Hadeeeh Plakkk-Plakkkk

Template baru dengan jiwa yang baru. Asiik. Ini template imut beud, kakak. Asli deh. Ceribel pun kalah imutnya.Ya, ya, ya, silakan bersorak! Padahal faktanya aku tidak tahu bagaimana caranya memperlebar ukuran ini. Hadeeh. Kalau sudah begini, lumayan nampak kebodohanku. Ternyata di sekolahkan  sampai ke perguruan tinggi itu tidak menjamin kepintaran seseorang. Ya, lihat lah saja diriku ini. Kalau masih bisa nangis sih, aku nangis deh, meratapi setiap kebodohan yang terpatri di hidupku. Tsaaaah.

Tapi aku percaya Tuhan itu Maha Adil. Tuhan mencintaiku, karena aku mencintaiNya. Cintaku padaNya tidak akan pupus, apalagi bertepuk sebelah tangan. Jangan meragukan cinta Tuhan. Karena Tuhan  Maha Cinta.

Buktinya ada kalanya aku merasa pinter. Sebenarnya sih aku tidak yakin kalau aku ini pinter. Hadeeeh. Plakkk. Plakkkk. Nepok jidad berkali-kali pun sepertinya tetap tidak percaya kalau aku ini pintar. Ya, mungkin kepintaran itu muncul karena  aku teramat sering merasakan kebodohan. Memang susah dimengerti.

Apa kamu percaya jika aku ini anak pintar? Kembaranku, apa kamu percaya padaku? Apaaaa? Mana suaranyaaa? :( Yah, tidak ada yang percaya. Yaudah deh, tak mengapa. Yang jelas aku pernah rengking satu dong waktu SD.

Buggg! Tiba-tiba aku menggelinjang. Aku kejang-kejang. 2 sosok yang menyerupai diriku keluar dari persinggahannya.
"Woy, sadar woy, kau itu bodoh!" cela diriku yang berbadan pekat.
"Kau pasti bisa memperbaiki ini semua, Wan!" saran diriku yang lain.
Sedangkan diriku yang sesungguhnya malah menggalau. Pikiran menerawang menjangkau dunia. Menuju bintang kejora lantas tersadar, karena sosok diriku yang berbadan pekat dan jahat kentut dengan bau yang amat dahsyat.

Rengking itu tidak menujukan kepintaran seseorang. Banyak kok orang yang berengking tapi bodoh dalam hal lain. Jadi kepintaran itu adalah suatu hal yang relatif. Intinya, sampai saat ini aku tidak terlalu pintar namun tidak pula terlalu bodoh. Lempeng. Seperti penggaris.

Beberapa hari yang lalu, Kak NF menghubungiku di fb, meminta pertanggungjawaban atas kritikanku pada fiksi yang dibuatnya. Plakkk! Apakah itu? Yaitu penulisan tanda baca. Aku mulai merasa pintar setelah ditanya-tanyai. Hadeeh.

Baiklah, untuk siapa saja, kali ini aku akan membagikan cara menyisipkan tanda baca pada dialog cerpen. Semoga dengan ini aku tidak terkesan sok pintar yah ... aku hanya ingin membagi pengetahuanku setelah berguru kepada Om Donatus di kelas Cendol.

Sebelumnya, apa itu tanda baca? Tanda baca itu menurutku adalah simbol, untuk membantu pembaca biar tahu kapan saatnya berhenti, jeda sebentar, dan sebagainya. Jadi setiap tanda baca punya fungsi yang lain-lain. 

Waaa, malah tidak ada yang menyimak. Ya sudah, kalau begitu aku langsung ambil contoh.
1. "Woy, aku ganteng tidak?" tanya Hadi spontan.
2. "Aku kan ganteng," ucap Hadi sombong.
3. "Iya, karena aku ganteng!" seru Hadi.
4. "Iya, karena aku ganteng."  Kenarsisan Hadi mulai muncul ketika Uzay memberikannya kaca mata.
5. "Woy, aku ganteng tidak?" Hadi bertanya kepada Si Belo.

Kesimpulannya apa? Tanda baca itu berada dalam tanda kutip. Tidak usah lebay dalam pemberian tanda baca. Maksudnya gunakan saja salah satu. Setelah tanda seru atau tanda tanya tidak usah dibubuhi titik lagi, karena keduanya itu sudah termasuk tanda baca. Kecuali elipsis atau tiga titik (...). Masalah elipsis mungkin bisa lain kali kita bahas.

Kesimpulan selanjutnya, setiap dialog yang berupa ucapan, diawali dengan huruf kecil (1,2,3). Jika dialognya berakhir dengan titik, kalimat selanjutnya berawal dengan kapital (4). Apapun bentuk dialognya, jika kalimat selanjutnya menggunakan nama orang, huruf awal harus kapital (5).

Itu saja yang dapat kubagikan. Semoga ada pelajaran yang bisa sama-sama kita petik kali ini. Salam ganteng!

Comments

  1. Dalam membuat karangan fiksi tanda petik memang penting , untuk mengetahui siapa yang sedang bicara ( berdialog ).
    Paling enak kan jika punya teman jadi bisa bersharing ria. Karena setiap orang punya keahlian tertentu dan pastinya tingkat keilmuan juga berbeda.
    Terimakasih atas postingannya , ini bisa membantu saya jika nanti membuat postingan fiksi lagi.
    Jika untuk masalah ganteng masih gantengan saya lo :))

    ReplyDelete
  2. syukurlah, selama ini ternyata gak boros tanda baca..
    wahhh... ^^

    hehehe

    ReplyDelete
  3. Dapat pelajaran bahasa nih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahaha, guru bahasa kagak ngajarin yang beginian, Sob!

      Delete
  4. Mntaaaaaaap pelajarannya... gw udah mulai biasain nerapin itu kok di, setelah lo bawelin, udah ngga pake tanda tanya dua haha...

    mau coment masalah sekolah tinggi nggak ngejamin pinter. Menurut gw karena manusia memang terbatas. Ada kalanya kita menonjol disatu sisi ada kalanya juga kita kewalahan. Yang penting nggak putus belajar, dan jangan cuma karena itu jadi ada yang beranggapan "Ngapain belajar tinggi-tinggi!". iya nggak?.

    ReplyDelete
    Replies
    1. oia templetenya boleh juga nih hoho.. tapi males ada capcaynya =D

      Delete
    2. Masa sih ada captchanya :O
      hahah Lu cakep deh, Zi?

      Delete
  5. Waahh... belo dapet elmu gratisan niih, ternyate kembaran gue ganteng #oppss :P
    templetnye baru ni yeee...:D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih gantengan itu tuh, Nay, yang komen pertama kali. hhhehhe

      Delete
  6. Lo dah cek punya gue kan, Kur? Nah, entu yang namanya bener! Gue kan guru! Bhahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Widiiiiii, gaya bener lu, Sak! ahahha kagak nahan dah! :D Percaya aja deh gue. hehe

      Delete
  7. kok templatenya nyangkut di kiri..?

    mungkin margin conten-wrappernya belum di setting auto ya?
    ato sengaja dibuat seperti ini?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduuu, kagak tau deh, Neng. :O

      Delete
  8. ini mah pelajaran bahasa indonesia, ehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang bener pelajaran penulisan yang baik. :D

      Delete
  9. templatex minimalis sob... *smile

    ReplyDelete

Post a Comment

Saya menghargai setiap komentar yang kamu berikan. Maka jangan pernah sungkan untuk meninggalkan komentarmu. Untuk kepentingan bisnis, silakan hubungi saya via email di hadisujatman@gmail.com

Salam!

Popular posts from this blog

Cara Paralel Propana Reload ke Jabber

Decolsin Solusi Flu Batuk yang Menyebabkan Kantuk

Kamus Bahasa Linggau