#GagasDebut GiveAway | Novel Selamat Datang Cinta by @OdetRahma

Kenapa buku ini harus dimiliki?


Document sendiri

Simak Review dan Obrolan saya dengan Penulis Selamat Datang Cinta di postingan saya sebelumnya. Atau, silakan simak review dari Mpok Wuri berikut ini. ENTER!



 Kutipan buku:
“Hidup memang ndak ada yang adil, Bastian. Nek semua sama saja, bagaimana kehidupan manusia nantinya? Bisa kamu bayangkan? Kalau hidup itu adil, ndak akan ada manusia lagi yang berusaha. Ndak akan ada, manusia yang mau berdoa dan memercayai kebesaran Tuhan.”


“ Aku pernah mencintaimu dengan cara yang  paling sederhana, maka akupun ingin melupakan kamu dengan cara yang sama” 


      “Hanya orang terdekat kitalah yang akan mengerti kita seperti apa, tapi justru ngga sedikit, orang terdekat kita yang meiliki kemampuan besar untuk menyakiti kita”




     “ Lain hal nya jika mereka dihadapkan pada masa lalunya sendiri, mereka bisa saja menjadi orang yang paling bodoh kerena mereka tidak lagi menggunakan logika ketika berpikir dan menimbang-nimbang sebuah keputusan, melainkan hati”
"Bisakah kau berhenti bersedih? Lalu, lihat aku yang akan selalu bersamamu,"
"Disakiti sama orang yang kita sayang itu lebih menyakitkan, ketimbang sama orang yang benci sama kita"
"Kenangan itu ada di kepala. Maka kemana pun lo pergi, mereka ikut serta bersama lo"
"Hidup bukan hanya untuk menikmati kenangan, tetapi harus tetap menjalani masa kini dan melanjutkannya ke masa depan."


***




document sendiri

Jawab pertanyaan ini:

Kalau kamu punya sahabat lawan jenis dan kamu naksir, pilih pacaran atau tetep sahabat? Kenapa?

Untuk GiveAway, syaratnya kudu follow @GagasMedia @OdetRahma dan @HadiSujatman

Silakan tulis di kolom komentar, sampaikan juga alasan kenapa saya kudu ngasih buku ini ke kamu. Jangan lupa cantumin akun twitter kamu.

Ada 1 eksemplar buat yang beruntung. Jangan lupa juga untuk bujuk saya dengan cara tweet kalimat ini ke twitter:

Oy  mending buku   buat gua aja ya ya yaaa. Peliiiiis!   
Ditunggu sampai 17 Nopember pukul 12 siang.  Pengumuman, malam harinya pukul 20 di blog ini, atau TL

Pemenang akan saya pilih acak melalui situs www.random.org, jadi jangan lupa untuk mencantumkan akun twitter kamu.

Comments

  1. Hadeh, saya nggak jago ngerayu -,-'

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jeeeh, jawab pertanyaan aja atuh kalo gitu :o

      Delete
  2. Nanti ya, saya belom mau jadi yang pertama lagi :D

    ReplyDelete
  3. Aku pilih tetap sahabatan. Kenapa? Karena walaupun dia kenal banget kita tapi, pasti lebih enak kalo kita jadikan sahabat, karena kalo udah dijadikan pacar, maka tidak akan seakrab dan sejujur atau seterbuka biasanya. Walaupun naksir berat, pasti akan ada hal-hal yang menjadikan dia dan aku berubah, sehingga akan ada perbedaan suasana ketika kita pacaran dengan saat kita masih sahabatan. Jadi mending sahabatan aja.
    Abang ganteng, aku suka deh kalo kamu memberikan buku itu sama aku <3 <3 <3 ;)
    Akun twitter @rin_mizsipoel

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehhee tercatat :) Tjieeeeeeeeee peserta pertama

      Delete
  4. Saya pilih untuk tetap bersahabat. Kenapa? Karena kalau sahabatan, marahan sebentar terus asik lagi jadi temen. Seru-seruan bareng. Terbuka. Kalau udah jadi pacar, jadi enggak asik. Berantem, marahan, ngambek, nunggu dirayu. Ih! Kaku. Tidak semua orang bisa sama asik ketika pacaran dan sahabatan.
    Well...kak pelis banget menangin saya. Kegantengannya berkurang loh kalau tidak kasih buku itu ke saya.

    @didarnisha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siiip. Saya juga ehehehe

      Waduuh, doanya kok jelek :p

      Semoga kamu yang menang ya :)

      Delete
  5. Naksir temen/sahabat? Pernah dong :D
    Biasa sih di pendam aja, nikmatin persabatan nggak mau dipacarin. Karena nggak asik pacaran ma sahabat, nggak ada gregetnya, nggak ada deg degan nya lagi, sekalipun suka atau cinta tapi tetap beda kl komit pacaran, sahabatan dg rasa sayang lebih itu asik, kalo komit pacaran bakal terikat tapi kl sahabatan enggak dong. Hehehee *pengalaman sih :D

    Hai kamu pria kece di seberang sana, bukunya boleh di berikan ke saya seikhlasnya ya, biar tambah kece dan biar nambah terus cetakan-cetakannya di tahun berikut :)

    Twitter : @ipunn_ (•ˆ⌣ˆ•)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kamu sudah tercatat sebagai peserta Neng Ipunn :)

      Delete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  7. naksir sahabat ga ada salahnya ko', ada sisi baiknya. kita g usah capek PDKT karean kedua belah pihak udah saling kenal dan tau sifat bak dan buruknya.
    fyi, istri gw sahabat gw waktu SMP sampe kulian :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaaaaaaah, envy gua jadinya om hahahah tjakep

      Delete
  8. Huah, pilihan yang berat. :(

    Tapi diana naksir saya juga nggak? :O

    Kalau dia juga naksir saya mau jadiin dia sahabat aja deh. Iya sahabat, sahabat sehidup semati. Sahabat dalam suka dan duka, sahabat untuk meniti hidup selanjutnya. Yeah you know lah what I mean ;)

    Otree adik cakep, bukunya buat kakak ya. Nanti kakak kirimin foto Maudy deh :*

    follow me @pipit_tanjung

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau sama A' Dika mending jadi sahabat atau pacar kak?

      Etjieeeeeeeeeeeeeeeeeeeee :D

      Delete
  9. Kalau saya sih tetep jadiin dia sahabat lah. Biar perasaan ini di pendam dalam-dalam. Karena Kalau kita pacaran terus putus kita bisa musuhan atau mungkin renggang karena menyakiti perasaan dan itu bisa merusak hubungan persahaban kita, kalau tetep sahabat kan kita bisa sama-sama terus selamanya tanpa takut kehilangan dia :)

    bang kece novel nya buat aku doong, penasaran banget nih sama novelnya pengen bacaaa, Kayaknya seruu itu novelnyaa. Plissss novelnya buat aku aja ya yaaaa;) ganteng deh bang^^ kalau ngasih tar nambah ganteng deh hehe :D

    twitter: @mayasariselvi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga kamu yang menang ya, biar saya beneran ganteng hehehhe

      Delete
  10. Sebenarnya tak ada jaminan sebuah hubungan akan abadi. Seperti sahabatan yang akan berakhir dengan hubungan yang baru--sebut saja itu pacaran--tak ada jaminan pula hubungan pacaran tersebut berakhir dengan baik, kemudian melahirkan sebuah hubungan yang baru--sebut saja itu permusuhan.
    Dalam hidup sendiri, tak pernah ada jaminan.
    Bisa bahagia, bisa terluka. Karena hidup adalah pilihan (Demi Tuhan, kenapa saya harus mengeluarkan jurus klasik lagi)

    Tetapi yang saya tahu, kita diberi keyakinan untuk memantapkan hati kita, tentu saja menjatuhkan satu pilihan.

    Saya akan memutuskan untuk menjalin hubungan yang baru, yakni pacaran. Demi apa pun, berada dalam zona yang sama dengan waktu yang lama akan sangat menjemukan. Karena saya telah memantapkan hati atas pilihan saya, segala bentuk risiko yang akan saya terima kelak--semisal berakhir dengan buruk--akan saya terima dengan jiwa yang besar.

    Terima kasih.

    *Berasa jadi finalis HGA

    **ini bukan semata nama saya tertera di atas. Percayalah, itu adalah sejenis tipuan pemilik blog ini yang sekaligus admin blog ini;
    http://dionsagirang.blogspot.com/?m=1

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kamu mending ikut HGA aja sana. Haha
      Btw, HGA apaan? :v

      *ngomong ala Eza Sigit

      Delete
  11. Saya akan tetap lebih memilih sahabat.

    Dalam sebuah hubungan tak hanya harus mementingkan rasa dan ego, tetapi "keutuhan" sebuah hubungan. Dan hubungan persahabatan lebih membutuhkan "keutuhan" dibanding rasa yang boleh jadi datang dan pergi.
    Ketika tetap memilih sahabat, kemungkinan untuk tetap bersama akan terus ada dibandingkan hubungan cinta. Sebab ketika hubungan sudah menjadi sepasang kekasih, maka akan terdapat kecenderungan untuk saling menyembunyikan sesuatu yg khawatir akan membuat pasangan menjadi kurang rasa.
    Sementara kalau sahabat, tidak akan merasa minder dengan pasangan bahkan saling support utk kelebihan dan kekurangan sahabat tersebut... Jadi tak ada yang ditutup-tutupi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oke sahabat. Saya setuuju kok sama kamu :)

      Delete
  12. Klo ternyta sahabatnya suka ya ga knp2 juga kali ya, pacaran sama sahabat, sahabat kan sudah tahu jeleknya kita jadi mungkin pacarannya akan dibuat santai gitu, gitu kali ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cuma BW aja ya ini? Gak sekalian ikut GA?
      Sayang loh :o

      Delete
  13. Tergantung dari hal apa. Jika hanya seorang yang merasakan cinta itu baiknya tetap memilih bersahabat. Karena persahabatanlah cinta itu bisa tetap terjaga. Jika keduanya saling mencinta kenapa tidak? Toh dengan mereka saling mengenal satu sama lain cinta suci itu bisa menjadi abadi.
    Nah, karena cinta itu pilihan pilihlah yang tulus.

    Aku mau jadi saudara akang asal aku dapetin buku itu pliss ^_^

    ReplyDelete
  14. Tergantung dari hal apa. Jika hanya seorang yang merasakan cinta itu baiknya tetap memilih bersahabat. Karena persahabatanlah cinta itu bisa tetap terjaga. Jika keduanya saling mencinta kenapa tidak? Toh dengan mereka saling mengenal satu sama lain cinta suci itu bisa menjadi abadi.
    Nah, karena cinta itu pilihan pilihlah yang tulus.

    Aku mau jadi saudara akang asal aku dapetin buku itu pliss ^_^

    ReplyDelete
  15. Tergantung dari hal apa. Jika hanya seorang yang merasakan cinta itu baiknya tetap memilih bersahabat. Karena persahabatanlah cinta itu bisa tetap terjaga. Jika keduanya saling mencinta kenapa tidak? Toh dengan mereka saling mengenal satu sama lain cinta suci itu bisa menjadi abadi.
    Nah, karena cinta itu pilihan pilihlah yang tulus.

    Aku mau jadi saudara akang asal aku dapetin buku itu pliss ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya iyaiya, aku anggep saudara. Tapi mana akun twitternya? Ini udah mau diundi besok lusa :o

      Delete
  16. Haloo :D saya datang lagi :D
    Backgroundnya ganti, lebih bercahaya sekarang =)) *eh,kok malah komentar background x))*

    Pilih bersahabat dong :D pacar bisa dicari di tempat lain, tapi sahabat? susaaaah.. Semua orang bisa dijadikan teman, tapi dijadikan sahabat belum tentu bisaa :D
    Lebih baik rasa suka itu dialihkan ke rasa suka sebagai sahabat, bukan rasa suka untuk dijadikan pacar :D

    Buku ini buat saya aja dong, sebagai reward atas cerita terpanjang saya di giveaway sebelumnya :D saya kemarin kurang fokus aja baca nama Bos Yo nya, jadi terbuat Bos Yos ._. nyeseeek banget rasanya hahaha Makanya, sebagai penghilang rasa nyesek itu dan reward buat saya, saya dijadikan pemenangnya yaahh =)) *kedip2mata* #eh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahahhahaa, lah akun twitternya kamu mana?

      Delete
    2. kelupaaan .____.
      twitter: @DeltaYordani

      Delete
    3. eeh, kok saya kena block yah? :s

      Delete
  17. Mohon cantumkan akun twitternya teman2,. Jadi kalo misalnya menang, saya gampang menghubunginya. Trims

    ReplyDelete
  18. Ikuuuutttt!!!!
    Ini jawabanku :
    Lihat sikon dulu pastinya.
    Kalau kelihatannya sahabat kita punya feeling yang sama, nggak ada salahnya kita merubah status jadi pacaran. Hubungan ini pasti lebih gampang dijalani karena kita sudah saling mengenal dan memahami. Banyak yang mengakhiri persahabatan mereka di pelaminan, kok. Jadi, siapa takut!
    Lain lagi jika situasinya dia sudah punya pacar, atau dia kelihatan cuma menganggap aku hanya sahabat. Kalau seperti ini aku pilih diam dan memendamnya saja. Kenapa? Aku nggak mau ada yang berubah di antara kita. Jika dia tahu aku suka padanya, mau nggak mau, sekalipun dia juga berusaha terlihat wajar, tetap saja rasa di antara kita akan berubah. Pasti rasa canggung itu akan muncul. Dan, jika itu sudah muncul, siap-siap persahabatan akan renggang. Berbahaya kan? Lebih baik patah hati di tolak orang lain dari pada patah hati karena ditinggal pergi sahabat yang kita cintai. Lebih baik kita bahagia dalam hati yang pecah melihatnya menemukan cinta yang lain, dari pada dia pergi karena tak bisa membalas cinta kita.
    Benar tidak? :)
    @DeeLaluna

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siip sippo, heheheh dicateeeeeeeeeeet! :D

      Delete
  19. Ah...lupa belum ngerayu!
    Waduh, aku bukan perayu tuh! Maaf kalau nggak mempan :D
    Oke, gini aja.
    Aa'...bukunya boleh dikasih ke aku nggak? Aku lagi kepingin buku ini banget, tapi lagi bokek. Em...kalau buku ini dikasih ke aku, janji bakal di sampul rapi, baru dibaca, trus di review. Kalau ada yang mau minjem, boleh juga kok, asal nggak dirusakin.
    Hehehehe... gitu aja deh! Payah ya rayuannya? :D

    ReplyDelete
  20. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  21. Haduh, hidup memang pilihan ya :D
    Kalau aku sih kasih 'kode' dulu ke dia. Kalau dia balas 'kode'nya tentu saja saya milih pacaran! Banyak kok sahabat jadi cinta, tapi emang ya "Laki-laki dan perempuan tidak akan pernah bisa bersahabat. Mereka diciptakan untuk saling tertarik satu sama lain." (Benar kan kak?)
    Lagian dia sahabat saya, pastinya udah kenal saya luar dalem, cocok juga jadi pacar karena 'menerima apa adanya saya'.
    Hanya saja lain cerita kalau dia hanya menganggap saya sebatas sahabat doang, kalau itu saya lebih memilih sahabatan dengannya tapi saya tetap mengungkapkan kalau saya cinta sama dia. Suasana bakal canggung nantinya? Pasti. Tapi dengan seiring berjalannya waktu pasti bakal seperti biasa lagi kalau dia menganggap persahabatan kami sangat berarti, untungnya lagi hati saya menjadi sedikit lebih lega (cinta itu kaya kentut, semakin ditahan semakin sakit loh :p #hihi).

    Kenapa kakak kudu ngasih buku ini ke aku? Karena setelah kakak baca jawaban saya, kakak langsung jatuh cinta dan gak bakal berpaling sama yang lain :p *tebar garam keberuntungan*
    Bukunya kasih ke saya aja ya kak? Pelisssss *ngedip-ngedipin mata :D (aduh ngerayunya gak elit)

    @cabbyy_ :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha polos amat kamu dek. :D

      Oke dicatet

      Delete
  22. Wah, lihat2 dulu ya. Kalau dia naksir aku juga, ya why not? Kalau cuma cinta sepihak...err...mikir2 dulu. Harusnya sih kalau aku beneran diposisi yang harus memilih, aku nggak bakal membiarkan cintaku terbuang sia-sia. Yang penting dia harus tau. Kalau nantinya dia juga naksir, ya dibicarain ~mau dibawa kemana hubungan kita..... *malahnyanyi* Hasil keputusan bersama itu yang nanti aku ambil. Apapun hasilnya, I'll take that risk. Toh kalau nantinya ngga berakhir bahagia, kita ngga bakal musuhan mengingat persahabatan yang dulu pernah terjalin :3

    Eh, beneran harus ngerayu ya? Aku ngasih alasan logis aja deh kenapa aku pengen buku ini. Maaf ya mas, kamu kan udah dapet banyak rayuan ;) I don't do flirt lmao. Gagas itu sudah terkenal sebagai penerbit kisah-kisah cinta paling manis. Kebanyakan relatable sama anak-anak muda. Kadang kalau aku terlalu menghayati ceritanya, aku bisa dapet inspirasi buat nulis lagu. "A great song comes from a broken heart." Aku juga nggak bakal ngejual buku itu untuk keuntungan pribadi. I love books like I love my own child *padahal belum beranak* Aku bakal nulis review yang masuk agregator BBI itu loh *promosi* Jadi, please consider me as the winner.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, kece ini jawabannya. Hehehe

      TTunggu pengumumanya ya. Sudah dicatet akunmu :)

      Delete
  23. Jawab pertanyaan ini:
    Kalau kamu punya sahabat lawan jenis dan kamu naksir, pilih pacaran atau tetep sahabat? Kenapa?

    Hai, aku Erina.. aku mau coba jawab pertanyaannya deh :3
    Aku akan pilih sahabatan. kenapa? aku punya prinsip, kalau aku menganggap lawan jenis itu temen / sahabat, aku ga akan pernah mau pacaran. Mungkin terdengar naif ya, bukan apa - apa sih. karena aku ga mau kehilangan momen - momen selama bersahabat. saat masih bersahabat bisa lepas, bebas menceritakan semuanya, semaunya. Saat pacaran? gak bisa. kamu pasti akan lebih berhati-hati dalam bertindak dan berkata-kata untuk engga menyakiti hatinya.
    Selain itu... jika hubungan pacaran tersebut harus berakhir menyedihkan (baca: putus) akan sangat sulit untuk memperbaiki hubungan persahabatan itu lagi, kenapa? biasanya sih pada gengsi, atau memang mendendam. gak jarang berakhir musuhan / pura-pura tidak kenal lagi.
    enakan juga sahabatan, kenapa? ada yang selalu peduli di sisi kita, care sama kita, sayang sama kita, tulus sama kita, tanpa harus mencampurkan itu dengan perasaan cinta.

    karena ini masih konteks pertanyaannya sahabat jadi cinta (ebuset judul lagi ya itu) dan pacaran, jawabannya segitu dulu, kalau berubah ke pernikahan, baru deh panjang lagi :P

    mau bukunya doonggss :3 mau baca, mau tau ceritanya, liat review2nya, bagus :3
    kakak, aku ga pinter nyepik. tapi kita ngobrol secara privat di whatsapp aja ya :P bweekk!

    mention aku ya @erinajulia :D

    ReplyDelete
  24. "Kalau kamu punya sahabat lawan jenis dan kamu naksir, pilih pacaran atau tetep sahabat? Kenapa?"

    Ikut yaa Kak Hadi.

    Hmm, hidup itu memang pilihan dan aku akan memilih untuk tetap menjadikannya sahabat. Kenapa? Masalah hati nggak ada yang tahu kedepannya. Sewaktu jadi sahabat mungkin kita orang yang terbuka, begitu pacaran kita seperti jadi orang asing yang baru masuk ke dunianya. Nah, itu yang ingin aku jauhkan. Aku nggak mau jadi orang asing dengan sahabat yang kusuka, meski rasa itu ingin dikeluarkan. Seperti kutipan di atas "Hanya orang terdekat kitalah yang akan mengerti kita seperti apa, tapi justru ngga sedikit, orang terdekat kita yang memiliki kemampuan besar untuk menyakiti kita”. Dan aku takut sahabat akan menyakitiku karena rasa itu. Kalau sahabat marahan, cuek, atau apalah masih bisa lagi dijalani dengan baik. Tapi jika sahabat jadi pacar, ketika putus, maka hilanglah semuanya. Intinya sahabat nggak ada kata PUTUS.


    Kak Hadi, bukunya untuk Ay aja yaa. Bakalan nggak salah kasih deh. Kenapa? Karena aku pengen buku itu mengajarin aku untuk memilikimu dari jauhh #eaaa. Yaaa, yaaa pliiisss banget. Kakak nggak ganteng, nggak manis, tapi lucu dan unik. Hihihihii #edisi nggak pinter merayu.


    Jangan lupa follow tweet daku yaaa @AyuIraKurnia1
    Kecup basaaahhh. Muuuaaaacchhhhh :-*

    ReplyDelete
    Replies
    1. ALAMAK JAAAAAAAAAAAAAAAAANG. KENA KETJUP GUA :*
      Eh?

      Hehehehe
      Oke deh, dicatet ya. Semoga beruntung lagi

      Delete
  25. Perasaan bisa dipendem, walaupun gak akan selamanya ketutup rapih. Tapi, gak boleh jadi orang yang terlalu cinta sama diri sendiri. Sahabat, bisa jadi perasaannya lebih dalam. Sahabat gak bisa saling nyakitin, tapi kalo udah jadi pacar, semua bisa berubah. Better jadi sahabat, gak setiap saat bisa saling nyakitin. Dan sama kayak sebuah lintasan, gak ada yang lurus, semua akan ada putarannya. Dan kalo putaran itu emang menuju ke elo, Sahabat pun bisa abadi,dan tetap saling memiliki, diatas nama cinta. Jadi tunggu alur yang membawa lo pergi berputar, dan kembali.


    Cukup jadi orang sok bijak, ABANG...!!! Bukunya bisa kali bang... ehehehehe.... gak dapet pacar, gakpapa bang.. yang penting dapet buku.. hehhehe mayan bang, anak kos, nanggung bulan, haus bacaan... buku itu ilmu loh bang... hehehehehe.. bang ganteng, ada line? whatsapp? path deh path... eehehhehe....
    yaudah deh, follow twitterku aja, @ochass muah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe
      btw, kamu kok belum mensyen aku. Ayo atuh ditunggu, biar dicatet akun twitternya buat diundi :o

      Delete
  26. Suruh milih pacar atau sahabat? hmm sulit nih. aku milih sahabat. Kan enggak ada salahnya sahabat tapi cinta. walaupun cuman dipendam sendiri tapi sensasinya lebih terasa. Selama ini aku jarang banget sih denger ada sahabat yang putus tapi kalau pacaran putus sih sering banget. Nah daripada kamu putus sahabat gara-gara pacaran lebih amanya sih sahabatan aja. Bisa saja kamu enggak pacaran tapi takdir buktiin kalau kamu sama dia malah jodoh. Kan enak udah cinta, kenal deket dan tau sifatnya.
    kak pliss bukunya buat aku aja, dari hari pertama terbit aku udah pengeeen banger beli. Nah bertepatan dengan give away ini aku milih buat ikutan ini dulu siapa tau rejeki hehe @afrizaamalia_

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe rayuannya maut yak. :D

      oke, dicatet akun twitternya

      Delete
  27. Ikutan ya kak :D

    Ttp sahabat! Ehem, jujur aja udah sering naksir temen deket; tp lebih pilih diem2 aja n ttp sahabatan. Kenapa? Well, ini yg jrg org sadari. Ini opiniku sih. Menurutku, hubungan persahabatan lebih kuat dr pacaran. Orang lebih suka curhat sm sahabat drpd sm pacar. Lebih sering rahasianin sesuatu dr pacar drpd sm sahabat. N lebih bs jd diri sendiri dan merasa lebih nyaman sm sahabat, krn org sering takut kehilangan pacarnya, kan? Jadi mereka selalu berusaha impress si pacar.

    Terus, pacarana itu lbh ke komitmen dan ikatan. Aku gak suka terikat. As simple as that. Mungkin ini pikiran dangkal, but that's what I think :D

    Kenapa harus ksh bukunya ke aku? Simply, because I said so! :p Gak akan nyesel deh kalo kasih buku ke aku. Trust me. Hihi

    Sekian dan terima kasih :D

    @alfindyagyputri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tjakep jawabannya. :))

      Semoga kamu yang menang ya. hehehe

      Delete
  28. jika disuruh memilih antara pacaran atau sahabatan, saya lebih memilih bersahabat saja.

    Kenapa?
    hubungan antara pacaran dan sahabatan memang lebih dekat pacaran. ya kita bisa jalan berdua, menghabiskan waktu berdua, saling membagi cinta dan kita bisa melakukan apa yang biasa orang pacaran lakukan.
    tapi belum tentu ini akan selamanya.
    kalau akhirnya putus? nah ini yang menimbulkan masalah.

    hubungan kita takkan sebaik dulu, sebelum pacaran. pasti banyak hal-hal yang akhirnya membuat kita saling menjauh bahkan saling melupakan. biasanya karena ada rasa benci didalam hati (karena ada masalah saat pacaran).

    ada juga karena status kita sebagai "Mantan"
    setelah putus ingin bersahabat kembali? itu susah! gak bisa malah.
    ketika sahabat kita itu punya kekasih baru, tentu kekasihnya itu akan merasa cemburu kepada kita. meskipun kita adalah sahabatnya, karena kekasihnya akan tetap menganggap kita sebagai "Mantan Pacarnya"
    Mantan Pacar itu terkadang menjadi masalah serius dalam suatu hubungan! Hahaha...

    ini yang saya alami, hubungan persahabatan saya dengan seseorang harus putus hanya karena status saya sebagai "Mantan Pacarnya"

    Lebih baik memilih persahabatan daripada pacaran kemudian putus ditengah jalan. akhirnya tidak ada yang kita dapatkan. tidak mendapat sahabat dan pacar

    @RaNurri

    ReplyDelete
  29. Berhubung aku baru puber, buku nya wajib dikasih ke aku ka...
    kan buat aku baca lalu yang baiknya aku jadikan pelajaran yang deh dari isi buku itu.. hihi *Kedipin mata* ☺

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oke, saya doain kamu menang ya. :))
      Tercatat

      Delete
  30. Question:
    Kalau kamu punya sahabat lawan jenis dan kamu naksir, pilih pacaran atau tetep sahabat? Kenapa?

    Answer:
    Kalo saya naksir sahabat lawan jenis saya, saya akan pendam sendiri. Simply karena saya gak mau ngereusak persabatan kami. Jarang ada hubungan dari sahabat trus pacaran tapi setelah nanti mereka putus, bisa kembali sabatan. Mungkin ada, tapi jarang.
    Jadi saya lebih baik tetap sahabatan saja.
    Pacarannya bisa sama yg lain. Jangan sama sahabat.

    -Dian-
    @dianbookshelf
    Email: dianmayasariazis@gmail.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pasti dengan banyak pertimbangan ya memilih begitu, hehehehe

      Oke, kamu tercatat!

      Delete
  31. Pilih pacaran apa tetep sahabatan?

    Kalau aku pribadi sih, pilih tetep sahabatan aja.
    Emang sih, kesan pacaran itu lebih dari sekedar sahabatan, tapi kalau ada hal yang gag diinginkan dan kita putus? persahabatan yang udah terjalin sekian lama hilang gitu aja? enggak banget deh.
    Jadi, aku pilih tetep sahabatan dan mendam perasaanku ini. Toh, aku masih bisa sama-sama dia tiap hari, masih bisa ngelihat dia tiap hari, masih bisa main sama dia tiap hari, masih bisa curhat, dan aku enggak bakal kehilangan dia.
    Lagian, kalo emang jodoh, kan enggak kemana :p

    Ila Aulia Rahmah
    @ilaciouss
    la_aulia97@yahoo.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siiiiip. Tercatat sebagai peserta ya :)

      Delete
  32. yaaaaaaah.. walaupun belum pernah kayak gitu:p tapi, aku lebih suka tetep jadi SAHABAT aja. Kalo menurutku, nanti bakal ada rasa nggak enak dan.. nggak mau merusak persahabatan. Toh, nanti kalo aku milih jadi pacarnya ujuk-ujuk malah putus,terus jadi renggang hubungannya.

    kalo bukunya dikasih ke aku, dijamin ujian besok dapet 100 :p nggak bakal nyesel kalo bukunya dikasih ke aku! ya? ya? :D

    @inthanshf
    intanshafa9@gmail.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haahahha mention dulu doong :)

      Delete
  33. Milih berteman. Kalau teman, ngak ada yang namanya mantan teman; kalau pacaran, nama kita bisa ganti jadi mantan pacar dan malah kadang jadi mantan teman.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Loh? Katanya nggak ada mantan teman? Gimana sih? :o

      Delete
  34. ya ampuuun pernah kayak gitu..
    mending milih jadi sahabat. mungkin ada kalanya ingin lebih dari sahabat, tetapi lebih enak jadi sahabat aja ketimbang pacar. kalau dijadiin pacar, ntar malah jadi nuntut ini itu, padahal waktu jadi sahabat, bener-bener tulus apa adanya. #tsaaaaah..
    akun twitterku @MentionSari

    ReplyDelete
  35. Pengen ikutan nih hehe #bancikuis

    ReplyDelete
  36. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  37. Aku lebih milih PACARAN, asalkan...
    dia juga suka sama aku dan aku nya juga punya pertimbangan kalo dia cocok buat dijadiin pacar, menurut aku gpp kalo jadian. Lagian bisa lebih mudah beradaptasi satu sama lain karena awalnya udah kenal deket. Masalah kalo putus terus gak temenan lagi itu kan masalah sebab putusnya. Kalo putusnya karena keadaan dan gak ada niatan untuk menyakiti pasangan secara sengaja, aku kira gak bakal jadi musuhan, paling cuma gak seakrab dulu aja. Tapi lain hal kalo putusnya karena hal-hal yang menyakiti pasangan, ex: selingkuh, pasti hal ini bukan cuma ngerusak hubungan percintaan tapi juga hubungan pertemanan. Jadi, asal sama-sama suka dan ngerasa cocok satu sama lain buat jadi sepasang kekasih, sah-sah aja kok :))

    kuis sekece ini, pemilik blog sekece badai ini mestinya gak perlu pikir panjang lagi buat ngasih bukunya ke aku dengan komentar sekece badai ini :) biar kecenya full gitu, gak setengah2 *oalah, ngerayu*

    Andalia Ayu Putry
    @AndaliaAyuPutry

    ReplyDelete
    Replies
    1. Etjiyeeee, kamu udah puber rupanya :) Oke catet!

      Delete
  38. gue jawab ini sesuai dengan apa yang gue alami.

    Bismillah :D

    gue lebih milih pacaran, kenapa? masa kalo udah cinta musti ditahan-tahan kan ga enak. lagian kalo udah ga cocok lagi bisa dibicarain baik-baik dulu maunya gimana. kan kalo putus baik-baik enak jadinya contohnya aja gue, setelah putus masih bisa sahabatan bahkan yang gue pacarin temen sekelas-_-


    gue yakin bang Hadi Sujatman orangnya baik, gausah mikir ini-itu lagi bang mending langsung aja kirimin bukunya kerumah gue bang. hehe.

    @dausst

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha iya maunya gitu, tapi entar yang lain protes doong :D
      Oke, kanda catat ya akunnya. Eh, kanda?

      Delete
  39. Lo harus kasih buku itu ke gue, lo tau, gue suka bangeeeeeet dgn yang namanya teenanger romance :D
    Kalo pertanyaan yg satu itu, kebetulan saya pernah mengalami (curhat? hehe) dan ketika itu, yah, saya lebih memilih bersahabat saja, bagi saya dia tak harus dimiliki karena tdk semua cinta harus memiliki dan dimiliki. Saya lebih memilih kebersamaan persahabatan kami, yah walau belakangan saya tau dia lbh tulus dari seseorang disana, tapi yang terbaik, saya benar-benar merasa telah melakukan hal yang benar. mejaga persahabatam yang selama ini telah ada :D

    @Sintyatika_Tyn

    ReplyDelete
  40. syaratnya kelar.

    kalau saya punya sahabat lawan jenis yang saya taksir saya pilih sahabat atau pacar¿¿ Hmmm banyakan pilih sahabat ya. Tergantung sih... kenyataannya emang banyak orang yang pacaran ketika putus jadi saling cuek gitu.. pura-pura gak knal.. dan sy alami sendiri makanya jawaban saya ini bukan perkiraan atau pengandaian. saya memang punya sahabat cowok.. kmi sudah bersahabat dr thn 2004. sy sempat naksir sama dia di awal kedekatan kami.. di sisi lain dia juga suka sama saya.. tapi saya tetap mempartahankan hubungan kami sebagai SAHABAT dan alhamdulillah ini sudah sembilan tahun kmi bersahabat .. sy ykin klu misalnya dr dulu sy jdian sm dia mngkn kmi gak bs sahabatan smpai slama ini... pacar saya sudah sering berganti .. ada yg datang ada yg prgi.. tapi dia.. sahabatku slalu ada mnemani saya dan tdk prnah prgi dari sisi saya..

    Selamat Datang Cinta. baru setahun saya putus dengan pacar yang paling sy sayang makanya smpai detik ini saya belum bisa move on. ngomong move on sih gampang tapi kalau hati belum mau melepaskan yahh mau gimana lagi tetap keinget doi mulu. sedihnya krena dulu sy akrab bngt sm doi sekarang malah kayak gak saling kenal. kenapa sih putus jdi kayak musuh gtu. Btw sekilas baca revies buku SDC yang katanya cocok bg mereka yg blum bs move on dan krn saya merasa maka pehliiiisss bangeeet mas Hadi Sujatman yang baik hati, ramah , murah senyum, cakep, cool, keren, dll.. bukunya buat saja ya ya ya *maksa* pliisss.. pliiiss ..plissss banget.. ok tq sblumnya

    ReplyDelete

Post a Comment

Saya menghargai setiap komentar yang kamu berikan. Maka jangan pernah sungkan untuk meninggalkan komentarmu. Untuk kepentingan bisnis, silakan hubungi saya via email di hadisujatman@gmail.com

Salam!

Popular posts from this blog

Cara Paralel Propana Reload ke Jabber

Decolsin Solusi Flu Batuk yang Menyebabkan Kantuk

Kamus Bahasa Linggau