Aku Kamseupay

Punya blog, kayak nggak punya blog. Kalo sudah begini aku malah jadinya takut. Nanti kalo aku sudah punya anak, jadi kayak nggak  punya anak ‘kan gawat juga. Apalagi kalo punya istri, kayak nggak punya isteri. Lebih bahaya lagi. Bisa-bisa dikira yang macem-macem. Terus dilaporin ke Komnas HAM. Lalu aku dibuang ke Ostrali. Jangan sampe deh.  Ah, lagian nggak ngerti mau ngisi apa. Mau ngasih tips, aku nggak punya keahlian. Mau ngasih duit, mau beli BB aja masih kurang.  Dibiarin aja, percuma. Jadi mengalihkan fungsi aja, dari blog menjadi catatan curhatan.

Sekarang aku sudah semester empat. Waktu beneran tega berjalan cepet banget. Meninggalkanku yang masih belum ngerti apa-apa tentang dunia. Aku adalah anak komputer. Faktanya aku nggak ngerti sama sekali tentang komputer. Yang ada aku hanya bisa make komputer untuk chatting, ngetik, dengerin lagu, nonton bokep, dan itu-itu aja. Bahkan pernah juga kupakai untuk bantal tidur. Kamseupay kan?





Kamseupay itu adalah sebuah singkatan aja sih. Nggak ngerti juga siapa yang pertama kali make kata itu. Jadi kamseupay itu kepanjangannya adalah KAMpungan SEkali Uh PAYah. Cukup aneh, dan lumayan alay. Biasanya yang make kata itu juga orangnya alay. Aku nggak alay, hanya saja kadang-kadang aku ikut-ikutan memakai kata itu. Apa orang yang cuman ikut-ikutan make kata alay disebut alay juga yah?  Berarti aku artis juga dong! Kemarin aku ikut-ikutan nyanyi lagu cindai di depan rumahku. Asiiiik! Pantes aja banyak orang lewat yang ngeliatin. Ehem, jadi enak.

Balik lagi ke masalah kuliah. Ini beneran aku anak komputer. Aku kuliah di STMIK, jurusan Teknik Informatika, yang seharusnya udah ngerti banget seluk-beluk komputer. Tapi malahan yang ada aku hanyalah sesosok manusia yang cuman bisa merusak komputer saja tanpa pandai memperbaikinya kembali.

Satu minggu yang lalu, aku dengerin lagu dari komputer. Nyaman banget. Siang hari yang gerah, suasana yang nyaman, aku nyetel  lagu Sheila On Seven. Meskipun lagu lama semua masih aja tetep enak didengerin.  Nah, kenyamanan yang kurasakan itu kemudian berubah menjadi sebuah kepanikkan.  Komputernya tiba-tiba ngehang, dan lagu yang tadinya kusetel mendadak macet, berhenti, total, dan nggak mau diklik-klik sekalipun. 

Aku melompong dalam waktu yang cukup lama. Menghela napas. Mikir. Lalu enggan bertindak. Karena nggak ngerti tindakan apa yang seharusnya aku lakukan. Pilihan pertama yang paling mudah aku lakukan adalah merestart, bahasa Indonesianya memuat ulang windowsnya.

Sukses!

Lalu aku menyetel ulang lagu yang sama. Menghayati semua lagunya. Lagi. Masih, semua lagu-lagu lama itu enak ditelingaku. Mendengarkannya membuat imajinasiku melayang. Misalnya saja ketika akau mendengarkan lagu ‘Pagi Bijaksana’ aku membayangkan kalo si Duta ; penyanyinya teriak mohon ke semua orang agar teriak ditelinganya. Karena dia ngantuk. Kamseupay adalah

Waktu aku kekamar mandi, suaranya masih jelas berdendang syahdu. Tapi pas balik lagi, komputerku kumat. Ngehang lagi. Dan nggak bisa diapa-apain, lagi! Aku nggak mungkin memuat ulang komputernya lagi. Aku ingat-ingat, aku punya flashdisk installan yang kupinjam dari temen. Tanpa pikir panjang, kucolokin lah itu flasdisk, kemudian sesuai urutan yang kutahu, aku melakukan proses penginstallan ulang. Namun apa yang terjadi selanjutnya diluar prediksiki. Aku ternyata ngak bisa nginstall. Nggak ngerti kekeliruan apa yang telah kuperbuat. Komputernya malah nggak bisa nyala, dan selanjutnya mengeluarkan bunyi titit-titit dengan tempo lambat. Kemudian aku hanya bisa pasrah.  Membiarkan CPU-nya terbuka,lalu mengalihakan fungsi menjadi tempat untuk meletakkan buku, dan beberapa kertas. Sungguh perbuatan yang kamseupay!

Comments

Popular posts from this blog

Cara Paralel Propana Reload ke Jabber

Decolsin Solusi Flu Batuk yang Menyebabkan Kantuk

Kamus Bahasa Linggau