Skip to main content

Review Buku: KEI - Erni Aladjai


KEI. Awal membaca judul itu, yang terbesit di benak saya, hanya seonggok kata lucu, atau malah unik, atau sebuah nama orang, mungkin. Itulah kenapa saya mendaftarkan diri untuk mereview judul buku ini saat menerima email dari Mas Mudin, tim Gagas Debut.
Ternyata saya terpilih.

Saat membaca bab pertama, saya penasaran. Lanjut ke bab selanjutnya, masih juga penasaran. Hingga menuju ke ending, tetap penasaran juga. Oh, Tuhan, Erni Aladjai berhasil membuat saya penasaran.

Namun dari sini, saya akhirnya tahu, bahwa Kei bukanlah kata lucu, bukan kata unik, juga bukan nama orang. KEI adalah nama pulau yang terdapat di antara Laut Banda dan Laut Arafuru, Maluku Tenggara..

Baru pertama kali mengetahuinya? Sama. Saya pun juga.



Klik di sini


Judul: Kei
Pengarang: Erni Aladjai
Penerbit: GagasMedia
Tahun Terbit: 2013
Tebal: 250 halaman



Sinopsis : 
Mari kuceritakan kisah sedih tentang kehilangan. Rasa sakit yang merupa serta perih yang menjejakkan duka. Namun, jangan terlalu bersedih, karena aku akan menceritakan pula tentang harapan. Tentang cinta yang tetap menyetia meski takdir hampir kehilangan pegangan.
Mari kuceritakan tentang orang-orang yang bertemu di bawah langit sewarna biru. Orang-orang yang memilih marah, lalu saling menorehkan luka. Juga kisah orang-orang yang memilih berjalan bersisian, dengan tangan tetap saling memegang.
Mari, mari kuceritakan tentang marah, tentang sedih, tentang langit dan senja yang tak terarah, juga tentang cinta yang selalu ada di setiap cerita.
***

 

KEI.
Menceritakan tentang kericuhan yang terjadi di Maluku, di pulau KEI. Di buku ini ada dua buah chapter. Yang pertama tentang MALAPETAKA. Segala macam tetek bengek tentang perang terurai di sini. Tentang perang antar ras, dan agama terjadi, hingga mempertemukan Namira Evav, seorang gadis muslim yang pandai mendongeng, dengan seorang pemuda Protestan yang bernama Sala.

Namun suatu waktu, keduanya terpisah. Saat ricuh terjadi lagi, tubuh Namira beku, dan terbawa pada kapal yang akan berlayar menuju Makasar. Sementara Sala, berada di Jakarta, dan ditatar untuk menjadi penjahat.  Menuurut Bos Yo, Sala adalah orang yang berbakat, dalam hal ini dia menjadi Pembunuh Bayaran.

Pada chapter ke dua yang diberi judul PULANG. Namira menerima surat balasan dari Mery, sahabatnya sejak kecil. Mery mengabarkan kalau KEI sekarang sudah tenteram. Ada satu upacara adat yang biasa dilakukan oleh kaum wanita secara kolosal, saya lupa namanya apa. Sementara itu, Sala, ditugaskan ke Balikpapan untuk membunuh seseorang. Dalam renungannya dia merindukan KEI, dia juga merindukan Namira. Dia pun berniat untuk kembali pulang ke KEI, dengan cara kabur dari Bos Yo. 

Latar belakang jatuhnya presiden Soeharto dan kerusuhan yang timbul setelahnya, juga tertuang di sini. 
***

Jujur, saya bukanlah orang yang penggila buku. Saya jarang baca buku. Biasanya saya kalau baca buku suka ngantuk. Entah kenapa, saat saya baca buku ini lancar-lancar aja, walaupun saya butuh waktu tiga hari untuk mengkhatamkannya.

Membaca buku ini saya dibawa ke keadaan perang. Seru pokoknya. Segalanya terpampang nyata. Hingga tulisan ini kelar saya bikin, saya jadi naksir tokoh Namira-nya. Ini orang pasti cantik, di benak saya bilang begitu.

Dilirik dari cover, sampul buku ini simpel, dan kece. Sadis, tapi manis. Ada sosok manusia bertikai di atas ilustrasinya. Keren lah untuk sampul bukunya.

Secara keseluruhan saya cukup menikmati ini buku. Plotnya oke, alurnya jelas, diksinya gampang dimengerti. Paling-paling untuk nama-nama daerah di Maluku Tenggara itu saja yang bikin saya bengong, karena saya belum kenal namanya. 
 
Kekurangan buku ini sih saya sukar menemukannya. Oh iya, mungkin ini aja sih, ada sedikit kata yang typo di beberapa halaman, sama endingnya yang nggak kelar. Namira sampai ke pulau KEI, tapi Sala masih di perjalanan dalam keadaan terluka. Saya jadi ngerasa geregetan gitu, kenapa kok gak langsung dikelarin. Apa Namira dan Sala akan bertemu dan menikah kemudian? Apa Sala mati di perjalanan?  Apa ini akan berlanjut?

Oke, nggak jadi masalah. Ini buku tergolong sastra. Jadi buat yang suka buku sejenis ini, silakan baca! 

4 dari 5 bintang untuk buku KEI dari saya.
***

Comments

Popular posts from this blog

#GagasDebut GiveAway | Novel Selamat Datang Cinta by @OdetRahma

Kenapa buku ini harus dimiliki?



Simak Review dan Obrolan saya dengan Penulis Selamat Datang Cinta di postingan saya sebelumnya. Atau, silakan simak review dari Mpok Wuri berikut ini. ENTER!

Lenjongan dan Berambang Asem Membawa Timlo Solo Menjadi Juara III di Arisan Rasa

Arisan biasanya kan identik dengan yang namanya emak-emak sosialita, rempong, yang dikit-dikit ngebahas lakinya, rengking anaknya, KB, atau ngatain orang sambil ketawa-ketawa. Tapi acara ini beda kok. Ini acara Arisan Rasa. Bukan tentang pengumpulan rasa, terus diundi, dan namanya yang keluar jadi pemenang, bukan. 


Di event yang diadakan @travellingyukcom ini, para peserta diajak berdiskusi tentang bagaimana menghasilkan uang lewat travelling. Jadi istilahnya travelpreneur, semoga tulisannya bener. Pematerinya ada dua orang, Mas Rero Rivaldi selaku Head of Creative Content Travelingyuk, dan Mas Wira Hardiyansyah yaitu seorang Travelling Chef yang sangat berprestasi. Acara dipandu oleh Mbak Lidya, dan diawali dengan presentasi dari Mas Rizky Kurniawan. Lalu diakhiri dengan acara tanya jawab dalam suatu mini talkshow


Hasil bincang-bincangnya adalah informasi tentang Gastronomi. Saya pribadi masih sangat asing dengan istilah ini. Menurut hemat saya, gastronomi ini adalah cara kita unt…