Hidup Itu Seperti Tangga

Kalo ngomongin masa lalu, aku pengennya curhat mulu. Dahulu kala aku pernah nyemplung kolong, waktu aku masih dibedong. Tapi aku nggak nangis, dong. Eh, demi Allah aku nggak bohong. Ibuku yang cerita masalah ini. Nah, yang nolongin aku ngambil di kolong itu kakakku.

Usut punya usut. Agak ada keanehan juga yang terjadi. Konon, setelah bisa masuk ke kolong, dan mengeluarkan aku yang masih dibedong, kakakku itu nggak bisa keluar dari kolong. Ketika itu ia berusia sekitar 10 tahun lah. Jadi untuk mengeluarkan kakakku itu, ibuku kudu ngangkat ranjangnya sedikit ke atas.


Entah bagaimana ia bisa masuk awalnya. Pada saat mau masuk itu katanya tu ranjang nggak di angkat sama sekali. Tapi kok ya bisa masuk gitu loh ..., sampe sekarang pun masih menjadi misteri. Ibuku mengambil kesimpulan, bahwasanya seorang bayi itu masih dilindungi oleh malaikat, gitu lah. Emang rada nggak masuk akal.

Menginjak balita aku step. Katanya ada infeksi di bagian paru-paruku. Yang kuingat aku harus menelan banyak pil. Obat berbentuk sirup pun sampai berkardus-kardus kutenggak. Ada sumur mati di belakang rumah tetanggaku kala itu sampai penuh oleh tumpukan botol bekas sirup yang kuminumin. Sungguh betapa banyaknya lah tu obat.

Menginjak SD aku ingusan. Temen-temenku kalau ingusan paling-paling seminggu langsung sembuh. Lah aku? Nggak ngerti juga, sampai bertahun tahun rasanya. Aku nggak merasa sakit, hanya saja aku sangat tersiksa dengan teramat seringnya mengalami hidung tersumbat.

SMP udah mendingan. Ingusanku kurun menghilang. Yang kusukuri hingga kini adalah, meski pernapasanku eror tapi otakku tetap terkendali. Dari SD sampe SMP aku juara kelas. Iya, sampe SMP doang aku juaranya. SMA aku mulai salah arah. Aku salah milih teman. Aku dibenci guru Fisika yang kemudian menumbuhkan kebencian pula di hatiku kepadanya. Nilai Rapotku ada yang merah. Terlebih setelah aku kenal cinta gitu, aku kelas 11 rengking 21 dari 31 murid. Tapi nggak berlangsung lama, setelah aku menobatkan diri menjadi sepasang Bunga, nilaiku semakin membaik. Kelas 12 aku masuk 10 besar. Tapi pas ujian try out aku shock, bungaku yang kucinta memutuskanku sepihak. Dia juga kemudian pacaran dengan mesranya bersama teman dekatku. Aku benar merasa teramat cemen kala itu. Terlebih ketika aku tahu aku menjadi 50 murid terbodoh di pengumuman ujian try out, dan menjadi satu-satunya orang yang bernilai nol di ujian Kimia.

Sejak menginjak SMA aku semakin sehat. Bahkan kian menggemuk. Pantatku gede. Sampai tulisan ini kutulis pun tetep gede. Temen di kampusku sampe nyebut aku Pakde, yaitu plesetan dari pantat gede. Mengingat pengalaman itu aku mulai milih temen sekarang. Tapi nggak membatasi diri untuk bergaul. Siapa aja sebenernya kutemenin. IPku 3 semester belakangan ini alhamduliallah bagus banget.

Pokoknya gitu lah. Menurutku masa lalu itu adalah sebuah cerita. Yang jika indah kita kenang dengan senyuman. Namun jika memalukan aku bisa berteriak begini 'Ah konyol sekali aku waktu itu.' Kemudian cengengesan ke tembok sambil meracau 'Aku malu, aku malu, oh aku maluuu ... Mbok. Sungguh aku malu.'

Yaudah lah, lupain aja masa lalu. Sekarang kita sedang berada dalam sebuah proses. Proses dalam menghadapi masa. Iya, masa yang sedang kita hadapi sekarang ini adalah masa kini. Yaitu sebuah cerminan dari apa yang telah kita lakukan di masa lalu, serta sebuat titik awal yang akan kita lakukan untuk masa depan. Karena masa yang akan datang memang di mulai dari masa kini.

Sebelum kita menuju ke masa yang akan datang, kita harus membuat rencana dulu. Nah rencana ini aku biasa menyebutnya dengan asa. Terkadang juga aku menyebutnya sebagai mimpi. Sesuatu lah pokoknya, yang harus diimbangi dengan tekat yang kuat. Aku menyebut kesemuanya itu sebagai cita-cita.

Kalau ngomoning cita-cita, bawaanya aku kepengen menghayal aja. Aku pengen jadi ini, aku pengen jadi itu. Kalau dulu mah pengennya jadi guru. Pernah juga pengen jadi Manajer dengan alasan biar keren, soalnya selalu pake dasi panjang. Tapi di awal kuliah aku mulai kepikiran untuk jadi Wartawan. Jauh banget ama jurusan yang sedang kutempuh di perguruan tinggi saat ini. Saat ini minatku hanya ingin menulis. Apa aku bercita-cita menjadi penulis? Aku masih memikirkan jawaban untuk pertanyaan ini.Kalau boleh jujur, cita-citaku yang paling utama adalah menjadi suami. Setiap kali baca postingan Kak Dini yang nyeritain suaminya, aku jadi semakin kepengen mewujudkan cita-citaku yang ini. Halah.

Cita-cita itu seperti sebuah gambaran transparan, mau seberapa jauh jalan yang akan kita tempuh. Itu juga dapat berupa target dalam kurun waktu tertentu, kapan harapan itu dapat terwujud. Klimaks pada ini semua adalah tewujudnya segala angan, harapan, asa, dan juga mimpi yang menyatu, yang kemudian terwujud di masa yang akan datang.

Jadi, masa yang akan datang bagiku adalah masa yang sedang kuimpikan, masa yang akan segera ku tempuh, atau masa yang ku harapkan berakhir dengan bahagia.
**

Hidup itu 'kan seperti tangga. Yang setiap hari harus kita jejaki. Semakin tinggi kedudukan kita pada anak tangga, maka semakin pula kita menjadi dewasa. Sayangnya, untuk menuju ke anak tangga yang lebih tinggi itu, kita harus berhadapan dengan sebuah pintu. Nah, pintu inilah yang biasanya kita sebut sebagai masalah. Yang pertama kita harus lakkukan pada pintu tersebut adalah mengetuknya supaya terbuka. Makanya Allah menganugerahkan kita otak. Kita harus berpikir dengan otak itu untuk memecahkan setiap masalah yang sedang kita hadapi. Terkadang ada pintu yang dapat dibuka dengan mudah, dan terkadang pun ada juga pintu yang harus di dobrak untuk terbuka. Jika sudah terbuka, kita pun mampu menapaki anak tangga berikutnya yang kian tinggi, dan pintu yang baru saja kita lalui tersebut langsung terkunci dengan sendirinya. Itulah sebabnya kenapa kita tidak dapat kembali ke masa lalu.
**

Aku pernah baca status orang di FB : masa lalu adalah saat kita merangakai cerita. Masa kini adalah saat kita mengingat masa itu. Masa yang akan datang adalah saat kita tersenyum  mengenang masa-masa yang pernah terjadi. :)

Selamat ulang tahun, Kak Noorma Fitriana M. Zain. I wish you all the best. Have a new story in a your new. *CMIIW, lagi belajar inggris nih*

**


"Tulisan ini diikutsertakan dalam GiveAway Cah Kesesi AyuTea yang diselenggarakan oleh Noorma Fitriana M. Zain"
GiveAway Cah Kesesi AyuTea


 NB: Aku dapet sms dari temen yang bunyinya begindang "Tggl. 22 kita msuk rajab Barang siapa puasa 2 hari d awal rajab seakan ibadah 2 thn . Barang siapa mengingatkan org lain ttg ini seakan ibadah 80 thn.."
Aku nggak ngerti dalil. Jadi kalo mau puasa, mending niatnya karena Allah aja deh ya

Comments

  1. suka dengan NB nya sob, Thanks udah mengingatkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha suka? Ada ada aja. Aku gak ngerti dalil. Jadi kalo mau puasa, niatnya karena Allah aja deh ya

      Delete
  2. Wuih, nostalgia sama masalalu nih ya :)

    Semoga kita terpilih jadi pemenang ya xixixixi.

    ReplyDelete
  3. Bayi yang hebat #eh... awalnya gw ngga ngerti kolong disini apa abis nyebur setau gw nyebur itu ke aer dah...

    mantaaap pilosopi tangganya...


    "Jadi, masa yang akan datang bagiku adalah masa yang sedang kuimpikan, masa yang akan segera ku tempuh, atau masa yang ku harapkan berakhir dengan bahagia" <------ ini buat gw juga yak amiiiin...

    ReplyDelete
    Replies
    1. nyemplung kali bkn nyebur. Haha sama aja ya? Gw ga tau lg mw pake kt ap, jadinya ya gw tls nyemplung gt. Xixixi Makash, Zi, bwt smuanya.

      Delete
  4. :)) pembukaannya asik ih

    naik tangga, buka pintu, hadapi masalah, selesaikan, lalu naik ke tangga berikutnya.. seems great :)

    sukses GA nya yaa ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. pembukaan? Haha makash kak. Aamiin

      Delete
  5. wahh manteb nih sobat, oya semoga tulisan lu menang kontes...

    oya, mengenai NB lu itu, kok lu dapet sms gituan juga, ini gua juga dapet, kok bisa nyasar ke Kal-Tim yah ??? jauh amat

    ReplyDelete
    Replies
    1. kata abang gue dalil it hadistnya lemah. Jd kalo mau puasa mending niatan karena Allah aja

      Delete
  6. weheheheh,ceritanya asik di baca,eh...cerita apa motifasi ya.?apa lah itu yang penting asik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha ini sejenis kronologi hidup saya kakak :D

      Delete
  7. Ga apalah curat mulu juga wakakaka :) gwa juga curhatan mulu #wew

    ReplyDelete
    Replies
    1. dan lu tiap kali baca postingan gue sedikit mulu

      Delete
  8. Wihh blog nya keren :D


    Salam kenal ya

    ReplyDelete
  9. jaman kecil dulu, saya juga pernah 'terdampar' di kolong ranjaaang :DDD

    kau dewasa, anak muda :D
    suka kutipan dr status fb org :))

    Sukses buat dirimu, sukses buat GA nya jg ya :)
    salam kenaal :)
    salam soliidd :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo gitu kita toss dulu.
      Wakakaka
      salam kenal dan salam solid pula!

      Delete
  10. Hehe ajarin nulis dongggg !

    ReplyDelete
    Replies
    1. boleh. kapan mau belajarnya? hehe

      Delete
  11. terima kasih untuk partisipasinya..
    terdaftar jadi pesertaa yaa :)

    ReplyDelete
  12. ya bener hidup itu memang seperti tangga, butuh perjuangan untuk mencapai ke anak tangga berikutnya, mantap nih perumpamaannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau bener diconteng dong, Mi! hahah

      Delete
    2. conteng apa nih maksudnya?

      Delete
  13. benar banget sob.., hidup i2 sepeti tangga asalkan jgn sdh jatuh tertimpa tangga pula *peribahasa *smile

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh, kalau itu mah musibah namanya. hhahah

      Delete
  14. naik tangga, buka pintu, hadapi masalah, selesaikan, lalu naik ke tangga berikutnya. Kalau saya biasanya kabur :P
    Semoga bisa menang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahhaha, jangan kabur kau kutangkap! :D
      Walah, aamiin Yaa Allah

      Delete
    2. dari pada pusing kadang enakan kabur :D

      Delete
  15. mengapa hampir setiap orang harus mengalami sih kalau ketika putus terus pacarnya jadian sama teman dekatnya ?
    :)
    semoga Impian-impiannya cepat tercapai ya Aamiin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahah situ juga? :D
      Semoga beneran. aamiin Yaa Allah

      Delete
  16. cuman gue mungkin yang gak pernah berurusan sama kolong. dari kecil sampe sekarang gak pernah masuk kolong.

    GAK PERNAH!

    tapi keren filosofi nya bang. dan sukses juga untuk GA nya

    ReplyDelete
  17. hadir lagi di siang hari ini :)

    happy blogging dah sob :D

    ReplyDelete
  18. yaps hidup seperti tangga setiap hari menaiki satu anak tangga untuk terus bangkit dan yang pasti lebih baik dari hari sebelumnya(anak tangga sebelumnya)

    ReplyDelete

Post a Comment

Saya menghargai setiap komentar yang kamu berikan. Maka jangan pernah sungkan untuk meninggalkan komentarmu. Untuk kepentingan bisnis, silakan hubungi saya via email di hadisujatman@gmail.com

Salam!

Popular posts from this blog

Cara Paralel Propana Reload ke Jabber

Decolsin Solusi Flu Batuk yang Menyebabkan Kantuk

Kamus Bahasa Linggau