12 angka yang berawal nol dan berujung nol itu nope ku

Temanku, oh temanku. Mengapa kau suka aneh aneh seprtiku? Aku bertanya membatin, atau menggumam lebih tepatnya. Bertanya sendiri tentang apapun yg tak ku ketahui. Tentang cerita kita beberapa hari yg lalu dg segala ketololan kita yg tak kunjung pudar. Aku dan kamu, namamu masih Rian toh? Ah aku malah bertanya sendirian. Benar berarti aku orang yang tolol. Iya , aku tahu nama mu Rian. Jadi mengapa aku tadi bertanya? Padahal Aku sudah kenal kamu sejak kita belum skolah dlu. Eh ingatkah kau dahulu kita jg pernah berkelahi dilapangan saat kakak2 kita tengah bermain bola? Dan kenanglah pula teman ketika itu kita sama sama menangis karena merasa sama2 menang. Tapi bukan itu masalahnya. Kemarin, beberapa hari yg lalu lah pas kita ketemuan sambil memadu kasih (eh bukan deng). Kau meminta nomor hp ku lengkap sambil basa basi dikit, maka dengan sigap dua belas angka dg awal nol dan ujung nol ku lafadz kan. Kemudian kamu miskol aku setelah kamu catat, pertanda bahwa nmr ku sudah benar2 ada di hp mu. Harapan ku kala itu, kau akan memberikan nma untk nomr ku ini atasnama "Wawan", bukan yg lain. Tapi apa yang kau lakukan? Kau malah memberinya nama "Yeni" sambil kau hapalkan keduabelas angka nya. Wajarlah aku jadi bingung saat pertama kau SMS aku dengan panggilan "dek". Ini rasanya mengganjal sekali, kawan. Oke, kupikir kala itu kau memang sedang iseng. Maka ku teruskan pula obrolan kita dengan ttp kau panggil aku "dek". Sandiwara pun dimulai. Aku tdk menyamar, kau lah yg memberiku peran itu. Perihal apapun ucap yg salah, aku tak mau memikirkanya. Karena aku tak pernah merasa bersalah sedikitpun. Bingung, aku bingung sebingung wanita gembrot yang lupa naruk pembalutnya dimana waktu itu. Tapi yasudahlah, untung percakapan kita hanya sedikit. Lagipula aku tak pernah pura pura sbg Yeni atau sbg siapapun, aku hanya memerankan diriku sendiri. Dan dirimu , merasa ketipu karena ulahmu sendiri. UNTUNG, tadi aku bertemu kamu lagi. Kita pun bercanda dan menggonggong tentang banyak hal. Sampai kepada mulutmu yang berkata tentang pengakuanmu yang mengira nomorku adalah nmr Yeni, pasanganmu. Aku semakin bingung, seumur umur aku tidak pernah mengenal Yeni yang kau maksud ini. Aku hanya mengenalnya karena kau yang cerita. Selebihnya aku tak kenal, intinya aku mengenal Yeni hanya sebatas nama saja. Eh kamu tidak percaya, kamu nelpon aku setelah aku pulang dari rumahmu. Kejutan nya, kita tertawa bersama sambil mengenang kisah konyol beberapa hari yang lalu itu. Oh, Rian... Kau tadi menelponku pasti cuma pengin buang bonus doang. Iya toh? Jawabnya pasti Iya.

Comments

Popular posts from this blog

8Share Indonesia Alternatif Mengumpulkan Duit di Internet

Cara Paralel Propana Reload ke Jabber

Decolsin Solusi Flu Batuk yang Menyebabkan Kantuk