Kadang Ada Saatnya

Cerita Uzay dan Ainisa gak bakalan berlanjut lagi. Kenapa? Karena #15HariNgeblogFF2 udah berakhir.

Setengah bulan lamanya ngeblog FF rasanya susah-susah gampang. Paling susah bagi waktu antara  dunia nyata dan dunia maya, dengan tuntutan harus nyiptain FF di setiap harinya.


Kalau sudah begini paling-paling mentok, otak mogok. Kadang ada saatnya emang kata-kata itu mengalir dengan sendirinya, seperti air terjun Tawang Mangu yang selalu mengalir dengan indah. Namun ada pula saatnya kata-kata itu tiba-tiba menghilang, dengan kata lain mendelep, atau sembunyi di syaraf otakku yang emang agak sarap ini. Maka yang kemudian kulakukan adalah, menuliskan sesuatu hal yang sedang aku rasakan. 

Misalnya yang FF mendekati akhir, itu aku bikin di Warnet, jadi pada FF itu aku buat si Uzay yang seolah-olah sedang di warnet. Ada juga saat aku coba belanja online tapi dikasih resi JNE yang gak bisa dicek, ini kuciptakan Ainisa yang sedang mengalaminya. Begitupun ketika aku sedang pusing dengan pilihan hidup yang amat sadis. Aku buat Uzay merasakan begitu getirnya hidupku dengan segelintir dramatisasi, yaitu si Uzay memakan janinnya Ainisa.

Satu kenyataan yang harus kuterima adalah, aku masih belum bisa menulis kalimat puitis. Aku gak pandai berpuitik ria. Makanya hingga saat inipun aku tetap saja takjub kepada siapapun orang yang lihay memainkan kata, menjadi bentuk puitik.

Mau ngucapin makasih banyak kepada Uzay dan Ainisa yang udah mau ngasih pinjeman namanya, padahal aku minjem nama itu tanpa pamit. Begitupun Naya, Kak Nufa pun Kak Dini yang terkadang menjadi figuran. *ngakak. sekarang namanya udah siap aku kembalikan.

Mau minta maaf, masih untuk Uzay dan Ainisa yang secara gamblang namanya aku ciptakan sebagai tokoh yang agak rumit. Uzay pernah jadi kucing, entah mengapa PP fesbuknya sekarang kucing, mungkin dia ingat FFku, atau dia punya alasan sendiri. Yang jelas hanya dia dan Tuhan yang tau. Pun Ainisa yang secara frontal aku bikin mati secara mendadak dan tragis. Maaf dari hatiku yang tulus jika sempat membuat dongkol, mual, dan sebagainya. 

Udah gak tau lagi mau nulis apa. Aku sudahi saja dengan menuliskan Alhamdulillah.

NB: Buat kembaranku, Naya Harun a.k.a Si Belo yang mendadak hilang dari peredaran. Semoga engkau selalu baik-baik saja, Saudaraku! Gue kangen ama Lo, sumpah!

Comments

  1. diiii.... lu kek lagi dapat award gitu trs bicara di mike selama 5 menit sambil ngucapin maaf dan terima kasih.. waahh terharu bacanya wkwkwkwkwkwk...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masaa sih, Ai? Mungkin gue emang cocok jadi COMIC. Eh? *narsisi mode on

      Delete
  2. Mbak Naya emang ke mana sih Hadi?

    ReplyDelete
  3. lihay bahasa alay ya di, maaf aku memang harus bilang seperti itu ;D

    siip tak apa, seperti yanggw bilang selagi ada manfaat. setidaknya nama gw bisa jadi bahan amarah lo bikin cerita spontan. itu ngebuktiin kalau di sekitar kita banyak sekali kisah yang bisa kita tulis dan jadiin pelajaran, mungkin saja kita hanya melewatinya tanpa kita berupaya memperhatikannya. oke sip ini pidato..

    betewe itu kotak komentar lo namanya aaaaaaaaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lihay itu bahasa daerah. Eh, elu bijak banget deh, sumpah!

      Delete
  4. aku juga bisa bikin puisi, kita serahkan saja kepada Uzay yang tukang gombal eh salah maksudnya tukang rayu eh maksudnya, duuh apa ya :D *siap2 ada yang ngambek :P

    gpp deh jadi figuran disini abisnya di dunia akting belum pernah sih :D

    Naya?? hooh aku kangen juga, aku masih ngintip ke blognya dia, n itu blog masih ada, itu berarti dia belum selesai ngeprint-in postingannya :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. takol ka Nufa #melimpir

      Delete
    2. Sepakat! hahah #nyuekin Uzay

      Delete
  5. menulis kalimat puitis..?

    saya justru merasakan beberapa kalimat2 yang sangat puitis..
    memang kata2nya tidak :P

    tapi diksinya itu lo.. sangat bagus.. :)

    ReplyDelete
  6. Terus kenapa saya tidak dapat jatah peran..heheheehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Namanya gak cocok untuk dibikin jadi tokoh, Mas!

      Delete
  7. saya suka ekspresi apa adanya di tulisan ini. biarkan saya untuk tertawa lepas.. hahaha...
    saya melihatnya sebagai sebuah terobosan bagus! teruskan Bung Hadi..

    ReplyDelete
  8. Kalau menurut aku yah bang, kalimat yang bagus nggak harus puitis kok. Intinya kan maksud kalimat itu tersampaikan.

    kalaupun tidak kalimat puitis, selama inti/maksudnya tersampaikan dengan baik, SO WHAT? nggak ada tulisan yang salah. seni itu relatif.

    :D

    *Sumpah ini komentarku edisi Sok dewasa banget! Hihihi*
    Maaf bang ^^;

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gapapa, Dek! Thx ya :) Kamu benar!

      Delete
  9. *figuran dateng*

    ongkos pinjem nama bayar di kasir ya di..

    *melipir*

    ReplyDelete
  10. Ikut baca-baca aja deh, gak mau komen apa-apa. soalnya masih junior.....

    ReplyDelete

Post a Comment

Saya menghargai setiap komentar yang kamu berikan. Maka jangan pernah sungkan untuk meninggalkan komentarmu. Untuk kepentingan bisnis, silakan hubungi saya via email di hadisujatman@gmail.com

Salam!

Popular posts from this blog

8Share Indonesia Alternatif Mengumpulkan Duit di Internet

Decolsin Solusi Flu Batuk yang Menyebabkan Kantuk

Cara Paralel Propana Reload ke Jabber