagai Caluk. Bumbu makanan yang berasal dari udang atau ikan yang telah difermentasikan ini kalau di keluarga gue biasanya dipakai untuk makan sawi godhok, dimasak sebagai sambal. Yang bikin geli, kali ini terasinya dipakai untuk ngerujak. Ceessss..., bikin ngiler ya, Gaiiis. 

Gaiis, cowok juga kadang kayak orang nyidam loh ya. Gue juga kadang rela pergi ke pasar untuk nyari tukang rujak kaki lima. Tapi setelah adanya ini, nanti gue coba bikin sendiri deh. Gampang rupanya. 

Sebelumnya gue pikir, bikin rujak itu kudu diulek. Oke, gue sotoy. Seperti rujak ala Mbak Vindy ini, rujaknya cukup digilas pakai sendok doang. Bumbunya cukup garam, beberapa siung cabai sesuai selera, dan terasiiiiiiii, yeaaah. Terasi, Gaiiis. Yamiii.... 

Menurut adminnya, itu rasanya enak betul. Sedap dan segar. Ada kesan asin dan pedas yang amat dia suka. 

Gais, apa lo suka asin? Rujak yang kayak begini mungkin cocok di lidah lo. Kalau gue kurang suka asin. Gue lebih suka yang manis-manis. Makanya, kalau lo punya dedek gemes yang manis-manis, jual aja di OLX, ntar gue beli. Halaaaaaaaaah. 
*** 


Ohya, apa lo suka menulis di binder? Kurang suka dengan cover yang ada di bindernya? Lo bisa menggantinya dengan kertas kado yang menurut lo kece, dan lo bakalan betah nyatetin apapun di binder lo. 

Alat dan bahannya cukup begini doang. 

DIY: Cover Binder

Gue inget banget. Gue pernah tukeran sampul binder ke temen sekelas gue, cewek. Hanya karena gue kurang suka dengan sampul binder yang gue beli, tapi sampulnya bikin gue geli. Kesannya perempuan sekali gitu meski warnanya gelap. Untung dianya mau. Alhamdulillah. Sayang gue belum mengenal blog ini sih. Andaikan waktu itu gue udah tahu, pasti bakalan gue terapin ini tips. Dan gue bakal nyari kertas kado yang bermotif batik yang paling wow untuk sampul binder gue. Pasti bakal epik. 

Kapan-kapan gue cobain deh ini. Kayaknya seru juga. xD

Tertarik juga mau mencoba? Silakan lari ke www.vindyputri.com
**** 

header blog Vindy

Dengan header blog yang sangat perempuan sekali begini, menurut gue blog Vindy Pindy Mindy ini bisa dilarikan ke blog yang lebih feminim. Maksud gue, karakter girly-nya kan udah dapat banget. Mbok ya jangan didominanin putih begini, kan jadi terkesan pucet. Menurut gue sih. 

Walau, penggunaannya masih nano-nano, yang tak hanya mengupas tentang sisi kewanitaan. Namun, blog ini menurut gue bisa ditambahi sesuatu yang warna-warni supaya lebih menonjolkan sisi cewek yang ngegemesin. 

Bisa mengganti header dengan warna lain barangkali, atau penambahan widget yang penuh warna. Dan lagi, itu font untuk laman yang ada di blog terlalu kecil menurut gue. Mungkin bisa lebih diperbesar lagi. Sedikit, gitu.  

Tapi ada yang gue suka sih dari blog ini. Waktu admin ngadain Giveaway. Seperti yang gue ikutin beberapa hari lalu. Gue iseng-iseng doang ikut ngeramein. Ketika itu admin ngereview sebuah novel karyanya Acha, yang semula gue kira itu adalah nama perempuan.  Di identitas diri gue mengisi form nama dengan Kentang Ting Tung Ting.  

Sebenarnya ada kata Tung lagi di belakang, tapi kayaknya batas maksimal di database cuma segitu. Jadi yang tercatat ya cuma segitu.

Pengumuman Pemenang


Lihatlah itu, Gais. Gue pun menang! Kadang perlu menggunakan nama palsu untuk menjadi Pemenang GiveAway.

 *** 

By the way, terimakasih Mbak Vindy atas pulsanya yang sudah masuk. Semalam gue telponan sama Siti, anu cemewew gue. Bukan nama sebenarnya sih. Entah kenapa gue lebih suka menyebutnya sebagai Siti. 

Nb: itu kenapa di blognya gak ada cerita percintaannya ya? Apa gue kurang teliti nge-stalk? Atau ada misteri di balik semua ini? Ada yang tahu jawabannya? Ngapain lo diam mulu? Jawab dong. xP



Comments

  1. Bukan hanya cewek aja yang suka makan rujak cowok juga malah sering berlebihan kayak cewek kalau udah pengen makan sesuatu. Dikira ngidam kali yaa :D

    ReplyDelete
  2. aih aiihh >_< kepalaku diameternya bertambah nih. Haha.
    selamat ya... Anda sangat beruntung. Pilihan pertama lagi. Yang dapetin pulsa 25.000.

    Eh, saran kamu boleh juga. Nanti pelan-pelan deh. Tapi sebenernya ya aku sengaja putih polos, cuma main warna kalem sedikit-sedikit. Yah...pokoknya yang ada manis-manisnya gitu.

    Hihii..kisah percintaan? Jarang yah? Coba stalking lagi, ada kok...Sekali lagi muuciiihhh...;)

    ReplyDelete
  3. be yourself, and you will be happy..

    ReplyDelete

Post a Comment

Saya menghargai setiap komentar yang kamu berikan. Maka jangan pernah sungkan untuk meninggalkan komentarmu. Untuk kepentingan bisnis, silakan hubungi saya via email di hadisujatman@gmail.com

Salam!

Popular posts from this blog

Cara Paralel Propana Reload ke Jabber

Decolsin Solusi Flu Batuk yang Menyebabkan Kantuk

Kamus Bahasa Linggau