Copas: PANADOL JUMAT CENDOL: JUMAT PUISI


Saya bingung ketika Divin bilang, "Eh Adi, ngajar puisi dong." Karena puisi sebenarnya, yang terpenting bukanlah persoalan teknik menulis puisi, tapi filosofi, kematangan pribadi seseorang dalam memahami hidupnya dan lingkungannya. Karea itu pula Keating pernah mengatakan, "Baik dan buruk bukanlah tujuan kita menulis p...uisi. Tapi kita menulis puisi karena bagian dari umat manusia."

Baiklah, saya mengacu kepada saran-saran Sapardi Djoko Damono saja. Kali ini kita belajar sajak liris atau sajak yang merupakan luapan batin penyairnya. Ada yang belum kenal dengan Bapak Sapardi? Kalau belum, ada yang belum kenal dengan puisi ini:

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
kepada hujan yang menjadikannya tiada

[Aku Ingin]

Nah, Pak Sapardi ini menyarankan sembilan jurus yang jadi titik fokus bagi kita, penyair:

1. Sebuah sajak yang buruk biasanya berusaha "meyakinkan" pembacanya dan dengan demikian memaksanya saja untuk mendengar dengan pasif.

Puisi yang baik adalah puisi yang berkomunikasi dengan pembacanya. Atau meski ia seperti berbicara sendiri, puisi tetap terbuka, tidak menentukan benar dan salah, tidak merasa benar sendiri, tidak saklek. Di sinilah pembaca bisa masuk ke dalam ruang yang diciptakan penulis, untuk menciptakan suasana/komunikasi bathin.

2. Perasaan yang paling khas dalam arti: yang paling banyak melibatkan manusia dari zaman ke zaman, adalah bahan terbaik untuk sajak lirik.

Cinta. Cinta itu universal. Bila pun cinta kita khusus kepada seseorang, buatlah agar siapa saja bisa menerimanya, seperti sajak Aku Ingin di atas.

3. Penyair harus menjelmakan perasaan yang klise itu sebagai bahan sajaknya --- misalnya cinta --- dengan segar, menjadi sajak yang segar dengan ungkapan yang tidak klise, tetapi harus unik dan personal.

Bagaimana caranya agar unik dan personal? Ungkapkanlah ia dengan benda-benda di sekitar Anda, benda-benda yang khusus dan berkenang di hati anda.  
4. Untuk menuliskan sajak lirik yang baik, penyair harus cermat mengamati dan mencatat perasaan-perasaan sendiri dan peristiwa-peristiwa di alam sekitarnya.

5. Dua elemen penting dalam sajak lirik adalah menyatakan perasaan yang samar-samar dan dengan cara yang sederhana menyatukannya dengan alam sekitar.

6. Kesamar-samaran itu unik, dan dia akan menjadi tidak unik lagi, dan berhenti sebagai puisi - kalau ia digamblangkan.

7. Penyair harus sadar bahwa sebenarnya perasaan yang samar-samar itu tidak komunikatif, dan penyair harus mengkomunikasikannya, dengan bahasa, alat komunikasi.

8. Ujian bagi penyair lirik: ia mungkin tergelincir ke dalam sajak-sajak gelap, sajak-sajak yang sama sekali kehilangan kontak dengan pembaca atau ia menghasilkan sajak yang habis sekali baca bahkan tidak jarang sudah habis sebelum dibaca sampai terakhir.

9. Penyair harus meletakkan sajak liriknya tepat pada garis yang memisahkan kedua kemungkinan tersebut di atas. Itulah garis yang harus dicari, ditemukan dan dicapai oleh penyair lirik yang baik.




Sebenarnya saya ingin menjelaskan ke-9 saran ini, tapi karena waktu, kita langsung ke sesi tanya jawab saja. Maaf, karena pekerjaan kantor belum selesai, jadi telat bikin dokumennya. Nanti pun kalau tak cukup kita ramaikan terus topik ini.


Atau yang mau komunikasi lebih lanjut bisa ke
081916870188/PIN 32DCB76C
barangkali ada yang mau pesen buku-buku saya, masih ada beberapa stok di gudang, dijual 50ribu saja buat dua judul. Eh promosi.

TANYA JAWAB SUKER JUM'AT CENDOL DENGAN CENDOLERS SEDUNIA:

1. Tris Anova Arlim 
Hadir, Suker.TANYA: Untuk sajak lirik, penyair tidak terikat pada ketentuan fisik karya seperti jumlah baris, bait atau bahkan suku kata?

Pringadi Abdi Surya 
‎Tris Anova Arlim Kita sudah masuk post-mo, ketentuan baris adalah puisi modern. Bentuk-bentuk yang dikenal saat itu seperti sonet, kwatrin, dll. Tetapi bunyi, tentu memiliki nilai lebih untuk sebuah sajak. Bunyi yang disiplin, masuk nalar, tidak sekadar dibunyi-bunyikan.

2. Nesa Ozzora ‎
TANYAMas Pringadi Abdi Surya saya sudah kenal dengan Penyair dan puisi tersebut. Menurut mas sendiri bagaimana sih caranya biar puisi kita sesyahdu puisi diatas ? Kok meski saya yang buat puisi terkadang merasa tidak syahdu dan romantis meski ada hal - hal romantis yang saya buat. Tapi ketika orang membacanya mereka bilang romantissss bangettt.

Pringadi Abdi Surya
 ‎Nesa Ozzora kesyahduan adalah pribadi masing-masing, dan kematangan batin untuk menginterpretasikan suasana. Sajak sapardi disebut juga lirih-suasana, atau dalam genrenya disebut imajis yang dipopulerkan Ezra Pound memiliki kekuatan dalam citraan. Menjadi syahdu berarti juga menjadi detil dan sederhana. Saran saya: manfaatkanlah mata. Buatlah puisi yang bisi "dilihat" pembacanya

3. Arina Murti Dewinta 
wew, Kereennn... :D
Sajak yang menghipnotis itu yang seperti apa ya, Kak Pringadi Abdi Surya??? :)

Pringadi Abdi Surya 
‎Arina Murti Dewinta ada teori yang namanya katarsis. katarsis adalah pelepasan penulis dan juga diterima pembacanya. untuk mendapatkan hal ini, minimal ada pengalaman puitik yang sama. Misalnya jika ada dua orang yang sama-sama pernah mengantarkan kepergian seseorang di stasiun, lalu salah seorang menuliskannya, dan seorang lain membacanya. Pasti akan ada proses interaksi yang hypnotizing. Lalu bagaimana kalau tidak ada pengalaman yang sama? Jadilah penulis yang bisa mengendalikan semua perasaan. Dan itu butuh waktu dan pengalama

4. Ulya Uhirayra 
Maksud dikaitkan dengan alam itu gimana, Suker? :D

Pringadi Abdi Surya 
‎Ulya Uhirayra sejarahnya metafora bisa disingkat sebagai upaya untuk menjelaskan sifat ke dalam benda. Misalnya "Kamu cantik deh seperti bulan." Karena alam adalah metafora paling jelas dan paling universal yang bisa diindrai semua orang. Tapi tetap harus dicari sudut pandang yang unik dan berbeda, bagaimana situasi itu kemudian diwakilkan dengan alam biar nggak terkesan klise dan pasaran.

5. Yuna Kenny F 
Maksudnya mengungkapkan sajak yang samar-samar itu gimana ya ? Terus , apa kalo dibuat samar-samar malah menyulitkan pembaca? 
Terimakasih :)

Pringadi Abdi Surya 
‎Yuna Kenny F Kalau terang, itu namanya bukan puisi. Sama saja dengan kalimat biasa. Kalau gelap, susah diartikannya. Maka sajak posisinya samar-samar, kita meraba-raba artinya tapi walaupun meraba-raba ada perasaan damai tertentu saat membacanya.

6. Lara Ahmad
Tadi sempat baca postingan status kawan. Katanya puisi liris itu puisi yang romantis. Apa betul seperti itu Pak/Mas Pringadi? Lalu bagaimana agar puisi bisa liris bisa menghanyutkan tapi juga dipahami maksudnya oleh pembacanya? Seringkali, saya membaca puisi yang indah dengan liukan majas di sana sini tapi saya tidak bisa mengetahui makna yang hendak disampaikan dalam puisi tersebut.

Pringadi Abdi Surya
Sederhanakan yang rumit itu. Manfaatkan momen dan pernyataan puitik yang karib. Jangan berindah-indah, atau jauh-jauh dulu berpuisinya.

7. Bayu Prasetya 
Kebetulan lagi mau ikut lomba antalogi cinta nih. Mas Pringadi Abdi Surya, gimana sih supaya pada saat bikin puisi, kata-katanya itu ngalir dan nyambung. Gak lompat-lompat dan tetap nyambung dengan kalimat sebelumnya?

Pringadi Abdi Surya
itu namanya bangunan logika. untuk menguasainya, seringlah bertanya "mengapa"

8. Dedek Fidelis Sinabutar
Saya kadang menulis puisi, tapi tanpa memperhatikan bentuk puisi, dan malah lebih mirip sebuah prosa, karena bentuk puisi saya tidak seperti puisi-puisi pada umumnya. Apa bentuk puisi yang seperti prosa seperti itu masih dapat dikatakan puisi, Suker?

Pringadi Abdi Surya
pada dasarnya apa saja bisa jadi puisi, tapi bila puisi terlalu "melar" atau tidak padat, puisi itu akan kehilangan bobotnya dan saya sering melabelinya sebagai "rangkaian kalimat-kalimat indah atau yang diindah-indahkan"

9. Dela BungaVenus 
Mas Pringadi Abdi Surya...glad that you are here now. ^^
ohya menurut mas Adi, puisi yang baik biasanya memberi ruang kepada pembacanya untuk berkomunikasi. Bahkan ada istilah tidak ada habisnya. Dan tidak saklek dan tidak memaksa pembacanya.--> apakah ini berarti bahwa pesan yang disampaikan boleh saja berbeda dengan yang diinterpretasikan oleh pembacanya? Bahkan baik jika bisa dijadikan bahan diskusi?

Pringadi Abdi Surya ‎
Dela BungaVenus ya benar. puisi itu multitafsir. penafsirannya bisa berbeda-beda. karena sebuah benda bisa saja berbeda makna bagi tiap orang. masalah untuk membedah makna puisi secara objektif, itu ada di kritik sastra. tapi karena kita tidak berbicara itu, kita berhak menjadi subjektif :D

10. Yuna Kenny F 
Om suker , apakah sebuah puisi akan menjadi indah apabila disisipkan banyak majas yang terkesan "samar-samar" itu ? apa nanti gak jadi ngeboringin tuh puisi :D.Terimakasih (lagi)

Pringadi Abdi Surya
Kalau terang, itu namanya bukan puisi. Sama saja dengan kalimat biasa. Kalau gelap, susah diartikannya. Maka sajak posisinya samar-samar, kita meraba-raba artinya tapi walaupun meraba-raba ada perasaan damai tertentu saat membacanya.

11. Nesa Ozzora 
Mas Pringadi Abdi Surya bisa kasih contoh poin dua ?

Pringadi Abdi Surya
Contoh puisi untuk saran ke 2:
dari WS Rendra

kangen
w.s. rendra

kau tak akan mengerti bagaimana kesepianku
menghadapi kemerdekaan tanpa cinta
kau tak akan mengerti segala lukaku
kerna luka telah sembunyikan pisaunya.
Membayangkan wajahmu adalah siksa.
Kesepian adalah ketakutan dalam kelumpuhan.
Engkau telah menjadi racun bagi darahku.
Apabila aku dalam kangen dan sepi
itulah berarti
aku tungku tanpa api.

12. Ika Mustaqiroh
Puisi itu kaya akan diksi dan majas. nah, bagaimana caranya untuk memperkaya diksi?makasiiiii :)

Pringadi Abdi Surya 
‎Ika Mustaqiroh cara mudah memperkaya diksi, belilah tesaurus bahasa Indonesia. Cara autodidak, bacalah banyak buku, jika ada satu kata asing, cari di kamus.

Untuk belajar nulis puisi, ada metode arisan sastra. Kakak dulu belajar dengan cara ini. Kami diberi 10 kata wajib yang dicantumkan di dalam puisi. Dari 10 kata itu kita harus membuatnya keren. Nah itu dibutuhkan pemahaman yang baik terhadap sebuah kata/benda. Misal kata "Akut" dan "kronis" yang punya perbedaan. Akut untuk sakit yang tiba-tiba sementara kronis yang parah menahun.

13. Dian Khayliza
maksudnya sajak-sajak gelap itu apa ya suker? Contohnya sajak gelap gimana?:)

Pringadi Abdi Surya
Contoh sajak gelap:
"Aku menyayatmu hingga retak"

Dalam puisi ada yang namanya logika bahasa, metafora nggak boleh asal. Kita coba bayangkan pisau, bentuk sayatan, mungkinkah sayatan pisau menghasilkan sebuah retakan? Jawabannya tidak. Sajak Gelap adalah sajak yang dirangkai sedemikian rupa hingga tidak ada jalan untuk menafsirkannya.

14. Erry Sofid
Mas Pringardi: Apakah untuk menjadi penulis puisi yang baik kita harus memahami filosofi kehidupan itu sendiri? Artinya, tanpa pemahaman filosofis, karya puisi kita akan terkesan datar atau "tak bernyawa"?

Pringadi Abdi Surya
Puisi tanpa metafora seperti sayur tanpa garam. Puisi tanpa filosofi seperti sayur basi. Saya sepakat dengan istilah nyawa. Karena puisi juga punya umur. Puisi dengan metafora dan filosofi yang saling bersinergi, akan berumur lebih panjang. Dan barangkali abadi. Kedua, tentang samar-samar yang unik. Ini berkaitan dengan kesan yang akan ditampilkan. Haloo cewek-cewek, seneng nggak dapat surat cinta, seneng nggak dengan cowok yang menyatakan cinta dengan banyak pengantar seperti bunga, lilin, dll? itu sebenarnya adalah metafora wujud. Menjadi unik, menjadi berbeda adalah ciri. Dan tidak bisa dilupakan.

15. Wendy Fermana 
1. Nulis puisi yang lancar, mengalir, dan menggetarkan bagaimanakah caranya? 
2. Adek perhatikan kakak tampak 'alangkah begitu mudahnya' menulis puisi dari hal-hal sederhana dan kadang bagi yang lain sepele. Apa tipsnya menemukan momen puitik itu, dan bagaimana menggali metafora baru yang ciamik?
3. Apakah yang membuat kakak 'terus berpuisi'?
4. Kalau seorang mau belajar menulis puisi atau menjadi penyairlah, apa yang paling penting dia lakukan? Sesuai pengalaman kakak.
5. Apakah seorang penyair memang harus bisa bagus dalam membacakan puisinya?
6. Pendapat kakak, benarkah penyair itu gombal, hehe?

Pringadi Abdi Surya
1. Nulis puisi yang lancar, mengalir, dan menggetarkan bagaimanakah caranya?
Tulislah apa yang kamu rasakan dan apa yang kamu pahami betul.
2. Adek perhatikan kakak tampak 'alangkah begitu mudahnya' menulis puisi dari hal-hal sederhana dan kadang bagi yang lain sepele. Apa tipsnya menemukan momen puitik itu, dan bagaimana menggali metafora baru yang ciamik?
Jadilah pribadi yang tidak cuek, mencermati detil, komprehensif. Sebuah momen kecil tidal akan terlewatkan. Kedua, seringlah diskusi, sekaligus menyepi. Berpikir itu baik.
Metafora baru digali dengan pengeraman. Dalam tahap tertentu, setelah olahraga puisi, bersemedilah seperti seorang pertapa. merapal mantra tenaga dalam.
3. Apakah yang membuat kakak 'terus berpuisi'?
Karena kakak masih bernapas. Memuisikan sesuatu juga berarti mengabadikannya. berusaha mengabadikannya. dan melihat sesuatu yang coba kita abadikan, rasanya wah>
4. Kalau seorang mau belajar menulis puisi atau menjadi penyairlah, apa yang paling penting dia lakukan? Sesuai pengalaman kakak.
Menyimak. Jadilah penyimak yang baik. Informasi yang didapat, ditangkap, digali lebih dalam, lalu direnungkan, setuju atau tidak setuju.
5. Apakah seorang penyair memang harus bisa bagus dalam membacakan puisinya?
Saya tak pandai baca puisi.
6. Pendapat kakak, benarkah penyair itu gombal, hehe?
Penyair yang keren tidak gombal, tapi dia bisa masuk ke hati orang yang ditujunya dengan menguasai perasaan orang itu.

16. Arista Devi Hirawling
Kebiasaan untuk penulis puisi yang dalam taraf belajar adalah dengan membaca, merasa dan menuliskannya begitu saja. Tanpa tahu termasuk jenis apa, puisi hasil karyanya.
Adakah teori atau tips khusus, agar kita dapat mengetahui atau memahami jenis-jenis puisi?

Pringadi Abdi Surya
jenis tidak penting, percayalah. lebih penting banyak membaca, dari semua genre. lalu milikilah gaya kita sendiri.

18. Aida Asyiffa
Kak Pringadi Abdi Surya, jika ada sebuah lomba menulis puisi dan Anda sebagai jurinya. Manakah yang akan Kakak pilih dari dua pilihan ini;
a. Puisi itu bagus dari diksi, tapi susah dimengerti
b. Puisi itu biasa saja, tapi menyentuh

Pringadi Abdi Surya
Yang paling penting kalo ikut lomba adalah kesesuaian dengan tema, atau mempertalikan puisi kita dengan tema. Puisi tidak tergantung diksi, tapi komposisi. Maksudnya, seberapa benar kata-kata dituliskan, seberapa pas kata dengan kata, kalimat dengan kalimat, saling mendukung, membentuk sebuah pengertian utuh dari keseluruhan bangunan puisi itu.

19. Eny-chan Mimegumi
Kalo misal kita bikin puisi apa harus tahu maksud tulisan kita sendiri? Soalnya kadang-kadang bikin puisi malah bingung ini maksudnya apa karena kata-katanya yang abstrak, ajaib dan kawan-kawannya

Pringadi Abdi Surya
iya, harus tahu. jadilah penulis yang bertanggung jawab. minimal kepada diri sendiri :D

20. Divin Nahb
Pringadi Abdi Surya, ada yang sering bertanya tentang penulisan puisi. Meski juga sudah pernah ada yang jawab. Tapi, ingin tahu pendapatmu ya. Begini, cara menulis puisi tidak seperti dengan cerpen. Pertanyaannya mengapa dalam puisi suka ada yang menuliskan seperti ini: aku mencintai seperti bulan pada langitnya (aku ditulis dengan huruf "a". Kenapa bukan "A"?) malammalam telah membuatmu seolah di surga (malammalam mengapa tidak ditulis malam-malam?)

Pringadi Abdi Surya
ini litentia poetica, kebebasan penyair tapi tetap ada filosofinya. yang aku tangkap dari non-kapitalisasi adalah penihilan ego "aku", pengakuan ketidakberdayaan "aku". seperti kita tahu, sejarah penulisan "I" (besar) dalam bahasa Inggris adalah karena harga diri yang tinggi dari orang-orang Inggris.

malammalam, adalah anggapan penyatuan, tidak ada yang berbeda dari malam. ia jamak, tapi tidak berbeda.

21. Yuliana Sugestina
Menjadi sajak yang segar, agar ungkapan tidak klise.
Nah solusi membuat puisi supaya kata-katanya tidak itu itu terus gimana?

Pringadi Abdi Surya
ada gaya bahasa yang namanya alusi, dan ada pula yang namanya kajian intertekstual. intinya banyak membaca. ada kata-kata khusus yang dapat mengacu pada kejadian lain, sejarah lain, dan itu akan membuat puisi tidak klise. Untuk memperkaya diksi, buatlah puisi dari kata-kata yang tidak biasa digunakan. lupakan bulan, lupakan lilin, lupakan angin.coba dengan kata kursi, meja, layar, sepeda, atau yang di dalam keseharian sering terlupakan.

22. Amin Sahri 
apakah ini jg puisi liris :
Di kejauhan, di bukit kemerahan
Matahari pucat berdiri
Dengan jubah kelabu
Menyimak gelombang letih
lautan dan benua;
Sementara ladang keriput
digetarkan hawa dingin yang kering

Segalanya tenggelam
dalam kemuraman yang lebih dalam;
dalam merah mataku
lebih dalam ke dalam jiwaku

Segalanya menunggu
sebuah suara—
Sekuntum anyelir
yang tumbuh di langit

Pringadi Abdi Surya
iya, kalau boleh komen, puisimu sudah liris pisan. tapi alurnya terlalu lebar. waktu yang panjang itu bikin puisi seperti sebatas suasana. tapi aku suka bait terakhirmu. sesuatu.

23. Niesha Pinky '
1.pengembangn untuk puisi lokalize bagaimana?
2. bagaimana dengan puisi yang isinya cenderung singkat tetapi kurang mengena?
3. membangun kekayaan diksi dalam berpuisi apakah berpengaruh dengan rima?

Pringadi Abdi Surya
1.pengembangn untuk puisi lokalize bagaimana?
kalau yang ini benny arnas termasuk berhasil dalam mengembangkan lokalitas ke dalam puisi. pertama, pahami dulu hal2 tradisional itu, dan cari ruang yang pas untuk mengungkapkannya.
2. bagaimana dengan puisi yang isinya cenderung singkat tetapi kurang mengena?
Contohnya. puisi singkat harusnya bukan melukis pemandangan, tapi membikinkan bingkai.
3. membangun kekayaan diksi dalam berpuisi apakah berpengaruh dengan rima?
keistimewaan penyair top adalah bisa memadukannya. mereka kaya diksi sekaligus disiplin dalam membangun rima.

24. Uya Carooe 
Daku mau tanyaKalau bikin puisi yang tidak egois itu bagaimana ya? Selama ini daku belajar bikin puisi tapi kenapa tidak keren ya om / kak, daku tidak mengerti teori tapi daku ingin benar-benar melatihnya, mohon masukannya :)

Pringadi Abdi Surya
Kita sering terlalu berkutat pada Aku. Nah, biar nggak egois, berpikirlah dalam posisi banyak orang, pandanglah sesuatu itu dari positif dan negatifnya. Misalnya kita kehujanan. Pikirkan apa ya akibat hujan ini bagi orang lain, dst.

25. Ry Fitri
Aku masih gak ngerti soal 'berkomunikasi dengan pembaca' melalui puisi. Om suker, bisa dijelasin, gak?Makasih.

Pringadi Abdi Surya
Sambil menulis, sambil pikirkan pula jawaban setiap kita menulis satu kalimat. ini berlaku untuk cerpen juga ya.

Aku sedih| (kenapa sedih?)
karena memikirkanmu| (kenapa memikirkanku)
jejak bulan kemarin pecah di pipimu| (hah, di pipiku?)
dst

contoh dialog imajiner ketika saya biasanya menulis

26. Arniyati Shaleh
Apakah tanda baca sangat menentukan dalam puisi? Bagaiman membuat puisi yang [punya kekuatan metapora dan diksi tapi tetap sesuai dengan judulnya?

Pringadi Abdi Surya
Apakah tanda baca sangat menentukan dalam puisi? Bagaiman membuat puisi yang [punya kekuatan metapora dan diksi tapi tetap sesuai dengan judulnya? Pernah main photoshop? tanda baca itu untuk menambahkan efek tertentu, seperti juga pemenggalan, itu adalah efek. Fokus. Judul itu kepalanya. Puisi adalah tubuhnya. Cara mudah, ambil satu-dua kata dari isi puisi untuk judul. Atau cari sebuah kata lain yang sifatnya komprehensif yang kiranya pas untuk puisi itu.

Untuk efek tanda baca, saran, mari kita khatamkan aturan ejaan yang disempurnakan itu. keren lho filosofi tanda baca itu.


YANG BELUM DIJAWAB:

1. Widi Astuti
Mas Pringadi Abdi Surya,Bagaimana cara menciptakan diksi yang keren saat kita menulis puisi?Aku masih kurang ngerti dengan poin ini : Dua elemen penting dalam sajak lirik adalah menyatakan perasaan yang samar-samar dan dengan cara yang sederhana menyatukannya dengan alam sekitar.Bisa tolong dijelaskan lebih detail Mas?

Jawab:
Bahkan kita sendiri kadang tidak yakin dengan perasaan kita. Salah satu unsur puisi menurut Rahmat Djoko Pradopo adalah kata konkret. Sementara perasaan, sifat, sesuatu yang diungkapkan bersifat abstrak. Cara mengonkretkannya adalah dengan meminjam bahasa alam. Alam di sini tidak terbatas pada benda alam seperti bumi, matahari, bulan, tetapi juga benda-benda lainnya di sekitar kita. Bagaimana caranya agar yang abstrak itu pas diwakili oleh alam/benda-benda? Caranya dengan memahami betul deskripsi sebuah benda, mulai dari historinya sampai fungsinya. Misalnya: Selembar kertas. Ia terbuat dari kayu. Pohon-pohon banyak ditebang untuk membuat bubur kertas. Tapi ia bermanfaat untuk tempat menuliskan sesuatu. Seseorang juga bisa menghapus sesuatu itu.

Bisa diciptakan lirik semacam:

Aku melipat kertas dari buku harianku
yang robek. Sekian Waktu lenyap
dari hidup, adakah sedikit degup
yang didengar langit, saat pesawatku
dapat terbang serupa ahasveros?

2. Aida Assyifa K
Bagaimana seorang juri menilai puisi?Bukankah ada kriteria khusus untuk menilai sebuah puisi?

Jawab:
Yang terpenting adalah kesesuaian tema. Puisi-puisi memiliki komposisi yang pas. tidak berlebihan.

3. Ki Sentanu 
Mas, seandainya kita menciptakan model mencipta puisi dengan tidak mengacu pada aturan baku, apakah masih bisa disebut puisi?

Jawab:
Ada paradigma, apa yang diniatkan sebagai puisi maka itulah puisi. karena tidak ada aturan baku dalam menulis puisi.
Tapi paradigma itu terbentur oleh fungsi puisi sebagai teks, yang berarti ada kaedah bahasa di sana. Penyair punya kebebasan di bawah naungan lietentia poetica, tapi tetap tidak bisa asal tebas.

4. Kimmy Chan
Om Adi, kalo puisinya menggunakan diksi yang sederhana dan tak berima gimana? Boleh gak?

Jawab:
Boleh. Tak ada larangan. Tapi kalau untuk mencari kualitas, tentu harus lebih baik, bukan?

6. Yuna Kenny F
Mungkin ini pertanyaan konyol , seberapa haruskah sebuah puisi dibuat berdasarkan teorinya ? #tiba-tiba ingat tentang puisi kontemporer , aduuh kliyengan deh.

Jawab:
Dimensi sastra ada 3: sejarah, teori, dan kritik. Teori, dalam hal teknik, hanya persoalan kulit puisi. Bagaimana caranya puisi terlihat cantik dan menarik. Tapi yang lebih penting adalah nyawa puisi.

7. Bayu Prasetya 
Apakah saat menulis puisi kita harus berpaku pada kaidah-kaidah dalam berpuisi? Saat menulis puisi saya kadang mengalir saja, menulis apa yang hinggap di otak. Tapi jadinya malah gak bagus, apakah ini salah?

Jawab:
Puisi adalah representasi kematangan seseorang, baik batin dan pikiran. jadi, daripada berpikir kaidah puisi, marilah kita membangun pribadi kita menjadi pribadi komprehensif dan haus pada pemahaman pengetahuan.


8. Nesa Ozzora ‎
|TANYA 3. Mas Pringadi Abdi Surya unsur apa sajakah yang harus kita masukan dalam sebuah puisi yang menggambarkan cinta yang universal?

Kalau saya pribadi menjawab, cinta yang khusus akan bisa jadi umum, kalau ada penihilan ego. Maka wakilkanlah perasaan khusus itu pada suatu kejadian yang dapat dipahami orang banyak. Lirik rendra, "Apalah artinya kemerdekaan tanpa cinta." bisa dijadikan contoh.

9. Desi Murniati 
Tanya: puisi liris puisi romantis ya Suker? Lalu bagaimana membuat puisi yang romantis yang bisa menghipnotis pendengar dan pembaca? Apakah harus menggunakan makna konotasi?

Jawab:
Puisi adalah majas. Majas sudah pasti konotatif. Romantis adalah perihal kejujuran dalam pengungkapan dan seberapa dekat kamu bisa membuat puisi itu bersama pembaca.

10. Dedek Fidelis Sinabutar
Pak Suker, saya mau tanya, dong, Pak Suker bolos kerja? :p Eh, salah ding. Mau nanya, Bang, Agus Noor pernah mengatakan, bahwa sebuah puisi, jangankan pembaca, terkadang Tuhan dan Sang Penyair sendiri pun tidak mengerti arti dari puisi tersebut? Yang kedua, apa abang punya cerita tentang bentuk dari puisi? :)

Jawab:
Itu artinya penyair tidak bertanggung jawab. Metafora diciptakan untuk mengatasi keterbatasan bahasa dalam mengungkap realitas. Jadi, kalau ada puisi yang minim pintu/atau sangat sulit diartikan, berarti orang itu tidak pernah belajar sejarah sastra.

11. Adhi P. Nugroho 
Om Adi, tolong jelaskan maksud dari sajak gelap?

Sajak gelap:
sajak yang minim pintu, susah diartikan, menabrak-nabrak logika bahasa.

12. Siti NuRrohmah 
Pak , yang di maksud samar-samar itu yang gimana yah?

Yang samar:
di antara redup dan terang. seperti berciuman di bawah cahaya bulan.

13. Bayu Prasetya 
Apakah salah? jika pada saat membuat puisi kita asal mencomot kata saja tanpa memikirkan makna yang terkandung atau apakah puisi kita itu bisa dimengerti atau tidak alias asal keluar saja.

Jawab:
salah.

14. Arina Murti Dewinta 
Emh, gitu ya, Kak Pringadi Abdi Surya..Tanya lagi, cara untuk memperkaya diksi itu bagaimana??Aku sulit untuk memainkan diksi soalnya.. u_uTerus perlu ngga sih penggunaan logika dalam puisi??

Jawab:
ada yang namanya bahasa logika dan logika bahasa. bahasa logika tidak wajib. tapi logika bahasa tetap wajib selama puisi berbentuk teks. Memperkaya diksi: baca tesaurus #eh kayak sama pertanyaan ini dg yang lain.

15. Nesa Ozzora 
Mas Pringadi Abdi Surya saya sering kali menemukan karya puisi yang hanya terdiri dari 5 kata saja. Jenis puisi apakah itu ? apakah tidak terasa aneh jika hanya 5 kata saja ?

Jawab:
ada yang menamakannya sajak alit. sajak kecil. sajak-sajak pendek ini punya sejarahnya sendiri. misalnya haiku jepang dengan 3 barisnya, atau puisi klasik tiongkok. dulu, sastra tidak sebatas pembahasaannya saja, tapi juga pada aksara. aksara jepang atau tiongkok adalah bentuk seni tersendiri. dengan tiga-lima aksara mereka sudah membuatnya sebagai bentuk puisi.

di indonesia, yang terkenal dengan sajak pendek adalah sitor situmorang dan medy loekito. ini ada pembahasannya tersendiri. panjang. :p

16. Dian Khayliza 
Kalo kita membuat sajak gelap, harus mengandalkan logika juga kah? Atau bisa seenaknya kita?

Jawab:
jika kita membuat sajak untuk dibaca, kenapa harus gelap-gelapan?
ada yang namanya operasi pasemon, yakni sebuah bentuk pengembangan metafora yang menjungkarbalikkan logika, tapi ada beberapa hal yang tidak dilanggarnya terutama hubungan nomina dan verba.

Contoh: Jakarta diserang hujan batu.
Ini bentuk pasemon. tapi tidak gelap, karena kita masih bisa melihat lirik itu. hanya pengartiannya saja yang perlu melihat puisi secara keseluruhan.

17. Uya Carooe 
Om Suker :) Nanya lagi ya, boleh?Katanya kata-kata dalam puisi itu keren kalau tidak jelas, tidak jelas di sini maksudnya adalah samar. Samar yang bagaimana yang dikatakan tidak gelap dan menimbulkan kedamaian? Setiap orang kan berbeda Om dalam mengartikan setiap puisi, bisa jadi tidak sama memahami artinya dengan sang penulis. hehe maaf Om daku Sotoy :)lalu kalimat yang tidak jelas SPOKnya ga pa pa kan ya om disertakan dalam berpuisi?

Jawab:
Ya beda-beda. karena otak dan pengalaman kita beda-beda.
sintaksis secara filosofi bukan masalah SPOK saja, tapi bagaimana predikat menjadi bahan utama pertanyaan. Ekspresi penyair bisa saja membolak-balikkan kedudukan S dan O, benda bisa jadi S yang memiliki P. Tapi P selalu punya aturan sendiri. iSingkatnya begitu.



18. Ayu Rainaya 
Bagaimana dengan puisi yang awalnya menimbulkan bermacam-macam penafsiran mengenai maknanya? Apa yang seperti itu memang banyak disukai?Beberapa waktu lalu saya ada tugas puisi, dan saya dan teman-teman yang satu kelompok memilih puisi Hujan Bulan Juni-nya Sapardi Djoko Damono. Penafsiran makna kelompok saya ternyata tidak pas dengan penafsiran guru saya, karena beliau mengaitkan dengan kehidupan Sapardi Djoko Damono. Guru saya juga bilang, "Saya juga kaget kalian memilih puisi ini... Ini puisi yang berat. Puisi ini juga digunakan waktu saya sertifikasi. Tapi keseluruhan, jawaban kalian sudah 75% betul."Terima kasih, Suker. ^^

Jawab:
Kita tidak pernah boleh menjudge benar dan salah penafsiran. Saya dalam hal ini tidak sepakat dengan guru itu. Puisi yang baik tentu puisi yang punya banyak layer penafsiran. Tapi tidak mengotakkan mana yang harus benar. Puisi-puisi Sapardi bisa dianggap sebagai puisi cinta, tapi bisa juga dianggap sebagai puisi politik. Dalam level kritik sastra, ini baik.



21. Yuliana Sugestina
Maksud no.1 dengan sajak buruk, itu seperti apa maksudnya

jawab:
sajak yang buruk, sebenarnya tak ada. tapi kalau udah dibaca umum, ia bisa jadi terlihat buruk karena seperti manusia, ia tidak rapi berpakaian, ia tidak bisa dandan, ia tidak mandi, atau nakal. bisa dipahami?


22. Amaya Kim
Pak, aliran puisi itu apa aja ya? Perlu gak bagi seorang penyair untuk jadi spesialis di satu aliran puisi aja? Jadi sang penyair memilih satu aliran itu sebagai gaya atau ciri khasnya?

Jawab:
Aliran puisi banyak. Tapi sekarang, bakda 2000, aliran itu tidak bisa didefinisikan. Saya menyebutnya postmodernisme. semua bebas berkreasi, menemukan gayanya sendiri.

23. Hadi Ku
Kak Adi, didalam puisi boleh tidak menyebutkan ciri fisik orang yang kita cintai? Misalnya ini puisi cinta. Dimana sang wanita pujaannya gingsul, gitu kak?

Jawab:
Hak penyair. Bebas. Tapi kalau mau dibaca banyak orang, ya pikir lagi demi daya ungkap yang baik.

24. Dela BungaVenus
Jika memang penyair punya hak penuh untuk menulis apa pun dengan pemilihan kata apa pun yang dirasa tepat untuk ungkapan hatinya. Apa sikap kita jika ada yang mengatakan : oh jangan pakai kata itu,bagusnya ini. Kenapa kalimatnya begitu. Baiknya begini. Padahal kalo diganti seperti yang disebutkan si pengkomen, menurut saya jadi sama sekali berbeda 'rasa' yang muncul.
Dan dalam hati pengen nimpuk dan bilang : wah,sok tahu sekali kau akan isi hatiku. Ahahaha!^^

Jawab:
debat saja. puisi bak anak. bisa dibela. kecuali kalau si anak benar-benar salah.



===========
Dari Suker Jum'at Pringadi Abdi Surya


aku ingin belajar mencintaimu, tetapi tidak di
kehidupan ini
karena Waktu datang begitu terlambat
untuk mengenali betapa Cinta adalah dirimu;

sebuah Trans-Jakarta lewat, aku berharap Kau
menempuh jalan yang sama denganku, hanya
Kau diam, aku diam, mencoba menatapmu lebih dalam

aku tidak mencoba ke mana-mana, tetapi Kau pun
tidak mencoba ke dadaku, "Cinta mungkinlah
sebuah lelucon," begitu pikiranku berkata sementara

aku telah kehabisan kata-kata meski sekadar
mengatakan aku telah jatuh cinta kepadamu.

Comments

  1. Makasih, Btw blognya tampilannya lucu
    ^_^

    ReplyDelete
  2. @Kak Ayuni: Oke, masama! Hehhehehe . Sering-serng mampir ya, kak!

    ReplyDelete

Post a Comment

Saya menghargai setiap komentar yang kamu berikan. Maka jangan pernah sungkan untuk meninggalkan komentarmu. Untuk kepentingan bisnis, silakan hubungi saya via email di hadisujatman@gmail.com

Salam!

Popular posts from this blog

Cara Paralel Propana Reload ke Jabber

Decolsin Solusi Flu Batuk yang Menyebabkan Kantuk

Kamus Bahasa Linggau