Pagi Kuning Keemasan #15HariNgeblogFF2

"Uzay! Kau apakan kaca emasnya?"
Uzay ketakutan. Tubuhnya bergetar. "A-ku tak se-nga-ja me-me-cah-kan-nya, Kak!"
"Bahaya!"
"Maksudnya, Kak?"
"Ah sudahlah!" Kak Nufa berlalu. Bersiaplah menghadapi  ajalmu, Adik!" ucap Kak Nufa lagi dengan nada tinggi.
Meski telah berkali-kali dinasehati, Uzay tetap saja memainkan kaca emas yang menurut kakaknya cukup berbahaya.
**

Matahari bergilir ke barat. Warna pepaya matang terbentang membumbung di sepanjang langit Pulau Lengkuas. Hari itu Uzay mendapatkan tetangga baru.
"Mari ke rumahku!" ajak Uzay ramah.

Pulau Lengkuas, Belitung
Tak butuh waktu lama untuk menuju rumah Uzay.  "Ini rumahmu, Zay?" tanya Glen penuh keheranan. Matanya menatap fokus ke suatu titik yang mistik.
"Iya, mari masuk!" ajak Uzay.
Glen mulai menapaki pintu rumah Uzay. Baru sejengkal Glen melangkah. Kemudian tersentak. Matanya terbelalak.

"Kau kenapa, Kawan?" tanya Uzay heran.
Glen tidak menjawab. Matanya seolah sedang berkomunikasi dengan seseorang.
"Kak Glen!" teriak seorang gadis remaja dari luar rumah.
"Ah ya, Zay, itu adikku. Namanya Ainisa."
"Hai," sapa gadis itu genit.
"Mari ke rumah!"
Tanpa pikir panjang gadis itu melangkah dengan manisnya seolah sedang menjadi peraga busana. Tidak seperti Glen, gadis ini bersikap biasa saja.

"Zay, aku balik dulu ya ...!" kata Glen tiba-tiba.
"Eh, aku juga, Zay!" celetuk Ainisa.
"Kok buru-buru, sih?" tanya Uzay.
"Lain kali lagi lah ya. Mari ..."  Glen pun undur diri.
"Daaa, Uzay!" Ainisa melambaikan tangan.
**

Suatu hari saat Uzay sedang mengusik kaca emas.
"Zay, benda apa itu?" tanya Ainisa yang baru saja datang.
Uzay gagap.
"Bu-bukan pa-apa, Ai." Uzay membelakangi Ainisa.
"Ih, lihat dong, Zay."
"Sudahlah, Ai. Ini hanya kaca saja, nggak usah ya ...."
"Waw! Kaca emas."
Ainisa takjub dengan benda itu. Ainisa pun menarik paksa kaca emas itu dari genggaman Uzay. "Jangan, Ai …!"
"Pinjam, Ah. Sebentar aja!"

Tarik menarik pun terjadi antara Uzay dan Ainisa. Keringat di kedua tangan mereka pun bermunculan.

Tiba-tiba, PRANGGG! Kaca emas itu pun jatuh lalu pecah. Kak Nufa yang tadinya sedang masak di dapur langsung berlari ke sumber suara.

Matanya menjelit saat tahu sumber suara itu adalah kaca emas.
"A-aku pulang dulu, Zay!" Ainisa berlalu karena ketakutan.
**

Malam kembali datang. Seluruh warga kampung panik. Rumah Uzay dilahap api. Uzay dan kakaknya tewas. Keesokan harinya, tepat saat langit pagi kuning keemasan, Ainisa mendadak mati dengan  sebongkah kaca menancap di perutnya dan kedua tangannya putus.

Comments

  1. apakah ini masih ada sambungannya?
    Maaf, sekedar masukan bahwa untuk cerita sepanjang ini sepertinya sudah seperti sebuah cerpen, lebih banyak dari sebuah flash fiction. Tapi terlepas dari itu, ceritanya menarik, bikin penasaran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. AAkan bersambung dengan judul dan karakter tokoh yang berbeda, baiklah terimakasih kritiknya :)

      Delete
  2. ha?? sadis...
    haduh aku ras bersalah karna maksa lihat kacanya.. bang uzay maafkan..

    ReplyDelete
  3. Ini bukan FF tapi cerpen. :)

    ReplyDelete
  4. Iyy... sereeemmm banget ceritanya =,=
    bikin merinding euy..

    ReplyDelete
  5. nama uzay kayak tdk asing lagi tuh... *smile

    ReplyDelete
  6. gubraaag! *langsung gelar tahlilan

    ReplyDelete
    Replies
    1. wahahhaha kok yang dicerita komen yah :D

      Delete
  7. 1. tuh kaan di bilangin apa, ga nurut siihhh, mati deeh 2. emang aku cocoknya memerankan tokoh jutex 3. karna namaku di pakai jadi aku mau kritik, koq berjingkrak sih?? ga tepat tuh penggunaannya, mendingan pake kata : berlari / menuju

    :P

    ReplyDelete
  8. wew, mate deh, hmmm, terus terus ????

    ReplyDelete
  9. ternyata yang di sini dah ada mba nf ngahahaha

    *nunggu tokoh2 blogger lainnya muncul ;p

    ReplyDelete
  10. oooh di sini dah muncul mbak nf duluan toh xixixi..

    *nungguin tokoh blogger laennya ;p

    ReplyDelete
  11. Ay suka ceritanya. Tapi tentang cermin itu. Semoga ada sambungannya ya kak. makin keren aja nih ^_^ Semangat

    ReplyDelete

Post a Comment

Saya menghargai setiap komentar yang kamu berikan. Maka jangan pernah sungkan untuk meninggalkan komentarmu. Untuk kepentingan bisnis, silakan hubungi saya via email di hadisujatman@gmail.com

Salam!

Popular posts from this blog

Cara Paralel Propana Reload ke Jabber

Decolsin Solusi Flu Batuk yang Menyebabkan Kantuk

Kamus Bahasa Linggau