Butiran Debu - Parodi Anime

Boo  nyelonong masuk rumah  gitu aja ketika Sinchan lagi menirukan gaya Pahlawan bertopeng di tv.  'Kayaknya seru nih.' Gumam Boo dalam hati. Sinchan yang mulai merasa nggak beres, kemudian menoleh ke belakang. Dia kaget. “Boo? Sejak kapan kamu berada di situ?” tanya Sinchan.
“Belum lama, Sinchan. Ayo kita main rumah-rumahan ke tempat Nene!” ajak Boo. “Nggak mau, Boo. Aku lagi nunggu Pahlawan Bertopeng muncul dengan mantra ajaibnya!” tutur Sinchan. “Hah? Mantra ajaib??” tanya Boo heran.
Tiba-tiba Pahlawan bertopeng muncul dengan bendera ungu yang bertuliskan KOWAWA. Boo yang lebih dulu melihat langsung teriak. “Lihat, Sinchan!” Kemudian Boo mencoba mengejanya. “Ko … kow ….” Boo menggaruk kepalanya. “Itu bacanya gimana, Sinchan?” tanya Boo.
“Kow ….” Eja Sinchan. “Koin!” sela Boo sok tahu. “Bukan Boo ….” Kemudian hening. “Kow … wa … wa ….” Eja Sinchan sekali lagi. “Apa, Sinchan?” tanya Boo yang nggak dengar. “Kowawa!” ucap Sinchan mantap.
Cling.
Tiba-tiba Sinchan menghilang. Boo mengira sahabatnya itu berubah menjadi butiran debu. Ia pun meratapi setiap debu yang berserakan di lantai dan mengumpulkannya hingga membentuk gunung kecil. Erangan tangisnya didengar oleh Nyonya Misae – Mamanya Sinchan.
“Kamu kenapa, Boo?” tanya Nyonya Misae. “Sinchan kini berubah menjadi butiran debu, Nyonya Misae!” jawab Boo yang diiringi isakan tangis.
Nyonya Misae langsung menangis meratapi nasib anaknya itu. “Sinchan … kenapa kamu jadi seperti ini Nak!”
Himawari yang masih balita ikut menangis. Entah dia paham dengan apa yang sedang terjadi atau dia sedang lapar.
**
Di rumahnya Upin & Ipin. Malaysia.
Shinchan  bingung. 'Ini dimana?' Tanyanya dalam hati.  Di hadapannya sedang ada dua orang bocah gundul. Satu diantaranya langsung teriak. “Opaaa … ada itu, Opa ….!” Sedang bocah yang lain terlihat seperti memanggil-manggil seseorang. “Kak Ros ….”
“Heuh, ada apa?” Seorang gadis berkucir tiba-tiba muncul dari ruangan yang lain. Kedua bocah gundul kembar itu tak berkata secuilpun. Mulutnya melompong dan agak dimajukan, seolah memberikan kode, bahwa itu loh ada orang.
Beberapa saat kemudian.
“Kalian mau kemana, Ipin, Upin?”.
“Kita mau dikhitan, Sinchan!”
“Apa itu?”
Ipin dan Upin saling bertatapan. Mukanya penuh keheranan.
“Kak Ros … dikhitan itu apa ya?”
“Tanyalah pada Opa!” teriak Kak Ros dari dalam kamarnya.
“Dikhitan itu disunat, Sinchan.” Opa menjelaskan dengan senyuman. Namun Sinchan masih menyimpan semilyar tanya di kepalanya. “Boleh aku ikut dikhitan bersama kalian?” Matanya menatap fokus ke arah Ipin dan Upin.
“Opa …?” Dua bocah itu memanggil Opanya seolah meminta bantuan. “Boleh saja. Tapi kau harus mendaftarkan dulu. Karena ini adalah sunatan masal.”
“Asyiiik.” Upin, Ipin, dan Sinchan teriak bersama.
**
Di belahan dunia lain. Kediaman Nohara Sinosuke dilanda haru nan tak tertanggungkan. Masao, Kazao, Nene, Boo dan seluruh teman-teman TK-nya berada di tempat itu sedang menangis haru. Termasuk juga Ibu Yoshinaga dan Ibu Matsuzaka.
 “Sabar ya, Nyonya Misae. Aku tak menyangka kalau Sinchan akan pergi secepat itu,” ucap Ibu Matsuzaka seraya berbela sungkawa.
“….” Nyonya Misae tak mampu berkata-kata.
“Aku juga  tak menyangka, hiks … hiks … Sinchan memandangiku berbikini 2 hari yang lalu adalah akhir perjumpaanku dengannya … hiks … hiks ….”  
Nyonya Misae semakin mengisak mendengar Ibu Yoshinaga yang malah curcol.
“Jangan khawatir, Nyonya Misae!” Beberapa bocah imut teriak mendadak dan mengagetkannya.
“Kami akan ikut membantumu, Nyonya Misae!” ucap Kazao.
“Benar, Nyonya Misae!” Kali ini yang bersuara adalah Boo.
“Kami Pasukan Pembela Kebenaran akan memanggil seorang pahlawan yang pasti bisa menyelesaikan masalah ini!” Masao menyelesaikan kalimatnya dengan terengah-engah. Pasukan Pembela Kebenaran itu adalah Masao, Kazao, Nene, dan Boo.
“Kemarilah Doraemon!” teriak Nene.
Doraemon robot gembrot berbentuk kucing biru itu pun muncul seraya mengaduk kantong ajaibnya.
**
Di tempat sunatan masal.
“Asiiik, kita sudah dikhitan, Ipin!” kata Upin girang. “Iya, Upin. Nanti malam Opa pasti memasakan ayam goreng untuk kita!” ucap Ipin. “Yeeee!” teriak mereka kegirangan yang diakhiri dengan sebuah toss cantik.
Tanpa mereka sadari Sinchan  memasangkan muka murungnya. “Tenanglah, Sinchan! Kau pasti bisa dikhitan!” bujuk Ipin. “Benar, Kawan!” timpal Upin. “Kalian pasti bercanda. Tukang sunat masalnya besok sudah mau pulang ke Indonesia.” Kemudian hening.
Di rumah Opa.
 Ipin, Upin, dan Sinchan memandangi Kak Ros yang sedang sibuk Packing. “Mau kemana, Kak Ros?” tanya Upin. “Bolehkah kami ikut?” sela Ipin.
“Heuh, jangan ikut campur, Bocah! Tidak boleh!” bentak Kak Ros.
Pada saat itu Sinchan hanya diam saja. “Kakak mau kemana?” tukas Upin dan Ipin serentak. “Kakak mau study banding, ke Indonesia. Jangan nakal! Kalian sudah dikhitan!” tutur Kak Ros seraya mengusap kepala kedua adik manjanya itu.
“Aha …!” Mata Upin dan Ipin berbinar. Senyumnya pun mengembang.  Ide Upin dan Ipin memang cemerlang . Mereka akan membujuk Kak Ros agar mengajak Sinchan ke Indonesia. “Ayolah, Kak Ros …! Sinchan sangat ingin dikhitan,”
“…” Kak Ros hanya diam saja. Ketika Kak Ros mulai luluh dengan bujuk rayu mereka, dan segera akan mewujudkan keinginan mereka itu, Sinchan tiba-tiba saja teriak kemudian menghilang.
**
Pada saat yang bersamaan. Di rumah Nyonya Misae.
Vacum Cleaner cilik!” ucap Doraemon serak. “Hah …? Panghisap debu?” Pasukan Pembela Kebenaran memekik bersama. Mereka seolah-olah tak percaya dengan alat yang baru saja dikeluarkan oleh Doraemon. “Wah bentuknya kayak mobil-mobilan!” ucap Boo sambil nyengir. Pletakk! “Boo, kamu jangan salah fokus dong!” Kazao menjitak kepala Boo. Boo malah cengengesan sambil mengusap kepalanya yang baru saja kena jitak Kazao.
“Dengan alat ini, butiran debu akan masuk ke dalam mesin penghisap. Kemudian mesin ini akan mengembalikan Sinchan ke bentuk aslinya ….” tutur Doraemmon.
Pasukan Pembela Kebenaran pun memonyongkan bibir seraya mengucapkan huruf  O seolah-olah paham.
**
Doraemon salah. Alatnya tak suses mengembalikan Sinchan ke tempat asalnya. Tapi malah membawa Sinchan nun jauh ke pantai Kute, Bali. Sinchan memandangi gadis-gadis cantik yang berbikini seksi. Matanya melotot tak jelas. Entah apa yang ada dalam pikirannya. “Uh …  Kakak cantik. Uh ….”
Tangannya ditopangkan ke dagunya seperti gaya Cherry Belle. Sedang pantatnya geol-geol seiring irama pantai yang mendesir.
“Kakak … bikininya bagus, Kakak. Uh,  Kakak terlihat cantik sekali dengan bikini ungu itu, belinya di Zimbabwe ya ….”
Plakkk!
Pukulan yang maha dahsyat tiba-tiba mendarat di pantat Sinchan.
“Sinchan … bangun! Kamu harus sekolah!” ucap Nyonya Misae dengan nada tinggi.
“Ah Mama, cantik sekali dengan bikini kuning itu.”
 PLETAKKK.
Kepala Sinchan kini tumbuh sebuah gunung botak berbentuk bola kasti. Jitakkan dari Mamanya membangunkan Sinchan dari mimpi yang indah.
**
Photobucket
"Postingan ini diikutsertakan dalam My First Giveaway: P-A-R-O-D-I ANIME oleh Ca Ya"

Comments

  1. hahahahahah,cuma itu yang bisa ku tulis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oke, gapapa. Makasih udah mampir, Mas! :D

      Delete
  2. hahahaha gila 2 mantap parodinya uhh kamu keriput sekali kurz #gaya sinchan wakwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh, kok keriptu toh? :D hadeh , hadeeeh, hadeeeh -_-

      Delete
  3. ngahaaa gw ngakak pas baca goal geol ala ceribel hahaaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, bayangin lu. :D mikir jorok ya? Haha

      Delete
  4. ngahahahhahhah nyasar ampe malay :o
    oh no hahhahhaha geal goal geol hahhaha ngakak :))

    thx udh ikutan yaaaaaaaaaaa....:D
    resmi jd peserta :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah, lolos ke jakartaaaaaa! :D

      Delete
  5. yaaa ga jadi di sunat doongg... ayo sinchan mimpi lagii biar dalam mimpinya bisa di sunat dan ke bali.. yippiiee :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ya, besok deh sebelum Sinchan tutup usia, kak.

      Delete
  6. Hahaha Koplak.
    Settingnya banyak XD

    Tapi pantatnya gak apa apa kan itu?

    ReplyDelete
  7. hadir di malam hari :D gua gak sempat baca sampai habis udah ngantuk sob :D

    ReplyDelete
  8. smg sukses GAnya ya sob.., *smile

    ReplyDelete
  9. ada2 aja postingannya... ^_^

    ReplyDelete
  10. bhuahahahhaa...Sinchan sunantenye cuman dimimpi :D koplakkk...

    ReplyDelete
  11. Wkwkwkwk =))

    Sukses yes, semoga menang :D

    ReplyDelete
  12. Karena saya kurang begitu ngrti ttg anime..maka turut mendokan semoga sukses GAnya ya sob:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. waduu, masa upin ipin juga ga tau mbak?

      Delete
  13. hehehe,dibaca berulang-ulang ternyata enggak mbosenin.ngak kayak postinganku.:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah jangan melebih lebihkan ah mas, jangan minder juga. postingan sampean pun nggak mbosenin kok!

      Delete
  14. wahhhh... cherlibel? kaya apa ya.. heheh,
    sukses ya buat GAnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kayak chibi chibi bang, makasih, hehe

      Delete
  15. setalah aku baca2, postingan2nya sangat bagus, menarik dan bermanfaat,,terus menulis,,karena dengan menulis kita bisa mengembangkan imajinasi kita dan menjadikan kita lebih kretaif..serta kadang bisa menghibur orang lain.. ^_^

    oia salam kenal
    kalau berkenan silahkan mampir ke EPICENTRUM
    folloback juga ya buat nambah temen sesama blogger,,tukeran link juga boleh,,makasih..^_^

    ReplyDelete

Post a Comment

Saya menghargai setiap komentar yang kamu berikan. Maka jangan pernah sungkan untuk meninggalkan komentarmu. Untuk kepentingan bisnis, silakan hubungi saya via email di hadisujatman@gmail.com

Salam!

Popular posts from this blog

8Share Indonesia Alternatif Mengumpulkan Duit di Internet

Cara Paralel Propana Reload ke Jabber

Decolsin Solusi Flu Batuk yang Menyebabkan Kantuk