Setengah Aku

Miris banget mendapati kenyataan, bahwa hingga saat ini aku masih setengah-setengah dalam segala bidang. Nggak pernah bisa total. Dan kenyataan ini sangat memalukan. 
Deuh.
Ngggak pernah kelar. Bahkan malah menyesakkan. 

Dalam bidang kerjaan yang sering bikin bete. Akibat setengah-setengah, kerjaan yang baru datang menumpuk.

Mau move on, tapi setengah-setengah. Ujung-ujungnya gagal move on. Nyesek lagi. Galau lagi. 

ngambil di sini
Kadang suka mikir, aku ini manusia dewasa yang bego banget. Ngurusin satu orang yang badannya dibawa aja nggak bisa. Gimana mau ngurusin banyak orang? Gimana mau ngurusin orang lain? Gimana mau mengurus istri?


Aku kayaknya belum sanggup.

Untung juga usiaku belum ideal untuk menikah. Padahal kuingin menikah seperti yang lain. Tapi mau sama siapa? 
*** 

Udah mau akhir tahun, seseorang nanya, resolusimu gimana? Berhasil?

Degg. Darahku seolah berhenti terpompa dari jantung. Aku tercenung. 

Bahkan, untuk membikin satu resolusi saja aku nggak mampu setahun yang lalu. Aku terlalu pasrah menyerahkannya kepada Tuhan, dan terucap doa yang klise banget. "Tuhan aku yakin Kau tahu isi hatiku."

Huh!

Dalam satu tahun terakhir, aku tidak berhasil menjadi orang baik. Semua orang seakan-akan menjauh dariku. Aku mencari teman maya, juga berakhir dengan hal yang sama. Hukum facebook, hukum twitter, nyaris percis. Saling kenalan, sedikit akrab, terlibat konflik, unfriend. Kadang juga ada yang nekat ngeblokir. Giliran di add ulang, mendapat konfirmasi sih. Tapi saat di sapa melalui pesan personal, aku terabaikan. Ngeenes.

Sudah sewajarnya pembenahan. 

Resolusi harus dibikin. Belajar dari tahun ini yang keteteran sekali. Benar-benar melakukan semuanya sesuai kata hati, tapi malah berujung pada kemalasan. Aku terlalu sering malas untuk bertindak apapun, itu lah sebabnya kenapa aku setengah-setengah. Dan aku tak mau hal itu terjadi lagi. 
*tutup muka, malu. 

Comments

  1. Dalam satu tahun terakhir, aku tidak berhasil menjadi orang baik. Semua orang seakan-akan menjauh dariku. Aku mencari teman maya, juga berakhir dengan hal yang sama. Hukum facebook, hukum twitter, nyaris percis. Saling kenalan, sedikit akrab, terlibat konflik, unfriend. Kadang juga ada yang nekat ngeblokir. Giliran di add ulang, mendapat konfirmasi sih. Tapi saat di sapa melalui pesan personal, aku terabaikan. Ngeenes.

    bukannya ini sama saja dengan pertemanan dunia nyata? :)

    toh setidaknya, kita bisa dan berusaha untuk menjalin pertemenan bukan?

    ReplyDelete
  2. dak pe young..... setengah-setengah pun masih elok jugo... yg penting optimis ke depan, gek ado ketikonyo penuh.......
    Nian ....., kini masih banyak wong setengah-setengah, contohnyo aku dewek kalo beli bensin setengah mulu lum penah full............ hhe

    ReplyDelete
  3. Ini curhatan seriusan kaa?

    --v
    " Benar-benar melakukan semuanya sesuai kata hati, tapi malah berujung pada kemalasan"

    Coba dicek lagi, yg dilakuin sesuai sama hati gak, atau paling gak cek lagi bener gak itu hatimu :p
    jangan jangan salah hati, ampe akhirnya jadi males :D

    Yang penting tetep santaaai ^^

    ReplyDelete
  4. Nasib mbloo #EhMaap. Semoga tahun baru 2014, kamu gak lagi malas. Amin. :D
    Anyway, nice post.

    ReplyDelete
  5. Ayo bangkit! *gendong*
    Semoga tahun depan lebih baik untuk kita semua :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Saya menghargai setiap komentar yang kamu berikan. Maka jangan pernah sungkan untuk meninggalkan komentarmu. Untuk kepentingan bisnis, silakan hubungi saya via email di hadisujatman@gmail.com

Salam!

Popular posts from this blog

Cara Paralel Propana Reload ke Jabber

Decolsin Solusi Flu Batuk yang Menyebabkan Kantuk

Kamus Bahasa Linggau