Pesona Sumatera Selatan yang Lain

Aku pernah ditanyai oleh seorang teman di facebookKamu anak mana?
 Kemudian aku menjawabnya singkat “Sumatera Selatan.
Oh, Palembang, ya?” Itulah kalimat terakhir yang ia lontarkan.

Aku langsung merenung. Pertanyaannya itu membuatku ikut bertanya-tanya. Mengapa ya, kok orang-orang mengenal Sumatera Selatan hanya sebatas Pempek dan kota Palembang? Mengapa sih, orang-orang nggak ada yang tahu pesona Sumatera Selatan lainnya? Mengapa? Mengapa? Mengapaaaaaaaaaa?


Ketika aku mendapati pertanyaan serupa dari teman yang berbeda,  yang  kulakukan adalah  langsung bilang kalau aku tinggal di Lubuklingggau.  Kemudian dia bertanya lagi, "Lubuklinggau itu Kalimantan atau Sulawesi?"
Aku langsung galau. Biasa lah anak muda, ada masalah sedikit saja langsung menggalau. Meskipun hanya sepele, jika galau sudah mendera jiwa, ya langsung nyesek di dada.

Sekarang gini,  ini peta Sumatera Selatan!


Peta Sumatera Selatan



Sumatera Selatan itu luas. Cobalah pandangi barang kali 2 menit saja. Di sana terdapat beberapa Kota/Kabupaten, bukan hanya ada Palembang, kota Pempek yang terkenal dengan jembatan Amperanya yang memesona saja. Tapi masih ada tempat lain yang juga memesona. Lubuklinggau misalnya, Musi Rawas, Baturaja, Pagar Alam, dan lain sebagainya.

Lubuklinggau, adalah sebuah kota yang mendapatkan gelar Adipura. Dari sebutannya saja - Adipura - dapat dipastikan bahwa kebersihan kota benar-benar terjaga.
**

Sebulan yang lalu, ada sebuah pameran di Lubuklinggau, yang diadakan oleh PNPM MANDIRI. Pada saat itu kebetulan aku menjadi sukarelawan dari kelurahanku. Acara itu dibentuk untuk menonjolkan kekhasan apa yang ada di kelurahan kita masing-masing. Dari puluhan kelurahan yang ada di Lubuklinggau, semua keistimewaan yang dimiliki dikumpulkan menjadi satu yang kemudian dipamerkan di tempat pameran tersebut secara menarik. Dari event itu, aku cukup berdecak kagum. Ternyata makanan khas yang ada di Sumatera Selatan itu bukan hanya sekedar Pempek, Tekwan, Model, Kemplang, atau Pindang Patin saja. Tapi masih ada yang lainnya. Seperti Ikan Asin Nila, Keripik Nangka, Keripik Jagung, Tempoyak dan lain-lain yang tak dapat ku uraikan satu persatu di sini.

Ikan Asin Nila? Ada apa dengan  ikan asin? Gitu aja kok jadi makanan khas? Mungkin pertanyaan itu tiba-tiba muncul di kepala. Mengingat ikan asin adalah makanan yang berupa ikan, yang dijemur sampai kering, dengan bumbu garam yang banyak.

Ya, memang itulah ikan asin. Kenapa dikatakan khas? Karena  Ikan Asin yang berbahan baku Ikan Nila hanya ada di sini. Ikan asin yang biasa kita temukan di pasar-pasar itu kan biasanya berbahan baku ikan laut. Nah, ikan Nila ini adalah ikan air tawar. Inilah yang menjadikannya beda dan khas.

Ngomongin ikan asin aku mendadak jadi laper. Ikan Asin Nila enak banget kalau dimasak dengan sambal Tempoyak. Tempoyak ini adalah fermentasi dari buah Durian. Atau dimakan pakai Sambal Caluk (baca: Terasi). Mantap nian!

**

Menjurus ke arah Selatan kota, di sana terdapat kampung-kampung unik, yang terletak di kawasan Kabupaten Musi Rawas. Kebetulan letak rumahku berada di perbatasan antara Kota dengan Kabupaten, maka dua kebudayaanya nyaris terasa di tempatku.

Budaya mencari ikan di sungai masih sering dilakukan oleh pribumi. Biasanya mereka membawa jala, kemudian berkeliling sungai dari ulu ke ilir untuk menangkap ikan. Ada juga yang sengaja hanya membawa pancing.

Kembali ke kampung-kampung unik tadi, aku bilang unik karena nama kampungnya hanya berupa abjad. Jadi ceritanya, konon pada jaman dahulu kala,  kampung-kampung itu adalah daerah jajahan Belanda. Yang mana daerah itu disebut dengan daerah Kolonis. Kemungkinan nama-nama yang berupa abjad ini dibuat oleh Belanda. Gimana ya? Intinya, biar Belanda gampang nyebutnya gitu lah, sehingga dinamai hanya berupa abjad. Misal A, B, C, D, dan sebagainya. Dari 26 abjad, hanya huruf X, Y, dan Z, yang tidak dijadikan nama kampung.

Oh iya, Belanda mewariskan sebuah bendungan di Kota Lubuklinggau. Meskipun dibuat secara kerja Rodi, namun bendungan ini cukup dimanfaatkan dengan baik oleh orang-orang yang hidup di  jaman sekarang dalam bidang irigasi, serta dalam bidang wisata, karena hawanya yang sejuk dan tempatnya yang nyaman untuk tempat berlibur. Bendungan itu dinamai Watervang, dibangun pada tahun 1941.

Selain Watervang, ada juga tempat wisata lain di kota Lubuklinggau, seperti: Air Terjun Temam, dan Bukit Sulap. Kita sama-sama tahu, Pulau Sumatra itu memiliki keistimewaan, dimana terdapat bukit-bukit yang berbaris dari Banda Aceh sampai ke Lampung, yang kita kenal dengan sebutan bukit barisan. Di Kota Lubuklinggau kebagian jatah bukit juga, yang mana bukit ini sering dijadikan tempat wisata, karena tempatnya yang sejuk. Sebut saja Bukit Sulap.  Sedangkan di kabupaten Musi Rawas terdapat Bukit Botak, Bukit Cogong, serta tempat wisata lain yang tak kalah indahnya, seperti Barata, Danau Aur dan Rumah Makan Apungnya.

Masyarakatnya pun beragam. Mulai dari orang pribumi asli, orang Jawa, orang Sunda, orang Padang, orang Batak, orang Tionghoa, semuanya menyatu sesuai semboyan Bangsa Indonesia - Bhineka Tunggal Ika.

Terakhir masalah bahasa, karena penduduk Sumatera Selatan terbanyak bersuku Melayu, maka bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa Melayu. Namun kini mengalami metamorfosis, seiring perkembangan jaman, karena pengaruh bahasa pesisir yang sering menggunakan o diakhir kata, ditambah dengan campuran bahasa jawa pula, yang sekarang bahasa Melayu tersebut berubah bunyi dan kini disebut dengan bahaso wong kito.
**


Air yang mengericik. Hutan karet yang menghijau. Bisingnya kota. Semua pesonanya menjadi patut untuk disebut "Cindo".  Betapa indahnya Kota ini. Bumi berselimut hijau, wujud elok kota Silampari.  Alangkah bangganya aku menjadi bagian dari Sumatera Selatan.

I LOVE  YOU, SUMSEL.
**

Tulisan ini diikutsertakan di Kompetisi menulis pesona Sumatera Selatan yang diadakan oleh Wong Kito.











Kompetisi Blog Pesona Sumatera Selatan

Comments

  1. salam buat orang SUMSEL yh sob, hhe, sukses buat kontesnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oke, Makasih atas kunjungannya, Boi!

      Delete
  2. Wah, terima kasih ya atas artikelnya, ane jadi lebih banyak mengetahui tentang SUMSEL daripada sebelumnya... Sukses deh buat lombanya, semoga bisa menang, ane doain... :)

    ReplyDelete
  3. wah bagus nih memprömosikan daerah tempat tinggal setuju banget saya..

    ReplyDelete
  4. jadi lebih mengenal akan sumatera selatan sahabat.
    Saya belum pernah ke sumatera sahabat, tetapi dengan postingan ini bisa memberikan gambaran tentangnya.
    Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku pun merasa senang karena bisa membaginya kepadamu, Kawan! Terimakasih kembali. :)

      Delete
  5. jadi semakin tahu tentang sumatera selatan sobat...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah kalau gitu mah. Xixixixi :D

      Delete
  6. wah.. iya ane yang tau pada awalnya cuma pempek aja.. oya kalo gak salah pempek juga makanan khas kalimantan yaa ??
    haha.. entah lah suka luoa juga

    ane juga baru tau trnyata tempat ente tinggal dapat adipura.. wahh hebat ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh, saya malah nggak tahu kalau Kalimantan punya pempek juga, Boy! :D

      Delete
  7. wahhh, manteb nih sobat,
    pengen banget bisa jalan2 kesana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Xixiiixixi :D Kemarilah, Kawan! Aku siap menjadi Tour Guide-mu! :)

      Delete
  8. Pingin kesana jadinya kawan kalau begini
    Manttap mas boy..
    :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, kalau begitu mainlah kesini, Boy!

      Delete
  9. Postingan nya baguss..


    komentar balik ya

    ReplyDelete
  10. ikan asin nila yang kaya gimana ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama sih kayak Ikan Asin pada umumnya, cuman ini ikan nila! :D

      Delete
  11. Semoga menang kontesnya sob, ikut mendukung hehehhe....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, aamiin, aamiiin. Aamiin yaa Allah!

      Delete
  12. Benar sob. Kalau orang menyebut tempat tinggal saya yaitu Sulawesi Selatan pasti selalu identik dengan Makassar!

    ReplyDelete
  13. aku dulu kecil pernah tinggal di palembang 3 tahunan..
    emang ga kenall lubuk linggau malah, haha
    *parah yah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya ampun. Miris ya :D
      Tapi nggak papa, inilah kenapa aku kampanyekan Lubuklingau! :)

      Delete
  14. Saya juga baru mendengar Lubuklinggau, agak asing gitu. Wah harus ada promosi gede -gedean biar lebih terkenal. Udah saya follow gan ! gantian follow biar Lubuklinggau lebih terkenal di blog !

    ReplyDelete
    Replies
    1. eheheh, done! Sudah saya follow! :D

      Delete
  15. udah bikin lapar mesti tanggung jawab nih, ikaaaaaaaaaaaannya kirim ke makssar hayoo cepetan, hihi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahah, emang doyan makan Ikan asin?

      Delete
  16. Seumur2 saya belum pernah ke sumatra sob..

    kapan yah bisa berkunjung kesana, minggu ini rencananya saya ditugaskan di ranai ( riau )

    salam kenal..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, mampir aja ke Lubuklinggau dulu :D

      Delete
  17. ijin nyimakkkkkkkkkkkk ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silahkan siapkan alat tulisnya! hehehe :D

      Delete
  18. Replies
    1. Boleh! :)
      Silakan siapkan alat tulisnya! hehehe :D

      Delete
  19. Nah! Sama seperti Kota Pontianak yang sepertinya hanya dikenal sebatas Tugu Khatulistiwa nya saja. Padahal ada lebih banyak hal lain yang tak kalah menarik dibanding Tugu Khatulistiwa :D

    Postingannya menambah khazanah di bidang geografi dan budaya deh ini. Thanks a lot, and semoga menang kontesnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh, bahkan Tugu Khaulistiwa pun aku belum tahu. :D Maklum sih, informasinya masih sedikit!
      Well, makasih udah mau mampir, makasih juga dah mau baca, dan makasih atas do'anya. Aamiiin, aamiin, ya robal alamin! :)

      Delete
  20. Sumsel memiliki banyak pesona, promosikan aja di blog U...., Lebih sip lagi lengkapi dengan gambar....
    Ohya saya follow blog U..., follow back ya....
    Makaseh..
    Salam buat Wang kite....

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha, salam balek kakak.
      mokasih asukannyo! :)

      Delete
  21. wah bagus postingannya :D renyah dibaca heheh

    ReplyDelete

Post a Comment

Saya menghargai setiap komentar yang kamu berikan. Maka jangan pernah sungkan untuk meninggalkan komentarmu. Untuk kepentingan bisnis, silakan hubungi saya via email di hadisujatman@gmail.com

Salam!

Popular posts from this blog

Cara Paralel Propana Reload ke Jabber

Decolsin Solusi Flu Batuk yang Menyebabkan Kantuk

Kamus Bahasa Linggau