Bedah Puisi

 Mimpi Sang Bujang << Puisiku di bedah di kelas  cendol, ga bisa berkata-kata deh ….

Eva Sri Rahayu
Aku suka puisi pertama, karya Hadi Kurniawan. Bukan puisi gelap, tapi tidak terlalu terang. Permainan kata yang apik.

Noer Utami aku pengen tau maksudnya 'Remas hempas melas malas'.

Rizky Noviyanti Puisi yang pertama, .. aku ga bisa nyatuin baitu demi baitnya...

Maria Ariyani Schatzie Puisi pertama, rima akhirnya cantik tapi terlalu memaksa.

Ayu Ira Kurnia Marpaung Puisi pertama aku merasa tidak ada keterkaitan antara bait demi bait. #benar nggak sih.

Fafa Alfahrezy puisi pertama maknanya dalem..

Dela BungaVenus Hadi Kurniawan...
Apakah kamu bicara tentang kesendirian, harapan dan mimpi-mimpi juga keyakinan bahwa semua kan jadi nyata nantinya?
Bait pertama dan dua agak bingungin...^^

Hanya ada satu teman.....apa?siapa?

Apa hubungannya 2 baris awal di bait ke dua dan dua baris berikutnya?^^

Sketsa Oase Senja mau ikutan membahas ya
di bait yang kedua ini apa maksud dan hubungannya dengan isi puisimu Hadi Kurniawan,tolong mensyen dong yang bisa teman-teman biar dia hadir untuk mempertanggungjawabkan karyanya..

Bulir air mengalir bergilir

Remas hempas melas malas

Berdiri sendiri di kiri duri

Bertahan dengan ribuan ketukan

Deddy Firtana Iman ‎.............

Mimpi Sang Bujang
Karya Hadi Kurniawan
............
Pada setiap renungan
Hanyalah ada satu teman
Sebuah keinginan
nyaman
.............

Pada setiap kesendirian itu adalah "ruh" antara cermin kehidupannya si "aku." Teman dalam hidup, antara wujud dan ruhnya, sebagai teman "sebuah keinginan" agar bisa lebih nyaman memikirkan lawan jenisnya. Di tempat sepi, merenungu dan mendalami setiap inci tubuhnya. Sehingga bermuara "nyaman" walau dia masih berujung "bujang." Sebuah hayalan dengan penuh renungan yang sangat dalam pada bait ini. Sederhana, namun telah menggoda kita si pembacanya.
..........
............
Bulir air mengalir bergilir
Remas hempas melas malas
Berdiri sendiri di kiri duri
Bertahan dengan ribuan ketukan
............

Jika bulir adalah aku si "bujang." Ini adalah bentuk permainannya secara mendasar untuk memutarbalikkan fakta tanpa kenyataannya. Sebab "bertahan dengan ribuan ketakutan." Adalah segala keakuanku yang membuat merasa diri lemah, kurang sempurna. Sebab dari itu, "bujang" di sini masih ragu dalam berbagai hal.
............
.........
Mimpiku sudah tinggi
Tegak kokoh membentuk lini
Besarnya sejagat bumi
Cita-citaku ... memeluki
........

"Mimpiku sang bujang; mimpiku sudah tinggi." Aku tak bisa menggapai terlalu jauhnya mimpi itu. Aku harus meraihnya di antara "tegak kokoh membentuk lini" di sini, di dalam mimpiku itu. Dan kita tahu, mimpinya sudah membesar, menyatu bersama isi bumi. Mengakar di dalam pikirannya. Bumi di dalam "cita-citaku"... "memeluki" diriku sebagai mimpiku sendiri.

.........
Aku akan meraih ...
Memudarkan setiap buih
Mengabaikan rasa letih
Walaupun harus tertatih
Masa depanku terbayang masih
Berada pada lingkaran putih
berbentuk benih
.........

"Aku akan meraih mimpi sang bujang". Walau harus berteman dengan buih, letih dan berada pada lingkarab masa depanku yang dulunya berbentuk benih. Setidaknya aku punya jalur ke kiri dan kanan. Aku akan meraihnya, untukku. Melancarkan mimpi sang bujang hingga bersandar pada benih tersebut.
.........
Yakinku bisa menjadi patih
Aku percaya ...
Tidak mudah wujudkan asa
Tapi sayapku sudah terbuka
Siap terbang meraihnya
.........

Bahkan, kesimpulan yang bisa kita ambil secara pribadi dan keseluruhan dari puisi ini. Antara aku yakin sebagai mimpi dan aku percaya sebagai mimpi yang siap terbang meraihnya (gadis idaman)

Yakinku bisa menjadi patih[ Penulis tidak menulis menjadi Raja, tapi patih sebuah kesahajaan di damba di sini lebih ke arah menjadi pengabdi yang baik daripada ambisi memimpin, penulis jauh dari sifat Arogan.

Aku percaya ...

Tidak mudah wujudkan asa

Tapi sayapku sudah terbuka

Siap terbang meraihnya
Deddy Firtana Iman ‎.........
Mimpi Sang Bujang
Karya Hadi Kurniawan

.........
Puisi ini sudah bercerita sangat bagus sekali. Di bait pertama itu kita sudah disempitkan dengan pemikirannya sebagai "aku" yang "bujang." Sangatt dalam sekali. Dan kita mulai terjebak, mencari tanda tanya yang tersembunyi dibagian bait kedua. Di situ kita ditentukan kepada teka-teki sebagai penguji secara pribadi, sebelum kita masuk kebagian jalan cerita antara bait ketiga dan seterusnya. Seingga seiring berjalanna mimpi tersebut.
Jujur aku katakan. Di sini kurang sejalan sama bait kedua. Atau kalau mau dihilangkan bagian bait kedua juga tak akan berpengaruh sama bait selanjutnya. Bait kedua terlalu gelap, kedekatannya juga sangat jauh. Sehingga dia berdiri sendiri. Ini bisa dikatakan bait kacau.
........

Hylla Shane Gerhana Mimpi Sang Bujang

oleh Hadi Kurniawan



Pada setiap renungan

Hanyalah ada satu teman

Sebuah keinginan

nyaman---Soft diksinya, mungkin makna yang ingin di sampaikan penyair pada bait ini: setiap orang pasti mendambakan kedamaian, nyaman dan idealis yang mendekati perfect.

Bulir air mengalir bergilir

Remas hempas melas malas

Berdiri sendiri di kiri duri

Bertahan dengan ribuan ketukan-->> Tapi pada kenyataannya badai cobaan dan liku tikam selalu berbacu bersama waktu. Mencoba tetap survive melalui proses panjang yang sulit dari berdiri ku di kiri duri bertahan dengan ribuan ketukan

Mimpiku sudah tinggi[Impian dan harapan telah membenak setinggi-tingginya]

Tegak kokoh membentuk lini[Lini, Linier adalah perlambang dari keperfect an dalam tujuan hidup manusia, misal kemapanan, kedamaian dan kesejahteraan]

Besarnya sejagat bumi[Impian yang mengalahkan segala kendala remas, hempas melas[sedih] dan malas. Kausalitasnya.

Cita-citaku ... memeluki

Cita-citaku memeluki=Cita-cita itulah yang menguatkan segala harapan indah tadi.
Aku akan meraih ...

Memudarkan setiap buih[buih, ucapan yang sia-sia]

Mengabaikan rasa letih

Walaupun harus tertatih

Masa depanku terbayang masih

Berada pada lingkaran putih[Berada pada angan-angan yang tergambar jelas walau belum sepenuhnya jadi kenyataan]

berbentuk benih.....>> Penulis berusaha menepiskan segala kendala demi mewujudkan cita dan impiannya.
 Yakinku bisa menjadi patih[ Penulis tidak menulis menjadi Raja, tapi patih sebuah kesahajaan di damba di sini lebih ke arah menjadi pengabdi yang baik daripada ambisi memimpin, penulis jauh dari sifat Arogan.

Aku percaya ...

Tidak mudah wujudkan asa

Tapi sayapku sudah terbuka

Siap terbang meraihnya
Mewujudkan impian tidak mudah tapi bukan sesuatu yang gak mungkin untuk di capai. Mungkin itu pesan terakhir dari Hadi Kurniawan.
Sebuah renungan yang sangat dalam, kelihatan simple tapi sama sekali risalah yang gak dangkal. Banyak amanah yang bisa kita petik.

Nurani Alam puisi ini menurutku tersusun dengan akhiran yang sama.

judul Mimpi Sang Bujang, agak condong ke pantun cinta.
3 jam yang lalu · Suka · 2

Ki Sentanu Ada yang baru ya?

*melirik Rizki Noviyanti

Puisi 1: Mimpi Sang Bujang, puisi dengan gamblang memperlihatkan harapan mimpi yang teramat di embat. Cukup kuat dan tak mudah putus asa. Seperti; Bulir air mengalir bergilir/Remas hempas melas malas...
Walau berat berkeringat atau berluka air mata, tapi si aku mencoba meremas melas/ sedih dan menghempas rasa malas, beuh...

Fafa Alfahrezy mas Hadi Kurniawan, syair :

Sebuah keinginan

nyaman

itu kata ''nyaman'' kenapa gak jadi satu baris aja sama yang diatas, biar pembaca gak sangsi dan lebih mudah untuk memaknainya..

Adhi P. Nugroho Puisi Mimpi Sang Bujang, aku kurang nyaman dengan kata 'Patih'. Entah, seperti memaksakan.

Sketsa Oase Senja masih puisi karya Hadi Kurniawan:

puisi ini berbicara tentang sebuah keyakinan bahwa apapun dalam setiap kondisi hanya ada satu tempat bergantung yaitu diri kita sendiri,termasuk dalam hal keinginan.
cara mengungkapkannya sudah mengalir cuma harus diperhatikan keterkaitan tiap baitnya.

Nilam Nahariah Puisi pertama bagus, dan akan lebih bagus lagi kalau tidak memaksakan agar rimanya sama. Soalnya jadi nggak nyambung antar barisnya. . Bener ngga ya
*masih belajar
AD Rusmianto puisi 1, mencoba mempertahankan eksistensi dengan unsur bunyi dan pola rima. tapi di bait kedua mencoba membebaskan kata : Remas hempas melas malas

Maemutz Fibrian suka puisi Hadi Kurniawan

Deddy Firtana Iman Puisi si Hadi keren... Hidup Jomblo... :D

Dina Why telat dateng , , , menyimak ^^
By the way, aku suka puisi 1.

sumber


Ketika acara pembedahan berlangsung, aku nggak bisa hadir. Bukan karena nggak mau tanggung jawab. Tapi ketika itu aku sedang kuliah, dan aku tidak diberitahukan sebelumnya jikalau puisiku akan dibedah pada saat itu.

Jujur, sebenarnya aku nggak ngerti puisi. Aku hanya suka mengarang bebas, dan puisi  Mimpi Sang Bujang ini pun terbentuk hasil mengarang bebasku. Aku nggak ngerti mau jawab apa ketika teman-teman menanyakan tentang maksud di bait kedua. Aku hanya mau menulis, dan yang kubisa hanyalah ini.

Dan, untuk yang baris ini - 'Remas hempas melas malas' – itu aku ciptakan karena pada saat aku mengarang puisi ini aku sedang malas. Namun di dalam hatiku berontak, malas itu tidak ada gunanya, maka terciptalah kalimat itu.

Akhir kata, terimakasih. Kepada kalian yang udah sudi membaca dan membedah puisi ini, aku masih memohon masukannya! Terimakasih.

Comments

Popular posts from this blog

Cara Paralel Propana Reload ke Jabber

Decolsin Solusi Flu Batuk yang Menyebabkan Kantuk

Kamus Bahasa Linggau