Posts

Showing posts from October, 2012

Gatau

Gatau mo ngapain. Niat awal mo tidur. Nyalain notpad malah jadi tulisan ini.

Edaaaaan. O,o
Oke, maap lahir batin dulu.

Kenapa kubuat edan?
Karena banyak kejadian yang terjadi.

Aku menjadi orang tengah. Ah, yang ini ga penting. Lagi pula orang yang kutengahi itu 22nya gak sesuai, apa ya namanya, lain di mulut lain di hati, gitu lah. Pokoknya gak penting.

Lantas yang penting apaan? Gak ada. O ya maap, dah lama gak BW. Jaringan flexi di sini sekarang agak payah.

Pelajaran apa yang harus kupetik?

Rinduku Kelupaan

Aku sudah lupa bagaimana rasanya merindu. Sejak aku ditinggal menikah kekasihku tahun lalu.Sungguh, aku benar-benar lupa. Apakah rindu enggan menjamahku? Tapi mengapa? Atau memang aku yang tak pantas merindu? tanya hatiku.
Konsentrasiku memecah. Esok aku ujian. Padahal ini adalah malam minggu. Aku sangat membenci dosenku, yang memberikan jadwal kuliah di hari minggu. Dan aku hanya bisa menggerutu. Di dalam ruang ini, di kamar yang mungil nan tak ber-AC ini, aku hanya mampu bicara kepada dinding. Sebuah ketidakwarasan. Mengusir kepenatan. Membuang peringatan. Mengkhayalkan kehangatan. Tiba-tiba tanganku kesemutan.

Lirik Lagu KESENIAN LAME

Beberapa hari ini di kantor aku jadi hobi nyetel lagu daerah. Gara-garanya ada temen sekantor ngasih sebuah file yang isinya tari-tarian, nyanyi-nyanyian daerah Lubuklinggau, dan di file yang sama ada juga sebuah monolog dalam Bahasa Inggris yang nyeritain tentang sebuah cerita tentang legenda jaman dulu.
Yang nyanyi, yang nari, yang monolog adalah anak-anak SMP yang sekarang udah pada SMA.
Dari semuanya, yang paling kusenangi adalah nyanyianKesenian Lame. Sebuah lagu yang menceritakan tentang kebudayaan muda mudi kota Lubuklinggau pada jaman dulu.
Kalau ada yang pengen denger lagunya kayak gimana, nih aku kasih linknya >> Kesenian LameTapi ini bukan versi yang anak SMP itu. Ini versi yang penyanyi aslinya.
Kalau mau nyanyi, ini lirikknya.

SUMPAH AKU KLEPEK-KLEPEK

“Aku kelepek-kelepek deh pokoknya.”
Rolan kasak-kusuk gak karuan. Dia naksir berat sama Ayu, tapi gak tau gimana cara deketinnya. Masalahnya Ayu itu cuek banget orangnya. Tomboy pula. Ekskulnya aja pencak silat. Gimana gak tomboy coba? Inilah yang membuat nyali Rolan menciut. “Lo kudu ngungkapin secepatnya dong, Bro!” bujuk Ceko. Berkat dorongan Ceko, akhirnya Rolan nekat, dia mengirimkan surat cinta buat Ayu. Tapi lagi-lagi Rolan mencela Ceko. "Yaelah, hari gini masih pake surat cinta? Tembak langsung dong!" ujar Ceko. "Mana berani, kalo ditolak?" sahut Rolan. "Itulah perjuangan! Kayak dulu para pemuda Indonesia memperjuangkan suaranya lewat sumpah pemuda," Ceko menyahut asal. "Lo tau gak, dulu para pemuda Indonesia mengerahkan seluruh daya dan kekuatannya demi mempersatukan Indonesia, nah lo juga kudu memperjuangkan cinta lo!" “Aih! Pake nyebut-nyebut sumpah pemuda pula, kemakan sumpah entar lo!”  “Widih gaya beud!” tukas Ceko dengan alayn…

Males

Udah waktunya. Balik lagi ke kehidupan yang sebenarnya. Kehidupan dimana masalah timbul dan tenggelam. Balik kali ini gak sama dengan pulang. Balik yang berarti kembali.  Dengan aktifitas yang sama. Rasa monoton yang sama. Konflik yang sama. Dengan teman yang sama.

Mungkin yang berbeda hanya keadaan. Perubahan yang sudah sepantasnya. Pekerjaan baru. Bertambah teman baru. Kuliah? Ah ya, aku sudah malas kuliah. -_-

Mungkin yang berbeda kuliah kali ini aku sudah bekerja.

Mungkin yang berbeda semester ini si Bentol memutuskan untuk pindah kelas. Ah ya, ngomongin masalah Bentol, aku gak nyangka kalau dia bisa kekeuh gitu pindah kelas. Tadi pas ketemu temennya dia, yang juga kenal ama aku, yang ternyata dia tau kabar kalau aku mau pindah juga, tadi ngatain aku OMDO gara-gara kubilang kalau aku gak jadi pindah kelas. Ya ceritanya complicated abis lah.