Review Antologi Babu Backpacker

Backpacker (n) kegiatan melakukan sebuah perjalanan yang dilakukan oleh seseorang dengan membuat beberapa rincian mengenai dana, tempat tujuan dan segalanya secara sistematis. 

Desi - salah satu tokoh yang ada  dalam buku ini melakukan backpacking bersama rekannnya yang bernama Febri selama sepuluh hari, dengan rute: dari Malaysia, Hanoi, Halong Bay, Ho Chi Minth City, Phnom Penh, Siem Reap, Bangkok, Phuker, Phuket, dan berakhir di Jakarta.

Selama sepuluh hari tersebut, tokoh Desi diceritakan mengalami beberapa kesan enak dan tidak enaknya dalam melakukan backpack, seperti kesulitan dalam mencari makanan halal, karena agama Islam termasuk minoritas di negara yang mereka kunjungi. Selain itu dalam sebuah kasus mereka berdua juga mengalami ketakutan-ketakutan lain, diantaranya takut kalau tas punggung mereka tiba-tiba dicolong orang, hingga mereka memutuskan untuk mengikatnya dengan tangan mereka, ketika mereka terpaksa tidur di tempat umum. Juga perlakuan tidak baik dari seorang pria mabuk yang mereka temui di suatu negara, pria mabuk itu ngajakim having sex, serta kesulitan dalam berkomunikasi karena tak semua penduduk yang negaranya mereka singgahi tidak semuanya mampu berbahasa Inggris. Namun dibalik itu semua mereka juga mengalami kemudahan, seperti mendapatkan penginapan yang murah, juga tour guide yang sangat bertanggung jawab.

Babu Backpacker adalah sebuah buku antologi yang dibuat oleh Aisy Lastatie dan kawan-kawan.  Buku ini ditulis oleh para TKI yang bekerja di Malaysia. Ada empat belas penulis yang berkontribusi untuk buku ini, termasuk Aisy Lastatie, dengan yang menceritakan tentang pengalamannya dalam melakukan backpacking. 
Kerangka berpikir dalam buku ini emang Backpacker. 
Babu Backpacker

Antologi Karya TKI Malaysia
Judul: Babu Backpacker
Penulis: Aisy Laztatie, dkk
Penyunting dan Editor: Pipiet Senja
Cetakan I: Februari 2015
Penerbit: Yayasan Bunda Hadijah
Halaman: 242 

*** 

Yang menarik dari buku ini, bukan hanya menceritakan kisah-kisah Backpacking saja. Melainkan juga memberikan tips yang mungkin bisa berguna untuk para calong backpacker. Seperti yang tercantum di halaman 146, tips wisata Karimun Jawa. Serta tips yang perlu diketahui dan yang tidak boleh dilakukan yang tertulis di halaman berikutnya.

Dari smeua cerita yang disuguhkan, gue paling suka sama tulisan yang dibikin oleh Aisy Laztatie seperti yang udah gue beberin di awal, tokohnya Desi dan Febri. Gue nggak ngerti ini buku genre apa. Kayaknya target pembaca bisa segala umur, karena backpacker sendiri  bisa dilakukan oleh siapa saja. Namun jika iya, menurut gue cover buku ini kurang kece untuk menggaet target pembaca remaja, walaupun sekilas cover buku ini sudah sangat mewakili tentang isi buku.

Judul buku Babu Backpacker diambil dari satu kalimat yang ada di dialog, seseorang meledek sang tokoh dengan kalimat Babu Backpacker, menyangkut profesi tokoh yang merupakan Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia. 

Gue nggak tahu ini buku harganya berapa. Karena gue dikasih sih. Tapi kayaknya nggak terlalu mahal. Ini buku rekomended. Cocok menemani lo yang punya banyak waktu luang, daripada boring, mending baca buku. Ya kali lo juga pengen backpack ke suatu tempat, bisa belajar dari buku ini. 

Tiga  koma lima dari lima bintang, gue bulatkan ke bawah deh. Mudah-mudahan nggak terlalu buruk. 


Comments

Popular posts from this blog

8Share Indonesia Alternatif Mengumpulkan Duit di Internet

Cara Paralel Propana Reload ke Jabber

Decolsin Solusi Flu Batuk yang Menyebabkan Kantuk