Akhirnya

Apa yang ada di benakmu saat membaca kata itu? Sebuah ujung? Ending? Atau rambut palsu? Alah ... aku ngaco. 

Akhir-akhir ini aku suka sekali dengan kata itu. Saat lagi boker, aku berseru dengan durjananya. "Oh, akhirnya ..., lega!"  Lalu aku berlinangan air mata. Eh, nggak deng. Cowok mana ada yang terlaharu pas lagi boker. Ada deng. Aku. Boleh kok kalau nggak percaya. Saat pengen beli sepatu, aku lihat harganya mahal banget. Lebih dari tiga ratus ribu. Waktu ngecek tabungan udah lumaya cukup, aku berseru lagi. "Akhirnya ...."  Waktu aku mandi, ada sabun. Aku sabunan. Lalu nggak sengaja keenaka. Eh kok keluar. "Akhirnya ...., aku bisa bikin balon pas sabunnya ngeluarin busa."

Dan masih banyak lagi kata akhirnya yang kuucapkan.

*** 


Sebenarnya postingan ini hanya pengen ngasih tahu kalau akhirnya aku diijinkan untuk ikut sidang skripsi. Itu artinya apa?  Akhirnya aku bisa bernapas lega karena sebentar lagi aku akan melepaskan status maha ngenes yang melekat padaku. Aku udah nggak abadi di kampus, gaes. Akhirnya ... 


Comments

  1. Akhirnyaa... selamat, ya :)

    ReplyDelete
  2. Itu baru perjalan awal Bro, lo nanti akan bertemu monster dan dewa yang bernama PEMBIMBING SKRIPSI. Mampus dah idup lo

    ReplyDelete

Post a Comment

Saya menghargai setiap komentar yang kamu berikan. Maka jangan pernah sungkan untuk meninggalkan komentarmu. Untuk kepentingan bisnis, silakan hubungi saya via email di hadisujatman@gmail.com

Salam!

Popular posts from this blog

8Share Indonesia Alternatif Mengumpulkan Duit di Internet

Cara Paralel Propana Reload ke Jabber

Decolsin Solusi Flu Batuk yang Menyebabkan Kantuk