Intermezzo



Vivi menyapaku di lini masa. Melihat followers twitterku yang banyak bertambah, dia menyeringai. Kemudian dengan senyum kecut, die memperolok.
"Followersmu banyak bed. Bentar lagi dapet checklist biru dong."
"Nggak ngaruh ah."
Vivi merengut. "Apanya yang nggak ngaruh."
"Selama aku masih jomblo, itu semua nggak ngaruh."

 "Terus hubungannya apa coba?"
"Nggak ada, pokoknya nggak ngaruh aja. Lagian kalau kamu mau ada tuh yang jualan followers."
"O jadi kamu beli followers?"

"Ya nggak lah. Novel kamu aja yang katanya kece itu aku nggak kebeli kok."
"Yaudah nabung, terus beli sanah!"
"Btw, kalau kubeli pake followers aja gimana Vi?"
"Huh!" Vivi mengelus dada.

Comments

  1. Terusannya mana bang hadi??
    follback yakk... :D

    ReplyDelete
  2. vivi tu sapa?/ followers twitter? ane kira blog -_-
    bingung ><

    ReplyDelete

Post a Comment

Saya menghargai setiap komentar yang kamu berikan. Maka jangan pernah sungkan untuk meninggalkan komentarmu. Untuk kepentingan bisnis, silakan hubungi saya via email di hadisujatman@gmail.com

Salam!

Popular posts from this blog

Cara Paralel Propana Reload ke Jabber

Decolsin Solusi Flu Batuk yang Menyebabkan Kantuk

Kamus Bahasa Linggau