Efek Sok Baik

Pusing. Ini kepala yang kupunya kenapa begini ya? Mikiiiiir mulu, tanpa kendaliku. Padahal aku udah capek mikir. Apalagi kalau yang dipikirin itu adalah sesuatu yang miring-miring ga penting gini. Malah nambahin kerutan di jidad aja.

Aku lagi kesal. Amat kesal.
Kesal dengan semua orang, dengan segala ucapan yang tidak mengenakkan. Ingin sekali rasanya aku cerita ke tembok, mengungkapkan rasa penat, kemudian menganalisa kesalahanku, lalu jika memang aku terbukti bersalah, aku akan tetap menganggap diriku benar dengan cara ngomong sendirian kepada tembok yang lain!

Kemarin aku kuis. Mata kuliah PBO, dimana dengan prontal Si Dosen membebaskan mahasiswanya untuk open book. Karena aku orangnya malas nyatet, maka yang kulakukan adalah open e-book.

Untuk mahasiswa tercepat, diiming-imingi nilai 100. Siapa yang nggak mau dapet 100 coba?
Kuis kali ini praktek gitu, tentang  html, jadi intinya Si Dosen ngasih sebuah tampilan web sederhana, kemudian tugas mahasiswanya mencari script untuk membuat web tersebut.

Ndilalah, aku yang pertama kali kelar ceritanya. Yang kedua itu Si Hoko (Nama Samaran). Aku salut dengannya, meskipun kadang kalau diajak ngomong suka tulalit, tapi kali ini dia hebat! Aku sempat ngelihat script-nya sebentar untuk membenahi srcript-ku, untuk mengedit kekeliruan.

Si Bowing di sebelah ujung teriak-teriak, "Kopi, kopi, kopiiiii ...!"
Aku langsung ngangguk. Maksudnya aku mengerti jikalau dia membutuhkan salinan script-ku. Bukan, dia bukan memesan kopi hitam cap luwak Belanda ya ....

Selain Bowing, aku juga ngasih salinan ke Bentol, yang ternyata kemudian nyebar ke Ayam, dan siklus selanjutnya pun tidak ku ketahui dengan jelas.
**

setelah kelas kelar, seseorang menghampiriku. Sebut aja Si Blog.
"Ku pikir kau pinter nian, ternyata minta kopian juga!"
Dia cengengesan.

Entah mengapa, pada saat itu malah timbul perasaan jengkel di dadaku. Pengen banget teriak, "WOOIII, YANG MINTA SALINAN ITU KAU, WOI ...!!"
Tapi kuurungkan karena aku nggak tega. Maka kalimat yang keluar dari mulutku hanyalah, "Emang aku nyontek siapa, Blog?"
Dia masih cengar-cengir setengah cengengesan. Kemudian mikir bentar, lalu ngomong, "Mungkin kelas lain ...?" tanyanya menggantung!
"JANGAN NGATAIN ORANG!" kataku ketus seraya berlalu.

kebetulan pada saat itu perutku sedang sakit. Sakit yang teramat sakit. Pedih. Betapa pedihnya luar biasa, nyooong!
Si Bowing malah cerewet banget, teriak berkali-kali, kayak ngebet banget gitu, seolah-olah ngusir lah, "Balik aja, Wan! Balik aja, Wan! Balik aja, Wan! Balik aja, Wan!"

Kalau memang harus dijadikan dialog mungkin jadinya begini:
Aku : "Aduuuh, aku sakit peruuut!"
Dia : "Balik aja, Wan!"
Aku : "Sakit, nian!"
Dia : "Balik aja, Wan!"
Aku : "Aduuuh!"
Dia : "Balik aja, Wan!"

Teriakannya itu membuat sisi gelap dan sisi terangku muncul. Sisi gelap mendukung ucapan Bowing dengan ikut berteriak "Benar, Wan.Balik aja! Dosennya nggak penting!"
Tapi sisi terang mencegahku dengan menasihati "Ayolah, Wan! Kamu pasti bisa! Ayolah, Wan, nanti aku kasih BB!"

Ternyata sisi terangku kalah. Aku mengikuti egoku untuk pulang, meninggalkan semua teman dan handay taulanku di kelas tercinta!
**

Sepulangnya aku dari kampus, aku berharap untuk segera lupa akan semua cerita yang tidak mengenakkan ini.
**

Do'a-ku ternyata terwujud, aku mulai lupa setelah terhibur dengan kocaknya OVJ yang didalangi oleh Dokter Boyke yang cucok nian!

Tapi esoknya, lebih tepatnya hari ini, aku kembali nyesek. Ternyata orang yang kuangggap teman dekat, malah ikutan mengataiku sepertihalnya Si Blog tadi. Dia nggak secara prontal sih menuduhku. Dia cuman menyidir. Intinya dia membenarkan temen-temen yang lain kalau aku dapet salinan script dari orang lain. Aku sangat kecewa. Sungguh!

Sekarang gini deh, aku memang nggak pinter, aku memang  pernah nyontek, terus ketika aku tiba-tiba sukses ngerjain soal, apa itu sebuah kesalahan? apa itu sebuah kekeliruan? apa itu sebuah masalah?
Analoginya, orang yang pernah sengaja ngentutin orang nggak selamanya ngentut.

Jadi, meskipun aku pernah nyontek, kali ini aku nggak nyontek. Oh oke, aku sempet liat scriptnya Hoko, tapi aku nggak bisa sepenuhnya dibilang nyontek punya dia. Lagi pula kelarnya pun duluan aku.

Kesalahanku mungkin karena telah membagi-bagikan salinan script yang kubuat. Inilah yang mengundang beberapa opini-opini itu, dimana script yang mulai beredar itu bukan sepenuhnya berasal dariku. Opini lain, aku mendapatkan script itu dari Presiden. Bla-bla-bla-bla.

Sekarang gini, cobalah mereka itu mikir sebentar. Itu kuis kan open book. Seharusnya gampang dong? Aku dapet script-nya juga dari hasil aku open e-book. Terus masalahnya apa coba?

Tapi sudahlah! Cukup jadi pelajaran aja. Ternyata berbuat baik itu tidak selamanya menyenangkan. Apalagi membagi-bagi script ujian kuis. Hari Rabu depan akan ada UTS dengan praktek serupa namun berbeda perintahnya. Lihat saja, Teman! Aku akan merubah kebaikanku tadi dengan sistem informasi yang baru.
Sebuah kepercayaan, adalah penghargaan dari orang lain yang paling menyenangkan. Sewajarnya lah kita memeliharanya. Bukan malah merusaknya, dengan tetesan tinta yang mencuap dari bibir dower.

Comments

  1. ini blog banyak baby nya yaaa tapi mama papa nya gak ada hahaha ;p

    ReplyDelete
  2. @Atifah: Mama papanya lagi ke Ostrali, hehe

    ReplyDelete
  3. Huakakakakaka...... lagi galau ya?

    ReplyDelete
  4. ooo lagi ada yang galau toh :)

    ReplyDelete
  5. lebih susah saat harus mengembalikan kepercayaan dibanding menjaga kepercayaan itu..

    ReplyDelete
  6. gak papa, orang yang berpikir jelek memang begitu. jangan ngedown, memang rasanya jengkel. justru rasa jengkel itu kamu manfaatkan untuk memotivasi dirimu agar menjadi lebih baik dan tunjukkan bahwa kamu bisa dan pikiran mereka salah, ada pribahasa biarlah anjing mengonggong bla bla bla sya gk tau lanjutannya apa.. hahaa :D yang jelas jangan marah hanya karna opini negatif mereka tp jadikan opini negatif itu sebagai pembangun untuk lebih maju dr mereka! dan tunjukkan bahwa kamu memang bisa! semnagt!! :D

    ReplyDelete
  7. @Nina Chan: Makasih banget, aku speechless. Bener, aku akan menunjukkan hal itu kepada mereka. Sekali lagi makasih. Dan makasih juga udah mau mampir ke sini. Salam!

    ReplyDelete
  8. Galau galau dan galau....
    kwkwkwkwk

    ReplyDelete
  9. wkwkwkwk ane gak habis pikir bagia ini..
    Aku : "Aduuuh, aku sakit peruuut!"
    Dia : "Balik aja, Wan!"
    Aku : "Sakit, nian!"
    Dia : "Balik aja, Wan!"
    Aku : "Aduuuh!"
    Dia : "Balik aja, Wan!"
    kalo dibayangin lucu banget. hahah

    ReplyDelete
  10. @Fahmi: Gausah diperjelas juga kali, Mi -_-

    ReplyDelete
  11. @Shitlipedia: HAhahaha, jangan dibayangin dong kalau gitu

    ReplyDelete
  12. wauu blognya keren full stylis..heheh

    ReplyDelete
  13. Hihihi galauuuu toh ceritanya.

    Tentang kepercayaan, ada juga yg mengibaratkan kepercayaan itu seperti sebuah balon. Sekali saja pecah, tak bisa dipegang lagi, tak bisa kembali lagi. Kecuali kalo mau beli balon baru. Muehuehehe.

    ReplyDelete
  14. @diniehz: Iya nih, galau. Wkwkwk. Filosofi balonnya boleh juga! Eh?

    ReplyDelete
  15. Jangan galau-galauan kaya gue gan. Nanti ga kebagian kebahagian lagi *ngomong apa aku ini ahahah

    ReplyDelete
  16. @Faizal Indra kusuma: Hahha, semoga ini yang terakhir deh!

    ReplyDelete
  17. kenapa disini juga pake JJJJJJJJ??
    -____-

    ReplyDelete
  18. AHHHHHH Dasar Orang Sirik Tuh

    .bowing, .blog, .bentol, .ayam .dLL {
    display: none !important;
    }

    Hilang Hilang Dah tuh temennya hahahha #just kid

    ReplyDelete
  19. Hemm memang kadang begitu gan, kadang kita pinter di kira pinternya dari orang lain huft kesel tuh kalau gitu :(

    ReplyDelete
  20. ada2 aja ni sobat... ^_^

    ReplyDelete
  21. Kata-kata terakhirnya itu bagus sahabat...
    Siplah

    ReplyDelete
  22. @Uzay : hhahaha, oke maap. Kali ini Uzay deh! *toss~

    ReplyDelete
  23. @Davin Mboir : hhahaha, Kemarin itu asli galau banget saya, Boi!

    ReplyDelete
  24. @System: hhahaha, Sebenarnya mereka baik, kok! Cuman pada saat itu saya emosi aja. *toss~

    ReplyDelete
  25. jadi inget 8 tahun yg lalu waktu kelas 3,hemmm...ya di ikhlasin aja dan di jadikan pelajaran,,,ambil hikmah jadi biar gak emosional disaat ada cobaan kayak gitu,kn allah maha Tahu dr pd temen2mu yg negatif thinking ma kamu,ya khan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kak, heheh, makasih udah mampir!

      Delete

Post a Comment

Saya menghargai setiap komentar yang kamu berikan. Maka jangan pernah sungkan untuk meninggalkan komentarmu. Untuk kepentingan bisnis, silakan hubungi saya via email di hadisujatman@gmail.com

Salam!

Popular posts from this blog

Cara Paralel Propana Reload ke Jabber

Decolsin Solusi Flu Batuk yang Menyebabkan Kantuk

Kamus Bahasa Linggau