Panggil Gue Babi Jawa (Repost)



Tolong jangan bilang majikan gue kalau gue ngumpet di sini. Gue lagi dilema. Dilema tingkat dewa. Kalau lo jadi gue, lo pasti ngelakuin hal yang sama untuk kepentingan hidup lo. Panggil gue Babi Jawa. Karena gue peranakan Jawa. Dan orang itu, manusia yang sedang membawa kayu itu adalah mantan majikan gue.  Mantan majikan, gue, end!

Gue heran dengan majikan gue. Sebenarnya buat apa sih dia melihara gue kalau akhirnya mukulin gue gini. Sekarang bodi gue babak belur. Nyilu. Auuuuu. Sakitnya. Perihnya ....

Ceritanya kemarin, badan gue kegatelan. Seperti yang lo tau, dan yang seperti kita semua ketahui, babi mana punya tangan. Mana bisa coba  gue garukin badan gue sendiri. Makanya gue gesekin tubuh gue ke sebuah pohon, yang menurut gue lumayan bisa ngebantu gue garukin nih bodi. Tapi, gue gak tau kalau tuh pohon adalah pohon kesayangan majikan gue. Pohon itu rusak. Dan gue ditabokin pake kayu.
Babi Jawa Blangkonan

Gue kesakitan. Gue meronta. Ah! Apa daya, manusia tak satupun tau bahasa gue. Padahal gue udah teriak-teriak, “Ampunin aku, Kakak. Aku hanya kegatelan. Ciyus loh! Ampun, Kakak. Ampun.”

Gue mengerang. Majikan gue ngira gue gila. Gue makin dipukulin. Gue makin kesakitan. Gue kabur. Gue lari sekencang-kencangnya. Majikan gue ngejar gue. Gue semakin jauh kabur. Gue pacu langkah keempat kaki gue. Untungnya gue masih gagah. Gue lega. Majikan gue gak bisa ngejar gue lagi.

Hari ini, gue berpapasan dengan majikan gue. Gue sembunyi aja. Kayaknya dia nyesel deh mukulin gue. Gue sebenarnya gak ngerti bahasa manusia. Tapi kayaknya dia manggil gue deh barusan.
 “Wan ... Wan!”

Biasanya, kalau majikan gue udah teriak WAN! Itu artinya dia mau ngasih gue makan. Bisa jadi, ya, ini gak salah lagi. Bisa jadi majikan gue nyari gue.

Aih, gak mau. Kau takkan bisa, jadikan diriku seperti yang kau mau, karena aku bukan milikmu. Aku adalah babi yang pernah kau sakiti, tapi kutau kubukan milikmu lagi. :P

Dan, laju hidup gue berubah drastis. Gue harus nyari makan sendiri. Gue harus survive sendiri. Gue harus, berlari lagi ... sendiri. Aduh, gue dikejar banyak manusia. Tolongin gue, tolong!!! Gue harus lari ke  mana ini? Gue panik. Asli.
“Kakak-kakak, saya babi yang baik. Jangan kejar saya, Kakak!” Gue teriak.

Percuma. Manusia mana  ngerti bahasa babi. Gue nyaris terkulai. Tapi gue masih harus  terus berlari. Gue belum mau mati. Gue masih pengen hidup. Gue pengen nyari cinta sejati gue. Gue kudu nemuin jati diri gue. Di sini (baca; hutan).
***

Comments

  1. welcome to the jungle Mas! bekali dengan survival dan keyakinan diri yang mantap.

    ReplyDelete
  2. Hahaha bisa aja mas bero....

    ReplyDelete
  3. gabung aja sama babi2 yg ada di shaun d sheep, dijamin hidup enak deh :P

    ReplyDelete
  4. weleh, kirain babi betulan :D
    wan-wan,,,sini-sini, gue sate :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Saya menghargai setiap komentar yang kamu berikan. Maka jangan pernah sungkan untuk meninggalkan komentarmu. Untuk kepentingan bisnis, silakan hubungi saya via email di hadisujatman@gmail.com

Salam!

Popular posts from this blog

8Share Indonesia Alternatif Mengumpulkan Duit di Internet

Decolsin Solusi Flu Batuk yang Menyebabkan Kantuk

Cara Paralel Propana Reload ke Jabber