Ulangan Cerpen dan Puisi

Ulangan di kelas cendol udah kelar 2 minggu lalu, tapi pengumumannya belum kunjung muncul. Entah apakah aku akan remidial atau tidak, aku masih bertanya-tanya. Kalau minggu sebelumnya, atau 13 April lalu itu ada ulangan cerpen. 20 April adalah ulangan puisi. Dua-duanya susah sih. Karena apapun namanya ... aku ini tetaplah anak baru dalam dunia literasi. 
Sebelum bikin cerpen, aku sempet galau. Pada saat itu - jadwal yang ditentukan - aku masih berada di kampus. Keluar kelas jam 5 sore, sementara ulangan ditutup pas jam 6 sore.  Perjalanan dari kempus ke rumahku 30 menit. Teng, jam setengah enam aku bikin cerita. Tanpa pikir panjang, aku langsung mengarang bebas, sebebas-bebasnya. Maka setelah 25 menit kemudian terciptalah cerita berikut ini :
Fiksimini teenlit.
             Cherrybelle Wanna Be

Berkali-kali Desti menatap pergelangan tangannya, bukan karena tangannya berpanu atau terlalu mulus. Desti hanya menyimak detik waktu pada jam tangannya bergerak. Jarum panjang beranjak mengacung di angka dua belas, sedang jarum pendeknya agak condong ke angka satu.
“Ini gawat!” ceracaunya.
Yuli yang menjadi teman sebangkunya hanya bisa melompong ala kucing ompong.
“Minggir-minggir aku buru-buru nih!”
Desti berlari terburu-buru setelah bel pulang sekolah mengaung.
“Woi … hati-hati dooong!” teriak Sasya. Teman sekelasnya itu menjerit setelah terjatuh.
“Ma aaaap  …!”
**    
      
Motor sekuter metik warna merah muda digasnya dengan getol. Tanpa memikirkan apapun Desti menggaet jalan raya dengan tatapan yang nanar. Di dalam pikirannya hanya ada empat kata – ingin, cepat, sampai, rumah.

Dua belas menit berlalu, Desti pun sampai di rumahnya. Keletihan yang dirasakannya tak dihiraukan sedikit pun. Matanya fokus pada sebuah benda kotak tak bernyawa, yang menyiarkan segala macam kehidupan.

Cklik!
Infoteiment berlangsung. Desti enggan beranjak sedikit pun dari depan pesawat itu. Meski Mamanya meneriakinya dengan iming-iming makanan enak sekalipun, Desti tetap enggan beranjak.

Tiga puluh menit kemudian, matanya sembab. Desti tak berselera makan sampai magrib. Pikirannya dibayang-bayangi berita yang tadi siang di saksikannya.
**

Istirahat sekolah baru saja berlangsung. Desti yang berpawakan seperti Gigi Chibi, mengajak ke delepan temannya yang terdaptar dalam geng Cherrybelle Wanna be, melakukan rapat.
“Yul, kamu harus keluar dari geng kita. Kamu juga, Sya!”
Sasya yang mengakui dirinya mirip Devi Chibi hanya mampu melompong. Sedangkan Yuli malah memandang Desti dengan tatapan jijik.

Sementara itu teman-teman yang lain tak banyak bicara. Bukan karena pasrah, tapi karena mereka takut diancam Desti yang terkenal sebagai psikopat.

“Bukannya kita udah sepakat akan menjadi Cherrybelle Wanna Be seutuhnya?”
Desti menatap teman-temannya dengan melotot.
“Iya sih, tapi nggak bisa gini dong!” cegah Sasya yang juga di dukung Yuli.
“Kemarin aku nonton infotainment, Wenda ama Devi dikeluarin dari Chibi, kalian sebagai personil yang mirip dengan mereka juga harus keluar dong dari geng kita,” kata Desti.
“Terserah!”
Yuli teriak, kemudian berlalu begitu saja yang kemudian diikuti oleh kedelapan temannya yang lain.

Cerita ini pernah aku posting juga di http://www.kemudian.com/node/263605
Itu cerita kubikin buru-buru banget. Nggak tau lah. Pokonya jadinya ya gitu, itulah yang ku bisa.
**
Nah, kalau ulangan puisi agak mendingan, nggak mendadak kayak ulangan cerpen. Tema bikin puisinya pun udah dikasih tau sehari sebelumnya. Jadi nggak berasa ulangan. Malahan berasa kayak lagi ngerjain PR gitu.
Ada banyak tema yang ditentukan. Salah satunya tentang kebebasan. Tema itulah yang aku pake. Karena nggak ngerti mau pake tema yang mana kalau tema yang lain tentang kejahatan, kemiskinan, dan kesenjangan sosial.
Puisinya aku bikin bebebrapa jam sebelum kelas ulangan dimulai. Biar kata begitu, tetap aja akunya galau, karena nggak ngerti mau bikin apa. Ujung-ujungnya, jadi deh puisi ini :



Aku Ini Orang

Bebas ...
Ibarat burung terbang
Susuri jangkauan dikehendak
Seperti awan bergerak
Ikuti angin berhembus

Aku ini orang ...
Bukan perhiasan yang disimpan
Bukan pula peliharaan yang dikandang
Aku ini orang ...
Hidup, bernyawa, menggapai cita

Tentang kebebasan ...
Tentang pemberontakan dikekang
Tentang mimpi sang bujang
Tentang cinta yang tak bertuan

Karang Ketuan, Lubuklingggau Selatan II
20 April 2012
**

Cendol itu adalah sebuah Yayasan  kepenulisan online di Facebook yang sudah resmi disahkan oleh Menkumham,dan kini telah memiliki Akta Notaris dari Nenden Nimatulhayah, SH. No.10 - 17 Januari 2012

Comments

  1. wuih senengnya ya kalau ngikut grup grup kepenulisan di facebook seperti cendol itu

    ReplyDelete
  2. Ampun dah ada cerita chibi2 lagi.. -____-

    ReplyDelete
  3. Ngeok ngok Chibi-chibi-chibi...

    ReplyDelete
  4. chibi chibi chibii *sambil tangan taruh di dagu*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tahu banget nih Fans-nya chibi-chibi :))

      Delete
  5. Wah, ada aja sob ceritanya bawa2 chery bell ..
    cewe2 ane noh sob .. hha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, pacarnya yang mana nih? yang udah keluar atau yang gingsul? :D

      Delete
  6. Whuaaaa...., bagus tu cerita n puisinya...,kereeen...

    ReplyDelete
  7. wah ceritanya menarik, walau terburu buru tapi tetap asik di baca.

    ReplyDelete
  8. hebat ceritanya, up to date. sudah aku buka juga di Facebooknya, ternyata seru .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo bergabung, dan jadilah cendoler! :))

      Delete
  9. Ya gue tau lu orang,tapi awalnya gue kira elu yg suka makan pisang #uppsss

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah lu malah ngejek gue, akakkakka

      Delete

Post a Comment

Saya menghargai setiap komentar yang kamu berikan. Maka jangan pernah sungkan untuk meninggalkan komentarmu. Untuk kepentingan bisnis, silakan hubungi saya via email di hadisujatman@gmail.com

Salam!

Popular posts from this blog

8Share Indonesia Alternatif Mengumpulkan Duit di Internet

Cara Paralel Propana Reload ke Jabber

Decolsin Solusi Flu Batuk yang Menyebabkan Kantuk