Tantangan Pojok WB - 5 TAHUN KE DEPAN

Nguahahahhaha. Biarkan saya tertawa dulu. Mungkin dalam hal ini saya tertawa kronis, karena saya bingung mau ngapain di postingan ini. 

xixixiix
Kenapa pasal? 
Saya sedang menjalankan titah dari calon Ibu Menteri Kelautan, yaitu Kakak Roida. Eh maaf, bukan nama sebenarnya. Katanya itu adalah nama mbah-mbahnya yang disatukan. Lalu siapakah nama calon Ibu Menteri Kelautan itu? Apa harus disebut sih? Deuh. Saya mesti gimana ini? Pengennya manggil Kakak Roida aja sih. Supaya lebih akrab. Tapi kayaknya, kalau saya terusin Calon Ibu Menteri Kelautan ini nanti bisa membunuh saya. 


Njir. Saya belum pengen mati. Ampunin saya kakak! ('_!!) 
Lupakan nama Roida. Kali ini saya akan berkata yang sebenernya, bahwasaya saya telah menertima tantangan dari Kak Ajen Angelina  untuk ngeblog yang lebih serius. Begini ceritanya, suatu malam sebelum Kak Ajen ini ngasih tantangan ke saya, dese nyambangin Risalah Hadi, dan mendapatkan lima puluh postingan geje (Baca: sekarepmu). Lah? Apakah Kak Ajen gagal paham kalau saya mah emang begini orangnya. Tapi biarlah, Kak Ajen sepertinya ketularan Tulus, yang selalu minta untuk jangan mencintai apa adanya. Tiba-tiba saya jadi ingat Rudi. Oh siapakah dia? Ah, tidak penting.  Lantas, Kak Ajen bilang, "Kamu harus bikin postingan yang serius!" katanya melalui pesan instan WhatsApp. Saya jadi mikir, apakah saya bisa serius dalam tantangan ini? Saya agak menyangsikannya sih. Hanya saja, lebih baik bacalah sampai akhir. 

Postingan ini mengandung KHAYALAN! *Catatlah.
*** 



10 hal yang ingin atau harus saya lakukan di tahun 2020!

 Angkanya manis ya. Konon, saat kita tidak sengaja melihat angka kembar, misalnya pada jam yang ada di ponsel, itu mengartikan kalau ada seseorang yang akan segera mengasih kita duit. 

Semoga setelah tantangan ini berakhir, saya benar-benar dapat duit sih. Aamiin. *Poke Kakak Roida. *kedip manja *nyengir ala Rudi.


Balik ke 2020. Itu artinya lima tahun dari tahun sekarang. Saya harus ngapain di lima tahun ke depan? Apa sebenarnya cita-cita saya? 

Sebenarnya saya adalah tipikal orang yang lempeng. Saya adalah laki-laki apa adanya yang malas sekali memikirkan kenyataan yang belum tentu terjadi. Postingan ini berhasil membuat saya berkhayal, sekaligus keluar dari kebiasaan saya sebelumnya, yang jika memperbaharui postingan blog suka seenak saya saja. Bahkan terkadang saya lupa kalau blog ini bukanlah twitter yang cukup diisi dengan 140 karakter. Tapi sungguh, saya pernah menuliskan laman baru yang judulnya KOSONG, dan postingannya benar-benar kosong. Kok tiba-tiba saya jadi pengen ketawa lagi sih. Ah, gila!

Satu. 
Saya tidak paham dengan yang namanya passion. Yang saya tahu, saat ini menulis adalah hobi bagi saya. Sejak 2013 saya mulai coba-coba mengirimkan cerpen  maupun resensi ke media cetak. Mungkin emang sudah rejeki saya, tulisan saya dimuat dan saya mendapatkan honor. Sebagai pemula, saya merasa bahagia sekali saat itu. Akhir 2014, saya mencoba melebarkan sayap untuk menulis lebih banyak lagi. Ini juga atas hasutan orang-orang yang setidaknya mengenal saya suka menulis. Alhamdulillahnya, naskah saya diterima penerbit, dan di 2015 ini debut pertama saya yang berjudul Long Distance RelationSick sudah bisa dibeli di tokobuku online dan juga regular.  Harapan saya, di tahun 2020 nanti saya masih bisa menulis, dan karya saya akan ada yang kedua, yang ketiga, dan cinta lainnyaaaa---. 
(By the way, jangan lupa beli buku saya ya. Di sana ada adegan mimpi basahnya soalnya sih.)

Dua.
Saya pengen punya rumah sendiri. Tidak harus besar dan mewah. Rumah minimalis saja cukup. 

Tiga. 
Saya ingin menjadi pengusaha. Saya suka makan pisang. Terdengar agak mirip sama hobinya Kakak Roida ya? Tos, Kak. Aduh, kok saya jadi manggil nama ini mulu ya. Kenapa pengusaha pisang? Sebab, jenis pengusaha itu ada banyak. Tapi, pengusaha pisang yang hobi menulis kan belum ada. 

Empat. 
Saya mau mendirikan rumah baca. Sebenarnya ini juga bisa saya gunakan untuk menunjang hobi menulis saya. Siapapun yang menulis, pasti tak jauh dengan aktivitas membaca. Selain untuk saya baca-bacain sendiri, saya berharap dengan adanya rumah baca di tahun 2020 ini nantinya bisa memengaruhi anak-anak yang mungkin saja sekarang masih bayi, jadi bisa mencintai dan membudayakan hobi membaca. 

Lima
Di tahun 2020, umur saya sudah menjelang udzur. Saya tidak mau bau tanah lebih lama lagi. Pasti saya bakalan sering dibully Uda Irfan kalau terlalu lama sendiri. Untuk itu saya pengen menjadi suami. Yeay!

Enam. 
Buku saya difilmkan, dan saya main jadi pemeran utama bareng Wirda Mansyur. 

Tujuh. 
Saya mau ini diaminin. Saya pengen jalan-jalan, sama kamu. Iya, kamu. Jalan-jalan keliling Indonesia dulu deh. Seperti yang kita semua ketahui, Indonesia kita ini adalah negeri yang kaya. Ada lebih dari 17 ribu pulau dari Sabang sampai Merauke. Bakalan seru sekali kalau saya bisa mengelilinginya barengan sama kamu. Iya, kamu. :* 

Delapan.
Saya pengen ke Jepang. Sulit menjabarkan ini. Harapan saya, di tahun 2020 ada tiket murah supaya saya bisa beneran ke Jepang. 

Sembilan. 
Saya pengen jadi penyiar radio. Tentu saja penyiar radio yang juga hobi menulis dan punya usaha pisang.

Sepuluh.
Saat ini saya ngerasa masih bodoh. Adalah hal yang lumrah kalau saya berharap untuk pengen sekolah lagi. Belajar di luar negeri. Di Adelaide misalnya. Itu saja sih. 

**** 

Mungkin kesannya agak ngaco. Tapi saya berharap ada jutaan kata aamiin yang tulus supaya apa yang saya inginkan ini tercapai.  Betul tidak, Gus? *Ngomong ke Agus. FYI. Agus ini adalah orang yang saya tantang untuk mengikuti challenge ini. Bagaimana saudara Agus? Apakah sudah siap? :D


Tulisan ini dibuat dalam rangka tantangan PojokWB

Comments

  1. ciee... yang mau ke Adelaide. Oleh-oleh ya...
    Eh, kok gak nyebutin nikah sih? Cuma jalan-jalan doang...

    ReplyDelete
  2. AMIN! Noh kak, udah gue aminin yak :D

    ReplyDelete
  3. Hahahahahaa pantas kau panggil aku roida yahh kamjh baca postingan alay itu haha..
    Sipp aku ngaminjn yg segera menikahh aja deh..
    Biar blog kamu isinya gak galau mulu :D

    ReplyDelete
  4. Kak, yg ada, kalo kita liat angka kembar itu, mitosnya ada yg kangen.
    Kangen dikasih duit maksudnya. Xixi

    ReplyDelete
  5. Replies
    1. Ada nama gue nya tuh.
      Roida ohh roida

      Delete
  6. Aamiin in aja deh hahaha banyak banget keinginan lu di, maruk banget jadi orang. Ehtapi kalo impian gapapa sih pengen kemana aja haha

    ReplyDelete

Post a Comment

Saya menghargai setiap komentar yang kamu berikan. Maka jangan pernah sungkan untuk meninggalkan komentarmu. Untuk kepentingan bisnis, silakan hubungi saya via email di hadisujatman@gmail.com

Salam!

Popular posts from this blog

8Share Indonesia Alternatif Mengumpulkan Duit di Internet

Decolsin Solusi Flu Batuk yang Menyebabkan Kantuk

Cara Paralel Propana Reload ke Jabber