Aku Kemalingan

Beberapa hari yang lalu aku kemalingan. Si maling sukses menggondol laptop kesayanganku yang belum lama kubeli.

Jadi dia masuknya dari pintu belakang. Pintu belakang dirumahku emang gak kokoh. Dan, siapapun yang sudah masuk dari pintu itu, sudah dapat dipastikan dia bisa menjelajah kesemua penjuru ruangan. Karena pintunya cuma tertutup tirai.

Selain laptop, dia yang brengsek itu juga sukses membawa 2 hp murahan milik kedua orang tuaku, dan 1 motor buatan Cina punya bapakku.

Aku sedih banget. Beneran sedih banget. Sampe-sampe aku ngblank, gak bisa produktif lagi. Untung motorku juga gak digondolnya. Kalau sampe dibawa juga, wah, gak tahu deh nasibku gimana.

Ibuku gusar, menatap suami dan anaknya yang baru saja kehilangan. Beliau cemas malah kepadaku. Bagaimana dengan nasib kuliahku kalau aku tak punya laptop? Maka, atas pertimbangan yang matang, beliau memberikanku uang yang mana lumayan bisa untuk beli notebook. Kini aku sudah punya asus 12 inch, lumayanlah, meskipun gak sebanding dengan yang kemarin sih.
***

Banyak orang yang heran mengapa laptopku yang dicuri. Kok bisa? Temanku sampai mengeluarkan nada tinggi untuk mengungkapkan rasa ketidakpercayaanya.

Jawabanya ini. Prediksiku, emang si maling brengsek itu sudah niat untuk mengincar laptopku. Malam itu gorden jendela kamarku tidak tertutup dengan rapat, aku menduga dia mengintipku dari situ. Soalnya, ini yang dibawa laptop sekaligus cascasanya. Apalagi posisiku tidur menghadap kearah pintu. Jadi, walaupun tidak masuk sepenuhnya, laptop itu sudah bisa diambil dengan memanjangkan tangan saja. Kalau hape dan motor yang dibawa itu memang kesempatan dia juga, karena hapenya tergeletak, dan kunci motornya diam diatas kulkas.

Aku sempat melek ketika gorden pintunya tersibak. Aku cuek saja. Karena kupikir yang baru saja lewat itu kakakku. Sehingga akupun tak menghiraukannya, dan tidur lagi.

Sampe beberapa jam kemudian, kakaku membangunkanku, dia bilang motor bapakku dibawa maling. Dalam keadaan mata yang masih merekat, aku kembali ingat akan tersibaknya tirai pintu kamarku tadi, dan dengan spontannya aku teriak.

Aaaaaaaaaa....

***
Jadilah puisi ini ---> klik disini

Comments

Popular posts from this blog

8Share Indonesia Alternatif Mengumpulkan Duit di Internet

Cara Paralel Propana Reload ke Jabber

Decolsin Solusi Flu Batuk yang Menyebabkan Kantuk