Aku Tak Mengerti #15HariNgeblogFF2

It is amazing. Uzay berkata lirih kepada dirinya sendiri saat ia tahu ada dua buah tiket pesawat ke Makassar di atas meja kerjanya. Tiket tersebut merupakan hasil jerih payahnya bekerja lembur beberapa hari yang lalu, dan tepat hari ini, Bosnya memberikan Uzay dua buah tiket gratis sebagai apresiasi kerjanya.

Mata Uzay berbinar saat melangkahkan kaki ke luar kantornya. Ia sudah tidak sabar memberikan kabar yang mengejutkan ini kepada calon istrinya - Ainisa. It is amazing. Berkali-kali Uzay mengucapkan kata-kata itu. Betapa bahagianya dirinya saat ini. Seolah seperti seekor kumbang yang baru saja menemukan madu pada sekuntum bunga yang amat cantik.

***

Proses ijab kabulnya dengan Ainisa berjalan lancar. Esok harinya ia akan terbang ke Makasar untuk merayakan Honey Moon. Sebuah ritual yang paling romantis pada abad ini. Oh alangkah indahnya semua hal yang terbayang di kepala Uzay. Semua barang-barang dan perlengkapan telah mereka siapkan. Tinggal menunggu waktu saja untuk segera meluncur.

Ainisa menyunggingkan senyum di bibir imutnya. Uzay pun melakukan hal yang sama. Betapa eloknya rupa pasangan pengantin baru  ini. Oh, seolah mentari menyiratkan kegembiraan yang sedang dirasakan  keduanya, dengan bersinar lebih cerah dari biasanya. Embun pagi menyambut rerumputan. Burung-burung berkicauan begitu merdu. Penyiar radio pagi ini - Hadi Kurniawan - selalu memutarkan lagu cinta yang memesona.

***

Uzay bersiap untuk berangkat. Dua koper besar dicangkingnya dan sebuah tas digendong istrinya. Mereka berdua menuju Bandara. Mereka melambaikan tangan kepada seluruh keluarga besar, setelah berpamitan yang begitu hikmat seolah tidak akan bertemu kembali.

Beberapa jam kemudian pesawat telah landing. Uzay dan istrinya sampai dengan selamat. Tidak kurang dari sedikit apapun. Tapi naas, ketika mereka menaiki sebuah taksi menuju sebuah penginapan, mereka dirampok oleh beberapa orang yang misterius. Uzay berkelahi melawan tujuh pria bertopeng sebagai upaya membela diri. Istrinya dicekal seorang yang berkacamata hitam.

Brukkk. Uzay terjerembab. Ainisa histeris. Ainisa mencoba berontak. Tapi tak mampu. Beberapa detik setelah itu bebuliran darah segar muncrat dari perut rampingnya. Ainisa terbunuh. Penjahat itu pun membunuh sopir taksinya. Uzay terkulai dengan penuh luka dan duka nestapa.

Hingga kemudian Uzay terlelap dan terpaksa siuman setelah ditepuk punggungnya oleh orang yang tidak ia kenal. Berbondong-bondonglah manusia-manusia berdatangan. Uzay seolah bagaikan pertunjukan heboh yang wajib untuk ditonton. Kepala Uzay luka. Seorang bapak botak berjenggot yang mungkin Ahmad Dhani Wanna Be menanyakan apa yang terjadi padanya. Namun ingatan Uzay rusak bagai laptop usang yang lama tak diinstall ulang. Uzay hanya menceracau sambil menggelengkan kepalanya perlahan. "Aku tak mengerti!"

***
Hidup mesti berlanjut. Uzay harus mencari tahu siapa dirinya. Berminggu-minggu ia terkapar di rumah seorang pria yang mirip Ahmad Dhani tadi. Setelah ia merasa bertenaga, Uzay memaksakan dirinya untuk bekerja, mengayuh sebuah becak di sekitar Museum kota Makasar.
Museum Kota Makasar

Comments

  1. Duduk manis dan izin menyimak dengan seksama.:)

    ReplyDelete
  2. masih mengulang ulang membaca cerita untuk memahami dan mengahayati kata demi kata,,
    mantabs,,
    ane smakin senang saja dengan karya2 ente mas bro,,

    ReplyDelete
  3. datang dan membaca artikel sobat, med beraktifitas :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silakan! Semoga artikel saya bermanfaat ya #eh?

      Delete
  4. Kenapa bukan Uzay yang terbunuh! Huh! #eh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biar ada yang mengayuh becak sak

      Delete
  5. waduh ainisa yang jadi tumbal...
    kasihan jadinya

    ReplyDelete
  6. Uzay mencari jati dirinya dnegan mengayuh becak...

    Ia menemukan jati dirinya.
    akhirnya ia mangkal terus di sekitar di musem

    hahaha

    keren banget ceritanya.

    tapi paragraf terakhir kok agak...
    haha bingung juga mengungkapkannya gimana. agak beda gitu deh rasanya sebagai lanjutan paragraf sebelumnya. hehe
    #numpang kritik

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener juga, mungkin seharusnya ada jeda dlu sebelum itu.

      Delete
  7. artikel kelas kompas punya ini!

    like it so much!

    ReplyDelete
  8. pasti uzay bawa bentor :P

    ReplyDelete
  9. jiaha random abis segala ada dhani wanabe.. kalau gw ngelawan 7 penjahat pasti menang di #eh..

    ini berapa karakter coba? =,='

    ReplyDelete
  10. Itu Mesoeum Makassar Di Mana Yah?? Di Makassar kah??

    ReplyDelete

Post a Comment

Saya menghargai setiap komentar yang kamu berikan. Maka jangan pernah sungkan untuk meninggalkan komentarmu. Untuk kepentingan bisnis, silakan hubungi saya via email di hadisujatman@gmail.com

Salam!

Popular posts from this blog

8Share Indonesia Alternatif Mengumpulkan Duit di Internet

Decolsin Solusi Flu Batuk yang Menyebabkan Kantuk

Cara Paralel Propana Reload ke Jabber